Menjadikannya Istri Kontrak

Menjadikannya Istri Kontrak
Taksengaja bertemu dengan mama mertua


__ADS_3

Setelah berbelanja baju untuk natali, aunty laura langgsung mengajak natali untuk berbelanja bahan bahan untuk di masak nanti


"Nat, kalo kamu cape sebaiknya kau duduk dulu boar auty sama xia yang berbelanja"


"Tak apa aunty"


"Nggak nggak kau itu seperti kecapean, yaudah kalo begitu xia temani nata aja ya cari tempat duduk "


"Siap aunty, ayo kak kita cari tempat duduk dulu yu"


Dengan pasrah nata mengikuti xia yang mengajaknya duduk di salah satu tempat duduk di dekat itu, sementara nyonya laura memilih milih bahan makanan untuk nanti malam


Sementara nyonya laura tengah sibuk mencari bahan makanan yang ia butuhkan


sementara nata dan xia tengah duduk menunggu nyonya laura


"Kak, xia mau ke toilet dulu ya, kaka tunggu di sini jangan kemana mana, xia akan secepatnya kembali "ucap xia yang tak bis menahan ingin buang air kecil


"Ya kau pergilah, aku tidak apa apa, aku akn menunggu di sini ko"


"ya kak klo ada apa apa teriak aja ya" jawab natali mengangguk


Tak berselang lama dari kepergian xia dari arah lain tengah ada nyonya yenli dan bella yang kebetulan sedang berbelanja


"Bel kau lihat wanita yang sedang duduk di bangku itu"tunjuk nyonya yen li kepada nata yang tengah duduk menundukan kepalanya


"Ya mom, emang dia siapa? "


"Dia natali dia wanita kampungan itu"ucapnya dengan ketus


"Oh ternyata dia wanita yang merebut li dariku"ucap bella dengan menyilangkan tangannya


"Ya wanita itu yang li nikahi dan dia sedang mengandung"


"Tapi kenapa dia sendiri? aku dengar bukannya li sangat menjaganya"


"Li sedang pergi ke negara f"bella tersenyum licik memikirkan cara untuk memberi pelajaran untuk natali


"Ayo kita samperin mom aku mau ngasi pelajaran sama wanita kampungan itu"


"Ayo, mom juga merasa jijik jika harus melihatnya terua bersama li"


dengan langkah anggunnya nyonya yenli dan bella mendekati nata yang tengah duduk


"Hei! rupanya kita bertemu kembali ya" nata yang sedang menunduk langsung mendongakan kepalanya saat mendengar suara yang tak asing seperti sedang berbicara dengannya


"Ny-nyonya! "


"Ya sebaiknya aku itu menjadi nyonyamu! kau itu tidak pantas bersama li!"


"Ap-apa yang mau nyo-nyonya lakukan disini"


"Cih itu bukan urusanmu wanita kampung! "


"Ohhh ternyata ini wanita yang merebut calon tunanganku, cihh ku kira dia lebih segala galanya dariku"


Deg


"Ternyata dia hanya wanita seperti ini yang hanya pantas jadi pembantu, ku kira lixian itu buta! oh tapi tidak mungkin ku rasa kau kan yang menggodanya hah! "bentak bella


Plak!


Satu tamparan mulus mengenai wajah cantik nata, nata hanya bisa menahan sakitnya sementara air mata yang ia bendung sudah jatuh


"Kai tahu gara gara kau lixian meninggalkan aku! "


"A-aku tidak ta-tahu! "


"Cih so polos!"


"Dengar! kau wanita sialan jauhi anakku! kau itu tidak pantas bersama dengannya lixian namoung hanya cocok bersanding dengan wanita berkelas tidak rendahan sepertimu! "

__ADS_1


"Ya dan aku yang pantas bersama lixian bukan kau! "


"Sebaiknya kau tinggalkan lixian dan aku akan memberimu uang yang kau mau"


"Tidak! "


"Kau tinggalkan lixian! atau aku akan berbuat hal yang tidak akan pernah kau lupakan seumur hidupmu"


"Ap-apa yang kalian mau lakukan! aku tidak merebutnya tolong jangan sakiti anakk" tubuh nata sudah bergetar mrnahan rasa takut


"Kau tinggalkan lixian atau aku akan membuatmu mati bersama calon anakmu!"


"Ti-tidak jangan! "


"Hahah kau takut ha?! aku tidak akan main main dengan ucapanku"


"APA YANG KALIAN LAKUKAN HA! "tiba tiba dari arah samping ada nyonya laura yang sedari tadi mendengarkan ancaman ancaman yenli dan bella


Dengan cepat laura menghampiri ketiga wanita itu


Plak! satu tamparan mengenai wajah kiri bella


"itu balasan karena kau menampar nata"


Plak! satu tampatan lagi mengenai wajah kanan bella


"itu balasan karena menuduh natali yang bukan bukan"


"Kenapa aunty menamparku!"ucap bella marah dengan memegangi kedua pipinya yang sakit akibat tamparan kuat


"Kau pantas mendapatkan tamparan itu"


"Laura apa yang kau lakukan, kau tidak bisa ikut campur urusanku! " marah nyonya yenli


"Cih tidak boleh ikut campur katamu! jelas aku ikut campur li sudah menitipkan nata denganku dan aku tidak akan segan segan memberi pelajaran dengan orang yang macam macam dengannya"


plak! satu tamparan mengenai wajah nyonya yenli


"KAU! KAU BERANI MENAMPAR YEN LI NAMOUNG! "


"Cih, apa kau lupa anakmu saja mengabdi dengan anakku! dan apa tadi kau bilang jangan macam macam dengannya! bahkan aku bisa membuat keluargamu bangkrut! "ucapnya dengan sinis


"Hahahahahaha" nyonya laura langsung tergelak ketawa mendengar ucapan yenli


"Kenapa kau tertawa!"


"Kau tahu, suamimu anakmu tidak akan pernah bisa membiarkan keluarga ku bangkrut dan apa kau ingat kau dulu bahkan lebih miskin dari menantumu karena kedua orangtuamu bangkrut kan haha! "


"Siapa bilang ha! aku bisa membuatmu bangkrut"


"Silahkan saja aku tak takut!"


"Dan ya! jangan pernah macam macam dengan natali atau kau sendiri yang akan menanggung kemarahan anakmu"


"Dan satu lagi aku harap kau akan sadar betapa beruntungnya kau memiliki menantu seperti natali! "


"Cih tidak sudi! "


"Ayo nat kita pergi dari sini, aunty malas melihat wanita ular! " aunty laura langsung menarik lengan natali menjauhu yenli dan bella, semantara kedua wanita itu sangat marah dan kesal di tambah tadi laura menampar pipi mereka untung saja tidak terlalu banyak orang jika tidak mereka akan sangat malu


"Kurang ajar! lihat pembalasanku! "geram nyonya yenli dan langsung mengajak bella pulang karena sudah tidak mood untuk berbelanja lagi


...***...


"Loh kak natali kemana? tadikan aku sudah mengatakan untuk tidak kemana mana! aduh aunty bisa marah denganku! "ucap xia yang sudah kembali dari toilet, xia terlamabat karena tadi ia sempat bertemu temannya dan mengobrol sejenak


Tak berselang lama xia mendapatkan panggilan telepon dari aunty laura


Drtt drttt drtttt


"Aunty Laura"

__ADS_1


"Aduhh bagaimana ini, si aunty malah nelepon lagi" dengan terpaksa xia mengangkat teleponnya


"i-iya aunty "


"Kau kemana saja hah! kenapa kau meninggalkan natali! apa kau tadi tidak dengar jika aunty memerintahkanmu untuk menjaganya! "berong omelan dari aunty laura kepada xia


"Hehe sorry aunty tadi xia ke kamar mandi sebentar tapi taidak sengaja bertemu teman lama xia "


"Dasar keponakan nakal! cepat kau ke parkiran!"


"Ta-tapi kak nata"


"Nata sudah ada di sini tadi ada gangguan dari wanita ular!!"


"Wanita ular? siapa? "tanyanya bingung "


"Sudahlah nanti aunty ceritakan yang penting kita segera pulang, lagian aunty sudah selesai belanja "


"Ya aunty xia akan segera ke sana"


"Cepatlah " dan setelah itu aunty laura mematikan teleponnya dan xia langsung bergegas ke parkiran


"Kau tenang ya sayang, tidak akan ada yang bisa menyakiti anakmu dan kamu oke ada aunty yang akan menjagamu dan li pasti akan menjagamu dan kau jangan lupa sahabat suamimu itu juga pastinya akan menjagamu"


Nata terus menangis dan dengan cepat aunty laura memeluk nata dengan sayang, mengusap usap rambut nata


"Sudah ya tidak apa apa sayang jangan nangis lagi nabti babbynya juga akan sedih jika melihat momnya menangis" nata langsung menghapus air matanya dan kembali tersenyum walau hanya senyum tipis


"Terimakasih aunty"laura hanya mengangguk dengan senyumannya


Setelah xia datang nyonya laura langsung menyuruh supirnya untuk nenjalankan mobilnya dan pulang menuju mansion shinan


...***...


Sepulang dari mall nyonya laura menyuruh para pelayannya untuk menyimpan belanjaannya dan membawa belanjaan natali ke kamar yang di tinggal natali


"Kau istirahat dulu ya nat, ayo ke kamarmu" dengan angukan lemah nata menuju ke kamarnya dengan di antar aunty laura


"Kay istirahat dulu ya, aunty mau menyiapkan makanan untuk nanti malam"


"Mmm apa nata boleh membantu? "


"Tidak kau sebaiknya isirahat ya nanti tiba waktunya aunty akan memanghilmu oke"


"Tapi..."


"Sudah tak apa, kau istirahat dulu ya" akhirnya nata mengangguk mengiyakan


...***...


Nata masi kepikian persoalan tadi siang waktu mama mertuanya dan wanita yang mengaku calon tunangan xian


Nata tengah duduk di kasurnya dengan memeluk kedua kakinyap


"Tuhan... Benarkah aku merebutnya dari wanita itu? aku juga tidak mau seperti ini, jika aku bisa memilih aku juga tidak mau seperti ini, aku tidak salah dia yang mmemintaku untuk menikah dengannya agar anak ini tidak di cap sebagai anak haram"


"sekarang aku harus apa? aku hanya wanita lemah yang tidak memiliki siapa siapa, orantuaku sudah tak ada hiks hiks"


"Sherly kapan kau pulang... aku sendirian di sini tanpamu, tapi aku juga tak bisa menghubungimu aku takut aku akan menjadi bebanmu sedangkan kau sedang mengejar cita citamu"


"Nak apa kau akan benci jika ibumu sangat lemah? aku tidak bisa melawannya, cepatlah kau bertumbuh besar anakku"ucapnya dengan mengusap perutnya


Karena lelah menangis dan merenungi nasibnya akhirnya nata tertidur


.


.


.


TBC

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya babby ❤😘


Luvyuuuu ❤


__ADS_2