
Setelah menempuh perjalanan sedikit jauh akhirnya bagas beserta anak buahnya telah sampai di mansion mewah keluarga mahardika
Salah satu penjaga gerbang yang mengenali mobil bagas langsung membukakan pintu gerbang itu
Setelah itu bagas keluar dari mobil itu, semua pengawal kenan yang menjaga mansionnya menunduk hormat kala bagas turun dari mobil itu
"Selamat datang tuan"ucap mereka serempak
Bagas hanya mengangguk menanggapi ucapan mereka, ia langsung masuk ke dalam mansion itu
Saat ia masuk ternyata tuan mahardika dan seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik yang tak lain istri dari tuan mahardika mama papa kenan sedang duduk seperti sedang mendiskusikan sesuatu
"Salam Paman Mahardika"
"Ah Salam Nak bagas?"
"Ya paman, bagaimana kabar anda?"ucap bagas dengan mendekati kedua orangtua itu"
"Ya seperti yang kau lihat nak"
"Ah ya bibi kau semakin cantik saja, bagaimana kabarmu? "
"Kau ini bisa saja, bagaimana dengan kabarmu dan daddymu nak?"tanya mama kenan
"Duduk dulu nak"ucap papa kenen, bagas langsung menuruti ucapan papa kenan
"Kabarku cukup baik bibi, dan daddy seperti biasa ia hanya terus menantikan adik kecilku"
"Ahh sayang semoga adikmu segera cepat ketemu ya"
"Ya bibi, mmm lalu bagaimana kabar kenen bi? "
"Dokter masih memeriksanya di ruangan perawatan, sampai saat ini dia mengalami koma akibat benturan keras di kepalanya"ucap mama kenan yang tiba tiba sedih
"Maafkan bagas bibi"ucap bagas tulus
"Maaf untuk apa sayang? "
"Karena sebenarnya kejadian tabrakan yang menimpa kenen itu ulah musuh bagas bibi"
"Hufhh paman tau nak"
"Jadi paman bibi sudah tau pelakunya? "tanya bagas dan papa mama kenan mengangguk
"Setelah kejadian itu paman langsung menugaskan pengawal kami mencari tau siapa dalangnya, tapi yang kami bingung kenapa ia mengincar kenan nak? "
__ADS_1
"Karena kenan mencoba melindungi bagas paman, bagas meminta bantuan agar kenan melakukan sesuatu untuk bagas, tapi bagas tak menyangka ternyata mereka mengetahui rencana kami"
"Ya nak sudahlah paman dan bibi tak menyalahkanmu"
"Apa boleh bagas menengok kenan paman bibi? "
"Silahkan nak, mari bibi antar"
Bagas langsung mengangguk dan berdiri mengikuti langkah mama kenen
Saat sampai di depan pintu ruangan perawatan itu, mama kenan dan bagas berpapasan dengan dokter yang mengurus kenan
"Ah dokter bagaimana kabar anak saya dok? "
"Tuan kenan masih belum mendapatkan perubahan nyonya, dan sepertinya tuan ken harus di bawa ke rumah sakit yang ada di negara S jika tidak saya takut terjadi hal yang tidak menyenangkan "
deg
mama ken tak kuasa menahan airmatanya lagi
"Baiklah dok kami akan memikirkan semuanya, tapi apa boleh saya menemani pasien? "
"Silahkan tuan maximal 2 orang yang di perbolehkan masuk"
Setelah itu bagas dan mama ken langsung masuk kedalam kamar yang di sulap seperti ruangan rumah sakit yang sangat lengkap bahkan seperti rumah sakit terbaik
Dengan perlahan kedua orang itu masuk, mama ken tak kuasa menahan air matanya sejak tadi ia terus menangis
"Nak.. bangun sayang"lirih mama ken
Sedangkan bagas tak bisa brucap saat melihat kondisi sahabatnya
"Bibi apa bibi mengabari yg lain? "tanya bagas dengan pelan, mama ken hanya mengelengkan kepalanya
" Belum hanya asisten nak luhan, saat kami menghubunginya ternyata tak aktif tapi kami mencoba menghubungi asistennya yang tidak ikut terjun ke sana dan ternyata ia sedang mengurus korban bencana di daerah terpencil ia tidak bisa keluar karena jalan di sana tertutup sedangkan untuk mendatangi helikopter di sana tidak ada landasan cukup di desa itu "ucap mama ken, bagas hanya mengangguk
"Kalo begitu bibi keluar dulu ya nak"ucap mama ken, bagas mengangguk
Setelah itu mama ken keluar, di ruangan itu tersisa bagas yang menatap wajah ken dengan pandangan yang sulit di artikan
"Beraninya tikus tikus itu menganggu orang orangku, cik liat saja nanti"Batin bagas dengan menampilkan aura dingin
Setelah itu ia duduk di kursi yang ada di sisi ranjang ken
"Terimakasih bro kau sampai seperti ini membantuku, aku akan membalas mereka maaf karena merepotkanmu, cepat sadar bro "
__ADS_1
"Hufhh baiklah aku harus pergi dahulu"setelah itu bagas berdiri dari duduknya dan melangkah keluar
Saat ia keluar dari ruangan itu, ia melihat Mama papa ken sedang mengobrol dengan dokter yang menangani ken
"Tapi apa tidak beresiko dok saat kami membawa anak kami ke rumah sakit S? "
"Tidak apa apa tuan, saya dan team akan melakukan yang terbaik untuk tuan ken"
"Paman, bibi... "Ketiga orang itu menengok
"Paman bibi tak usah khawatir saya akan kerahkan anak buah saya membantu menjaga ken selama ia di sana, dan di sana juga ada tuan Namoung"
"Apa?! maksudmu daddy xian gas? "
"Iya bibi, apa kalian tidak tau perihal perusahaan keluarga namoung yang berada di negara f terbakar? "Jawab mama papa ken hanya mengeleng
"Yasudah paman bibi maaf bagas harus segera pergi karena ada hal penting yang harus bagas urus"
"Ya nak terimakasih"bagas mengangguk dan ia langsung melangkahkan kakinya keluar dan menaiki mobil yang sebelumnya sudah di bukakan oleh anak buah bagas
Mobil bagas langsung meningalkan mansion mewah kediaman mahardika itu, ia langsung menuju apartemennya karena ia harus beristirahat sebelum ia menemui orang yang selama ini ia cari
***
Sementara itu di sisi lain Lixian terus menyibukan dirinya bekerja mengurus permasalahan perusahaan keluarganya, Handphone pribadinya ia non aktifkan sehingga tidak ada yang bisa mengganggunya
Tiga hari lagi hasil tes DNA itu keluar dan ia akan segera memastikan dengan benar jika anak yang di kandung nata itu adalah anaknya, Selama ini xian terua berfikir keras akan menjadi hal bagus jika itu anaknya 100% tapi walaupun kenyataannya bukan xian akan menerima nata ia sudah tau tentang perasaannya, walaupun hal itu akan menjadi sakit baginya tapi inilah xian apapun yang Sudah menjadi miliknya tak akan ada yang bisa melepaskannya dari sisinya apapun caranya
Ia sengaja menjauhi nata saat ini karena ia tidak mau menyakiti nata dengan sikapnya nanti, ia takut lepas kontrol saat bersama wanita itu
Namun tanpa ia sadari hal itu membuat luka dalam bagi nata, memang awalnya xian akan mengusir nata dari hidupnya jika tuduhan itu benar namun selama beberapa hari ini ia menyadari perasaannya
Ia tak mau tau nata harus tetap dalam hidupnya meskipun jika nata seperti mantan mantannya ia tidak mau harga dirinya kembali terinjak injak hanya karena wanita
.
.
.
TBC
Lagi galu sama MT/NT error mulu haduh 😢
Maaf ya gaes cuman bisa up segini nnti aku kembali up
__ADS_1