Menjadi Babbysitter Untuk Anakku

Menjadi Babbysitter Untuk Anakku
Hari pertama bekerja


__ADS_3

"Bagaimana sebagai tanda permintaan maafku, aku akan mengajarimu banyak hal berhubungan dengan pekerjaan mu divisi keuangan?" tawar Arya.


"Ya, aku senang sekali. paling tidak aku tidak dianggap remeh lagi oleh singa buas bosmu itu." ucap Calista yang membuat Arya tertawa lebar.


"Kamu cantik sekali Calista." bathin Arya.


"Ayo pak Arya, katanya mau mengajariku banyak hal."


Arya tersadar dari lamunannya, dan mendahului langkah Calista.


"Calista inilah ruangan kerjamu, jika butuh apa-apa kamu harus memberitahukan padaku, bukan tuan Leo."


"Baiklah."


Calista duduk dengan nyaman dikursinya, semua ini masih terasa seperti mimpi baginya. menjadi seorang staf keuangan diperusahaan besar dengan gaji yang lumayan mengiurkan.


Calista mengeluarkan ponsel mahal pemberian Sarah, berfoto Selfi dengan berbagai gaya lalu memposting di story Wa nya. tanpa diduga Grace langsung seperti cacing kepanasan begitu melihat postingan Calista. begitu juga dengan Nick.


"Aku tidak menyangka, jika Calista akan diterima bekerja sebagai staf di perusahaan besar di negara ini. aku tidak sanggup membayangkan gajinya." refleks ponsel Grace jatuh kelantai saking syoknya.


"Bahkan, Calista sekarang jauh lebih cantik dan modis, dengan pakaian bermerek." puji Grace tanpa sadar diantara rasa benci dan iri hatinya.

__ADS_1


Calista duduk dengan nyaman, meletakan tas diatas meja. menikmati suasana yang bersih, rapi dengan aromaterapi yang menenangkan. Calista mulai menyalakan laptop. saat Arya membawa sebuah mab besar. berjalan kearah nya.


"Calista, apakah kamu sudah siap untuk belajar."


"Siap, pak kepala personalia." mengangkat tangannya hormat.


Arya yang semula jarang senyum, kini berubah semenjak bertemu Calista yang selalu bersikap apa adanya dan ceria.


"Oke, kita mulai."


Arya dengan santai, menerangkan cara kerja Calista selaku karyawan baru, bagaimanapun dia ingin mempertahankan Calista agar tetap bekerja diperusahaan ini agar mereka bisa bertemu setiap saat. sesekali Calista menganggukan pelan kepala nya tanda paham dengan penjelasan Arya.


"Calista, Apa ada yang ingin ditanyakan?"


"Jika kamu menemukan kesulitan, ataupun ingin menanyakan sesuatu, segera hubungi saya."


"Baik, terimakasih pak Arya."


"Sama-sama Calista, saya senang membantu mu, tapi jangan panggil aku dengan sebutan pak Arya lagi, panggil Arya saja. karena telingaku bisa sakit setiap kamu panggil pak, seolah saya sudah sangat tua." canda Arya.


"Baiklah, Arya."

__ADS_1


Arya kembali menuju ruangan kerjanya, menyelesaikan beberapa pekerjaan yang sempat tertunda untuk segera ditandatangani Leo, sebelum rapat dimulai.


Tidak waktu butuh lama, Arya membawa beberapa berkas menuju ruangan Leo, yang tersenyum miring begitu melihat kedatangan Arya.


"Sepertinya, kamu menyukai karyawan baruku." sindir Leo. yang membuat Arya ingin tertawa lebar saat mendengar nada cemburu dari ucapan Leo.


"Maafkan aku, jika adegan romantis yang tidak disengaja itu telah membuat anda cemburu, tuan." ucap Arya.


"Cemburu, ha...ha... tidak pernah ada kata cemburu dalam kamus hidup ku." Leo tertawa lepas menyembunyikan gemuruh perasaanya.


"Wanita secantik Calista, memang pantas untuk dicemburui." puji Arya pelan namun terdengar jelas ditelinga Leo.


"Kamu tahu sendiri bagaimana seleraku, dan Calista bukanlah tipe ku." Ucap Leo berjalan menuju ruangan rapat yang diikuti Arya dari belakang.


"Syukurlah kalau begitu, tuan."


"Apa maksudmu Arya, sepertinya kamu begitu memperhatikan Calista?"


"Tidak tuan, aku akan mundur dengan teratur jika anda juga menyukainya." balas Arya.


"Jangan bahas dia lagi, bisa-bisa mood ku akan semakin memburuk hari ini." ucap Leo memasuki ruangan rapat.

__ADS_1


Rapat dimulai, semuanya fokus pada materi yang tengah dibahas. tidak terkecuali Calista. meskipun ini hari pertamanya bekerja dia tetap ikut dan memberikan laporan pekerjaannya meskipun dibantu beberapa senior termasuk Arya.


__ADS_2