Menjadikannya Istri Kontrak

Menjadikannya Istri Kontrak
Menemukanmu


__ADS_3

Natali membuka ruangan pribadinya, ia harus segera bertugas, natali berjalan menuju meja kerjanya untuk meletakan tasnya, saat ia berbalik matanya membulat dengan ekspresi kental akan keterkejutannya


Dua pasang mata itu saling menatap dengan pandangan yang sulit di artikan oleh sepasang mata lain sedangkan mata natali hanya menampilkan keterkejutannya, kakinya gemetar melihat seseorang yang saat ini ada di hadapannya


"Akhirnya aku bisa menemukanmu sayang... "ucap laki laki itu yang tak lain xian


"M-maaf tuan anda siapa?"tanya natali dengan suara sedikit terbata, dan menampilkan wajah bingung


"Apa kau tak mengenalku?"tanya xian dengan pandangan intens, ia berjalan mendekati natali sontak saja natali langsung mundur


"Tuan anda jangan macam macam saya dokter disini! "natali terus mundur seiringan langkah xian yang semakin maju


"Apa peduliku, aku bisa membeli rumah sakit ini"


"Saya harus segera ke ruangan oprasi, anda mau apa tuan"tanya natali dengan berusaha menahan tangisnya


"Apa kau melupakanku? aku suamimu, yang ternyata dikhianati olehmu dan sahabatku"


"Jaga ucapan anda! saya tidak mengenal anda, jika tuan hanya menggangguku sebaiknya anda keluar dari ruangan saya! "


"Benarkah kau melupakanku sayang"langkah xian semakin dekat sehingga natali berhasil terhimpit antara dinding dan tubuh tegapnya


Xian menyentuh wajah natali, namun segera di tepis kasar oleh nata


"Kau siapa hah! Beraninya menganggu kinerja dokter yang sedang bertugas"


"Aku suamimu, suami sahmu jika kau lupa itu"


"Aku tak mengenalmu sialan! "teriak natali emosi, jantungnya sudah berdetak kencang air mata yang ia tahan sudah tak kuasa ia bendung


Lututny terasa lemas, namun ia harus bisa pergi dari jeratan xian


Natali terus berusaha mendorong tubuh xian namun kekuatannya tak sebanding dengan xian


Xian merogoh saku celananya mengambil handphonenya dan menghubungi salah satu anak buahnya


"Jaga pintu depan jangan biarkan seseorang masuk sebelum aku keluar"ucap xian setelah teleponnya tersambung, ia berucap dengan terus menatap wajah natali yang sudah pucat dengan bibir bergetar

__ADS_1


Xian langsung memasukan kembali handphonenya ke dalam kantong celananya


"Lepaskan aku! aku harus ke ruangan oprasi kau bisa terkena pidana jika menganggu dokter yang sedang bertugas"


"Aku tak peduli"ucap xian acuh tak acuh ia sangat merindukan wanita di depannya ini, namun mengapa tatapan matanya tidak selembut dulu sekarang hanya tatapan benci dan kekecewaan yang di pancarkan natali


"*apa benar ia lupa ingatan? jika ya mengapa tatapannya begitu jelas memancarkan kebencian dan kekecewaan di matanya?"


"apa info yang di bawa jack tidak benar*? "


"Lepaskan tuan, aku tak mengenalmu! siapa kau berani beraninya menahanku! "


Xian menatap wajah natali seketika emosinya memuncak kala mebayangkan jika ternyata natali wanita bagas


Xian langsung memegang tengkuk natali dan meluma*t bibir mungil pink milik nata dengan ganas


"Hmpppppp"


"Berengs*k!" ucap nata di sela sela ciumannya natali langsung berontak dia memukul mukul dada xian, air matanya sudah deras mengalir di pelupuk matanya


Namun tenaga natali tak sebanding dengan xian


Setelah pasokan udaranya mulai habis xian melepaskan tautan bibir mereka


"Di mana lagi laki laki itu menyentuhmu hah?"ucapnya setelah melepaskan ciumannya


Plak


Natali menampar salah satu pipi xian dengan keras sehingga membuat pipi xian menoleh ke samping, xian semakin menatap tajam natali


"Apa yang kau lakukan hah! "teriak nata murka


"Aku tanya sekali lagi Dimana laki laki bajingan itu menyentuhmu hah!"xian mengoyangkan kedua pundak nata


"Katakan padaku natali! di mana laki laki berengsek itu sudah menyentuhmu! aku tahu kamu tidak lupa ingatankan kan! "


Deg

__ADS_1


"Apa maksudmu hah sudah ku bilang aku tak mengenalmu, awas minggir! ada seseorang yang membutuhkanku! "natali terus mendorong tubuh xian namun karena tubuh xian terlalu kekar membuat natali sulit ia sudah menangis melawan xian


Bukannya xian tega membuat seseorang tertunda oprasinya hanya saja xian sudah lebih dahulu menyuruh luhan mengantikannya ia memang sejak kemarin sudah mencari tahu jadwal natali pagi ini


"lepaskan aku, aku mohon... "


"Aku akan melepaskanmu jika kau pergi dari kehidupan laki laki itu dan kembali hidup bersamaku"


"Aku tahu kamu tidak melupakan aku sayang, aku mau kau bersamaku, kita memulainya dari awal"ucapnya dengan nada yang sedikit di lembutkan


"Lupakan dia nata lupakan, hiduplah bersamakum...."lirih xian, dan langsung memeluk natali yang sudah menangis


"apa xian menyangka aku bersama kak bagas? jika benar berarti ia belum mengetahui semuanya, baiklah ini kesempatan aku agar lari dari hidupnya"batin nata


"Aku tak mau melupakan laki laki yang aku cintai demi laki laki beja*t sepertimu! "teriak nata dengan mendorong tubuh xian sehingga pelukannya terlepas, nata tak membuang waktu ia langsung berlati menuju pintu namun sayang pintu terkunci dari luar


Xian yang mendengar natali mencintai bagas langsung tersulut emosinya ia mengepalkan kedua tangannya, detik berikutnya ia melangkah mendekati nata dan menarik kasar tangan natali


Setelah itua ia mendorong tubuh natali di sofa yang berasa di ruangan itu, natali semakin ketakutan melihat guratan kemarahan di mata xian


Natali terus mwncoba berdiri namun xian lebih dulu mendorong tubuh natali lagi sehingga natali kembali terduduk di sofa itu


Xian perlahan lahan membuka dasi yang bertenggar di kerahnya dan membuka kancing kemejanya satu persatu


Nata semakin ketakutan melihat tingkah xian


"A-apa yang kau mau lakukan... "nata mencoba kembali berdiri namun xian lagi lagi mendorongnya, karena kesal xian menyambar dasinya yang terjatuh dan mengikat kedua tangan natali


"Apa yang kau lakukan berengsek!"teriak nata murka


"Menghilangkan jejak laki laki itu di tubuhmu! "


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2