Menjadikannya Istri Kontrak

Menjadikannya Istri Kontrak
Melepas Rindu


__ADS_3

📌Hati hati, dan mohon bijak dalam membaca‼️


"Maksud kakak?"tanyanya pura pura tak mengerti saat melihat tatapan mata aneh xian


"Maksud aku...."ucapnya mengantung


namun seketika tubuh Natali melayang dalam gendongan Xian


membawanya ke atas ranjang Natali, dan menurunkanny pelan pelan


" Maksud aku ya gini, melepas rindu sayang"


"Ta-tapi...."


"Jangan nolak ya"


"..."


"Tapi apa kamarmu ini kedap suara?"nata mengangguk


"Tapi kan listriknya mati kak, jadi gak bisa di..."


cklekk...


Tiba tiba listrik kembali nyala, sesuai perhitungan xian


"udah nyala tuh, mana remotnya?"


"Di da-dalam narkas"ucap Natali pelan


dengan senyum manisnya Xian berdiri mengambil remot untuk menyalakan kedap suara dan menutup kembali jendela kamar Natali


Clipp


suara tanda ruangan dalam mode senyap


setelah itu Xian mendekati kembali Natali yang sudah bergetar namun di sisi hati Natali, ia juga tak bisa menolak apa yang akan Xian lakukan nanti


✨✨✨


Setelah meletakan kembali remot pengedap suara Xian berjalan mendekati ranjang dengan tatapan memuja tubuh nata dan kerinduan dalam matanya saat memandang istri kecilnya itu, perlahan lahan ia menaiki ranjangnya dengan melepaskan kemeja hitam yang melekat di tubuh Xian


Cup


Kecupan singkat di bibir tiba tiba terjadi, Natali membulatkan matanya karena Xian yang langsung menyosor bibir mungil berwarna pink alami itu Xian mengusap bibir Natali dengan ibu jarinya


kembali Xian membenamkan bibirnya kali ini bukan sebuah kecupan lagi melaikan sebuah ******an penuh ***** cium*an yang semakin dalam yang Xian berikan untuk natali, membuat perlahan lahan Natali terbawa suasana sebuah hasrat yang membutakan semuanya jujur iapun merindukan Xian dan Xian sangat merindukan Natali


sentuhan Xian membawa keduanya larut dalam adegan erotis yang saling menginginkan penyatuan, terlebih Xian yang memang tak pernah berhasrat dengan wanita manapun kecuali Natali, ya Natali menjadi wanita pertama yang di tidurinya dan wanita satu satunya yang membuat tubuh bagian bawah Xian bereaksi


Natali mengerjapkan matanya beberapa kali, meskipun ini bukan yang pertama kalinya ia dan Xian melakukan hubungan suami istri tetapi jantung nata selalu berdetak tak normal seperti biasanya, rasa malu yang selalu ada ketika Xian menjamah tubuhnya, apalagi di tengah keadaan dalam kondisi yang kurang baik menurut Natali terlebih saat Xian ternyata masuk elsecara diam diam kedalam mansion keluarganya


Xian semakin memperdalam ciua*mnnya, lidahnya sigap mengabsen rongga mulut natali yang sangat manis dan candu untuknya, nata yang semula hanya menerima kini mulai membalas setiap luma*tan xian, membuat Xian semakin di deru kehausan kebutuhan s**nya Xian dan Natali terus berci*uman dengan panas tanpa beban yang ada hanya dambaan yang terus terus meminta lebih


perlahan lahan Xian turun menciumi leher jenjang natali, sedikit mengigit dan menghisap sehingga meninggalkan noda merah di leher mulus milik nata tanpa Natali sadari, Xian meraih tali gaun tidur berbahan satin yang di pakai Natali, baju ini juga yang membuatnya tak kuasa menahan diri menyerang Natali setelah berhasil menyelinap masuk kedalam mansion ini, Xian menarik tali gaun tidur itu hingga terlepas terpampang bra dengan warna merah senada dengan segitiga yang menutupi kedua inti Natali, Xian mendaratkan kembali ciuman ke dada natali sambil melingkarkan tangannya memeluk Natali untuk meraih pengait br* wanita tercintanya setelah terlepas Xian membuangnya ke sembarang arah


Xian semakin tak kuasa menahan hasratnya saat dua gundukan indah di dada nata terpampang nyata di hadapannya, di tatapnya penuh puja dua gundukan itu membuat natali merasa malu dan mencoba menutupinya dengan kedua tangannya namun di tahan oleh Xian, tentu Xian tak rela jika sesuatu kesukaannya di tutupi seperti itu


"jangan di tutup sayang, ini indah "ucap lirih Xian, ia merah kedua tangan Natali agar melingkari lehernya Xian kembali mencumbui natali, memberikan kenikmatan melalui kecupan serta hisapan di kedua bagian dadanya yang saat ini terpangpsng jelas bekas merah merah di dada dan leher jenjang nata

__ADS_1


"Emmm nghhhhh....."suara itu lolos dari bibir natali tanpa nata sadari, membuat Xian semakin bersemangat melakukan tindakan lebih


Xian kembali membenamkan bib*rnya di bib*r natali, tangannya perlahan lahan mengusap punggung nata yang sudah polos lalu beralih ke depan perlahan lahan yang tak lain kedua gundukan di dada nata, Xian juga memberikan gerakan gerakan di sana membuat sang empunya semakin mendes*ah nikmat, perlahan lahan Xian menurunkan tangannya yaitu area inti yang masih tertutup segitiga, tanganhya menyeludupkan tangannya ke dalam segitiga natali mengusap dan memberikan tusukan kecil di sana


"Apa ini nikmat sayang..."suaranya terdengar berat, nata tak mampu menjawab pertanyaan Xian ia sibuk menikmati cumbuan yang laki laki yang masih bersetatus suaminya


keduanya sudah diselimuti kabut kenikmatan, setelah beberapa saat baik Xian dan nata sudah sama sama polos bahkan selimut mereka sudah tersingkir di bawah kaki mereka, Xian kini mungungkung tubuh polos nata, mbuka kedua kaki Natali dengan lebar dan memposisikan tubuhnya untuk segera memulai


"Engh....."


"Aaaah..."


Suara desa*han kenikmatan terdengar ketika kedua tubuhnyanya menyatu bagai api berkobar mereka melakukan adegan pans itu tanpa peduli akan hal apapun


Suara keduanya memenuhi kamar itu saling bersaut sautan, Xian tak pernah lelah mengagahi Natali bahkan saat nata sudah meminta Xian berhenti namun Xian seakan tuli ia terus menerus menguasai tubuh nata sampai keduanya mengerang bersama tanda sesuatu lepasan, mereka melakukan lagi dan lagi sampai waktu pukul tiga dini hari


Baik nata dan Xian sama sama terengah engah Xian memandang Natali yang masih berada di bawah kungkugkungannya ia tersenyum puas melihat wajah Nata yang sedang mengatur nafasnya


"Terimakasih sayang..."


"Hmm" dehem Natali yabg sudah tak bisa bergerak lagi karena ulah Xian, Xian mbaringkan tubuhnya dan langsung mengambil selimut di bawah kakinya dan langsung menutupi ktubuhmya dan Natali tanpa melepaskan sesuatu yang membuat Natali merasa mebganjal


"Kak..."


"Hmmm"gumam Xian yang langsung memeluk nata


"Lepasin..."


"Gak mau aku mau seperti ini sampai pagi"


"Apa? tapi gimana kalo kak Bagas dan Daddy sampai tahu?"


"Tapi kak..."


"Tidur sayang, sebelum kau kembali merasakan hal yang baru kita lakukan tadi"


"Tapi kak..."


"Jangan gerak gerak nanti dia kebangun"


"Kenapa kak Xian semakin mesum sih!"Grutu Natali saat Xian sama sekali tidak mau melepaskan penyatuan mereka


"Sudah tidur masih ada hari esok sebelum kau mengatakan semuanya padaku"ucap Xian dengan mengecup kening Natali


sedangkan Natali yang mendengar jika Xian ingin ia menjelaskan sesuatu langsung merubah ekspresinya, sejujurnya ia takut jika mengatakan semuanya namun bagaimanapun ia harus menjemput kebahagiaannya sendiri tanpa mengingat kejadian pahit masa lalunya dan troma yang ia alami meskipun sampai sekarang Natali masih belum bisa sepenuhnya pulih dari trauma yang ia alami, tapi ia yakin semuanya hanya membutuhkan waktu


***


Sedangkan di sisi luar sebelumnya Bagas yang hendak turun saat ingin mengambil air merasakan kejanggalan saat tiba tiba listrik rumah itu kembali menyala sedangkan tadi orangnya mengatakan jika memang ada kerusakan yang tidak di ketahui


Instingnya yang tak pernah salah langsung masuk kedalam ruang kerja mengecek cctv yang ada di dalam rumahnya, namun cctv khusus yang di rancang sendiri oleh Bagas sendiri tidak menampilkan apapun


"Bagaimana mungkin cctv ini juga mati? sedangkan aku sendiri yang merancangnya tanpa mengunakan tenaga listrik"


Bagas langsung menelepon anak buahnya agar mengawasi rumahnya karena ia seperti memiliki kejanggalan


setelah Bagas tak menemukan sesuatu lagi ia langsung keluar dari ruang kerjanya menuju kamar iliano untuk mengecek sesuatu namun ia lega ternyata keponakan kecilnya itu masih tertidur lelap, Bagas mengusap kepala kecil yang sedang tertidur lelap itu


"Maafkan uncle sayang, semoga jika semuanya terbongkar kau tak membenci uncle"ucap Bagas yang langsung mendaratkan kecupannya di dahi iliano

__ADS_1


Setelah itu ia beranjak menutup kemabali jendela kamar lano yang sempat di buka Natali tadi, setelah itu ia keluar dan tujuan keduanya yaitu menuju kamar nata, namun pintu kamar Natali terkunci rapat


"Tumben nata mengunci kamarnya saat tidur?"gumam Bagas yang heran, selama empat tahun ini nata tak pernah mengunci kamarnya selama ia berada di dalam kamar karena troma yang pernah ia alami


"Apa dia marah?"fikirnya dan menghela nafas kasar setelah itu Bagas memasuki kamarnya karena tubuhnya merasa lelah akibat seharian bekerja tanpa henti mengantikan sang Daddy yang sudah akan pensiun dari perusahaannya


Waktu menunjukan pukul dua dini hari namun Bagas masih belum memajamkan matanya karena ntah mengapa hatinya tiba tiba gelisah


"akhhh sial, mengapa aku tidak bisa memejamkan mataku!"gumam Bagas yang tanpa ia sadari sesuatu sedang terjadi di kamar adiknya


Hingga Bagas kembali ke ruang kerjanya melanjutkan pekerjaan atau menyelidiki sesuatu yang sedikit mengganjal baginya awalnya ia hanya ingin istirahat sebentar namun ia tak bisa memejamkan matanya, dan tak sadar Bagas tertidur di ruang kerjanya dengan kepala di meja dan leptop yang masih terus menyala


***


Pagi harinya tuan wingson yang sudah bersiap dengan pakaian rumahnya keluar dari kamarnya dan turun menggunakan lift menuju lantai dua di mana cucu dan anak kesayangannya berada


Dahi keriputnya mengerut kala melihat lorong kamar Bagas dan melihat kamar putri kesayangannya dan cucu kesayangannya masih tertutup rapat, dan seorang pelayan yang sedang mencoba mengetuk kamar Natali


"Ada apa ini bi?" tanya tuan wingson dengan suara tuanya


"Mm anu tuan besar, nona muda sejak tadi pintu kamarnya saya ketuk namun tidak ada jawaban dan pintunya juga terkunci"ucap seorang pelayan itu tuan wingson kembali mengerutkan dahinya tak biasanya Natali seperti ini, apa ada sesuatu yang terjadi dengan putrinya


"Kalo begitu cepat ambil kunci cadangan saja, dan tolong bangunkan Bagas "


"Baik tuan besar"ucap pelayan itu yang hendak menuju kamar Bagas namun belum sempat mengetuk Bagas sudah keluar dengan pakaian pormal untuk kekantor


"Ada apa ini dad? mengapa kalian berkumpul di sini"tanya Bagas namun tuan wingson menyuruh salah satu pelayan lagi membangunkan cucu kesayangannya karena sebentar lagi ia ia sekolah


"Adikmu tidak biasanya bangun kesiangan seperti ini gas, dan pintu kamarnya terkunci ini bukan kebiasaan myangelku"


"Apa jadi sampai saat ini dia mengunci kamarnya?"kaget bagas


"Apa maksudmu, apa ada sesuatu yang terjadi semalam gas?"


"Tidak apa apa dad hanya semalam mansion ini mati lampu"


"Bagaimana bisa mansion semewab ini mati lampu? gas daaddy membangun mansion ini bukan dengan pembangunan biasa butuh tiga tahun mengerjakan mansion ini waktu dulu Daddy masih muda dan seumur umur Daddy baru tahu jika masiin ini bisa mati lampu"


"Itu juga dad yang Bagas fikirkan"ucapan mereka terhenti saat salah satu pelayan mereka datang menyerahkan kunci cadangan kamar Natali


"Maaf tuan ini kunci cadangan kamar nona muda"tuan wingson langsung mengambilnya dan berjalan mendekati kamar Natali untuk membuka pintu kamarnya takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkannya apalagi mengingat Natali memiliki trouma yang mungkin masih ada dan ketakutan terbesarnya ialah takut jika nata melakukan hal hal yang membuat ia kehilangan nyawanya, tuan wingson tak bisa membayangkan lagi ia hidup jika tanpa putri kesayangannya


.


.


.


TBC


Jeng jeng jeng....


kira kira apa ya yang bakal terjadi?🤔


nulis part ini panas dingin


maafin ya🤣


Terimakasih untuk reader setiaku, yang ku rasa calon pemenang give away nanti🤣😂

__ADS_1


tunggu info selanjutnya setelah ini tamat ya guys🤗🤗


__ADS_2