Menjadi Babbysitter Untuk Anakku

Menjadi Babbysitter Untuk Anakku
Wonder women


__ADS_3

"Calista, ada apa dengan Leo. apa kalian bertengkar lagi?" ucap Sarah melihat perubahan wajah anaknya muram tidak seperti biasanya.


"Tidak mi, mungkin Leo lagi capek dengan pekerjaannya." jawab Calista.


"Mami sangat ingin kalian berdua akur, paling tidak turunkan ego kalian masing-masing demi Kenzo dan Kenzie."


"Iya mi, aku akan mencoba memahami sikap Leo."


"Bukan itu saja Calista, salahkan jika mami berharap lebih padamu. dengan menjadi menantu di keluarga ini." pinta Sarah.


"Aku tidak bisa memaksakan perasaan Leo, begitu juga dengan ku, mi. biarkan waktu yang akan menjawab semuanya."


"Aku tahu Calista, tapi tolong ambil hati Leo ya. agar dia juga bisa menghapus amarah masa lalunya terhadapmu, begitu juga dengan dengan Anak-anak yang menginginkan kebersamaan kalian dan sebuah kekuarga yang utuh dan akur."


"Ya mi, aku akan berusaha."


Malamnya, Leo tidak bisa memejamkan mata. begitu melihat Calista. dia langsung menarik tangan gadis itu membawa menuju tempat yang dirasa nya paling aman.


"Leo, kamu membawaku kemana?" tolak Calista, dengan wajah jengkel, karena Leo terus menuntun langkah nya menuju taman belakang yang sepi, dimana semua orang sudah pada tidur.


Leo memutar tubuh Calista sehingga posisi mereka saling berhadapan, pandangan Leo sangat dalam dan sulit diartikan.

__ADS_1


"Apa kamu masih mencintai pria itu?"


"Maksud mu, Nick?"


"Jangan sebut namanya dihadapan ku." ucap Leo mengeraskan rahangnya.


"Apa kamu cemburu?"


"Ha...ha...kamu terlalu percaya diri Calista, seribu wanita seperti mu bisa aku dapatkan dalam sekejap."


"Lalu, untuk apa kamu masih menanyakan seseorang yang tidak penting bagiku?" Calista bingung mengartikan sikap Leo yang sulit ditebak, mendengar jawaban Calista, seulas senyuman tipis terukir dari wajah tampan nya. sejujurnya jawaban inilah yang dia inginkan.


"Lalu pria seperti apa yang kamu inginkan, apakah diriku?" bisik Leo tepat didaun telinga gadis itu, sebelah tangannya menyibak rambut panjang yang menutupi leher jenjang Calista, membuatnya meremang dengan debaran aneh yang tidak menentu dari dalam dadanya. bahkan wajah Calista bersemu merah membuat Leo semakin tertantang untuk menggoda nya.


"Tidak! aku tidak pernah menginginkanmu sana sekali, tuan Leonardo!" balas Calista dengan wajah dutetuk.


"Bibirmu bisa saja berkata tidak, namun tidak dengan bahasa tubuh mu yang terlihat begitu nyaman dengan sentuhanku. kamu tidak akan bisa menyangkal hal itu dariku, Calista."


Bagi Leo, wajah Calista saat ini begitu terlihat sangat menggemaskan dan cantik. sehingga membuatnya tidak bisa mengalihkan perhatian dari wajah imut tersebut, sedangkan Calista mengerutkan keningnya menatap Leo yang begitu percaya diri.


"Jadi kamu berharap aku akan mencintaimu, maaf tuan kamu bukan tipe pria idaman ku selama ini." Calista melangkah pergi, namun tangannya kembali ditarik Leo sehingga tubuh Calista jatuh didada bidang nya yang kekar.

__ADS_1


"Benarkah?" tanya Leo sambil mengangkat sebelah alisnya ke atas, dengan tatapan tidak pernah beralih dari wajah cantik Calista.


"Jika tuan tidak percaya, terserah." Calista semakin gugup ketika bibir Leo semakin mendekati bibirnya. sebisa mungkin Calista berusaha mengendalikan dirinya dengan mendorong kasar tubuh Leo dan segera pergi, meninggalkan Leo yang masih tersenyum senang setelah berhasil menggoda Calista.


"Semakin kesini aku semakin menyukai penolakan dan sikap malu-malu mu, Calista." gumam Leo sambil menatap punggung Calista yang semakin menjauh.


Ceklek!!!


"Mommy, dari mana?"


Kenzo langsung terbangun dari tidurnya, begitu melihat sang mommy memasuki kamarnya dengan nafas ngos-ngosan seperti habis lari Maraton.


"Mommy, habis melihat penampakan nak."


"Penampakan mom?" tanya Kenzo tidak percaya.


"Seperti apakah wujud nya mommy, biar aku temui dan hajar penampakan itu. karena sudah berani mengaggu mommy ku." Kenzo Bagun dengan gaya super Hero nya.


"Sudahlah, kita lanjutkan tidurnya saja. karena mommy sudah berhasil mengalahkannya dengan tangan mommy sendiri."


"Hore... mommy ku hebat." Kenzo tersenyum senang.

__ADS_1


"Mommy kan, wonder women!"


__ADS_2