Menjadikannya Istri Kontrak

Menjadikannya Istri Kontrak
Kegelisahan Natali


__ADS_3

Di dalam lift tubuhnya merosot ke bawah, sambil memegangi dadanya dengan air mata yang bercucuran


"Hiks hiks, sakit tuhann sakit hiks! kenapa kau mempertemukanku dengannya! "isaknya dengan memegangi dadanya


Jika ada yang bertanya kenapa nata bisa mengingat lixian sedangkan bagas seringkali menyuruh natali meminum susu yang sudah ia campuri dengan obat agar natali hilang ingatan?, hey nata tak sebodoh yang kalian kira


apa klian berfikir tidakkah natali curiga dengan kakaknya? jawabannya ya, ia mencoba menguji susu khusus itu saat ia ada jadwal praktik di universitasnya,


Setelah mengujinya akhirnya ia mengetahui kandungan obat itu yaitu obat yang memiliki Golongan obat Benzodiazepin


Obat anti kegelisahan dapat menyebabkan kehilangan memori karena efek sedatif yang mereka miliki di bagian-bagian tertentu dari otak. Efek samping obat ini bisa mempengaruhi memori jangka pendek maupun panjang.


Midazolam, khususnya, diyakini bisa menimbulkan amnesia yang parah.


Mengetahui hal yang di lakukan daddy dan yang terutama kakaknya natali tak marah dengan mereka, ia berfikir mungkin kakak dan daddynya tidak ingin ia kembali menderita


Akhirnya perlahan lahan ia menjauhi minuman yang di siapkan bagas itu karena tak menutup kemungkinan efek negatif dalam obat itu bisa merengut nyawanya dan seiringinya waktu ingatannya kembali muncul namun ia mencoba tetap bersikap hilang ingatan akibat obat yang di campuri dengan susu khusus itu


Ia hanya berpura pura tidak mengingat hal apapun dan bersikap seolah ia memang melupakan kisahnya, ia bertanya ini itu untuk menutupi semuanya


Tidak adakah yang tahu jika setiap malam ia menangis? mengingat perlakukan kejam yang ia alami, moment moment dimana mengiris hatinya sedalalam itu?, dia hanya berpura pura kuat seolah olah melupakan semuanya.


Kekuatan terbesarnya ialah sang buah hati dan keluarga yang selama ini ia inginkan walaupun tak ada sosok ibu namun baginya cukup dengan sosok daddy kandung dan kakak kandungnya, ia tak pernah berpikir jika hidupnya penuh dengan drama, bak putri yang hilang


Ia memang mengalami depresi berat pada waktu itu namun sedikit demi sedikit ia harus ikhlas dia harus bangkit dari keterpurukannya, jika ia tetap seperti itu orang yang membencinya semakin merasa puas


Natali bersyukur ternyata tuhan tak sekejam itu dengan hidupnya ia memiliki keluarga yang amat sangat mencintainya dan buah hati dari orang yang di cintainya


Rasanya ia memang ingin melupakan kejadian semuanya namun apa di kata ia kembali dengan memori pahit itu


Ia bangkit untuk meraih cita citanya, ia harus bisa menjadi dokter sukses yang bermanfaat bagi orang orang


Ia berfikir mungkin xian sudah bahagia bersama cinta pertamanya, ia yakin xian sudah memiliki anak dari wanita itu


Sesaat pintu lift terbuka di lantai 3 berbeda di mana lantai ruangan natali, dengan kasar ia menghapus air matanya ia langsung keluar


Natali berlari menuju ruangannya ia harus menyembunyikan iliano sebelum xian menangkapnya


Setelah sampai di ruangannya ia melihat iliano sedang makan dan suster yang menjaganya dengan setia di sampingnya


"Sayang ayo kita pulang "ucap natali dengan tergesa gesa, membuat suster dan iliano merasa heran


"Ada apa nona? "


"Tidak suster, mmm sebaiknya suster bereskan barang barang iliano dan punyaku maaf aku dn iliano harus segera pulang karena ada keadaan genting"ucap nata dengan cemas menahan tangisnya ia segera membopong iliano yang terlihat kebingungan melihat mommynya


"Why mommy? you crying? "

__ADS_1


"No babby, mommy fine"


Natali langsung keluar dari ruangannya menuju parkiran lantai 3 itu ia langsung masuk ke mobilnya dengan kecepatan penuh


"Mommy apa kau baik baik saja? "


"Iya sayang mommy baik baik saja"


Iliano semakin mengerutkan alisnya di tambah sang mommy mengendarai mobil dengan kecepatan penuh


"Mommy..."


"Maaf sayang kita harus sampai mansion, kau pegangan yang kuat ya nak"


Iliano mengangguk ia langsung berpegangan kuat menuruti kemauan mommynya


Tak berapa lama natali sampai di mansion mewah itu, ia langsung masuk bersama iliano mengunci pintu utama dengan tangan gemetar soalh penjahat mengikutinya, ia menempelkam keningnya di pintu besar itu


"Mommy ada apa? "tanya iliano dengan suara kecilnya


Natali menengokkan wajahnya, ia melihat lixian kecil di wajah anaknya itu


Ia langsung menyamai tinggi anaknya, dan memeluknya dengan erat soalah iliano akan di bawa lari


Ia kembali terisak


"Mommy, mommy, mommy kenapa? kok nangis? ano nakal ya? "ucap iliano yang khawatir melihat mommynya tiba tiba menangis, iapun menangis melihat mommynya seperti itu


"Mommy sayang banget sama iliano, lano hidupnya mommy hiks hiks"ucap natali masih dengan memeluk anaknya di depan pintu utama


"Hiks hiks huaaa, ano uga cayang mommy, ano dak punya daddy gak apa apa asal mommy ada teyus bayeng ano dan opa, uncle. wayaupun ano pengen daddy tapi ano tau daddy udah ada di suyga"ucap anak itu dengan sesegukan sambil memeluk sang mommy


deg


deg


Selama ini memang sering kali iliano iri dengan teman temannya terlebih pada saat ia sekolah di taman kanak kanak ia sungguh iri melihat temannya di antar oleh mommy dan daddynya namun ia hanya bisa dia karena setaunya daddynya sudah meninggal, hal itu juga penyebab ia ingin bersekolah di sd ia fikir di sana tidak ada pemandangan yang membuatnya iri lagi, namun salah ternyataa masih banyak teman temannya yang di jput sang daddy namun iliano lagi lagi sng opa atau unclenya


Mendengar ucapan putranya natali semakin menangis


"Hiks maafkan mommy sayang... "hanya itu yang dapat natali ucapkan


"Momny takut lano hiks jangan tingalin mommy"


***


Di sisi lain xian yang masih terkejut dalam posisi sama seperti tadi beberapa saat ia langsung tersadar dari terkejutanny, ia langsung masuk kembali ke dalam lift namun ia tak tau jika natali tadi naik ke lantai berapa, karena tak fokus lixian tak memperhatikan pakaian apa yang natali pakai

__ADS_1


pertama tama ia menaiki lantai dua dan mencari ke seluruh ruangan di sana namun tidak ada keberadaan natali, ia lanjut ke lantai tiga namun ia memilih menggunakan tangga darurat karena terlalu lama menurutnya jika harus naik lift


"Apa itu kau sayang? kenapa kau seperti tak mengenaliku? "gumamnya di sela sela ia menaiki tangga


Bahkan xian tak peduli dengan darah yang mengalir di tangannya, banyak suster yang melihat luxa xian berteriak namun xian menulikan prndengarannya fokusnya hanya mencari sosok yang tadi menabraknya


"bodoh kenapa tadi aku hanya diam saja! dimana kamu sayang... "gumamnya yang terus berlari, tak sengaja ia menabrak sorang suster yang keluar dari ruangan dokter


"Auhh"


"Kau bisa jalan tidak hah! "benatk xian emosi karena bertabrakan dengan suster itu, sementara suster itu langsung menunduk


"Maaf tuan"ucap suster itu yang tak lain ialah babby siter iliano


"Ah sudahlah"ucapnya dan langsung kembali mencari natali yang tak kunjung ia temukan


Setelah beberapa lama xian mencari sosok itu namun ia kehilangan jejaknya, ia mengacak rambutnya frustrasi ia langsung terduduk di lantar rumah sakit dengan isakan tangis memilukan


sementara asisten lae yang kehilangan tuannya tak kalah cemas mencari tuannya yang kabur, namun akibat kegaduhannya lae langsung mencari tuannya itu


"Tuan xian di mana? aku yakin darahnya masih mengalir dari jejal jarum infus yang di paksa di cabut itu"ucap lae dengan mengikuti jejak tetsan darah xian, tak lupa ia menghubungi tuannya namun ternyata tak aktif


Xian terus berteriak frustrasi


"Hiks hiks NATAAAA! AKHHHH! "


"Bodoh bodoh!"makinya terhadap dirinya sendiri dengan memukuli kepalanya


karena tubuh yang lelah xian pingsam di lantai rumah sakit itu


"Tuann!"teriak lae yang berhasil menemukan tuannya


Lae langsung mendekati tubuh tak bergerak itu, ia terkejut meluhat tangan bengkak tuannya dan pakaian yang semakin lusuh


ia memprihatikan kondisi tuannya itu, sebagai orang yang mengikuti xian sejak masa sekolah menengah pertama dulu lae sangat menyayangi xian melebihi raganya karena hutang budi yang ia terima dari xian


Melihat kondisi xian seperti ini hatinya tersayat, andai nonanya segera di temukan mungkin tuannya tak separah ini


"Tuan kenapa anda seperti ini "guam lae lirih, ia langsung mengangkat tubuh tuannya dengan berteriak teriak memanggil dokter dan suster karena mereka berada di lorong dalam rumah sakit


.


.


.


TBC

__ADS_1


Mohon maaf untuk keterlambatannya karena kondisi otor menurun beberapa hari ini 🙏


__ADS_2