Menjadikannya Istri Kontrak

Menjadikannya Istri Kontrak
Don't Cry Mommy


__ADS_3

Setelah meminta permohonan kepada Bagas untuk mengizinkannya tetap berada di rumah Xian, namun Bagas dengan tegas menolak permohonan adiknya walaupun ia tak tega namun ia tidak pernah Sudi lagi menerima Xian berada di sisi Natali


Hanya satu ketakutan Bagas, ia takut Xian akan melantarkan adiknya seperti dulu


Bagas menarik lengan nata untuk membawanya pulang, meskipun dengan berusaha tidak menyakiti adiknya, Luhan mencoba mencegah Bagas membawa Natali namun Bagas mengucapkan kata kata yang membuat Luhan terdiam


"Jangan membawa Natali gas, kasihan dia"


"Jangan ikut campur urusanku, dia adikku apapun yang aku lakukan itu demi kebaikannya!" ucap dingin Bagas


Sherly dan Kenan juga tak bisa berbuat apa apa, karena Bagas sudah mengeluarkan sifat posesif dan keras kepalanya


Akhirnya Natali pasrah untuk mengikuti keinginan kakaknya, namun sebelum itu ia menatap wajah asisten Lae seakan ia mengisyaratkan untuk Lae mengatakan kepada Xian jika ia akan kembali lagi ke rumah ini


Bagas langsung membawa Natali pergi dan tak lupa di ikuti Sherly dan Ken, mereka menaiki kembali helikopternya dan menuju negara S untuk pulang ke mansion keluarga wingson


Beberapa jam kemudian, mereka mendarat di halaman depan mansion keluarga wingson dengan selamat, Natali turun dari helikopter itu dengan berlari dalam keadaan menangis


Bagas pun berjalan masuk kedalam mansionnya diikuti Sherly dan Ken yang sejak tadi diam karena ini diluar dugaan ken


Nata terus berlari masuk ke dalam mansionnya, ia berlari tanpa melihat dua orang beda generasi sedang duduk di ruang keluarga, saat hendak menaiki anak tangga suara teriakan membuatnya berhenti


"Mommy!"teriak iliano


Natali menengok ke belakang, ia melihat putranya memandang haru kepadanya, Natali berkongkok membuka kedua tangannya, iliano yang berada di pangkuan sang opa langsung turun dan berlari ke arah Natali


Iliano memeluk tubuh ibu yang melahirkannya, Natali membalas pelukan Natali tak kalah eratnya tak lupa ia mengecup kedua pipi gembul yang sedikit berubah


"Mommy Ano tangen cama mommy"


"Mommy juga sayang, kangen banget sama iliano"


"Mommy habis dali mana cih?"tanya iliano yang melepaskan pelukannya


"Kerja sayang"


Tuan wingson yang terkejut melihat Natali pulang langsung berdiri dari duduknya mendekati putri kecilnya dan ia langsung merentangkan tangannya, Natali yang melihat daddy-nya mendekatinya langsung menegakan tubuhnya dan memeluk tubuh pria paruh baya yang sangat ia sayangi itu


Natali menagis dalam pelukan daddy-nya


"Sayang Daddy kangen, jangan pernah pergi lagi dari Daddy, Daddy bisa mati sayang, sudah cukup delapan belas tahun kita berpisah"ucap lirih tuan wingson


"Hiks maafkan angel dad"Isak Natali


"Hey, kenapa minta maaf?"


bukannya menjawab natali semakin menagis dalam pelukan daddy-nya, seperti anak kecil


"Hiks Daddy"


"Iya sayang, udah jangan nangis lagi ya"


"Sekarang mana kakakmu?" nata tak menjawab namun suara bariton membuat Natali melepaskan pelukannya ia takut memandang kakaknya, dengan tergesa ia mengangkat tubuh mungil kedalam dekapannya dan menaiki tangga tanpa berucap apapun


Tuan wingson merasa aneh melihat sikap Natali yang tak biasanya memandang seperti itu kepada kakaknya


"Gas kenapa adikmu?"


"Kenapa dia memandang takut wajahmu?" tanya tuan wingson dengan menatap tajam Bagas yang hanya diam, namun tuan wingson kembali terkejut melihat wajah tampan putranya penuh luka lebam


"Gas sekarang jelaskan pada Daddy!"Bagas mengangguk, dia menengok kebelakang seraya berucap


"Sher, kau lebih baik susul Natali di kamarnya, dia mungkin membutuhkanmu"ucap Bagas, Sherly menatap kakaknya Ken, dan Ken mengangguk Ken pun izin ke memjnjam kamar tamu karena ia tak mau ikut campur, sebenarnya ia ingin pulang namun melihat adiknya yang memohon ia terpaksa ikut dengan bagas


Setelah itu tuan wingson mengajak Bagas kedalam ruang kerjanya


***


Ruang Kerja Tn.Wingson


"Sekarang jelaskan gas!"


"Maaf dad"

__ADS_1


" Maaf untuk apa?!"


"Maaf karena membuat angel menangis"sesal Bagas yang memang tidak merasa tega melihat adiknya


"Sebenarnya apa yang terjadi gas?!" Tanya tuan wingson


"Selama ini yang menculik Natali itu xian"ucap Bagas


"Apa!"keget tuan wingson


"Jadi pria bereng*sek itu?"Bagas mengannguk


"Lalu mengapa adikmu menangis dan ketakutan melihatmu?"


.


Namun di sisi lain tepatnya kamar tamu Ken sedang meikirkan ia sebenarnya merasa kasihan dengan Xian, Ken melihat Xian berubah seratus delapan puluh derajat


Dulu ia mengenal sahabnya itu adalah orang yang peduli akan penampilan namun melihat tadi ia tak mengenali Xian dengan tampilan rambut gondrongnya


"Cih apa cinta itu selalu membutakan? jika seperti itu aku akan berjanji untuk tidak terbuai akan cinta yang selalu membuat pria sakit" gumam Ken setelah keluar dari ruangan tuan wingson, ia pergi ke kamar tamu yang ada di masnion itu


"Urusan dengan wanita memang rumit"gumamnya lagi


"Hufhh jika di fikirkan memang Xian tidak salah sepenuhnya di sini, aku memang pernah menyukai Natali namun aku sadar jika aku tak mungkin bersamanya mengingat ia istri sahabatku sendiri"


"Semoga aku bisa menemukan wanita seperti Natali, sampai aku dapat wanita seperti itu tak akan aku biarkan dia lepas dariku sedikitpun"janji Ken yang selama ini masih menikmati kesendiriannya, karena ia lebih memilih meniduri ****** daripada ia harus memacari wanita wanita yang hanya memandang uangnya saja


***


Di kamar nata, Natali langsung mengunci kamarnya, ia memeluk putranya dengan erat dengan isakan yang selalu keluar dari mulutnya


Melihat mommynya menangis, iliano ikut menangis dengan memeluk leher mommynya


"Mommy jangan cedih"


"Mommy hanya kangen sama iliano kok sahang"


"Benelan?"Nata mengangguk


"Sayang apa mommy boleh tanya sama lano?"


"Boyeh mommy"


"Apa sebenarnya lano menginginkan Daddy lano?"Lano memandang kedua mata teduh mommynya, sedetik kemudian ia mengelengkan kepalanya seraya menunduk


"No mommy..."Lirih lano


"Kenapa?"


"Lano tau Daddy cudah ke culga, ano gak punya Daddy lagi tapi gak apa apa mommy, talena lano punya mommy, uncle dan opa yang celalu cayang lano"


Deg


Mata nata kembali berembun ia kembali menangis terisak dengan memeluk putranya


Lano memang mudah berbicara seperti itu namun natalh tahu jika sebenarnya putranya itu butuh sosok Daddy yang memang selalu mencintainya


"Maafkan mommy sayang, maafkan mommy, hiks"nata menangis terisak di pundak kecil itu


dan lano menegangkan pelukan dari mommynya, ia mengusap air mata yang terjatuh dari mommynya


"Don't Cry mommy, don't"


"It's Oke mommy, Ano love mommy"


"Don't cry mommy, ano is fine without daddy, ano will take care of mommy even though there is no daddy, show a strong boy"ucapnya dengan bahasa Inggrisnya yang sedikit cadel


(Jangan menangis mommy lano baik-baik saja tanpa daddy, ano akan menjaga mommy meskipun tidak ada Daddy, lanokan anak yang kuat)


Natali semakin menangis kejer mendengar ucapan putranya, lanopu tak kalah menangis melihat mommynya histeris seperti itu


Seperti laki laki dewasa lano memeluk mommynya mencium kening dan kedua pipi Natali

__ADS_1


"Hiks, Sayang..."


"Ya mommy?"


"Kalo sebenarnya lano masih punya Daddy, apa yang lano bakal lakukan?"


"Itu akan lebih baik mommy, Ano akan menjaga mommy beldua dengan Daddy dan berkeliling dunia belcama cama"


"Benarkah?"


"Yes mommy, tapi it's oke talena Daddy tidak ada Ano cama mommy, uncle dan opa yang akan keliling dunia"


Nata kembali memeluk putranya


"kamu punya Daddy sayang, dia sangat mencintaimu semoga jika kita berjodoh dengan Daddy kita bisa bersamanya "batin Natali


Sedangkan di luar Sherly yang hendak mengetuk pintu kamar nata malah mendengar isakan Natali dan lano, ia berhenti untuk mendengar ucaoan demi ucapan yang Natali katakan


Ia merasa sakit mendengar semuanya ucaoan nata dan putranya itu, tak terasa iapun menjatuhkan air matanya


namun setelah lama tak mendengar lagi ucapan nata, Sherly mengetuk kamar Natali


tok tok tok


"Nat... ini gue sherly"


Nata langsung berdiri membukakan pintu untuk Sherly


"Sher..."


"Nata, gue boleh masuk?"nata mengangguk dan mempersilahkan Sherly masuk kedalam kamarnya dan tak lupa nata kembali menutup pintu kamarnya dan menguncinya kembali


Setelah berada di kamarnya, Sherly langsung memeluk Natali


"Yang sabar ya Nat, Lo wanita kuat mungkin kak bagas begitu karena terlalu sayang elo"bisiknya kepada nata, nata tak kuasa menahan lagi tangisannya, nata menganggukkan kepalanya namun ia terus terisak


"Hikss"


"Udah jangan nangis, kalo elo jodoh sama kak Xian Lo akan di satukan kembali lagi Nat, mungkin ini perihal waktunya saja"Nata lagi lagi hanya mengangguk


Sherly, dia sebenarnya ingin marah dengan nata karena selama jni nata tidak pernah memberitahukan keadaannya sedikitpun meskipun empat tahun lalu ia cukup sering berteleponan dengan dirinya


Namun melihat Natali seperti ini hatinya sebagai sahabatpun merasa sakit apalagi setelah mendengar kronologis kehidupan Natali semenjak ia kuliah di negara F


"Gue kangen Lo banget Nat, Lo jahat gak pernah ngabarin gue"guaman Sherly, nata tersenyum getir dalam tangisannya, ia mengusap air matanya dan mencoba tersenyum dengan Natali


"Sebenernya aku juga kangen banget sama kamu sher, maafkan aku ya "


"Iya aku maafin, tapi lain kali jangan gitu lagi ya, Lo harus tau kalo Lo punya gue yang siap kapanpun Lo butuh gue"


Natali kembali mengangguk, dan ia memeluk kembali Sherly


"Oke sekarang Lo jelasin ke gue tentang kejadian semuanya tanpa Lo tutup tutupi lagi"


"Tapi sebelumnya gue pengen kenalan sama cowok tampan ini"ucap Sherly seraya melirik iliano yang mengusap air matanya lucu


"Sayang kenalin ini onty Sherly, dia sahabat mommy saat masa SMP sampai sekarang"


"Hallo onty, aku Iliano putranya mommy"ucap lano yang membuat Sherly tersenyum lucu


"Nat anak Lo gemes banget deh, nanti kalo gue nikah dan anak gue cewek gue jodohin ya sama anak Lo"Canda Sherly yang sukses membuat nata tersenyum kembali


"Oke hallo boy, kenalin onty namanya onty Sherly yang cantik"


"Ternyata kamu masih sama kayak dulu ya sher"ucap nata mengelangkan kepalanya


Sherly langsung memeluk Natali, dan mereka berdua bercerita setelah bercanda dengan iliano yang kemudian ia tertidur....


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2