Menjadi Babbysitter Untuk Anakku

Menjadi Babbysitter Untuk Anakku
Salah tingkah


__ADS_3

"Kamu sudah membasahi jas mahalku, sehingga kamu harus membayarnya dengan caraku sendiri." bisik Leo.


"Leo, kamu keterlaluan ingat ini ditempat umum." Calista meronta-ronta saat Leo saat semakin mengeratkan pelukannya.


"Jadi kamu ingin di tempat yang sepi, oke aku akan mengabulkannya." Leo menarik tangan Calista menuju pintu samping yang sepi dan tanpa pengawasan camera cctv.


Leo kembali melanjutkan hasratnya yang sempat tertunda barusan, pelan namun pasti Leo kembali mendekatkan bibirnya mengikis jarak diantara mereka berdua. Calista yang sudah terbuai suasana memejamkan matanya seolah-olah memberi kesempatan untuk Leo menikmati dan ******* bibirnya yang merah merekah semakin dalam lagi.


Keduanya mulai berpelukan dengan penuh gairah, begitu juga dengan tangan Leo yang tidak mau diam mencari-cari lekuk sensitif di tubuh Calista, memperlakukannya dengan penuh gairah dan kelembutan sehingga Calista semakin terbuai kemesraan, nafas ke-dua pasangan ini semakin memburu dengan pandangan mata yang mulai berkabut penuh nafsu.


"Calista!"


"Leo!"


Perlahan Calista mengalungkan kedua tangannya dileher Leo, sehingga mereka kembali berciuman. bahkan Leo semakin berani dan meninggalkan beberapa jejak kemerahan di leher putih bersih milik Calista, keduanya mulai lupa tempat keberdaan dan juga ke-dua Anak-anaknya yang mulai resah menunggu kedatangan orang tua mereka yang semula pamit sama-sama ingin pergi ke toilet.

__ADS_1


Tangan Leo semakin turun kebawah, satu persatu kancing pakaian Calista sudah terlepas. pria tampan itu kesusahan menarik Saliva nya kelihatan dua gundukan padat berisi yang terpampang jelas dihadapan matanya. sehingga membuatnya semakin menggila layaknya seorang bayi besar yang kehausan. hingga dua suara dan langkah kaki mungil yang semakin mendekat mengagetkan keduanya.


"Daddy!"


"Mommy!"


"Kalian dimana?"


Suara Kenzo dan Kenzo mulai semakin terdengar jelas, Calista langsung tersadar dan memperbaiki kembali pakaiannya, begitu juga dengan Leo.


"Mommy, Daddy. ngapain disana? bukankah toilet ada dibagian depan." tunjuk Kenzo.


"Iya sayang, tadi Daddy dan mommy tersesat." keduanya menjadi serba salah dan menjadi canggung, saat menjawab pertanyaan Kenzo yang penuh selidik. namun Leo dengan sikap tenangnya berusaha mengatasi keadaan kembali seperti semula.


"Kok Daddy dan mommy tiba-tiba menjadi aneh dan salah tingkah ya?" bisik Kenzie di telinga Kenzo.

__ADS_1


"Biarkan saja mereka, kita anak kecil belum paham dengan pemikiran ke-dua orang tua kita. yang terkadang bertengkar namun kembali menjadi akur dalam sekejap." ucap Kenzie.


"Hey, aku bukan anak kecil lagi tau." protes Kenzo kesal dan memilih berjalan lebih dahulu.


"Bodoh... bodoh sekali kamu Calista, selalu lemah dan sangat mudah terpesona saat Leo kembali mencumbu tubuh mu. apa Anak-anakku melihat kejadian barusan, oh my God ampuni aku!" umpat Calista menepuk jidatnya. berbanding terbalik dengan Leo yang tersenyum senang, dengan debaran jantung yang masih berirama kencang.


Mereka kembali duduk diruangan semula, Leo mendekatkan wajahnya ketelinga Calista, seraya berbisik.


"Hari ini kamu kembali berhasil menggodaku, Calista!" bisik Leo yang membuat Calista benar-benar tersinggung dan kesal. namun gadis itu masih berusaha mengendalikan emosinya, terutama dihadapan kedua Anak-anaknya.


"Tuan Leo anda terlalu narsis dan percaya diri, Aku tidak pernah menggoda mu. karena kamu bukan tipe pria idaman ku, mengerti!!!" balas Calista.


"Huh dasar gadis kepedean, berani sekali kamu berkata seperti itu padaku." balas Leo mengigit daun telinga Calista.


"Aaaww!!!"

__ADS_1


"Mommy kenapa berteriak?" tanya Kenzo.


__ADS_2