
Xian langsung berjalan menuju kamar, di sana hanya ada tiga kamar, memang lae sengaja memesan kamar vviv dengan privasi terketat
Belum sampai di kamarnya xian tiba tiba xian terjatuh pingsan
"Astaga tuan"teriak lae saat xian sudah pingsan
Para pengawal langsung mendekati tuannya
"Sepertinya tuan demam, kita harus bawa tuan xian ke rumah sakit"ucap lae kepada para pengawalnya
"Baik tuan"
Salah satu pengawal xian dan lae langsung membopong xian, sementara pengawal lain membawa koper lae dan xian masuk ke dalam kamar
Xian langsung di bawa ke dalam mobil yang sudah ia siapkan
"Seumur umur tuan xian selemah ini, apa yang harus ku lakukan? "guman lae
"Hufhhh, nona di mana anda berada?"lirih lae
Tak berapa lama mereka sampai di rumah sakit, xian langsung di bawa ke dalam rumah sakit itu guna di periksa
Lae duduk di kursi tunggu dengan menopang kepalanya
Tak terhitung berapa banyak lae menghembuskan napasnya
Di sisi lain natali hendak memeriksa pasien di ruang unit garurat itu
Terdengar suara langkah kaki yang yang mendekat, lae hendak mendongakan kepalanya namun belum sempat ia melihat orang itu siapa dokter yang menangani xian keluar
"Tuan... "
"Ya dok bagaimana dengan kondisi tuan saya? "
"Anda tenag lah, tuan xian hanya demam akibat kelelahan saya rasa tuan harus mendapatkan perawatan terlebih dahulu selama satu malam di sini"
"Baik dok lakukan apapun, tolong siapkan ruangan vvip"
"Baik tuan"
"Dr. angel gawat pasien mengalami gagal nafas"Samar samar lae mendengar itu namun ia tak melihat wajah itu karena langsung menghilang ke dalam ruangan unit garurat itu
ya memang lae membawa xian ke rumah sakit shg tempat di mana natali bekerja untuk mengambil spesialis
Sejauh apapun seseorang jika mereka memang jodoh pasti bertemu begitupun sebaliknya sedekat apapun seseorang jika takdir tuhan berkata lain maka sekuat apapun kamu berusaha mempertahankan suatu hubungan jika tuhan berkehendak kamu bukan jodohnya maka kamu bukan jodohnya.
__ADS_1
Perawat dan dokter langsung membawa xian ke ruangan rawat yang sudah di siapkan, dengan sabar lae menunggu xian di sofa yang ada di ruangan itu
Sejam kemudian xian membuka matanya, rasa pusing di kepalanya masih menyerang dirinya
Ia melihat sekelilingnya dan sadar jika dirinya berada di dalam ruangan rumah sakit
Lae yang fokus dengan leptopnya tak menyadari jika xian telah siuman
"Lae... "
"Ah iya tuah, apa anda baik baik saja? "ucap lae dan langsung mendekati xian
"Kenapa aku di bawa ke rumah sakit? kita balik saja ke hotel lae"
"Maaf tuan kondisi anda untuk saat ini diharuskan istirahat"
"Aku tak betah berada di sini lae, aku mau kembali ke hotel saja aku tak suka berada di rumah sakit "
"Tunggu sampai infusan itu habis tuan maka tuan akan kembali, saya sudah menelepon tuan hans jika kondisi tuan tak memungkinkan dan beliau mengerti ia akan menunggu sampai tuan dalam kondisi lebih baik"kata lae dengan tegas, ia tak habis fikir dengan tuannya yang ngotot kembali ke hotel padahal kondisinya lemah
"Lae..."
"Tuan istirahatlah kembali untuk saat ini anda harus menurut dengan saya"ucap lae tegas, sementara xian membuang nafas beratnya
"Punya asisten kenapa dia lebih galak dari pada aku sih! "gumam xian yang masih di dengar lae
"Saya mendengarnya tuan, bukan saya galak tapi ini menyangkuy kondisi tuan, sebaiknya anda istirahat saya akan keluar untuk membeli makanan"ucap lae yang menahan senyumnya melihat tuannya nurut nurut saja dengannya
"Jangan tertawa atau aku potong gajimu"ucap xian, dan sedetik berikutnya lae langsung menormalkan mimik mukanya kembali dengan wajah tegas
"Saya izin untuk membeli makanan tuan, apa anda menginginkan makann lain? "
"Belikan nasi goreng"
"Baik tuan"
Lae langsung keluar dari ruangan xian, ia langsung menaiki lift dan menekan tombol lantai paling bawah
Ting
lae langsung memasuki lift, sedetik berikutnya seseorang masuk menerobos lift
"aduh tuan kecil jangan lari lari nanti terjatuh"
"Ano cudah becal cus"ucap iliano dan ia langsung memasuki lift yang ada asisten lae
__ADS_1
buk
iliano menabrak kaki jenjang lae, tangannya lae langsung menahan anak kecil itu agar tidak terjatuh kebelakang
lae hanya memeperhatikan anak kecil yang berucap cadel itu
namun sedetik berikutnya mata lae membulat melihat wajah anak kecil itu
"Ke_kenapa wajah anak kecil itu sangat mirip tuan xian? "batin lae
"Apa mungkin.... "
"ahh manamungkin ada seperti itu di dunia nyata, mungkin hanya mirip"batin lae namun matanya masih menatap iliano
"aduh tuan maafkan anak majikan saya"
"tidak apa apa"
"Eh Colly uncle"ucap lano yang langsung meminta maaf
"it's oke boy"
"Kamu jangan lari lari kasin susternya ya"
"Iya uncele, ano cuman pengen ketemu mommy ano"
Ting
Pintu lift terbuka lae langsung keluar, dalam otaknya masih mengingat wajah anak kecil yang menyebutkan dirinya ano itu
"Hufhh sepertinya anak tuan xian akan seperti itu jika ia masih ada, tapi apa mungkin ya anak tuan xian dan nona nata masih hidup "gumam lae, ia berjalan menuju mobil yang selalu akan membawanya ke manapun selama di negara s
"Nona semoga dimanapun anda berada anada baik baik saja"doa lae dan langsung maljukan mobilnya
.
.
.
TBC
Nah loh ada sinyal tuh, eitt sabar baru asisten lae ya wkwk
Note:Anggap mereka selama di negara S berbicaranya berbahasa inggris ya, soalnya aku gak mungkin ngucapin bhs inggris terus takut lieur soalnya gak semua bisa bhs inggris kan, di tambah kalo aku nulis dua bahasa haduhh kelamaan jadi dahlah 😆
__ADS_1