
"Aku harus pulang." Leo berdiri dari duduknya ingin meninggalkan Gisela yang menurutnya terlalu berani dengan penampilannya yang begitu terbuka.
"Tuan Leo tunggu, masih banyak hal yang ingin aku bicarakan dengan mu."
"Oke, tapi jangan sekarang." tolak Leo.
"Baiklah, aku akan mengantarkan kamu sampai mobil saja." Gisela masih berusaha merayu Leo.
Leo dan Gisela berjalan beriringan meninggalkan klub, disaat yang bersamaan orang suruhan Nick untuk melenyapkan Leo tengah bersiap untuk melenyapkan dirinya malam ini.
"Mati kamu malam ini Leo." mulai membidik sniper kerah Leo, Gisela yang mengantarkan Leo, tiba-tiba memberikan pelukan selamat malam pada pria itu, bertepatan dengan peluru yang meleset sehingga sial baginya, justru lengan sebelah kirinya menjadi sasaran peluru.
Dooor...
Tubuh Gisela langsung ambruk, Leo terpaku tidak mampu berkata-kata menyaksikan kejadian yang terasa begitu mendadak dan sangat tiba-tiba. suasana seketika heboh, orang-orang di klub keluar mengerumuni tubuh Gisela yang sudah tidak sadarkan diri, lalu dilarikan menunjuk rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.
"Sial, siapa orang yang ingin melenyapkanku. Jason cepat kamu dari tahu dalang dibalik semua ini." perintah Leo pada asisten pribadinya.
"Baik tuan."
Tidak lama Jason kembali memberikan laporan, yang tidak sesuai dengan harapan Leo.
"Maaf tuan, mereka sangat profesional dalam menghilangkan jejak. bahkan semua tidak terpantau cctv." ucap Jason.
__ADS_1
"Terus cari tahu, aku tidak akan bisa tenang sebelum mengetahui tentang siapa dalang yang sudah merencanakan hal buruk ini padaku." ucap Leo geram.
Sarah dan suaminya yang mendengar Leo yang hampir menjadi target pembunuhan, segera menyusul kerumah sakit untuk mengetahui kondisi anaknya dan perempuan yang sudah menyelamatkan Leo barusan.
"Ayo cepat Pi."
Sarah mempercepat langkah kakinya memasuki koridor rumah sakit, dari kejauhan dia melihat Leo berjalan mondar-mandir didepan ruangan operasi.
"Leo, apa yang terjadi nak?" tanya Sarah tidak sabaran begitu sampai dihadapan Leo yang terlihat panik.
"Ada seseorang yang ingin mencelakaiku, mi. tapi aku berhasil selamat atas bantuan Gisela."
"Siapa Gisela?"
"Apa kamu yakin Leo?"
"Sangat yakin mi, bahkan sekarang dia kembali menjadi penyelemat untuk yang kedua kalinya." terang Leo kembali menatap ruangan Operasi.
"Mudah-mudahan gadis itu tidak kenapa-napa, bagaimanapun dia sudah menjadi dewa penolong untuk mu, Leo."
"Pesan papi, tetap hati-hatilah dimana pun kamu berada. karena pembisnis seperti kita banyak yang tidak menyukai, dan bahaya selalu mengintai kita."
"Ya Pi, lain kali aku akan lebih hati-hati lagi " jawab Leo.
__ADS_1
Tidak begitu lama, pintu ruangan operasi terbuka. seorang dokter keluar menghampiri keluarga Leo.
"Bagaimana kondisi pasien dokter?" tanya Sarah.
"Syukurlah, kami sudah berhasil mengeluarkan peluru ditubuh nya. semoga pasien mampu melewati masa kritisnya dan kondisi nya kembali stabil, mengingat luka tembak di lengannya tidak terlalu parah." terang dokter.
"Alhamdulillah."
Semua menarik nafas dengan penuh rasa syukur, rasa tegang dan cemas sudah berganti kelegaan. Leo dan ke-dua orang tua nya sudah diperbolehkan untuk masuk keruangan perawatan Gisela, nampak gadis itu terbaring lemah.
"Leo, apa kamu sudah menghubungi keluarga gadis ini?" tanya Sarah.
"Belum mi, tapi sewaktu bertemu di klub. dia mengatakan jika ke-dua orang tuanya sudah meninggal dan hidup sebatang kara dikota ini." jawab Leo.
"Kasihan sekali, bagaimana pun dia sudah berjasa banyak bagi kehidupan mu, jika tidak mungkin saat ini kamu sudah meninggal Leo." terang Sarah.
"Ya aku tahu mi."
"Apa sebaiknya kita ajak saja gadis ini untuk tinggal bersama kita. sapa tahu dia mau jadi anak angkat mami?"
"Entahlah mi, aku bingung." jawab Leo.
Kepala Leo semakin berdenyut, pikiran dan hatinya sudah terpaut pada Calista, dia tidak ingin memikirkan perempuan lain lagi, sedangkan Grace yang sudah berganti menjadi Calista yang baru sadar tersenyum mendengar rencana Sarah.
__ADS_1
"Sebentar lagi aku akan mendapatkan dirimu Leo, Calista bersiap-siap lah kehilangan para pria yang mencintai mu. setelah aku mendapatkan Nick dan Leo juga nantinya ha.. ha.."