
"Kamu sangat senang didekati oleh Arya, tersenyum lepas kepadanya. sesuatu yang tidak pernah kamu tunjukkan padaku?" ucap Leo, tersirat nada cemburu dari ucapnya.
"Itu bukan urusanmu tuan."
"Tentu saja urusan ku, karena kamu ibu dari anak-anakku." ucap Leo dengan ekspresi dingin.
"Kenapa kamu tiba-tiba mengunci pintu ruangan ku, Leo?" ucap Calista saat melihat pria itu mengunci pintu dan berjalan kearahnya.
"Kamu ingin tahu kenapa?"
Saat panik Calista tidak mampu berfikir jernih, dia mendorong tubuh Leo, tanpa sengaja sebelah tangan Calista menyentuh junior Pria dewasa ini, hingga benda tersebut langsung bangun dari tidurnya.
"Kamu kembali membangunkannya, kali ini kamu harus bertanggung jawab, Calista." bisik Leo yang sudah terbakar gairah.
"Tidak! jangan sentuh aku, Leo. jika tidak aku akan berteriak kencang, sehingga seluruh karyawan perusahaan ini tahu. betapa bejadnya dirimu." ancam Calista.
"Ha...ha...aku tidak takut Calista, justru aku semakin tertantang bercinta dengan mu disaksikan semua orang di sini." ucap Leo menyeringai.
"Dasar brengsek, otak ngeres, cabul dan tukang mesum!!! pergi kamu dari sini Leo." umpat Calista panik mendorong tubuh Leo agar menjauhinya.
Tok!tok!
Ceklek!
__ADS_1
Tanpa permisi Jason tiba-tiba membuka pintu ruangan, otaknya yang jomblo akut langsung traveling saat melihat posisi tubuh Leo yang tengah memeluk erat Calista dengan posisi yang begitu erotis dan sangat intim. namun begitu melihat tatapan membunuh dari Leo, Jason langsung tersadar akan kesalahan fatal yang sudah dilakukannya untuk yang kedua kalinya menganggu kesenangan tuanya.
"Maafkan saya tuan."
"Ada apa lagi Jason?"
"Tuan, rapat akan segera mulai. semua sudah menunggu anda diruangan rapat." ucap Jason tidak berani mengangkat kepalanya lagi.
"Awas kamu Jason, lain kali jangan langsung masuk saja kalau tidak ada jawaban dari dalam." ucap Leo.
"Iya tuan, maaf."
Leo merapikan jas kerjanya langsung keluar menuju ruangan rapat.
"Ada apa nona Calista."
"Terimakasih ya, karena kamu telah datang tepat waktu, aku merasa tertolong dengan kedatangan mu." ucap Calista tersenyum senang.
"Tapi tidak dengan ku, setelah ini tuan Leo pasti memberikan sanksi padaku, nona." ucap Jason merutuki dirinya yang telah ceroboh.
"Dia tidak akan menghukum mu, karena kamu adalah orang kepercayaan nya, Jason." ucap Calista mencoba untuk menghibur Jason.
"Semoga saja, nona."
__ADS_1
Sebelum pulang, Calista terhenti menatap ruangan kerja Leo yang masih tertutup dari dalam.
"Saat ini, aku harus mengalah banyak terhadap sikapmu, Leo. agar aku tetap bisa bersama ke-dua Anak-anakku, dimana tiba saatnya, aku akan pergi dari kehidupan mu, mengajak ke-dua Anak-anakku." bathin Calista yang juga menyiapkan mental dan fisiknya dalam menghadapi sikap Leo yang sulit ditebak.
Malamnya, Calista menghabiskan waktu bersama ke-dua Anak-anaknya. Kenzie dan Kenzo begitu bersemangat menceritakan kegiatan mereka di sekolah.
"Mommy, akhir pekan nanti disekolah kami akan ada pertunjukan dan pementasan drama. aku ingin mommy dan Daddy bisa ikut. karena aku akan tampil nantinya diatas panggung." pinta Kenzie.
"Baiklah sayang, mommy akan usahakan." jawab Calista.
"Aku juga akan tampil, mommy pasti bangga melihat penampilan kami berdua nantinya."
"Tentu, karena mommy sudah sangat mengetahui kelebihan dan bakat yang kalian miliki. kalian berdua adalah Anak-anak istimewa yang mommy miliki." ucap Calista merasa bangga.
"Kak Kenzo aku ingin menantang mu dalam menyusun Lego ini." ucap Kenzie.
"Ayo siapa takut.''
Kenzo dan Kenzie mulai memperlihatkan kemahiran mereka dihadapan sang mommy, tidak butuh lama mereka berdua berhasil menyelesaikan dalam waktu yang hampir bersamaan, sehingga Calista bingung membedakan siapa pemenangnya.
"Wow.., Kalian berdua hebat, mampu menyusun Lego ini dalam waktu cepat." seru Calista memeluk Anak-anaknya bahagia.
Diperusahaanya, Leo tidak konsentrasi lagi melanjutkan pekerjaan, bayangan Calista mengusik pikirannya.
__ADS_1
"Apakah ini kutukan dari dewa amour, karena aku tidak pernah bisa menunjukkan perasaan ku yang sesungguhnya. tidak mungkin aku jatuh cinta pada Calista, mungkin ini hanya sebatas perasaan kagum akan kecantikannya." bathin Leo gusar, meskipun malam sudah larut, namun dia masih betah di ruangan kerjanya.