Menjadi Babbysitter Untuk Anakku

Menjadi Babbysitter Untuk Anakku
Suasana Romantis


__ADS_3

Sore ini cuaca tidak bersahabat, sesekali terdengar suara petir yang menggelegar. cuaca terlihat sangat mendung seakan ingin menumpahkan air hujan keseluruhan permukaan bumi, Calista mempercepat langkah kakinya menuju halte bis. namun belum sampai langkahnya menuju halte hujan tiba-tiba turun dengan lebatnya membasahi tubuh Calista.


Semua orang sibuk berlarian mencari tempat untuk berlindung, sadar dengan pakaiannya yang transparan karena air hujan, Calista segera melindungi buah dadanya dengan tas dengan memeluknya didada, lalu mempercepat langkahnya. karena tergesa-gesa Calista tidak menyadari jika kakinya tersandung batu sehingga membuatnya jatuh begitu juga dengan tasnya.


"Aduuuh sakiiit." Calista mengusap lututnya yang memerah, tubuh Calista menggigil kedinginan, dia berusaha menyambar tasnya kembali diantara lebatnya hujan, saat akan berdiri Calista melihat sepasang sepatu kulit berwarna hitam milik seorang Pria yang berdiri tegap dihadapannya, gadis itu lalu mengangkat kepalanya keatas memastikan pemilik nya.


"Leo?"


Leo berdiri sambil merentangkan jas kerjanya diatas tubuh Calista, berusaha untuk melindungi dan menutupi tubuh gadis itu dari derasnya hujan dan pakainya yang transparan karna basah kuyup. Leo menarik tubuh Calista kedalam dekapan hangatnya menuju mobil, sedangkan Calista masih ternganga tidak menyangka Leo begitu perhatian padanya dibalik sikap angkuh dan dingin yang ditujukannya selama ini.


"Jangan pernah perlihatkan bagian tubuhmu pada orang lain, selain padaku." bisik Leo ditelinga Calista, seakan tidak rela bagian sensitif gadis itu dinikmati banyak mata.


Semua orang yang menyaksikan seakan ikut terhipnotis melihat adegan romantis, pasangan itu berjalan dengan santai nya untuk pertama kalinya ditengah-tengah hujan yang terus mengalir deras.

__ADS_1


"Masuklah."


Leo membukakan pintu mobilnya, Calista masuk kedalam duduk bersebelahan dengan Leo dengan perasaan yang bercampur aduk. mobil pun meluncur meninggalkan halte, seketika semua orang kembali tersadar jika adegan romantis telah usai.


"Yah sayang sekali, seharusnya aku mengabadikannya dengan Camara ponselku." ucap salah seorang.


"Ya, jika kita berdua saja mengapload ke media sosial pasti bakal langsung viral, mengingat tuan Leo bukan orang sembarangan, lagian selama ini dia dikenal sangat cuek terhadap wanita, tapi ini terlihat sangat jauh berbeda, seakan bukan menunjukkan tuan Leo yang sebenarnya." ucap mereka.


Calista memejamkan matanya saat merasakan kepalanya yang tiba-tiba terasa berat, sesekali gadis itu bersin-bersin. Leo meraba kepala Calista yang terasa panas.


"Tidak! aku baik-baik saja Leo, kamu tidak perlu kawathir." Calista memaksakan senyuman, meskipun begitu terlihat jelas jika dia sedang dalam kondisi tidak baik.


"Tapi tubuhmu sangat panas."

__ADS_1


Leo mempercepat laju mobilnya, dia langsung pulang kerumah karena Calista terus menolak saat Leo ingin mengantarkan dirinya kerumah sakit.


"Jason, suruh dokter keluarga segera kerumah untuk memeriksa kondisi Calista." perintah Leo melalui sambungan telepon.


"Baik tuan."


Sampai dirumah, Leo mengendong tubuh Calista menuju kamarnya. meminta pelayan wanita untuk membantu menggantikan pakainya.


"Daddy, ada apa dengan mommy?" tanya Kenzo.


"Mommy kehujanan, sepertinya dia terkena flu. untuk sementara kalian berdua jaga jarak dulu ya dari mommy, sampai dia sembuh." bujuk Leo.


"Baiklah Daddy."

__ADS_1


Tidak lama dokter datang lalu memeriksa kondisi Calista, diapun memberikan beberapa obat untuk diminum dan penurunan panas. Leo berjalan mondar-mandir sesekali dua menatap wajah Calista yang tertidur pulas karena pengaruh obat.


"Kenapa aku begitu kawathir, tidak aku tidak boleh jatuh cinta. Calista gadis yang licik yang tentunya hanya ingin memanfaatkan aku, setelah itu dia akan pergi membawa anak-anakku nantinya, tahan dirimu Leo untuk tidak jatuh cinta secepat ini, tunggu sampai Calista benar-benar menunjukkan jika dia gadis baik-baik yang pantas mendampingi mu." Leo perang batin dengan perasaan nya sendiri.


__ADS_2