Menjadi Babbysitter Untuk Anakku

Menjadi Babbysitter Untuk Anakku
Fantasi liar ku


__ADS_3

Setelah kejadian yang tidak mengenakan yang terjadi dirumah Calista, secara diam-diam Leo memasang alat pelacak diponselnya, dan sebuah kamera pengintai. semua dilakukannya karena tidak ingin sesuatu yang buruk kembali menimpa wanita yang dicintainya, meskipun Leo maupun Calista masih menyangkal perasaan mereka masing-masing dengan bersikap cuek dan saling adu argumentasi.


Pagi ini, Leo dengan semangat memulai aktivitas nya, namun tiba-tiba dia sangat merindukan dan penasaran dengan apa yang dilakukan Calista pagi ini. sehingga Leo langsung membuka layar ponselnya untuk mengetahui aktivitas gadis itu melalui camera yang tersembunyi yang dipasangnya. Leo tersenyum memperhatikan layar ponselnya yang mulai terhubung.


Nampak Calista baru bagun tidur, setelah itu dia mengambil ponsel mengangkat panggilan Vidio dari kedua anak kembarnya. Calista tertawa lepas saat Kenzo dan Kenzie mengajaknya bercanda, setelah itu keduanya pamit ingin berangkat ke sekolah. Leo ikut terbawa suasana melihat kedekatan Anak-anak dan sang ibu. rasanya Leo ingin keluarga kecilnya segera berkumpul menikmati hangatnya sebuah keluarga yang utuh.


Calista meletakan ponselnya diatas nakas, menggerakkan pinggang dan leher untuk melemaskan otot-otot nya setelah bagun tidur. Leo menyandarkan tubuhnya mencari posisi yang nyaman sambil terus memperhatikan Calista pada layar ponsel, seakan tidak ingin terlewatkan sedikitpun.


"Sepertinya Calista ingin mandi?"


Leo menutup sesaat layar ponselnya, namun kembali diurungkan, mata Leo membulat ketika Calista membuka satu persatu pakaiannya lalu masuk kedalam kamar mandi.

__ADS_1


"Oh...No!"


Leo merasa lemas dengan pikiran yang mulai menjalar kemana-mana, tidak lama Calista keluar dengan handuk kecil yang mampu menutupi sebagian tubuh putih polosnya.


Jantung Leo semakin berdetak kencang, sedang sesuatu yang dibawah sana semakin menegang ketika melihat Calista melepas handuk putih lalu memakai ********** dengan santai. sehingga membuat mata Leo seakan ingin copot dari sarangnya, bukan pertama kali bagi Leo melihat tubuh perempuan, namun hanya Calista yang mampu membangkitkan gairah kelelakiannya.


Setiap lekukan tubuh Calista begitu menggoda, kulit putih mulus dengan buah dadanya yang begitu besar, bokongnya yang padat berisi. sehingga Leo tidak mampu mengendalikan fantasi liarnya. wajah Leo memerah dengan suhu tubuhnya yang sudah memanas.


"Aku tidak mampu lagi menahan, seandainya kamu ada disini. aku pastikan kamu tidak akan bisa berjalan lagi Calista, karena selalu berhasil membangkitkan gairahku." gumam Leo memperbaiki celananya yang terasa semakin sempit. percintaan panas yang pernah mereka lalui kembali melintas membuat tubuh Leo semakin gelisah dan tegang, Leo menutup seketika ponselnya, ketika pintu ruangannya kembali diketuk untuk yang ke tiga kalinya.


Leo berusaha menjernihkan pikiran nya, yang lemas dengan keringat mulai membasahi sekitar wajah tampan nya.

__ADS_1


Sekretaris wanita masuk sambil membawakan beberapa berkas kehadapan Leo.


"Permisi Tuan, saya ingin mengingatkan semua peserta rapat sudah menunggu anda diruangan aula rapat!" ucap sekertaris yang bernama Mona dengan gayanya yang khas, berusaha menarik perhatian Leo.


"Ya, suruh mereka menungguku dalam waktu setengah jam lagi." ucap Leo, yang masih berusaha mengendalikan diri.


"Tuan, apa anda sakit?"


"Tidak! silahkan keluar."


Mona segera meninggalkan ruangan Leo, gadis itu masih penasaran dengan ekspresi aneh yang ditujukan oleh Leo barusan, seperti menahan gairah **** dengan tatapan mata yang meredup.

__ADS_1


"Tuan Leo kenapa ya, apa dia habis menonton film dewasa?" gumam Mona, namun dia segera menepis pikiran konyolnya, karena seorang Leo tidak akan pernah kekurangan wanita dalam hidup nya jika dia mau, Leo bisa memilih siapapun dan kapanpun wanita yang diinginkan nya tanpa harus menahan hasrat apalagi melihat tontonan yang tidak berguna." Bathin Mona berjalan menuju ruangan rapat.


***


__ADS_2