
~Maaf ya aku telat up lagi, padahal aku dah up dari kemarim jam 6 sore tapi di review mulu, padahal ini gak mengandung unsur dewasa heran π₯
Aku bingung kenapa, akhirnya aku nulis ulang dengan menahan sakit gigiku π~
.........
Setelah Mengetahui keberadaan xian, malam ini lexa langsung pergi menemui xian yang di ketahui ia sedang berada di apartemennya, dengan pakaian seksinya lexa keluar dari mansion itu menggunakan mobil pemberian yenli
Ia akan mencoba mendekati xian kembali, sesaat kemudian lexa sampai di gedung apartemen mewah itu ia menatap gedung itu dengan senyum liciknya, sesaat ia mengingat masa dulu saat ia masih berpacaran dengan xian apalagi saat masa sma di mana ia sering mengunjungi apartemen xian pada hari libur sambil membawakan masakan yang ia buat
Dengan langkah anggunnya lexa memasuki gedung itu dan langsung memasuki lift menekan tombol lantai yang di mana lantai tersebut apartemen xian
Saat sudah berada di lantai paling tinggi itu lexa langsung melangkahkan kakinya menuju pintu apartemen xian
Lexa mencoba menekan tombol bel di sisi pintu apartemen itu
ting nong
ting nong
ting ting ting nong
(Anggap aja bunyi bel apartemen ya π)
Sementara di dalam apartemen itu xian sedang duduk di sofa dengan menghisap rokoknya tak lupa salah satu minuman angur merah dengan kadar alkohol cukup tinggi ayang mendampinginya
Hati dan fikiran xian berkelana televisi yang menyala sama sekali tidak di hiraukan xian ia hanya terua berfikir dan berfikir
Namun lamunannya bunyar saat bel apartemen berbunyi, satu kali bel itu berbunyi xian mengabaikannya ia hanya ingin sendiri
Dua kali bel itu berbunyi xian masih tetap dengan rokoknya
sampai bunyi yang ke tiga kalinya xian memutuskan untuk membuka pintunya dengan berdecak kesal ia melangkahkan kakinya ke pintu apartemennya
Salah satu niatnya pergi ke apartemen adalah untuk menenangkan diri dari semua orang yang membuatnya pusing, awalnya ia fikir setumpuk pekerjaan membuatnya lupa akan kekesalannya namun xxian salah ternyata hal itu malah semakin membuatnya pusing dan ia langsung memutuskan pergi ke apartemennya
Dengan menampilkan wajah dinginnya xian melangkah untuk membuka pintu
Ceklek
"Li... "lirih lexa
xian hendak menutup kembali pintu apartemennya namun segera di tahan oleh lexa
"Ada apa kau kemari?!"tanya xian ketus terkesan dingin
"Li tolonh izinkan aku untuk berbicara sebentar saja"
"Katakan! "
"Izinkan aku masuk dulu li"ucap lexa
Xian langsung berjalan masuk dan lexa langsung mengikuti xian
Xian langsung duduk di tempat semula
Dengan takut lexa melangkahkan kakinya dan duduk di samping xian
"Li aku mau minta maaf sama kamu"ucap lexa dengan wajah memohon, xian yang mendengar lexa mengucapkan kata maaf langsung melirik lexa dengan senyum miringnya
"Maaf untuk apa?"tanya xian santai namun masih tersengat tidak mengenakan
"Aku mohon li maaf kan aku, aku akan jujur padamu jika aku terpaksa melakukan itu pada wanita itu li, dan untuk kejadian aku meningalkanmu aku juga meminta maaf li aku terpaksa melakukan itu semua aku tidak mungkin diam saat daddyku hilang ntah kemana dan mommyku jatuh skit li"kali ini lexa tidak berbohong
"Li aku mohon padamu tolong maafkan aku"ucap lexa dengan air mata yang sudah mengalir
Sejenak Xian diam memikirkan ucapan lexa, memang benar jika daddy lexa kabur hilang ntah kemana dan mimmynya terkena penyakit jantung sejak dulu
"Li aku mohon maafkan aku, aku akan pergi dari sini walaupun sebenarnya di sini aku ingin mencari pekerjaan untuk biaya mommyku, tapi jika kau tidak mau aku di sini aku akan pergi tapi sebelum itu aku mau kau memaafkan aku"ucap lexa dengan tangisan di buat buat
Xian yang tak pernah tega melihat cewek menangis langsung menatap lexa menghapus air mata yang jatuh dari mata lexa
__ADS_1
"Sudahlah jangan menangis, aku memaafkanmu"ucap xian
"Benarkah li? "tanya lexa dengan mimik wajah gembira
"Hmmm"jawab xian hanya berdeham
"Terimakasih li terimakasih"lexa langsung memeluk xian erat,
"Ternyata kau masih sama seperti dulu tak pernah tega melihat wanita menangis li, akhirnya tanpa aku duga ia mudah memaafkanku, aku semakin yakin jika di ruang hatinya masih mencitaiku meskipun wanita sialan itu ada"batin lexa dengan tersenyum miring xian yang tak nyaman di peluk lexa langsung melepaskan pelukannya
"Mmm li apa aku masih bisa seperti dulu? "tanya lexa takut takut
"...."
"Li? "
"Maaf lex untuk hal itu aku tidak bisa sekarang aku sudah memiliki istri dan mungkin sebentar lagi aku akan memiliki anak"ucap xian dan berhasil membuat lexa berdecak dalam hati
"Mungkin? maksudmu? "tanya lexa berpura pura tak mengerti
"Hmmm aku curiga jika itu bukan anakku"ucap xian dengan wajah di tekuk
"Aku tahu, sudah aku duga jika wanita itu bukan wanita baik baik"ucap lexa dan langsung mendapatkan tatapan sulit di artikan oleh xian
"Cih ternyata benar dugaanku wanita iblis akan tetap menjadi wanita iblis, aku memang sedang meragukannya tapi aku tidak sudi jika kembali bersamamu, lihat saja nanti sejauh mana kau berusaha"ucap batin xian
"Ahh ya li jika kita tidak bisa bersama seperti dulu apa kita bisa berteman?"tanya lexa, bagaimanapun caranya ia harus mendekati xian lagi
"Ya tentu boleh... "
Lexa langsung kembali memeluk xian
(Ulet keket π₯±π―)
"Terimakasih li"
"Saatnya rencana ketiga"gumam lexa
"Li apa aku boleh meminjam kamar mandimu?"
"Hmm "xian hanya mengangguk seadanya
Lexa langsung pergi menuju kamar mandi namun Bukannya pergi ke kamar mandi lexa bersembunyi di balik tembok dan ia langsung mengeluarkan handphonenya, ia langsung memotret xian yang tengah menenguk minumannya
Setelah mendapatkan beberapa foto ia tersenyum senang ia yakin rencana yang ia susun dengan mommy xian akan berhasil walaupun lexa memiliki renca lain di balik semua rencana rencana jahat yang ia susun dan ny. yenli susun
"Yess berhasil!, saatnya bermain... "gumam lexa dan langsung mengetikan sesuatu beserta mengirimkan sebuah foto
setelah itu ia benar benar masuk ke dalam kamar mandi agar tidak membuat xian curiga
Setelah di kamar mandi lexa langsung menuju xian, di lihatnya xian seperti mabuk
"Ternyata tuhan sedang berpihak kepadaku, akan aku buat wanita itu pergi dari hidupmu xian"
"Astaga Lixian kenapa kamu mabuk"tanya lexa dengan berpura pura panik
"Sebaiknya kau pulang lex"
"Tidak, bagaimana mungkin aku meningalkanmu di sini seperti ini li"
"Aku baik baik saja, sebaiknya kau pulang lex"
Lexa tidak mempedulikan ucapan xian yang terang tedangan mengusirnya ia malah mendekati xian dan mencoba mengangkat xian
"Apa yang kamu lakukan lex!"
"Tenang saja aku hanya akan memapahmu ke dalam kamar setelah itu aku baru akan pulang "kekeh lexa
Dengan setengah sadar xian mencoba mendorong lexa namun lexa tak pernah pantang menyerah ia terus mencoba memapah xian
dengan susah payah lexa memapah xian ke dalam kamar xian, setelah sampai lexa merebahkan xian di ranjang kamar itu
__ADS_1
Otak liciknya kembali bekerja ia membuka seleting bajunya ke bawah menampilkan payu**ra besarnya ia mencoba mendekati xian dengan membuka semua kancing baju xian
Saat ia hendak membuka kancing kemja xian, xian menahan tangan lexa
"Nata aku tak pernah membiarkanmu pergi dariku"racau xian yang menganggap lexa nata, lexa kesal karena xian meracu memanggil manggil nama nata
Dengan memberanikan diri lexa mencoba mencium xian, dan tanpa di duga xian membalas ******* itu
Lexa tersenyum senang, dengan senang hati lexa membuka pakaian luarnya sampai saat ini lexa hanya menggunakan ********** sementara xian setengah telanjang
Xian terus mel*mat bibir lexa dengan rakus ia menganggap lexa ialah nata
Lexa tak tahan akan hal itu ia semakin gencar melepas Cel*na yang masih membungkus bawah xian
namun tiba tiba....
***
Sementara di sisi lain
Setelah kepergian xian nata langsung masuk dan menangis dalam diam di kamar mewah itu, ia tak menyangka xian meragukankan anaknya, bukannya sudah jelas jika ia laki laki pertama untuk nata!
"Kenapa rasanya sesakit ini tuhan? kenapa tiba tiba dia seperti itu? apa salahku? "isak nata dengan memeluk perutnya
Hati nata begitu tak tenang, sesaat kemudian handphonenya berbunyi tanda pesan masuk
nata langsung membuka sebuah pesan yang mengirim foto laki laki yang tak lain ialah xian
Isi pesan lexa: ~Sejauh apapun kamu merebutnya dariku, dia akan selalu datang kepadaku, mungkin kau mengandung anaknya namun aku tau ia hanya ingin anak itu dia berjanji padaku akan merawatnya bersamaku, jika kau ingin tetap bersama anakmu pergilah sejauh mungkin dari kehidupannya karena hidupnya adalah bersamaku~
deg
deg
deg
"Aku tidak merebutnya... hiks"
Air mata nata kembali bercucuran, rasanya sakit mengetahui jika xian Kembali bersama mantan kekasihnya
"Aku harus apa tuhan? "lirih nata
.
.
.
TBC
Maaf ya telat up lagi, aku gak tau knp dari eps sebelumnya masih di reviwe mulu padahal aku up jam 6 sore kemarinπ
(Iklan)
Author: Dasar bodoh udah tau ada wanita iblis kenapa kamu mabuk xian! π¬
LiXian: Lupa thor, terus gimana dong thor?Salah Author pokonyaπ’
Author : Mana gua tau, itu derita luπ Lu aja yang oon kebangetan!
LiXian: Author jahat!
Author: Biarin Wleee π Siap siap di benci reader HAHA!
Orang Gabut: Apa Maksud thor! π
Author: Liat aja nanti, masih menimbang Happy Endding atau Bad Endding π
Orang Gabut: Awas santet online lu thor!π
Author: Udah tunggu aja kelanjutannya, author gimana para reader dong rame apa kagak HAHA
__ADS_1
Jangan pada emosi ye π