
"Aaaww!!!"
"Mommy kenapa berteriak?" tanya Kenzo.
"Tidak! mommy cuma kaget saja sayang." balas Calista memaksakan senyum, mengabaikan tatapan nakal Leo.
Leo semakin mendekat, lalu menarik tubuh Calista agar kembali mendempet padanya.
"Leo, apa yang kamu lakukan disini ada Anak-anak!"
"Mereka tidak memerhatikan kita, karena tengah asyik dengan Lego mereka masing-masing." tangan leo menyibak rambut panjang Calista.
Calista semakin bingung mengartikan sifat Leo yang sangat sikut untuk ditebak, begitu juga dengan perasaan nya. semua masih menjadi tanda tanya dan sebuah misteri baginya.
"Apa setelah ini, masih ada tempat yang ingin kalian datangi?" tanya Leo.
"Ada Daddy, kami ingin mengunjungi pesta rakyat."
"Ya, disana ada berbagai jenis komedi putar. alu ingin mencoba menaiki nya." jawab Kenzo antusias.
"Oke, bersenang-senang lah hari ini. Karena Daddy akan mengabulkan permintaan kalian berdua." mereka meninggalkan restoran, atas permintaan kedua anaknya.
__ADS_1
Begitu sampai, Kenzo dan Kenzo keluar dari mobil penuh semangat. mereka berlarian bingung permainan apa yang akan mereka naiki terlebih dahulu. karena ditempat tersebut begitu banyak pilihan permainan yang tersaji dihadapan mereka, terutama untuk anak-anak seusia mereka berdua.
"Hati-hati sayang!"
Calista dan Leo, berusaha mengimbangi langkah Kenzo dan Kenzie yang lebih cepat.
"Daddy, kami ingin permainan tembak-tembakan itu." ucap Kenzo, karena tergiur melihat hadiah nya sebuah Lego dan juga permainan robot kesukaannya.
"Boleh, tunggu disini dulu. Daddy akan beli tiketnya untuk kalian."
"Asyik."
Semua peserta lainya dibuat melonggo, mereka tidak menyangka kemampuan tembak menembak Kenzo dan Kenzie yang luar biasa, bahkan dengan mudah mereka berhasil mendapatkan hadiah yang mereka inginkan.
"Aku juga menang!" teriak Kenzie, yang membuat Calista dan Leo merasa bangga melihat kecerdasan dan kemampuan luar biasa dari kedua Anak-anaknya.
"Daddy, ayo kita ketempat lain."
"Baiklah."
Leo dan Calista mengikuti apapun keinginan Anak-anak mereka, asalkan mereka berdua bisa senang. tidak lupa sesekali leo mengabadikan kebahagiaan keluarga kecilnya melalui kamera ponsel.
__ADS_1
"Andaikan kami bisa segera bersatu, dalam sebuah keluarga yang indah." bathin Leo terjatuh perasaan saat melihat Calista ikut bermain bersama Kenzo dan Kenzie.
"Apa kalian sudah puas bermain-main nya, ayo kita pulang!"
"Oke Daddy."
Sepanjang perjalanan Kenzo dan Kenzie lebih banyak diam, mereka mulai kelelahan setelah hampir seharian bermain. tidak begitu lama terdengar dengkuran halus disudut bibir keduanya yang sudah tertidur pulas dengan gaya tidur mereka masing-masing. Calista tersenyum melihat tingkah lucu kedua Anak-anaknya.
"Calista, sebaik kamu menginap di rumah saja kasihan Anak-anak. begitu bagun mereka pasti akan menanyakan keberadaan mu." bujuk Leo.
"Aku rasa tidak, karena seharian ini kami sudah menghabiskan waktu bersama, atau ini cuma akal-akalan mu saja yang ingin dekat dengan ku?" ucap Calista.
"Ternyata kamu terlalu percaya diri, kalau begitu aku akan buat kamu harus mengikuti perkataan ku." ucap Leo mempercepat laju mobilnya menuju pulang kerumah nya.
"Leo, turunkan aku, aku ingin pulang kerumah ku sendiri."
"Tidak bisa!"
"Kamu terlalu egois, dan selalu memaksakan kehendak." umpat Calista kesal, karena mobil sudah berhenti didepan pintu masuk rumah Leo.
"Bantu aku, untuk mengangkat Anak-anak kita menuju kamarnya," ucap Leo mulai melunak.
__ADS_1
Calista mengendong tubuh mungil Kenzo, dan Leo menggendong Kenzie yang tidur begitu pulas, sehingga tidak menyadari jika mereka sudah berada dikamar tidur masing-masing.