
Calista tersenyum senang, menjemput kedua Anak-anaknya ke sekolah. begitu sampai di depan pintu gerbang, Kenzie dan Kenzo yang sudah bersekolah di tempat yang sama, langsung berlari penuh semangat ke arah sang mommy.
"Mommy!"
"Mommy!"
Bruk!
Kedua bocah mengemaskan itu langsung menghambur memeluk tubuh Calista, padahal baru kemaren sore mereka bertemu. namun keduanya sudah sangat merindukan kehadiran sang mommy yang masih bersikeras tidak mau tinggal bersama mereka di rumah Oma Sarah.
"Jagoan kecilku, kalian sangat berarti bagi mommy." Calista membalas pelukan kedua anaknya, mencium mereka secara bergantian.
"Stop, panggil kami anak kecil lagi mommy." ucap Kenzo tidak terima.
"Kami berdua sudah besar, seorang jagoan yang mampu melindungi mommy sampai kapanpun," jawab Kenzie dengan tingkah sok dewasanya, membuat Calista terharu melihat anak-anaknya yang tumbuh cerdas dan sehat.
"Iya sayang."
"Mommy, bolehkah hari ini kami menghabiskan waktu bersama mommy." tanya Kenzie.
"Tentu saja sayang."
"Aku ingin ke pusat perbelanjaan, membeli mainan robot-robot keluaran terbaru. untuk aku utak-atik di kamar."
"Aku juga mau mi, dan juga sebuah Lego keluaraan terbaru ya."
Calista tersenyum menanggapi ucapan Kenzo dan Kenzie, mereka langsung menuju pusat perbelanjaan yang menyediakan khusus berbagai mainan anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan.
__ADS_1
"Sekarang, kalian tinggal pilih satu-satu mainan kesukaan kalian masing-masing." ucap Calista bersikap bijak.
"Hore, mommy kita memang paling baik dan sangat cantik sekali." ucap Kenzie menangkup wajah Calista dengan kedua tangan mungilnya.
"Cup, I Love You mommy."
"Love you too." balas Calista.
Setelah puas memilih, Kenzie dan Kenzo berlari kearah Calista membawa maninan kesukaan mereka masing-masing, lalu membawa menuju kasir, setelah menyelesaikan pembayaran Calista mengajak ke-duanya menuju sebuah restoran untuk makan siang.
"Wah tampan sekali anaknya!"
"Sangat lucu dan mengemaskan."
Terdengar suara ibu-ibu yang memuji ketampanan Kenzo dan Kenzie,yang berjalan beriringan membawa senang mainan ditangan mereka masing-masing.
"Kalian mau pesan makanan apa?"
"Aku steak daging sapi!"
"Aku spaghetti dan salad buah." jawab Kenzie.
"Baiklah, mommy pesan dulu."
Tidak lama pesanan makanan mereka datang, baru beberapa suap menikmati makanannya, ponsel Calista tiba-tiba berdering. tertera nama Leonardo sebagai pemanggil.
"Hallo!"
__ADS_1
"Calista, kamu membawa kemana Anak-anak selepas pulang sekolah?"
"Kami tidak kemana-mana, cuma kepusat perbelanjaan mainan lalu dilanjutkan dengan makan siang." jawab Calista kembali memakan steak daging.
"Kenapa kamu tidak meminta izin dariku, membawa Anak-anakku pergi begitu saja. ingat mereka itu bukan Anak-anak sembarangan banyak bahaya yang bisa saja mengintai keselamatan mereka." ucap Leo dengan nada tegas.
"Ingat Leo, mereka juga Anak-anakku. jadi aku juga mempunyai hak terhadap mereka berdua. aku sudah mengalah banyak terhadap mu dengan mengizinkan mereka tinggal bersamamu." Calista tidak terima sikap semena-mena Leo dalam menguasai Anak-anaknya.
"Jangan berani-berani melawan ku Calista, atau kamu akan tahu akibatnya." ucap Leo kesal.
"Aku tidak takut padamu, tuan arogan."
"Calista!!!" ucap Leo kesal.
"Hallo.... Hallo, tuan Leo aku tidak bisa mendengar dengan jelas suaramu lagi, sepertinya signal disini kurang bagus." ucap Calista tersenyum, beralasan karena tidak ingin mendengar suara Leo lagi.
"Mommy selalu berhasil membuat Daddy kesal." ucap Kenzo.
"Biarkan saja Daddy mu kesal, yang penting hari ini kita bertiga bisa happy dan jalan-jalan sepuasnya."
"Hore...hore..." teriak kedua anaknya kompak.
"Awas kamu, Calista!"
Leo mengusap kasar wajahnya kesal pada diri sendiri, yang tidak bisa berbohong jika dia sudah jatuh cinta dan sangat menyukai apa yang ada pada gadis itu.
***
__ADS_1