
"Cepat kalian selesaikan permasalahan ini." teriak Leo melangkah pergi menuju meja kerjanya.
"Iya tuan."
Tidak ada yang berani membantah ataupun memberi sanggahan, Leo terlihat begitu marah terpancar dari tatapan matanya yang tajam.
Satu jam terlewatkan, namun Tim IT terbaik belum juga mampu memecahkan dan memulihkan sistim perusahaan yang sudah lumpuh total. karena sistim masih terkunci dan belum berhasil mereka buka meskipun mereka sudah berusaha semaksimal mungkin.
"Kenapa kalian belum juga berhasil memecahkannya, awas kalian semua jika dalam waktu dua puluh empat jam belum juga menyelesaikannya, maka kalian semua akan saya pecat!" ancam Leo membuat semua panik, terutama asisten pribadi nya Jason, yang diberi tanggungjawab paling besar.
"Apa yang harus kita lakukan, tuan Leo tidak pernah main-main dengan ucapannya." ucap Jason membayangkan karir nya yang cemerlang akan berakhir dalam sekejap.
Tiba-tiba mata Jason berbinar-binar, ketika teringat seorang yang bisa membantu mereka keluar dari permasalahan rumit tersebut. dia pun segera menuju ruangan kerja Leo.
Tok!tok!tok!
"Masuk!"
"Maaf tuan mengaggu!"
"Ada apa Jason?"
__ADS_1
"Tuan, aku sudah menemukan seorang hacker terbaik untuk membantu kita."
"Cepat katakan siapa dia?"
"Tuan muda Kenzo dan Kenzie, meskipun mereka berdua masih kecil, tapi kemampuan luar biasa yang mereka miliki sudah tidak diragukan lagi. tuan muda sangat jago dalam hal ini!" ucap Jason mengingatkan.
"Kamu benar, kenapa aku bisa melupakan dan meragukan kemampuan dari Anak-anakku sendiri." gumam Leo seolah-olah mentertawakan diri sendiri. Leo teringat dulu Kenzo pernah memecahkan sistim kunci dengan mudahnya.
"Jason, jemput Kenzie dan Kenzo kerumah ku sekarang juga." perintah Leo, dia sangat yakin kaki ini kedua Anak-anaknya pasti bisa menyelesaikannya.
"Baiklah, tuan."
Begitu melihat Kenzo dan Kenzie yang tengah bermain, Jason langsung mendekati kedua bocah jenius tersebut. seraya menyatakan maksud kedatangannya.
"Jadi penculik itu meretas sistim perusahaan Daddy?"
"Ya tuan muda, dan sampai sekarang kami belum juga berhasil memulihkan dan memecahkan kata kuncinya." terang Jason.
"Kenzie, sudah saatnya kita bertindak untuk membantu Daddy."
"Ya, aku setuju, kita harus ikut ke perusahaan Daddy untuk memulihkan sistim agar bekerja seperti biasanya lagi." jawab Kenzie, yang merasa kemampuannya tertantang dalam hal ini.
__ADS_1
Begitu sampai di perusahaan besar Daddy nya, Kenzie dan Kenzo mulai menunjukkan skill mereka masing-masing, tangan mungil bocah-bocah mengenaskan itu mulai menari-nari di atas keyboard. sedangkan Leo memegang dagunya seraya memperhatikan cara kerja kedua Anak-anaknya, tidak lama kedua Anak-anaknya betlonjak kegirangan.
"Berhasil."
"Yes!"
Semua berteriak kesenangan begitu sistim perusahaan kembali berjalan normal, Leo tersenyum bangga menatap ke-dua Anak-anaknya yang masih kecil-kecil namun mampu mengalahkan kemampuan seorang hacker handal kelas Dunia. dimana Leo sendiri pun tidak bisa melakukannya.
Dirumah sakit, Calista yang baru sadar dari pingsan nya berusaha untuk bangun, namun tidak bisa. terutama sebelah kakinya yang masih butuh perawatan khusus.
"Calista, kamu sudah sadar sayang!" ucap Sarah tiba-tiba muncul dari balik pintu.
"Mami, siapa yang sudah menolongku dan membawaku kesini?" Calista masih ingat terakhir kali dia bersembunyi di sebuah pohon besar dari kejaran Nick dan orang-orang nya.
"Leo, dan ke-dua Anak-anakmu, mereka berhasil menemukanmu di bawah pohon di dalam hutan." ucap Sarah.
"Leo selalu datang tepat waktu menolongku, mi."
"Ya, Leo sangat mencintai mu dan Anak-anak, namun gengsi dan ego nya masih terlalu besar untuk mengakui semuanya, kamu yang sabar ya nak." ucap Sarah.
"Ya, mami."
__ADS_1