
"Kenzo dan Kenzie, kalian berdua harus Daddy hukum. karena Daddy tidak pernah mengajarkan kalian berbuat nakal seperti ini." ucap Leo memarahi Anak-anak nya.
Kenzo dan Kenzie tertunduk dengan perasaan bersalah bercampur kesal, apalagi mereka melihat bagaimana Gisela bolak-balik masuk kamar mandi karena perbuatan mereka.
"Daddy akan menyita Lego, robot-robot dan tablet kalian. sampai kalian benar-benar berubah dan menyadari kesalahan kalian berdua." ucap Leo.
"Dasar Anak-anak nakal." umpat Gisela geram, namun tidak bisa berbuat banyak untuk membalas kedua bocah-bocah tersebut. Gisela hanya bisa mengungkapkan kebenciannya melalui sumpah serapahnya dalam hati.
"Kenzie, Kenzo. ayo minta maaf pada Tante Gisela. kali ini mommy tidak bisa membenarkan kesalahan kalian berdua." ucap Calista.
Ke-dua bocah tersebut menunjukkan senyum keterpaksaan, saling tolak menolak untuk mengulurkan tangannya pada Gisela.
"Tante, maafkan kami."
Gisela tidak membalas uluran tangan kedua bocah tersebut.
"Tidak bisakah kalian menunjukan sikap tulus, dengan meminta maaf dengan cara yang benar, apa ini yang diajarkan oleh ibu kalian, karena aku yakin kak Leo pasti sudah berusaha mendidik kalian dengan cara yang benar." ucap Gisela melirik sinis pada Calista.
__ADS_1
"Jangan bawa-bawa ibuku dalam hal ini, Tante." ucap Kenzo kesal, begitu juga dengan Calista karena namanya ikut diseret-seret.
"Ya, semua ini gara-gara didikanmu Calista. mereka mulai nakal dan sering membangkang." ucapan Leo bagaikan petir bagi Calista sehingga dia begitu marah.
"Aku sudah melakukan yang terbaik untuk kedua Anak-anakku, mereka juga tahu mana yang baik dan buruk. dasar kamu saja Leo yang sudah buta mata hati mu dan begitu mudah tertipu oleh perempuan ini." tunjuk Calista.
"Hick...hick kak Leo, dia menghinaku begitu saja, kurang baik apa aku. ayahku begitu tulus pernah menyelamatkan dirimu, begitu juga dengan ku. saat ini aku tidak punya siapa-siapa lagi, hanya kamu harapan ku satu-satunya." berusaha berakting untuk menarik perhatian Leo, sehingga pria itupun merasa kasihan karena dia percaya jika Gisela benar-benar tulus.
"Kenzie, Kenzo, sekali lagi Daddy minta. bersikap baiklah pada Tante Gisela." Leo terlihat kesal menatap kedua anaknya.
"Daddy bukannya membela, tapi meminta kalian untuk bersikap baik dan meminta maaf itu saja, jika tidak, terpaksa aku menghukum kalian berdua." Leo juga masih bersikukuh dengan pendiriannya.
Suasana seketika menjadi kacau, Leo diliputi kemarahan, sedangkan kedua Anak-anaknya menundukkan kepalanya sedih. Calista tidak terima melihat anak-anaknya dimarahi, hatinya ikut sakit menyaksikan semua. dia lalu menghadang Leo sambil berkacak pinggang.
"Hentikan!!!"
Calista berteriak keras sambil menutup kedua kupingnya, suasana seketika hening.
__ADS_1
"Leo, kamu tidak bisa memarahi Anak-anakku begitu saja, kamu sudah keterlaluan terhadap mereka. tidak bisakah kamu bersikap lebih lembut lagi, bagaimanapun juga mereka masih kecil."
"Kamu pikir kamu ibu yang baik?"
"Kamu juga bukan ayah yang baik untuk anak-anak ku, sudah saatnya aku membawa Anak-anakku pergi darimu." ucap Calista seraya membawa kedua anaknya kedalam pelukannya.
"Tidak! aku tidak akan pernah membiarkan mu membawa kedua Anak-anakku." ucap Leo berusaha menarik Kenzie dan Kenzo dari pelukan Calista. sikap arogan dan sombong Leo kembali ditunjukkannya.
"Kamu sukses mempengaruhi Anak-anakku, dasar perempuan licik. pergi dari rumah ku sekarang juga!"
"Daddy, kamu tidak bisa mengusir mommy begitu saja." hadang Kenzo tidak terima.
"Cepat pergi Calista, sebelum kesabaran ku habis."
Leo sangat marah, bercampur rasa takut jika sewaktu-waktu Calista membawa anaknya. Karena rasa percaya nya terhadap Calista sudah memudar. sedangkan Grace tersenyum bahagia melihat misinya hampir berhasil.
"Ya, aku akan pergi. anak-anakku tidak perlu kawathir. kita akan tetap bersama." bujuk Calista mengusap air mata anaknya, sedangkan Leo berkacak pinggang kesal, melihat kedekatan ibu dan Anak-anaknya tersebut.
__ADS_1