
Negara S
Setelah kepergian lae xian bersandar di dasabord ranjang rumah sakit dengan pandangan kosong, pikirannya berkecamuk memikirkan nasibnya jika natali tak kunjung ia temukan
bagi xian hatinya sudah mati kala natali meningalkannya, tak ada lagi wanita yang bisa masuk ke relung hatinya dan hasratnya pada wanita sudah ia matikan dengan melakukan operasi, ia sengaja melakukan hal itu agar tidak ada lagi wanita yang ia sakiti
Wajah sangarnya hanya xian tampilkan untuk orang lain, tak ada yang tahu setiap malam jika laki laki itu menangis
Katakan pada xian dengan cara apalagi ia harus mencari istri mungilnya itu? sudah banyak usaha yang ia lakukan namun hasilnya nihil, istrinya itu bak di telan bumi
Apakah natali masih bernafas?
jika iya xian berdoa semoga ia segera di pertemukan dengan natali
Jika tidak, xian berdoa agar tuhanpun mencabut nyawanya dan sandingkan ia di surganya
"Apa kamu baik baik saja sayang? "lirih xian
"Jik kamu masih hidup semoga tuhan segera mempertemukan kamu dan aku"doanya, ia hanya ingin bertemu dengan natali ua tak berharap jika anaknya yang waktu itu masih ada di kandungannya masih ada melihat darah yang begitu banyak di tempat kejadian itu
Setelah beberapa lama terdengar suara pintu ruangannya di buka, tak lain ialah lae yang membawa makanan
"Tuan saya sudah bawakan anda makanan, tuan makan ya?"ucap lae dengan menyodorkan makanannya
"...."
"Tuan? "
"Taruh saja di meja"
"Kapan aku keluar dari rumah sakit lae? "
"Besok tuan jika kondisi anda sudah benar benar pulih"
"Saya sudah pulih, aku mau kembali ke hotel"
"Tidak bisa tuan dokter tidak mengizinkannya"
"Atas dasar apa dokter itu tidak mengizinkan saya, ini tubuh saya lagian saya matipun itu hal yang bagus"Lae terkejut mendengar ucapan xian
"Anda jangan mengatakan hal seperti itu tuan"
__ADS_1
"Hufhhh, kalo begitu katakan pada dokter berikan saja saya obat terbaik"
"Tapi tuan... "
"Lakukan lae! "sentak xian, lae hanya bisa menghembuskan nafas beratnya, ia meletakan bungkusan makanan itu dan keluar untuk bertemu dokter
Setelah lae pergi, dengan kasar xian melepaskan jarum infusannya,
"Akhhh! " darah mengalir di lengannya akibat tarikan paksa oleh xian setelah itu ia langsung turun dari ranjang itu dan keluar dari ruangan itu
ia berjalan namun darahnya terus mengalir dari tangannya, xian bahkan tak memiliki rasa sakit ketika tangannya terus meneteskan darah
baginya rasa sakit hatinya lebih perih di bandingkan luka di tangannya
ia terus berjalan memasuki lift, menekan tombol lantai satu
Ting
Xian keluar dari lift namun tiba tiba, seseorang menabraknya
buk
"auhhhh"keluh wanita itu, dengan mengusap udap bokongnya yang merasa sakit akibat terjatuh
Sedangkan xian hanya tatap berdiri memperhatikan wanita yang menabraknya
"Maaf tu... "ucapan wanita terhenti saat ia mendongak melihat wajah laki laki yang ia tabraknya
Mata xian membulat, ia terkejut melihat wanita yang menabraknya, tubuhnya yang tidak dalam kondisi baik semakin lemah, darah terus mengalir dari tangannya
Ia tak mengalihkan tatapannya sedikitpun mata keduanya saling bertemu, xian menemukan cintanya, cinta yang selama empat tahun ini selalu ia cari, seseorang yang menjadi alasannya mengalami depresi
NATALI
Ya akhirnya ia menemukan istrinya yang selama ini menghilang, tubuh xian gemetar melihat natali yang sama sama melihatnya, lututnya terasa tak berdaya, rasa penyesalan, ketakutan, rindu dan kesedihan bercampur menjadi satu, matanya berkaca kaca melihat itu
"Sayang... "lirih xian hampir tak terdengar
nata kembali berdiri
"Maaf tuan saya tidak sengaja, saya permisi dulu"ucap natali, ia berucap dengan gugup dan langsung memasuki lift dan segera memencet tombol lift agar tertutup
__ADS_1
Xian masih berada di posisinya, ia masih terkejut melihat natali, namun detik berikutnya ia sadar seseorang itu sudah tidak ada di hadapannya
***
Di sisi lain
Natali yang sehabis bertugas di ruang igd langsung berlari akibat anaknya yang tiba tiba menangis, beginilah jika tidak ada kakak dan daddynya iliano terlalu manja dengannya
karena terburu buru nata tak melihat sekitarnya ia menabrak tubuh tegap di depannya,
Buk
"Auhhhh"keluh natali akibat terjatuh, bokongnya mencium lantai rumah sakit,
"Maaf tu... "ucapan wanita terhenti saat ia mendongak melihat wajah laki laki yang ia tabraknya
Mata natapun tak kalah membulat, ia terkejut melihat laki laki yang ia tabraknya
mata keduanya saling menatap, ia tak mengalihkan tatapannya sedikitpun mata keduanya saling bertemu
Tubuh natali tak kalah gemetar melihat laki laki yang sama sama melihatnya, lututnya terasa tak berdaya, rasa ketakutan, rindu dan kesedihan bercampur menjadi satu, matanya berkaca kaca melihat itu
"Sayang... "
Samar samar nata mendengar itu, sedetik berikutnya ia kembali menyadarkan keterkejutannya
nata kembali berdiri
"Maaf tuan saya tidak sengaja, saya permisi dulu"ucap natali, ia berucap dengan gugup dan langsung memasuki lift dan segera memencet tombol lift agar tertutup
Di dalam lift tubuhnya merosot ke bawah, sambil memegangi dadanya
"Hiks hiks, sakit tuhann sakit hiks! kenapa kau mempertemukanku dengannya! "
.
.
.
TBC
__ADS_1
Nah loh kok nata gitu? kaget gak? 😝