Menjadikannya Istri Kontrak

Menjadikannya Istri Kontrak
Kegelisahan


__ADS_3

Kini sudah dua minggu lixian berada di negara f, setiap harinya nata selalu muntah muntah mungkin benar jika baby yang ada di dalam perut nata sangat manjadengan daddynya sehingga setiap tidak ada daddynya ia selalu menyusahkan mommynya, jarang sekali lixian mrngabari nata sejak dua minggu hanya 5 kali xian menghubungi nata itupun tak berselang lama, dan kandungan nata semakin hari semakin bertambah setiap harinya nata berusaha menenangkan dirinya dari rasa cemas yang tak berujung


nata selalu memikirkan xian yang nampak berbeda bahkan nata bisa merasakannya saat mereka melakukan panggilan telepon, tapi nata berusaha berfikir positif bukan kah xjan sudah berjanji akan memperbaiki hubungan mereka munhkin sat ini xian sangat sibuk


dan hampir setiap hari bagas, luhan, luxi, kenan berkunjung hanya sekedar memetiksa keadaan nata baik itu langsung maupun lewat telepon


Sebentar lagi jadwal nata memeriksa kandungannya yang sudah memasuki usia 16 mingguan tandanya sebentar lagi baik nata maupun lixian bisa mengetahui jenis kelamin anak mereka, namun hati nata sedih kala mengingat omongan xian yang tidak bisa menemaninya untuk cek kandungan tapi sebisa mungkin nata Menerimanya, apa itu mudah? tentu saja tidak hati dan bibirnya berbeda


"Ada apa dengannya..... "lirih nata saat menyadri sikap xian sedikit berbeda


"Maaf ya sayang mommy harus pergi sendiri lagi deh,soalnya daddy lagi sibuk kerja, gakpp ya..."ucap nata sambil mengelus perut yang sudah mulai membuncit


saat ini nata tengah duduk di bangku taman rumahnya menatap hamparan luas rumput dan pepohonan di sana fikirannya tengah kosong


Namun tiba tiba ada yang menutup matanya dari belakang


"Hah! siapa kau?! "


"Kau tidak mengenalku? "


"Sepertinya aku mengenal suaranya, kak bagas? "


"Yahhh tidak asik deh, kok tau itu aku sih? "


"Ya tentu tau dong kak, kan aku kenal suara kakak"


"Dasar"kekeh bagas dan mengacak rambut nata


"Ihh kakak kan jadi rusak"


"Gakpp gemes tau"


"ihh apaaan sih"nata mengercutkan bibirnya gemas


"Kau kenapa hmm kok bumil malah ngelamun"


"Tidak kak,natali gak ngelamun"


"Jangan bohong sama kakak deh ayo cerita sama kakak"


"Kakak mau ngapain di sini? kok sendirian sih mana kakak kakak yang lain? "ucap nata mengalihkan pembicaraan nya


"Nggak kakak cuman mau liat kondisi kamu aja, tapi kakak nggak sendirian kok ada kak luxi tapi dia lagi di kamar mandi sebentar "


"ohhhh"angguk nata


"Coba cepat katakan sama kakak kamu lagi ngelamun apa si? "


"mmmm nggak kak"


"Yaudah kalo kamu nggak mau cerita sama kakak,kakak pulang ya"


"loh kok gitu sih? ""


"Ya habisnya kamu nggak cerita ke kakak ya mau ngapain kakak ke sini"


"loh bukannya tadi kak bagas Bilang mau liatkeadaan nata? "

__ADS_1


dengan gemas bagas kembali mengacak acak rambut nata


"Kamu itu pintar sekali ya kalo ngeles"


"Yakin? "tanya bagas mengintimidasi


"ya-yakin kak"kikuk nata


"wah yakin apa sih? "tiba tiba terdengar suara dari belakang "


"kek luxi? "


"Iya, hai nat apa kamu baik baik saja? "tanya luxi


"Seperti yang kakak lihat aku baik kak" jawab nata tersenyum


"Boong tuh padahal tadi dia ngelamun "


"Ngelamun? kenapa? apa karena lixian?" tanya luxi yang membuat nata langsung terdiam


"Apa itu benar? " tanya bagas


"Mmm ti-tidak kak"


"Hufhhhh aku tau sebenarnya kamu sedang sedih karena lixian gak bisa anterin cek kandungan kan? "


"kok kakak tau si? "tunduk natali


"Kamu jangan khawatir ya, mungkin dia lagi sibuk atau apa kamu mau kakak aja yang anter kamu? "


"Apa gak keberatan kak? "


"iya nat kalo perlu kita berempat antarkan kamu mau? "


"Serius kak? "


"Serius dong "


"Iya kak nata mau"ujar nata dengan gembira


"Tapi emang kapan cek kandungannya? "


"Besok"


"Oh yaudah kita besok akan pergi sama sama"


"Iya nanti kita jemput ya"


"nata hanya mengangguk dengan senyumannya, setidaknya ia tak sendiri,masi ada teman teman suaminya yang mah mengantar natali


****


negara f


"Li apa aku boleh ikut kamu pulang ke negara I? "


"Boleh"

__ADS_1


"Benarkah? "


"iya"


"Terimakasih li, jujur aku rindu dengan negara itu aku rindu aunty yenli"


"Dan sepertinya mom juga rindu denganmu"


"Tapi kapan kau akan kembali? "


"Besok, aku akan kembali "


"Kok mendadak si? kalo aku pergi bagaimana dengan mom ku?


"Kau tau perlu ikut bersamaku jika kau menghawatirkan aunty, kau bisa menyusulku nanti"


"Yahhh, yaudah deh gakpp tapi... "


"Aku yang akan siapkan keberangkatanmu nanti aku yang akan mengurusnya"


"Tapi aku bingung bagaimana dengan mommy? "


"Jika dokter mengizinkan kau juga boleh ajak aunty kembali ke negara I"


"Baiklah, terimakasih li" ucap lexa dan langsung memeluk lixian, dan lixian langsung melepaskan pelukan lexa dalam hatinya ia bingung karena setiap kali lexa memeluknya ia merasa kurang nyaman


Xian sengaja tidak memberi kabar untuk nata karena untuk mengobati rasa bersalahnya ia akan memberikan kejutan untuk nata, ia sudah meminta lae agar menahan nata untuk pergi ke rumah sakit sebelum ia pulang


dalam satu sisi xian belum berani jujur dengan nata atau lexa karena hatinya masih bingung dengan perasaannya sendiri


"Siapkan penerbangan besok aku mau pulang, dan setelah itu siapkan tiket penerbangan untuk dua orang "


"Baik tuan, tapi untuk siapa 2 tiket itu tuan?"


"Lexa dan mommynya"


"Baik tuan apa ada yang lain? "


"Oh iya jangan sampai natali pergi dahulu ke dokter kandungan, tapi jangan kau beri tahu ia jika aku akan pulang "


"Siapkan satu apartemen, apa kau paham lae? "


"Paham tuan"


setelah itu panggilan di putuskan


"Hufhhh pasti untuk nenek sihir itu, hahhh kau cerdas tapi soal wanita kau bodoh tuan, jangan sampai aku seperti itu.."ucap lae tidak habis fikir dengan tuannya yang kadang labil plin plan


.


.


.


TBC


mohon maaf lagi lagi aku telat up, karena tiba tiba ada musibah 🙏

__ADS_1


Mohon kritik dan sarannya untuk kelangsungan cerita dan agar aku tahu letak kesalahan dalam penulisan aku 😇


maaf atas typonya 😇


__ADS_2