
*Flasback On*
Saat Natali merengek meminta agar ia ingin menyusul Xian, tiba tiba Bagas langsung bersedia mengantarnya namun sebelumnya Bagas berucap yang membuat tuan wingson tidak terima
"Daddy nata mau menyusul kak Xian hiks"
"Nggak sayang, nanti juga dia kesini kembali"namun Natali terus menangis dan pergi meninggalkan Daddy dan kakaknya yang bernafas berat melihat rengekan Natali, Bagas yang kasihan melihat nata langsung menyusulnya, namun saat di kamarnya ia melihat adiknya itu menangis sesegukan di tutupi bantalnya
"apa yang kamu harapkan dari laki laki seperti Xian dek?"ucapnya mendekat ke arah adiknya, berdiri di samping ranjang natali
"Jangan menangisi orang yang sudah membuang kalian"
"Hiks, kakak dan Daddy tidak mengetahui semuanya kak Xian orang yang baik kak, dia hanya terpengaruh gara gara sebuah foto nata dengan Alan waktu itu "ucap Natali dengan terisak
"Kak xian nggak sepenuhnya salah"
"Apa setiap di dekatnya kamu bahagia?"tanya Bagas mengusap kepala adiknya, Natali mengangguk
"Aku selalu bahagia di dekatnya kak, maafkan nata karena membiarkan kak xian masuk kedalam kamar nata diam diam"
"Apa kalian melakukan hubungan suami istri malam tadi?"tanya Bagas yang baru sadar melihat bercak merah di leher natali, Natali menjawab dengan anggukan namun dalam keadaan menunduk
"Hufhhhhh"
..."sepertinya gue bakal punya keponakan lagi..."gumam batin bagas...
"Kakak mengizinkanmu untuk bersama laki laki yang kami cintai, namun ini hanya kesempatan terakhir yang kakak berikan untuknya jika kakak tahu kamu menangis lagi karena dia kakak nggak bakal segan segan bawa kamu pergi lagi darinya"ucap Bagas mantap
"Ja-jadi kakak merestui hubungan Natali sama kak Xian?"tanya Natali memastikan
"Hmm, asal adik kakak ini bahagia"
"Hiks"nata langsung memeluk tubuh tegap bagas
"Terimakasih kak"
Bagas membalas pelukan Natali, dia senang saat Natali manja dengannya
"Udah ya jangan nangis"ucapnya lembut sambil menghapus air mata nata
"Mungkin ini waktu yang tepat buat kamu kenalin iliano dengan Daddynya sayang"
"apa tidak terlalu cepat?"tanya Natali
"Ini sudah waktunya sayang jika sperti ini terus kakak kasihan dengan lano, sudah saatnya di bertemu Daddynya"
"Ayo kita bicarakan ini dengan Daddy"nata mengangguk, ia berjalan mengikuti Bagas menemui Daddynya
*
"Daddy nggak setuju jika iliano di kenalkan dengan ayahnya yang beresngsek itu"ucap tuan wingson marah saat Bagas meminta izin agar iliano bertemu Daddynya
"Ini sudah saatnya yang tepat dad, apa daddy tidak kasihan dengan cucu Daddy itu setiap malam Bagas tahu dia menangis merindukan Daddynya, ksihan dia dad"
"Terserah kalian jika masih menganggap Daddy adalah Daddy kalian"ucapnya ketus dan meningalkan nata yang kembali menagis di pelukan kakaknya
"Kak kenapa Daddy seperti itu? hiks"
"Udah sayang ini biar jadi urusan kakak, kamu tamui anakmu pelan pelan kamu ceritakan pada dia ya, dan setelah itu kakak antar kamu ke mansion keluarganya yang berada di negara ini"
"Apa Daddy dan mommynya kak Xian tinggal di sini"Bagas mengangguk
"karena uncle namoung harus selalu berobat rutin setiap bulan di negara ini sedangkan aunty yenli sering mengantikan uncle namoung dengan urusan kantor di sini tapi kadang uncle namong turun tangan juga namun dalam pengawasan ketat dokter dan perawatnya"
"Apa kakak menyelidiki semuanya?"Bagas mengangguk
"kakak nggak mungkin melupakan hal itu sayang, yaudah kamu susul iliano kakak tunggu di mobil ya, pelan pelan kamu jelaskan sama dia"nata mengangguk dan langsung menemui anaknya
Saat di kamar lano, nata melihat iliano yang sedang menangis
"Sayang.."
"Mommy.."
"Kenapa menangis Hmm?"
"Hiks mommy tadi Ano dengel cuala libut libut, tapi kata ncus Ano di lalang kelual cama opah mom" Natali tersenyum
"Mommy nggak nangis kok sayang, lano mau ikut mommy nggak ?"
"kemana mommy?"tanya anak itu polos
__ADS_1
"Kejutan buat lano, nanti di jalan mommy jelaskan ya"lano mengangguk dan segera membopong iliano kedalam gendongannya
**
Nata dan lano langsung memasuki mobilnya yang ternyata sudah ada Bagas di dalamny
"Sudah siap sayang?"nata mengangguk
"Mommy kita mau kemana?"
"Nanti mommy jelaskan ya sayang..."lano mengangguk, dan Bagas langsung mengendari mobilnya dengan nata duduk di sebelahnya yang memangku iliano, sesnagkan tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap dengn tatapan sulit di artikan
Mobil Bagas dan nata terus berjalan dan setelah beberapa menit mereka sampai di depan mansion megah itu
"Kita sudah sampai dek, itu mansionnya"
"Mommy kita mau kemana?"
"Ketemu Daddynya lano, apa lano senang?"ucaop nata pelan namun tanpa di duga lano malah menagis
"Hiks hiks hiks"
"Sayang kenapa menagis?"
"Ano gak punya daddy mommy, kata mommy Daddy cudah meningal hiks
deg
"Maafkan mommy sayang sebenarnya........"
Nata dengan terpaksa menceritakan semuanya dari awal hingga akhir tanpa di tutupi awalnya lano menolak namun mendengar jika Daddynya begitu menyanyanginya anak itu langsung mehyetujui untuk bertemu dengan Xia
dengan air mata berurai lano dan nata turun dari mobil itu, seorang penjaga mendekati mereka
"apa ada yang bisa kami bantu tuan?"
"saya Bagas Wiliam wingson teman lixian dan ini istri beserta anaknya, apa kami boleh masuk pak?"izin Bagas, satpam yang mengetahu marga wingson langsung mengizinkan mereka masuk namun saat di pintu utama baik nata dan Bagas serta iliano mendengar tangisan pilu Xian
*Fallsback OFF*
Hati nata teras tercubit mendengar tangisan pilu Natali, sedangkan iliano ia mulai paham kondisinya ternyata benar Daddynya menginginkannya ada
"Mommy..."
Daddy...."Tubuh Xian masih terisak dengan keadaan gemetar dan wajah di telusupkan di kedua kakinya
"Daddy..."panggilan suara kecil itu terdengar semakin dekat, Xian mendongak mencari suara yang seperti di ucapkan anak kecil untuknya
"Daddy kenapa tangis?"ucap anak kecil itu, ia berdiri di hadapan Xian
Xian menatap wajah anak yang seperti usia tiga sampai empat tahun itu, namun Xian kembali menutup wajahnya di kedua lututnya ia fikir ini hanyalah mimpi
"Daddy kenapa Daddy tangis?"Suara itu Kemabli terdengar namun terkesan nyata, Xia kembali mendongakkan kepalanya
"Kamu siapa? kenapa memanggilku Daddy?"wajah mungil itu menatap sendu Xian yang berurai air mata dan keadaan tangan berdarah akibat pecahan guci
dengan tangan mungilnya anak kecil itu mengusap air mata yang bercucuran di wajah tampan Xian, dan memeluk laki laki dewasa itu dengan haru
"Jangan cedih Ano ada di sini Daddy..."ucap anak kecil itu yang tak lain iliano
Xian masih bingung namun pelukan anak kecil itu terasa nyaman, Xian membalas pelukan anak kecil itu yang ia belum tau nama dan siapa dirinya...
Xian menangis di pungung kecil yang sedang memeluknya, sedangkan nyonya yenli ia terdiam saat melihat tiba tiba anak kecil masuk kedalam rumahnya namun wajah itu ia seperti mengenalinya namun di mana?...
"Daddy jangan cedih lagi..."ucap iliano yang masih memeluk tubuh Xian dengan erat, ia juga ikut menangis melihat keadaan Xian
"Kamu siapa?"ucap Xian yang sudah mulai tenang, ia melongarkan pelukannya
"Aku Ano Daddy..."
"Kenapa kamu bisa sampai di sini, Kemana orangtuamu siapa orangtuamu sayang"tanya Xian namun lano hanya diam menunduk takut
namun tiba tiba suara halus membuat Xian menoleh ke arah pintu
"Kak..."panggilnya halus dengan tersenyum
Xian yang melihat Natali berada di sini langsung bangkit dari dudukny, dan langsung menubruk tubuh mungil nata memelulnya dengan sayang
"Sayang.. maafkan aku, aku laki laki yang tidak becus menjaga kalian, aku Daddy yang gagal menjaga anak kita hiks"tangis Xian kembali pilu di pelukan Natali
"Dia udah nggak ada Nat, dia mungkin nggak mau bertemu Daddynya yang beresngsek ini, bahkan jenis kelaminnya saja aku tidak tahu Nat aku gagal hiks"
__ADS_1
"Maafkan aku sayang maaf, aku tidak berguna Nat"Natali memeluk tubuh tegap Xian yang jauh dari kata rapih
ia menangkap wajah Xian, dan menciumi wajah Xian yang serta mata Xian
"Kamu nggak gagal kak, kamu laki laki hebat di luar sana tidak akan ada Daddy sepertimu Yang seperti ini"
"Aku gak berguna Nat aku nggak berguna hiks"
"Nggak kak jangan bilang seperti itu"
"Anak kita masih hidup kak, dia sekarang berada di dekatmu.."ucap Natali yang sudah berurai air mata
Xian mengekang lemah "Dia udah nggak ada Nat"
"Kak.. apa kakak tidak mengenali anak kecil yang tadi memeluk kakak?"xian mengelang dengan terus memeluk Natali
"Kak coba liat aku"Xian enggan melihat nata hatinya sudah hancur mengetahui anaknya sudah tidak ada ia tak mau berharap ia yakin nata hanya sedang membual
"Kak anak kita masih ada, sekarang usianya menginjak usai tiga tahun menuju empat, coba kakak lihat wajahnya"ucap Natali, Xian mengelang kuat ia tak ingin Kemabli berharap, matanya kembali berkaca kaca melihatnya
"Lano kesini nak.."panggil Natali, dengan patuh lano mendekat ke arah mommy dan Xian
Nata menyamakan tubuhnya dengan lano, dan Xian mengikuti nata
"Kak coba lihat wajahnya apa kamu nggak mengenalinya?"tanya nata, Xian memandang dalam wajah lano yang ternyata .....
percis seperti dirinya waktu kecil
"Nat apa dia?"tanya Xian ragu
"Itu anak Lo dan nata xi, wajahnya seperti Lo dan sialnya sikapnya juga sama kaya Lo"
"Be-Benarkah Nat?"mata Xian berkaca kaca melihat iliano
"Iya kak dia anak kita, dia masih ada dia selamat dari kecelakaan itu dia anak yang kuat kak..."
"Hikss kamu nggak bohong kan sama aku? jawab jujur Nat aku udah nggak apa apa walaupun anak kita udah nggak ada jangan terus membohongiku"usah Xian
"Nggak kak anak kita memang masih hidup dan dia sekarang berada di depanmu "
"Kenapa bisa Nat, kecelakaan itu..."
"Kak apa kakak mergukannya lagi?"🥺
"Dia memang benar anakmu xi dia iliano putra kalian putra yang selama ini mencari daddynya putra kalian kuat xi, dia masih bisa hidup dalam keadaan kritis, awalnya memang lano sempat di nyatakan meninggal namun natah keajaiban apa membuat jantung kecilnya kembali berdetak"
tubuh Xian kembali membeku mendengar penuturan bagas, ia menatap kembali wajah mungil di depannya menatapnya dengan mata berkaca kaca ternyata memang anak itu mirip dengannya
"Nata..."
"Iya kak "ucap nata mengangguk haru
"Ini anak kita sayang hiks ini anak kita masih hidup "
"iya kak ini anak kita, dia masih hidup kak karean dia sekuat Daddynya "ucap nata dengan senyuman haru
"Hiksssss anakku dia laki laki Nat dia dia putraku hiksss "Ucap Xian menangis haru dia langsung memeluk tubuh lano yang sejak tadi ikut menangis melihat Natali dan Xian, Xian memelul lano erat tak lupa menciumi wajah lano yang mengemaskan
"Ini Daddy sayang, Daddy sangat mencintaimu dan mommymu, jangan pergi lagi Daddy mencintaimu maafkan Daddy maaf hiks"
"Daddy, Ano juga cayang Daddy Cama mommy, jangan tingalin Ano lagi Daddy"
"Iya sayang Daddy selalu ada buat kamu, terimakasih sudah menjadi anak kuat sayang terimakasih sudah mau bertemu Daddy, hiks hiks"tangis Xian sambil memeluk pilu lano tubuhnya gemetar hebat
rasa senag rasa haru dan rasa yang sulit Xian jabarkan semuanya bercampur dalam dirinya saat ini kejutan yang amat membuatnya bahagia
Xian tak lupa meraih tubuh Natali membawanya kedalam pelukannya bersama iliano yang sudah ada di pangkuannya, Xian menciumi wajah Natali sayang
"Terimakasih sayang terimakasih..."ucapnya
Nyonya yenli yang melihat adegan itu langsung meningalkan tempat itu menuju kamarnya dengan tangisan penyesalan, rasanya ia tak pantas mendapatkan maaf dari anak dan cucunya
.
.
.
TBC
Puas gak? aku up dua bab sekaligus?ðŸ˜
__ADS_1
masa gak puas si? dah ya ini akhir dari perjalanan mereka, garing banget ya? iya gakpp lah ya🥺ðŸ˜
Tunggu part selanjutnya ya guys, masukin ini kedalam list favorit ya supaya dapet pemberitahuannya