
"Jika memang bagas melakukan hal itu bukan hanya kau yang bertindak aku akan menghajarnya xi, dan sebaiknya kau istirahat besok kau boleh meningalkan rumah sakit ini"
"....."Xian masih terdiam merangkai semua kejadian kejadian menjangalkan dengan sorot mata tajamnya yang memancarkan kesedihan marah dan bingung menjadi satu
"Aku hanya berfikir apa kenanpun ada di balik ini semua han? ...."lirih xian,mendongak menatap luhan yang nampak terkejut menatapnya
"Apa maksudmu xi? kenapa kau jadi mencurigai kenan, kau tahu pada saat itu ia mengalami koma"
"Itu tidak menutup kemungkinan han, lalu mengapa aku tidak bisa melacaknya jika tidak ken membantunya han? "luhan semakin terkejut, ia lupa jika xian memiliki ketelitian tinggi, mungkin selama ini xian terlalu lemah dalam berfikir keras membuat ia sulit mencari tahu keberadaan natali
"Aku tidak akan berbicara sembarangan jika tidak di pacu dalam sebuah kemungkinan! "
"Dan apa kau tahu jika natali peraktik di sini?"
"Jangan gila kau!, tentu kau tahu aku saja baru datang ke rumah sakit ini lagi setelah empat tahun merawatmu"
"Aku tidak tahu jika nata menjadi dokter di sini, tapi ini sangat bagus jika nata berada di rumah sakit ini artinya kau bisa bertemu dengannya xi"xian hanya diam dengan tatapan sulit di artikan
"Aku akan kembali kau lebih baik istirahat dahulu jika kau masih menginginkan bertemu natali"ucap luhan tegas dan langsung meningalkan ruanagn xian
Setelah luhan pergi xian menjatuhkan air matanya ia mencekram erat selimut yang menutupi tubuhnya dengan menatap jendela degan tatapan sulit di artikan
***
Dua hari kemudian
Pagi ini natali harus kembali ke rumah sakit setelah dua hari melakukan permohonan izin agar tidak masuk di karenakan pertemuan terakhirnya kala itu dengan xian
Dalam hatinya ia bertanua tanya mengapa xian berada di sana? apa dia sakit? atau siapa?
"Tuhan semoga dia sudah tidak ada di sana"doanya dalam hati, berharap jika xian tidak muncul kembali di rs itu
Natali takut jika ia tak bisa mengendalikan emosionalnya, ia akan lemah jika berhadapan dengan xian
"Sayang mommy berangkat duluan ya, Lano sama uncle "
__ADS_1
"Iya mommy"
"Kak angel bolehkan minta kakak anter iliano? "
"It's oke sayang, nggak bareng aja? "
"Nggak kak soalnya angel buru buru, kan sekolahan lano sama rumah sakit beda arah nanti telat lagi"
"Oh yaudah kamu hati hati ya, pakai supir aja de"
"Iya kak, bye"
"Bye sayang"
"Lano mommy berangkat dulu ya jangan nakal di sekolahnya, inget terus pesan mommy ya sayang"
"iya mommy"
Cup, Cup
"Kau kenapa boy? "
"Mommy tuh uncle cium cium ano, anokan cudah becal"dengusnya dengan suara cadelnya, bagas hanya terkekeh mendengar ucapan keponakannya
***
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya natali sampai di depan rumah sakit
"Pak angel lupa bilang ke kakak sama iliano nanti tolong sampaikan ucapan angel jika angel keluar jam lima petang, takutnya nanti angel gak sempat telepon "
"Baik non"
"Terimakasih pak"ucap natali ramah
"Iya nona sama sama"jawab supir pribadi natali tak kalah ramahnya
__ADS_1
Setelah mengetakan itu natali langsung keluar dari mobil masuk ke dalam rumah sakit dengan langkah tergesa gesa ntah apa yang di takuti natali sehingga ia berjalan dengan langkah tergesa gesa
Di sisi lain seseorang laki laki menatap natali dari kejauhan dengan pandangan yang sulit di artikan
"Akhirnya aku menemukanmu, selamanya kau hanya boleh menjadi wanitaku tak peduli jika bajingan itu sudah memilikimu yang jelas kau wanitaku dan akan selamanya begitu"gumamnya dengan tangan mengepal kuat
Kemarin ia hampir mengacaukan rumah sakit akibat kemarahan yang memuncak setelah jack memberi tahu jika memang natali selama ini tinggal di negara S bersama ketua dari kelompok gelap itu yang tak lain ialah bagas
Xian merasa jika bagas menghianatinya, hatinya begitu sakit ternyata sahabat yang selama ini ia anggao keluarga sendiri dengan tega menghianatinya sedalam itu
Apalagi ia berfikir jika nata sudah menikah dengan bagas atau berhubungan dengan bagas, yang ia tahu jika sejak dulu memang tatapan bagas untuk natali berbeda
Terlebih yang membuatnya lebih terluka adalah mengetahui jika kenan mendukung bagas, hatinya semakin perih
mengapa mereka tega melakukan hal itu pada dirinya, apa mereka senang melihat empat tahun lalu ia terpuruk mengalami depresi yang begitu berat?
"Akan aku rebut apa yang seharusnya menjadi milikku!"gumamnya tajam, dengan pandangan tajam bak singa kelaparan
Jika bagas bisa bermain main dengannya maka dengan siap ia akan menurutinya, natali hanya boleh menjadi wanitanya, titik!.
Natali terus berjalan menuju ruangannya banyak sapaan ramah dari orang orang yang menyukainya dan di balas sapaan ramah dari natali dengan tak lupa menampilkan senyuman termanisnya
Tanpa natali sadari seseorang mengikutinya dari belakang dengan tatapan tajam bak belati
Cklek
Natali membuka ruangan pribadinya, ia harus segera bertugas, natali berjalan menuju meja kerjanya untuk meletakan tasnya, saat ia berbalik matanya membulat dengan ekspresi kental akan keterkejutannya
Dua pasang mata itu saling menatap dengan pandangan yang sulit di artikan oleh sepasang mata lain sedangkan mata natali hanya menampilkan keterkejutannya, kakinya gemetar melihat seseorang yang saat ini ada di hadapannya
.
.
.
__ADS_1
TBC