
Selama Tiga hari dengan kondisi lemahnya Xian terus melaksanakan meetingnya walaupun dengan wajah pucat, parfume yang di belikan oleh Lae yang menjadi ciri khas wangi Natali tidak cukup membantu, sepanjang hari Xian hanya merasakan mual dan lemas namun beruntung saat meeting di laksanakan ia bisa menahannya walaupun sedikit sulit namun balik lagi jika Xian bukan orang biasa yang memiliki kecerdasan biasa
Setiap malam ia sempatkan untuk berbincang dengan istri kecilnya dan juga anaknya, Xian masih belum yakin atas ucapan Luhan mengenai Natali yang sedang hamil kembali namun jika benar ia sangat bahagia
Xian tak berani mengatakan hal itu kepada nata karena dia ingin dia sendiri yang mengetahuinya pertama kali
Setelah meeting untuk mengesahkan projeck itu Xian berhasil memenangkan tanda tangan kontrak itu dan hal itu yang semakin membuat Xian bahagia
Lae yang dengan setia mendampingi xian selama tiga hari di kota B, Besok pagi mereka kembali namun Xian memutuskan untuk mengerahkan anak buahnya untuk menjemput tuannya mengunakan jet pribadi karena kondisi tuannya yang sangat drop
"Laee kenapa aku harus di pasang infusan, Natali akan khawatir jika dia melihatku nanti"
"Nona khawatir itu hal yang wajar tuan, tubuh tuan sangat lemah sebaiknya anda tidur terlebih dahulu kita akan sampai dalam waktu satu jam"
"Aku tidak tahu kenapa tubuhku sangat lemas dan muntah begitu parah Lae"
"Mungkin tuan terlalu lelah karena akhir akhir ini tuan kurang tidur"jawab Lae yang masih belum memahami kondisi Xian
Xian tersenyum samar dan ia langsung memejamkan matanya ia ingin segera sampai dan memeluk tubuh natali sepuasnya
Satu jam kemudian
Jet yang membawa Xian dan Lae sampai di plataran khusus pendaratan yang ada di belakang rumahnya
Natali yang mengetahui Xian akan pulang hari ini langsung berdandan secantik mungkin untuk menyambut Xian ntah mengapa ia sangat merindukan suaminya itu
Xian turun dengan di papahae dan tak lupa jarum infusan yang masih melekat di tangannya
"Lanoo ayo sayang sepertinya Daddy sudah sampai"
"Let's go mommy"
Kedua anak dan ibu itu menuju ke plataran belakang khusus
Ia tersenyum melihat Xian dan lano yang berteriak memanggil Daddynya dengan semangat
"Daddy!"teriak lano
Xian yang baru saja turun melihat orang yang paling ia cintai menyambutnya ia tersenyum bahagia, namun Natali yang melihat keadaan Xian langsung berlari mendekati Xian melupakan lano
"Kak kamu kenapa?"Ucap nata setelah dekat dengan Xian
"Aku tidak apa apa sayang, sini peluk dulu "nata langsung menghambur ke pelukan Xian, ia memeluknya dengan erat dan Xian tak kalah eratnya memeluk Natali bahkan mencium seluruh wajah nata tanpa malu di lihat Lae dan seluruh anak buahnya
"Miss you sayang"
"Miss you to kak"
"Mommy! tenapa lano di tingalin!"Teriak lano setelah berlari menyusul mommynya dengan wajah cemberut dan bersedekap dada
Natali melepaskan pelukannya dan menengok melihat anaknya yang tanpa sengaja ia lupakan karena melihat Xian yang turun dari jet namun dalam keadaan di infus
"Ah sayang maafkan mommy, mommy terlalu khawatir lihat keadaan Daddy yang di infus"Lano melihat tangan Daddynya yang ternyata benar tangan Daddynya sedang di pasang jarum infusan
"Are you okay Daddy?"tanya lano dengan suaranya yang masih cadel
"I'm fine boy, MMM apa kau tidak merindukan Daddy?"
"Aku justru sangat merindukan Daddy"Xian langsung membopong tubuh gembul lano
"Benarkah?"
"Ya Daddy, aku merindukanmu apalagi mommy yang sangat sangat merindukan Daddy"
"Hmm Daddy tau itu"Kekeh Xian
"Kenapa anak Daddy semakin hari semakin gembul seperti ini"
"Kalena ano makan banyak Daddy, makanya Ano gendut dan itu semua salah masakan mommy yang terlalu enak"
"Benarkah? mm selama Daddy pergi Daddy juga kurang makan karena tidak ada masakan seenak masakan mommy"
"Kalo begitu ayo kita makan lagi dad, mommy sudah masakin makanan yang banyakk hari ini"
"Kak lanonya turunin dulu tangan kamu sedang di pasang infusan"
"Tidak apa apa sayang aku baik baik saja, ini juga mau di lepas"
"Sebenarnya kakak kenapa?"
"Aku nggak apa apa sayang, ayo masuk sayang"
"Kak Lae, kak xian kenapa? apa terjadi sesuatu?"
"Lae melirik tuannya yang mengkode untuk tidak berbicara apapun"
"Maaf nona sebaiknya anda bertanya dengan tuan Xian"
"Kita masuk dulu sayang, nanti aku jelasin ya"Dengan terpaksa Natali menurut
Lano yang melihat kondisi Daddynya ia meminta turun dari gendongan Xian
"Daddy tulunin Ano bisa jalan sendili"
"Kenapa apa lano tidak mau di gendong Daddy?"
"Nggak mau Ano udah gede, ano jalan aja"
__ADS_1
"Daddy tau lano udah gede tapi bagi Daddy lano Masi kecil"
"Tulunin Daddy"rengek lano yang meronta meminta di turunkan, dengan terpaksa Xian menurunkan lano, lano langsung mengandeng tangan kedua orangtuanya dan berjalan masuk ke rumahnya
"Kak Lae ayo kita makan dulu aku sudah siapkan makanan yang banyak" ajak Natali
"Iya Lae ayo kita makan bersama sama"ajak Xian juga yang mengizinkan Lae makan bersamanya, dan hal itu tidak di sia siakan oleh lae karena kapan lagi makan masakan nona mudanya yang di kenal sangat lezat Pumpung tuannya dalam moddy yang baik
"Sayang nanti lepasin infusan aku dulu ya"
"Emang kakak sudah tak apa?"
"Aku tidak apa apa sayang"
...***...
Mereka berempat langsung makan dengan lahapnya terutama Xian yang memang kurang makan karena tidak ada yang masuk dalam mulutnya berbeda dengan masakan nata
setelah makan itu Lae pamit untuk pulang, kini hanya tersisa Xian, nata dan lano
"Daddy mommy Ano ke kamar dulu ya, sebentar lagi uncle Bagas mau jemput Ano"
"Kalian mau kemana sayang?"
"Kata uncle gak boleh kasi tahu mommy Daddy dulu selain uncle yang bakal kasi tau Daddy dan mommy"
"Baiklah Daddy izinin nanti jangan nakal ya dengar ucapan uncle Bagas"
"No Ano gak nakal Daddy"
"Good boy, kalo gitu sana mandi dulu setelah ganti bajunya, udah bisa mandi sendiri kan?"
"Bisa Daddy kan Ano cudah besal"
"Anak Daddy emang pintar"
Lano langsung ke kamarnya sedangkan Xian juga langsung mengajak Natali ke kamar mereka
"Kita ke kamar yu sayang"Ajak Xian, Natali mengangguk namun sebelumnya Natali meminta tolong kepada salah satu pelayannya untuk membersihkan bekas makanan mereka
setelah di kamar Xian langsung membuka kemejanya
"Kak kakak mandi pake air anget ya nata siapin dulu"
"Kita mandi bareng mau gak sayang?"
"Mmmm tapi aku udah mandi"
"Sekali lagi temenin aku ya, aku kangen kamu"
setelah itu kalian pasti tahukan apa yang bakal terjadi dalam kamar mandi itu mereka melepas rindu selama tiga hari itu, ntah mengapa setelah bertemu Natali rasa mual, lemas Xian hilang sirna begitu saja
Setelah beberapa lama di kamar mandi mereka keluar dengaj Natali yang memakai jubah mandi dan Xian yang hanya menggunakan handuk di atas pingangnya
"Sini rambut kamu aku keringin"
"Gak usah kak biar aku aja"
"Udah jangan bantah, ayo duduk"
Xian dengan telaten mengeringkan rambut panjang Natali, ia sangat bahagia melakukan hal itu
"Kakak sebenarnya kenapa? kok bisa pulang pulang di infus?"
"Aku kemarin pas perjalanan mau ke kota B aku muntah parah sampai pingsan dan di learikan ke rumah sakit"
"Apa!? kenapa kakak gak kabarin aku?!"kaget Natali
"Jangan marah sayang, aku cuman gak mau ganggu waktu kamu sama Daddy, Oh iya aku sampai melupakan Daddy, apa dia sudah kembali?"
"Hmm dia kembali ke negara s karena ada barang yang akan di pindahkan ke mansion di sini"
"Daddy mau menetap di negara ini?"
"Daddy bilangnya gitu karena ia ingin masa tuanya di temani anak cucunya"
Xian menganggukan kepalanya, setelah mengeringkan rambut Natali ia membopong nata ke tempat tidur mereka
"Kak aku belum pake baju"
"Gak usah pake baju sayang, udah gini aja temani aku aku lelah sayang"
"Udah tau lelah sama hal gituan aja Masi kuat"
"Beda lagi sayang itumah penambah vitamin, tapi perut kamu gak kenapa kenapa kan?"
"Nggak kenapa kenapa, emang perut aku kenapa?"Xian tak menjawab ia berbaring dengan meletakan kepalanya tepat di perut Natali
"Semoga kau memang sudah hadir di perut mommy sayang"
cup
"Kak?"
"Hmmm?"
Xian hanya bergumam dengan memejamkan matanya
__ADS_1
"Kenapa?"
"Kenapa apanya?"
"Kok cium perut aku?"
"Ya emang kenapa kalo aku cium perut kamu emang gak boleh?"
"Ya nggak maksudnya kok..."
"Udah jangan fikirin hal aneh aneh ayo tidur aku lelah sayang, besok pagi kita akan sama sama tahu" ucap Xian dan tak berapa lama ia tertidur dengan posisi memeluk nata
...****...
Pagi harinya Xian sudah memegang lima tespack dengan merek yang berbeda beda, pagi pagi ya menyuruh Natali pipis hal itu membuat nata kebingungan karena tingkah Xian sejak kemarin aneh menurutnya
"Nggak mau kak aku malu, kakak keluar aja dulu"
"Malu kenapa orang setiap malem kita aja ngelakuin terus udah sayang ayo pipis nanti kamu bakal tahu"
Dengan muka masam dan menahan malunya Natali menuruti ucapan Xian, setelah selesai Xian mencelupkan lima tespack itu secara berbarengan Natali kaget melihat hal apa yang di lakukan Xian
"Kak..."
"Apa sayang?"
"Kamu udah gak sabar ya kalo aku hamil lagi? kak... kan kata dokter ak-"
"Syutttt jangan ngomong dulu"
"Kak..."nata hampir menangis melihat tingkah Xian ia merasa Xian seakan akan memaksanya untuk segera hamil padahal dokter sudah mengatakan jika ia akan sulit mendapatkan anak lagi kecuali jika ia melakukan program bayi tabung
Karena tak mendapatkan respon dari Xian Natali menundukan kepalanya dan tanpa terasa air matanya jatuh, nata menangis karena ia merasa sudah tak berguna sebagai seorang istri
"Hiks"
Xian yang sedang fokus menunggu itu mendengar isakan tangisan nata
"Astaga sayang kok kamu nangis?"
"Kanapa kakak lakuin hal itu? hiks"
"Kakakan tau jika aku sudah sulit untuk hamil"
Xian menghembuskan nafasnya dan tersenyum rupanya istri cantiknya tersingung
"Sayangg maafkan kakak ya kalo kamu tersingung atas apa yang kakak lakuin ini, tapi kakak hanya pengen pastiin aja, coba kamu ingat ingat lagi kapan terakhir kali kamu menstruasi?"
Natali mendongakkan kepalanya menatap Xian bingung ia lupa kapan terakhir kali ia menstruasi
"Bukankah setiap malam selama bulan madu itupun kita terus melakukannya bukan?"ucap Xian, Natali menagngguk lemah
"Aku bukan bermaksud apapun sayang, hanya saja apa kau tahu jika selama tiga hari aku sakit itu karena aku mengalmi hal untuk yang kedua kalinya yaitu merasakan mual dan muntah seperti ibu hamil pada umumnya aku mengingat dulu saat kamu hamil lano, aku mengalami hal itu meskipun tidak parah,dan luhan juga mengatakan hal demikian"
mendengar penuturan Xian Natali langsung melihat tespack itu dan...
Deg
"Positif..."gumam Natali lemah
"Apa hasilnya sayang?"tanya Xian pensaran juga
"Aku tidak percaya ini kak..."
"aa-aku positif hamil..."
"Be-benarkah? mana coba aku lihat"
Xian melihat tespack itu ternyata benar semuanya bergaris dua merah, matanya berkaca kaca saking terharunya
"Aa-artinya aku akan menjadi Daddy lagi sayang dan kamu akan jadi mommy"
"Iya kak aku Hamill lagii"
"Hiks anakku" Xian langsung memeluk perut Natali dan menangis mengetahui jika ternyata Natali hamil lagi ia sangat bahagia
Xian membopong tubuh Natali dan keluar dari kamar mandi ia memutar mutar tubuhnya bersama nata saking bahagianya Karena dugaannya ternyata benar natali hamil lagi
"Akhhhh aku akan menjadi Daddy lagi sayang aku akan menjadi Daddy kembali!"
"Terimakasih sayang terimakasih hiks" ucap haru Xian saking bahagianya sampai ia tak sadar memutar putar tubuh Natali
"Kak turunin aku"
"Ah maaf sayang, apa ada yang sakit?"panik Xian
Natali tersenyum dan mengelang
setelah itu mereka kembali berpelukan dengan tangisan Xian karena saking bahagianya
"Kita harus memberitahu kabar ini ke Daddy dan lano sayang"
"Iya kak"
H**ADUH YERNYATA TIDAK CUKUP JUGA PADAHAL DI LEPTOP AKU NGETIK 5000 KATA KIRAIN CUKUP UNTUK SATU PART LAGI TERNYATA NGGAK**
GAJE EMANG AKU INI, TIDAK KONSISTEN HAHA🤣
__ADS_1