
"Calista, hari ini kamu telat dua setengah menit. jadi mau tidak mau kamu harus mendapatkan sanksi dengan bekerja lembur." ucap Leo.
"Aku telat dua menit, dan harus lembur. tuan kamu tahu sendiri jika pagi-pagi sekali aku harus mengantarkan kedua Anak-anakku kesekolahnya terlebih dahulu. apakah tidak ada toleransi mu untuk ku." ucap Calista.
"Tidak! peraturan tetap peraturan, lagian kedua Anak-anak sudah ada yang mengantar jemput mereka." ucap Leo tidak bergeming.
"Baiklah, meskipun aku telat dua menit dan harus diganti dua jam kerja. ini benar-benar tidak adil." ucap Calista.
"Dua menit ataupun dua jam sama saja bagiku." bisik Leo ditelinga Calista, dia ingin menghirup aroma farfum yang menyegarkan dari gadis itu.
"Sekarang mana kopi ku?"
"Baiklah, tunggu sebentar aku akan membuatkannya tuan." Calista berjalan menuju pantry, saat hendak kembali keruangan kerja Leo, dia berusaha untuk tidak menoleh kearah cermin besar itu lagi, karena dia yakin jika Leo pasti memperhatikannya dirinya kembali dari dalam ruangan kerjanya.
"Entah kenapa setiap melihat cermin, aku suka sekali tersenyum dan mempercantik diri. tahan dirimu Calista untuk tidak melakukannya!"
Meskipun sudah berusaha untuk tidak melirik kearah cermin, namun Calista kembali lupa dan memperbaiki kembali rambutnya, karena sudah menjadi kebiasaan bagi nya. dalam ruangannya Leo kembali tertawa melihat tingkah Calista barusan.
"Kamu konyol dan lucu sekali Calista, ha...ha..."
__ADS_1
Leo menghentikan tawanya dan kembali bersikap dingin, saat Calista masuk dan meletakkan kopi diatas meja. dia berpura-pura sibuk dengan pekerjaannya setelah Calista pergi, Leo dengan semangat menyeruput kopi kesukaannya tersebut.
"Nikmat, sama seperti kamu Calista."
***
"Selamat pagi Calista!" sapa Arya.
"Pagi juga Arya."
Meraka berjalan beriringan menuju ruangan kerja yang berdekatan.
"Calista, apa kamu sudah punya kekasih?" ucap Arya menutup kembali mulut nya, menyesali keceplosan dan pertanyaannya yang terkesan buru-buru.
"Kenapa tertawa?"
"Kamu lucu, masa gadis secantik kamu sudah memiliki anak. kamu terlalu pintar mencari-cari alasan. kamu takut ya jika aku jatuh cinta padamu, sehingga mencari-cari alasan untuk menghindar?" Arya mengedipkan sebelah matanya.
"Aku hanya tidak ingin kamu kecewa Arya, jika sudah mengetahui jati diriku yang sesungguhnya." jawab Calista sungguh-sungguh namun Arya tersenyum menanggapi nya.
__ADS_1
Arya sudah terhipnotis oleh kecantikan Calista, bibirnya terlihat begitu manis meskipun tanpa polesan lipstik tebal, hanya lipgloss warna merah muda sehingga terlihat semakin seksi dan mempesona.
"Arya!" sapa Calista saat melihat Arya yang terus menatapnya dalam diam.
"I...iya Calista, aku jadi lupa mau bicara apa. habis jamu cantik banget sih." Arya mulai berani menggoda Calista.
"Kamu bisa saja Arya." mereka terus ngobrol sambil sesekali bercanda.
Dari balik tirai ruangan kerjanya, Leo terus memperhatikan Calista yang tengah ngobrol-ngobrol dengan Arya.
"Apa mereka sedekat itu, sepertinya Arya mulai tertarik pada Calista. terlihat dari tatapan matanya." Leo terus memperhatikan, Arya yang merupakan sahabat sekaligus anak dari kerabat orang terdekatnya, yang juga mempunyai posisi penting dalam perusahaan nya, sehingga tidak mungkin baginya untuk menyingkirkan apalagi memecat Arya. berbagai pertanyaan mulai berkecamuk dipikiran Leo.
"Akankah Arya akan menjadi saingannya kedepan? dalam merebut hati Calista... aaaagghhh..." Leo mengusap kasar wajahnya, membenci perasaanya sendiri, selama ini Leo tidak pernah jatuh cinta, karena dia selalu dikelilingi gadis-gadis cantik, namun semua itu tidak berlaku untuk Calista, yang sudah mengisi tempat istimewa dihatinya meskipun Leo masih berusaha untuk menyangkal perasaan nya.
Senyum Calista terhenti saat melihat dari pantulan kaca, jika Leo tengah memperhatikan dirinya dan Arya. tidak lama Leo berjalan dari ruangannya menuju tempat Calista dan Arya.
"Sedang apa kalian berdua, ini tempat kerja bukan tempat ngobrol ataupun pacaran." ucap Leo dengan ekspresi dingin dan tatapan tajamnya.
"Maaf tuan Leo, aku dan Calista sedang membahas masalah keuangan, dan kami baru saja menyelesaikan laporan bulanan." ucap Arya menunjukkan pada Leo.
__ADS_1
"Saya rasa itu bukan bagian dari tugasmu Arya."
"Sekali maaf tuan, aku tidak bermaksud lancang. tapi ini berhubungan juga dengan pekerjaan ku." ucap Arya dan langsung permisi menuju ruangan kerjanya sendiri, meninggalkan Calista dan Leo.