Menjadikannya Istri Kontrak

Menjadikannya Istri Kontrak
Ungkapan


__ADS_3

Setelah berbicara dengan luhan, xian langsung kembali ke kamarnya dan luhan yang langsung istirahat di kamar tamu


Xian membelai wajah cantik natali yang semakin cantik menurut xian


"Apa yang sebenarnya terjadi sayang? katakn padaku aku harus apa? "lirihnya tak berapa lama ia membaringkan tubuhnya di samping natali dan karena lelah tak berapa lama xian tertidur dengan tangan memeluk tubuh natli


***


Sore berlalu namun baik xian dan natali sama sama belum membuka matanya xian yang kelelahan dan natali yang terpengaruh obat sehingga mereka melewatkan malam yang indah dengan banyak bintang di langit


Matahari kembali datang membawa rezeky untuk manusia manusia di bumi, rezeky di mana mereka masih bisa kembali melihat pagi hari dan melakukan segala rutinitasnya setiap hari


Natali terbangun ntah dari pingsannya atau dari tidurnya ntahlah authorpun tak tahu


Ia merasa tangannya terasa seperti ada sesuatu , saat ia melihatnya tetnyata jarum infusan sudah menancap di tangannya


Nata melihat sekelilingnya, ia melihat lixian tertidur di sampingnya dengan wajah yang tertutup rambut gondrong xian


Natali menatap xian sendu, tangannya terulur untuk menyingkirkan rambut rambut kecil yang menutupi wajah tampannya


"Mengapa kau terlihat kurus dan tak terawat kak"gumam natali pelan, tangannya masih membelai pipi xian, walaupun wajah xian tak terawat namun tak manampik kemungkinan jika wajah tampannya masih membuat jantung nata berdetak kencang


"Tuhan bolehkah aku meminta satu kebahagiaan untukku, dan kebahagiaanku hanya pada dengannya dan buah hati kami"Batin nata tak terasa air matanya jatuh membasahi wajah cantiknya


Tak terasa nata menangis terisak dan xian yang mendengar suara itu langsung membukaksn matanya, ya dia sebenarnya sudah bangun sejak tadi namun ia ingin melihat apa tanggapan natali saat wanita itu membuka matanya dan melihatnya tertidur di sampingnya


"Astaga mengapa kau menangis sayang, ada apa hm?"tanya xian lembut, ia menghapus air mata nata, nata menatap wajah xian yang tengah menampilkan wajah khawatir


"Apa ada yang sakit? "tanya xian, nata mengelengkan kepalanya, malahan ia kembali terisak


"Hey hey kenapa kok makin nangis? "


"Hiks hiks kak.... "isak nata


"Iya sayang ada apa? "


"Takut... "ucapnya pelan dengan masih terisak


"Tidak apa apa ada aku di sini"


"Hiks "


"Sttttt"xian langsung membawa kepala nata kedalam pelukannya


"Kamu tenang dulu, aku tidak mengerti ketakutanmu jika kau tak menceritakannya sayang, tenanglah aku ada di sini"


"Hiks Hiks.... "


"Keluarkan semua tangismu sayang, jangan takut "ucap xian yang semakin tidak mengerti dengan natali, namun ia membiarkan nata menangis sepuasnya dalam dekapannya, xian juga bersyukur karena nata tidak mengamuk seperti kemarin


Mendapatkan kenyamanan dari tubuh xian, nata langsung melepaskan jarum infusannya

__ADS_1


"Kenapa di lepas masih sedikit lagi itu"nata menggeleng dan ia kembali terisak, xian mengerti dan langsung memeluk tubuh natali dengan erat dan di balas tak kalah eratnya oleh nata


"Aku akan membiarkanmu menangis kali ini tapi setelah itu tolong ceritakan semuanya"


Lama natali menangis ia melonggarkan pelukannya dan menatap wajah xian


"Kak... "panggilnya lirih


"Iya sayang? "


"Siapa wanita yang ada di hatimu?"tanyanya


"Wanita yang sedang menangis dalam pelukanku... "jawabnya dengan senyum mengembang


Nata langsung melepaskan pelukannya dan mencoba turun dari ranjangnya ia berjalan ke arah jendela kamar dengan membelakangi xian


"Kenapa? "tanya xian, ia langsung mendudukan tubuhnya di sisi ranjang


"Kamu bohong kak... "lirih natali dan setets air mata jatuh kembali dari matanya


"Bohong? "tanya xian lagi


"Kamu berbohong aku tahu cintamu hanya untuk perempuan itu kak ... "mendengar itu xian mengerti kemana arah pembicaraan natali


Xian berjalan mendekati nata, ia memegang kedua bahu natali dan mencoba membuat nata tidak menunduk dan menatap matanya


"ternyata benar dia tidak hilang ingatan, berarti dugaan luhan sepertinya benar"batin xian


"Apa yang membuatmu berfikir seperti itu? "nata mengelengkan kepalanya


"Hiks hiks"


"Jangan menangis sayang... "ucapnya dengan menghapus air mata natali


"Kenapa hm? "nata kembali menundukan kepalanya


"a.. aku aku mencintaimu kak... "lirihnya yang masih bisa terdengar xian, dan mendengar itu xian tersenyum ternyata selama inipun nata mencintainya


"Aku juga mencintaimu"balas xian, namun nata mengelengkan kepalanya hal itu membuat xian bingung


"Kakak bohong "dengan paksa nata melepasksn tangan xian


"Kakak nggak bohong sayang, sungguh aku mencintaimu nata"


"Kenapa kau berkata seperti itu? "


"Ka..rena memang itu kan kenyataannya? "ucapnya lirih, xian langsung merengkuh tubuh natali kedalam pelukannya


"Aku tidak berbohong sayang, aku sangat mencintaimu percayalah"


"Wanita itu? "xian melepaskan pelukannya dan menatap kedua mata nata

__ADS_1


"Jika yang di maksudmu lexa, dia hanya masalaluku "


"Cintaku untuknya sudah pergi sejak dia pergi meninggalkan aku, dari pertama kau menjadi istriku cinta itu sudah tumbuh sayang namun aku laki laki pengecut yang tidak bisa menyadarinya, jika kamu sakit hati dengannya sikapku dulu tolong maafkan aku, sejak dulu aku tak pernah rela menyakitimu hatiku sakit melihat air matamu, aku mencoba terus memastikan semua perasaanku padamu"


"Maafkan aku jika dulu aku menyakitimu, aku tahu kamu kecewa denganku karena aku meragukan anakku sendiri yang pada saat itu juga dia belum lahir, tapi dengan teganya aku tak mengakuinya padahal sudah jelas jika ia anakku"jatuh sudah air mata xian saat mengatakan anaknya


"Aku daddy yang bodoh, hanya karena aku cemburu melihatmu, aku memang tak pantas menjadi seorang daddy, tapi percayalah aku menyesal sedalam dalamnya, aku tidak bisa hidup tanpa kamu"isaknya


"Aku mencintaimu nata, aku mencintaimu tolong percaya padaku, jangan pergi lagi dariku"


mendengar ucapan xian, nata langsung menghapus air mata xian ia memeluk tubuh tegap xian setelah itu ia menumpahkan kembali tangisannya


"Nata juga mencintai kakak"ucap serak nata


Xian melongarkan pelukannya, ia langsung menyambar bibi*r mungil natali


Xian meluma*tnya dengan lembut menyesapi kedua bibi*r mungil nata


Semakin lama cium*an itu semakin panas, namun sebisa mungkin xian menahannya


Setelah kehabisan oksigen ia melepaskan cium*an itu


"Aku harap ini bukan mimpi tuhan "


pagi ini seperti mimpi bagi xian ia tak menyangka setelah kejadian kemarin namun pagi ini tiba tiba natali mengungkapkan perasaannya


"Jangan pernah tingalkan aku lagi sayang" cup, cup, cup nata mengangguk dan xian kembali memeluknya tubuh nata


"Kakak harus janji kakakpun jangan pernah tingalkan nata hiks, nata takut... ""


"Sttt sudah jangan nangis sayang, ada aku di sini "


"Aku harap kamu akan menceritakan secepatnya apa yang sebenarnya terjadi sayang"


Xian tahu kejadian empat tahun lalu tidaklah mudah bagi nata, maka dari itu ia bersabat yang jelas pagi ini ia bahagia mendengarkan pengakuan natali


.


.


.


TBC


Wait jan bingung, siang kalo sempet aku lanjut


Lanjutan ini aku persembahkan untuk reader setia aku 😚


Jangan ada komentar bikin gagal mood ya kalo ada maaf maaf aku langsung muteπŸ˜‚


Kesel soalnya, kalo gak percaya coba kalian nulis novel deh kalo ada yg komen kek gitu duh hatituh nyerenyet 😳

__ADS_1


__ADS_2