Menjadi Babbysitter Untuk Anakku

Menjadi Babbysitter Untuk Anakku
Usaha Leo


__ADS_3

"Apa hari ini kamu akan berangkat kerja?" ucap Leo menatap Calista yang sudah rapi dan terlihat sangat cantik meskipun sudah memiliki dua orang anak, namun dia terlihat seperti gadis yang belum menikah.


"Ya, kenapa memangnya?"


"Kebetulan kita satu arah, bagaimana kalau kamu berangkatnya bareng aku saja." tawar Leo.


"Tidak! aku tidak ingin Micko tunanganku salah paham dengan kedekatan kita." tolak Calista, Leo tersenyum miring menahan nyeri di dadanya. seakan tidak rela jika Calista dimiliki laki-laki lain.


"Satu lagi, aku juga tidak ingin kita terlalu sering bertemu, mengigat aku juga harus menjaga perasaan Micko yang selama ini sudah sangat baik padaku dan Anak-anak." ucap Calista sebelum pergi meninggalkan rumah.


"Tunggu Calista!"


"Apalagi sih Leo?"


"Apa kamu mencintai pria itu?"


"Aku tidak percaya dengan adanya cinta, tapi aku akan menjalani dan belajar untuk menerima dan mencintai Micko dengan tulus."


"Calista, izinkan aku mencintaimu. please beri aku kesempatan." Leo berkata sungguh-sungguh bahkan dia rela meruntuhkan ego yang selama ini dia junjung tinggi.


"Tidak semudah itu Leo, aku ingin kita menjalani kehidupan kita masing-masing." tolak Calista.


"Baiklah jika itu maumu, tapi tolong jangan pernah halangi aku untuk bertemu dengan Anak-anak, aku berjanji tidak akan pernah menghalangi hubungan mu dengan Micko."

__ADS_1


"Apa ucapanmu bisa dipercaya?"


"Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku."


***


"Sayang, kamu melamun lagi. sebenarnya apa yang kamu pikirkan?" tanya Micko penasaran karena akhir-akhir ini Calista terlihat berubah.


"Tidak ada, Micko."


"Apa ayah Kenzo dan Kenzie kembali mengaggu mu?"


"Tidak! aku sudah memberitahu tentang hubungan kita. Leo mau menerima dan berjanji tidak akan pernah merusaknya. tapi dia minta untuk tetap diizinkan bertemu dengan ke-dua Anak-anaknya." terang Calista.


"Tidak masalah, karena dia adalah ayah kandung mereka."


"Untuk apa aku marah, sayang. aku percaya jika kamu adalah wanita setia dan tidak akan mengkhianati ku." Micko tersenyum sambil mengelus kedua pipi Calista.


"Micko, terimakasih atas kepercayaan yang kamu berikan. aku bahagia sekali dipertemukan dengan mu."


"Aku juga bahagia dipertemukan gadis secantik kamu, Calista."


"Lain kali aku ingin bertemu dengan Leo."

__ADS_1


"Untuk apa?"


Calista menatap Micko, dia takut jika akan ada masalah baru yang timbul jika mereka bertemu.


"Tidak salahnya jika aku menjalin persahabatan dengan ayah Kenzo dan Kenzie, karena aku akan menjadi ayah ke-dua bagi anak-anaknya."


"Micko akir-akir ini kamu begitu sibuk, tetap jaga kesehatan ya dan makan dengan teratur." Calista melihat tubuh Micko sedikit kurus dibandingkan biasanya.


"Terimakasih sayang atas perhatian mu, aku pasti jaga diri untuk ku dan Anak-anak kita." ucap Micko bagaikan embun yang ampuh di pagi hari begitu menyejukkan hati Calista.


"Nanti pulang kerja aku tidak bisa mengantar mu, kamu nggak marah kan sayang?"


"Tentu saja tidak Micko, kamu jangan terlalu mengkawathir aku." Calista sangat paham kesibukan Micko sebagai kepala rumah sakit dan juga dokter spesialis anak dengan banyak pasiennya, karena orang-orang lebih percaya keahlian Micko yang sudah berhasil menyembuhkan banyak penyakit langka dengan teknik pengobatan akupuntur.


Waktu berjalan begitu cepat, tanpa terasa sudah waktunya pulang. Calista mempercepat langkah menuju halte, namun baru beberapa langkah Leo sudah berdiri dihadapannya.


"Leo, kamu lagi!"


"Aku kesini ingin menjemput mu."


"Tidak perlu aku bisa pulang sendiri."


"Jangan menolak kebaikan ku Calista, kamu tidak perlu takut jika Micko marah. karena aku sudah memberitahu dia jika hari ini aku menjemputmu." terang Leo.

__ADS_1


"Apa, dasar kamu Leo." umpat Calista kesal namun dia akhirnya menyerah juga mengikuti langkah kaki Leo menuju mobil.


***


__ADS_2