Menjadi Babbysitter Untuk Anakku

Menjadi Babbysitter Untuk Anakku
Berhasil Kabur


__ADS_3

"Menjauhlah dari kedua Anak-anakku." perintah Leo.


"Jangan usir ibu kami." Kenzie dan Kenzo semakin mengeratkan pelukannya ditubuh Calista.


"Leo, kamu tidak bisa bersikap seperti ini dihadapan Anak-anak, lihatlah mereka ketakutan melihat mu." balas Calista, wajah Leo seketika melunak kembali, dia sadar jika sudah terbawa emosi.


Keesokan harinya, Gisela kembali memancing kemarahan Leo. dia mengatakan jika sudah didorong oleh Calista, sehingga kalinya menjadi memar karena terjatuh dari kamar mandi.


Leo yang masih kesal terhadap Calista, semakin membenci perempuan itu. apalagi setelah pertengkaran kemaren kedua Anak-anaknya ikut memusuhi dirinya dan mogok untuk makan ataupun berbicara kepadanya.


"Kamu sudah keterlaluan Calista."


"Apa maksudmu Leo."


"Sekarang Anak-anak semakin berani melawanku, itu semua pengaruh buruk darimu. aku akan menghukum mereka lebih berat lagi, jika kamu tidak segera pergi dari rumah ku. akan aku buat mereka kembali patuh dan menurut perkataan ku " ucap Leo dengan tatapan tajam.


"Leo, apa sih sebenarnya masalah kamu. jika kamu marah dan membenci mu cukup lampiaskan padaku saja, jangan libatkan Anak-anak karena mereka belum mengerti apa-apa." balas Calista, pertengkaran kembali berlanjut, sedangkan Gisela semakin tertawa puas menyaksikan semua ini.


"Daddy, stop marahi mommy. jika tidak kamu berdua akan benar-benar membenci Daddy untuk selamanya." ancam Kenzo.


"Oke, Daddy minta maaf." Leo kembali bersikap lunak, seraya berbisik.


"Urusan kita belum selesai, awas kamu jika kedua Anak-anakku sampai membenci ku." bisik Leo.

__ADS_1


"Mereka juga anakku, jika dia membencimu itu semua atas kesalahan mu sendiri Leo. aku menyesal mengenalmu, beruntung aku tidak menerima tawaran mami Sarah untuk menikah dengan pria arogan, egois, sombong sepertimu, Leo." balas Calista menumpahkan kekesalannya.


"Aku juga menyesal pernah mengenal dan menyukai mu, Calista." bentak Leo.


"Baiklah, sekarang juga aku akan pergi dari rumahmu Leo, aku sudah tidak tahan lagi dengan sikap aroganmu. bukan hanya hatiku saja yang kamu sakiti, tapi jiwaku juga bisa terguncang jika terus berhadapan dengan sikap egois mu."


"Baguslah, jika kamu sadar diri."


Meskipun mereka bertengkar secara berbisik-bisik, setelah itu Calista mendekati Anak-anak laku membawa mereka agak menjauh dari Leo.


"Kenzie, Kenzo. mommy pergi dulu ya nak. mommy akan mencari cara agar kalian bisa ikut dan tinggal bersama mommy." ucap Calista sambil melirik ke arah Leo, yang terlihat ingin menguping pembicaraan Calista dan Anak-anaknya.


***


"Ya, tapi bagaimana caranya. Daddy sudah memperketat penjagaan, rumah besar ini juga dikelilingi tembok tinggi, tidak mudah bagi kita kejuaraan begitu saja, Kenzie."


"Aku ada ide!"


"Apa ide mu?"


"Kita bisa memanfaatkan pohon mangga, kamu bisa manjat kan?"


"Bisa, bukankah sebelumnya kita sering bertukar posisi."

__ADS_1


"Nanti setelah Daddy berangkat kerja, dan nenek lampir Gisela juga sudah keluar rumah. kita akan beraksi, kamu setuju?"


"Ya, sangat setuju."


"TOS." sikembar indentik itupun tidak bareng dengan semangat membara.


Setengah jam berlalu, nampak mobil Leo meninggalkan rumah menunjuk kantor perusahaannya, tidak lama Gisela yang sudah menjadi wanita kaya ikutan keluar rumah diantarkan sopir pribadi yang sudah ditunjuk Leo.


"Yes! saatnya beraksi."


"Hati-hati jangan sampai ketahuan." Kenzo terlebih dahulu masuk kedalam ruangan cctv dan mematikan camera nya, sedangkan Kenzie mengelabui para pengawal. setelah itu mereka menaiki pohon mangga besar untuk melompati pagar lalu kabur tanpa meninggalkan jejak. semua berfikir jika tuan muda kecil mereka masih di dalam kamarnya.


Leo ingin pulang lebih awal karena merasa perasaanya yang terus gelisah kepikiran Kenzo dan Kenzie. meskipun para pelayan mengatakan jika kedua Anak-anaknya menghabiskan waktu dengan dikamar nya saja.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Leo bergegas pulang kerumah. langkah kakinya langsung menuju kamar Kenzo dan Kenzie yang berdekatan laku membuka pintu yang tidak terkunci tersebut dengan tergesa-gesa.


Ceklek


"Kosong?"


"Pelayan, pengawal!!!"


Teriakan suara Leo menggelegar, semua langsung berlarian menuju arah asal suara Leo dengan wajah ketakutan, mereka sudah dapat menduga jika sudah melakukan kesalahan besar.

__ADS_1


__ADS_2