
Leo mengaktifkan aplikasi pelacak diponsel nya, setelah dia menemukan titik lokasi restoran tempat keberadaan Calista dan anak-anak nya makan siang, Leo pun segera memutuskan untuk menyusul kesana, berhubung jarak dari kantor nya tidak terlalu jauh.
"Kamu tidak akan bisa melawanku, Calista."
Tidak butuh waktu lama bagi Leo, dia segera memarkir mobilnya dan melangkah cepat memasuki restoran menuju meja Calista dan Anak-anaknya.
"Mommy, lihatlah Daddy menyusul kita kesini!" tunjuk Kenzie tersenyum senang, sedangkan Calista menjadi serba salah antara kesal dan senang bisa melihat wajah tampan Leo.
DEGH!!
Pandangan mereka bersitatap beberapa saat, setelah itu keduanya kembali bersikap acuh.
"Daddy, kami senang karena akhirnya Daddy ikut menyusul kami datang kesini." ucap Kenzo seraya melanjutkan memasukan potongan stik kedalam mulutnya.
"Tentu, karena Daddy tidak bisa makan sendirian dikantor. sedangkan anak-anak Daddy makan enak disini." ucap Leo seraya melirik Calista, bahkan Leo sengaja mengambil posisi duduk bersebelahan dan menggeser Kenzo agar pindah di dekat Kenzie.
"Oya Daddy mau makan apa, biar dipesanin oleh mommy."
__ADS_1
"Daddy ingin memakan mommy mu saja."
"Apa?"
Semua serempak kaget, dan bertanya saat mendengar jawaban tiba-tiba dari mulut sang Daddy, Leo yang menjadi pusat perhatian jadi salah tingkah dan langsung meralat ucapnya.
"Maksud Daddy, makanan yang sama seperti yang dimakan mommy kalian," ucap Leo.
"Ooo.. begitu."
Calista dan kedua anak kembarnya kembali bernafas lega dan tersenyum ceria, Leo maupun Calista merasa seperti memiki kekuarga yang utuh, dengan kedua Anak-anak mereka yang lucu dan sangat tampan perpaduan dari wajah cantik Calista dan Leo. namun keduanya terlalu pintar dalam menyembunyikan perasaannya masing-masing. sesekali Calista mersakan detak jantungnya berdesir saat kedua pandangan mereka bertemu, mengikis sedikit demi sedikit pikiran buruknya tentang Leo.
'"Terimakasih."
Leo mulai memakan potongan stik di mulut nya, entah kenapa dia merasa gugup sehingga keselek potongan daging yang membuatnya terbatuk-batuk dengan wajah memerah.
"Uhuck... uhuck."
__ADS_1
"Daddy, hati-hati!"
"Tolong ambilkan air," ucap Leo, dengan sigap Calista segera membantu mengambilkan segelas air putih, lalu memberikan pada Leo, namun karena gugup dan terlalu buru-buru sehingga sebagian air tumpah mengenai jas hitam nya.
"Maaf aku tidak sengaja." Calista berusaha mengeringkan pakaian Leo dengan tangannya. takut jika pria itu akan semakin marah padanya, sebelah tangan Leo terangkat menegang tangan Calista, sehingga pergerakan gadis itu langsung terhenti.
Calista mengangkat wajahnya, bertemu dengan wajah tampan Leo dengan posisi yang begitu dekat. tangan Leo yang semula memegangi tangannya, beralih kewajah dan berhenti dibagian bibir Calista. ingin rasanya Leo ******* dalam bibir tersebut jika tidak ingat situasi dan kondisi keberdaan mereka saat ini, apalagi kedua Anak-anaknya menatap penasaran apa yang sedang dilakukan oleh kedua orang tuanya.
Calista segera menguasai keadaan, lalu permisi menuju toilet wanita, dia tidak menyadari jika langkah nya sedang diikuti Leo.
"Kenzo, Kenzie. Daddy juga mau ketoilet kajian berdua tetap lanjutkan makanan dan tunggu mommy dan Daddy kembali kesini ya, nak."
"Ya, Daddy." kedua menjawab serempak dan patuh.
Saat melewati lorong yang sedikit sepi, sebelah tangan Calista ditarik paksa seseorang dari arah belakang, hingga gadis itu refleks jatuh kedalam pelukannya.
"Aaaww!!"
__ADS_1
"Daddy!"