
Setelah menyelesaikan mandinya xian langsung keluar menggunakan bathrobesnya menuju lemari yang ada di kamar hotelnya dengan mengeringkan rabutnya menggunakan handuk kecil dan berjalan menuju lemari untuk mengambil baju tidurnya, ia berisul siul karena senang akhirnya ia bisa segera pulang walaupun permasalahannya belum kelar namun ia tak peduli karena kekhawatirannya terhadap natali begitu besar, sudah genap 4 hari xian meninggalkan natali di negara I, seharusnya hanya 2-3 hari saja namun gara gara terjadi suatu masalah terpaksa ia harus lebih lama
Tetapi gara gara ia mendengar natali sakit karena ulah mommynya dan bella ia langsung memutuskan untuk segera pulang dan untuk pekerjaan ia meminta asisten lae yang mengurusinya, xian tak pernah seperti ini namun rasa kekhawatirannya terhadap natalu dan calon anaknya ia memutuskan untuk pulang
setelah selesai berpakaian xian langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur hotel yang ia tempati itu
Lixian tak sabar menanti hari esok tiba, ia ingin segera bertemu istri kontrak yang mengandung calon anaknya, ia langsung menyambar handphonenya dan membuaka galerinya yang ada banyak foto natali yang sempat ia potret sebelum ia pergi ke negara F dan ia langsung menyambar dompetnya yang sudah ada hasil usg calon anaknya yang belum ia ketahui jenis kelaminny karena harus di usia 18 minggu ia bisa mengetahui anak kandungnya
Ditatapnya dua foto itu dengan hati bahagia, ntah kenapa xian merasa hidupny kini berwarna setelah kepergian lexa dulu, hatinya sangat bahagia ntah karena natali atau calon bayinya
Keberadaan natali sedikit demi sedikit mengalllihkan fikirannya terhadap lexa yang sampai saat ini belum tau keberadaannya, dalam hatinya xian sangat merindukan lexa namun disisi lain ia tak ingin melepaskan natali walaupun anaknya lahir. Lixian sangat sulit untuk jatuh cinta namun keberadaan natali membuatnya bingung apa ia sudah mencintai natali atau hanya karena anaknya
Yang jelas xian akan berusaha menjaga natali dan xian tidak menampik jika ia sudah menyanyangi natali namun tidak dengan cinta ia masi ragu, lixian tidak mau memikirkan lexa lagi untuk saat ini karena ia harus benar benar membuat hubungan yang jelas dengan natali
"Hufhhhh aku harus melupakannya " gumamnya
memikirkan esok ia akan bertemu dengan natali membuatnya tersenyum dan langsung tertidur lelep dengan handphone dan hasil foto usg di dadanya.
***
Negara I
Siang itu natali kedatangan bagas dan kenan yang tak sengaja sama sama ingin menjumpai kembali natali dengan membawa tentengan bagas yang membawa bunga mawar putih dan kenan yang membawa buah buahan
"Siang aunty"sapa bagas kepada aunty laura yang ada di ruang tamu
"Eh bagas, kenan siang, wah kalian mebawa apa? ltanya aunty laura
"Ini untuk natali aunty apa ia sudah lebih baik?" tanya bagas
"Ia sudah lebih baik gas"
"mmm apa boleh kita ke kamarnya aunty? "tanya kenan
"Dilahkan ada luhan juga kok yang sedang mengecek keadaan natali, naik saja"
"Baik terimakasih aunty"aunty laura hanya mengangguk dan kedua pria tampan itu langsung menuju kamar natali, benar saja luhan tengah mengecek keadaan natali di san juga ada salah satu pelayan yang menemani luhan
"Hai natali, bagaimana kabarmu?"tanya kenan yang sudah masuk ke kamar natali
"Eh kak kenan kak bagas, aku baik kak "jawab natali dengan senyuman cantikny yang membuat kenan terpana sedangkn bagas ia sungguh sangat senang jika melihat natalu tersenyum namun ia akn marah dan sedih bila melihat natali menangis perasaanny untuk natali tak lebih seperti kakak menyanyangi adiknya, ya bagas sudah menganggap natali seperti adiknya
"Ini aku bawakan buah untukmu, harus di makan ya jangan sampai tidak "
"Iya kak terimakasih"
"Oh iya ini bunga untukmu, aku tak tau bunga apa yang kau sukai, tapi ku pikir bunga ini cocok untuk mu"kali ini bagas yang berucap sambil menyerahkan bunganya kepada natali
"Wahh mawar putih, apa kakak tau bunga mawar putih adalah kesukaan nata kak"ucap nata antusias dengan menerima bunga mawar itu, sedangkan bagas ia sedikit terkejut lagi lagi nata seperti mommynya yang menyukai mawar putih, tapi seketika ekspresinya ia rubah menajdi tersenyum senang
__ADS_1
"Syukurlah kau menyukainya nat"
"Apa kalian tidak sibuk di kantor sehingga datang ke aini? "tanya luhan
"Tidak"jawab bagas dan kenan secara bersamaan
"Cih kalian kompak sekali"
"Nat kau harus meminum obat tapi sebelum itu kau harus makan ya"
"Tapi lidahku terasa pait kak rasanya aku sangat mual"
"Tapi kau harus tetap makan dan meminum obat"
"Tapi kak.... "
"Mmm apa mau aku suapin? "tawar bagas yang langsung mendapatkan tatapan dari kenan dan luhan
"Kau bisa habis jika xian tau gas"ucap luhan
"Sudahlah tak apa yang penting ia mau"
"Benarkah? "
"Ya apa kau mau aku suapin? "tanya bagas
"Ya natali mau kak"jawab natali antusias ntah mengapa ia sangat ingin di suapi bagas
luhan dan kenan menghembuskan nafas beratnya ntah apa yang ia fikirkan, mereka berdua memutuskan untuk duduk di salah satu sofa yang ada di kamar natali melihat adegan bagas menyuapi natali, luhan takut xian mengetahuinya dan ia akan marah, tapi ia segera tepis karena xian tak akan marah jika tak ada yang mengatakannya
"Ayo makan lagi ini 3 suapan lagi... "
"Nata kenyang kak"
"Satu suapan lagi ya, ayo buka mulutmu aaa...."
"tapi nata sudah kenyang kak"
"Yasudah kau minum dulu ya... " dengan telaten bagas mengambil air putih itu dan nata langsung meminumnya setelah itu bagas mengelap bibir nata yang sedikit belepotan dengan ibu jarinya, nata seperti anak kecil saat ini
"Sudah? "
"hu'um"angguk nata
"Sekarang minum obat dulu ya kasian keponakan kakak kalo mommynya gak sembuh sembuh "ucap bagas
"Nanti dulu ya kak"
"Baik lah tapi kau harus minum obat ya"nata mengangguk meng iyakan
__ADS_1
"Nata apa xian sudah menghubungimu? "tanya kenan
"sudah kak tapi...."ucapnya menggantung dan malah tertunduk sedih
"Kau tenang saja xian pasti pulang, dia bilang kepadaku jikaa di sana ada permasalahan ia akan pulang secepatnya "ucap luhan
"iya kau jangan sedih di sini kan ada kita yang akan menjagamu dan keponakanku"ucap bagas
"Iya kak nata tidak sedih lagi, terimakasih karena kalian sudah menjaga nata walaupun nata baru kenal kalian"
"Kau tau kenapa kita menjagamu? " nata menjawab dengan gelengan kepala
"Karena tubuhmu sangat kecil jadi kami ingin menjagamu hahaha" seketika tawa pria tampan terdengar, nata hanya menciutkan bibirnya lucu dan bagas tak tahan untuk mengacak acak rambut natali
"Aku sudah besar kak buktinya dia ada di sini"ucap polosnya dengan mengusap perutnya yang membuat ketiga pria tampan itu kembali tertawa
"Kau tau walaupun kau tengah hamil tapi tubuhmy tidak terlihat seperti hamil bahkan aku jamin saat usia kandunganmu 7 bulan perutmu akan seperti 4 atau lima bulan saja karena tubuhmu sangat kecil"ucap luhan yang di angguki bagas dan kenan
"Tapi tetap saja nata sudah besar! "ucap natali sebal
"Iya nata sudah besar dan sebentar lagi nata akan jadi mommy"goda bagas
Mereka berempat bercerita, mengobrol dan suskses membuat nata tertawa, ketiga pria itu seperti kakak yang menjaga adiknya seperti bongkahan berlian, mereka berharap natali bisa bahagia dengan xian, mereka akan menjaga natali sepenuh hati mereka
...***...
Sungguh natali beruntung, saat ini ia di kelilingi pria tampan berkuasa yang menjaganya seperti seseorang kakak
Hmm ada yang irikah? outor juga iri hiks 😢
Setegar apapun perempuan, sehebat apapun perempuan ia akan lemah, ia akan manja dengan laki laki yang memperlakukannya selembut sutra, menyayanginya seperti menyayangi tubuhnya, dan menjaganya seperti bongkahan berlian
.
.
.
TBC
***
Maaf ya ceritanya ngaur yaaa hiks:(
Kasi masukan ya, tetap dukung outor bby 😍🌹
Jangan lupa tinggalkan jejaknya baby love youu 😘
Salan dari outor gabut padahal tugas kuliah menumpuk 😅
__ADS_1
Seeu next chapter 😘🌹