
"Dad harus sembuh, bagas janji bagas bakal menemukan liyana apapun caranya, cukup mommy dan liyana yang meningalkan bagas dad, bagas janji kita akan berkumpul lagi walaupun sudah tak ada mommy"Bagas berucap dengan suara sedikit terisak, bagas terua memegangi tangan daddynya yang sedang tertidur lemah dengan bantuan oksigen. Tadinya bagas ingin pergi ke kantor namun seorang suster mengabarkan jika tuan wingson drop lagi dengan sigap bagas langsung menghampiri kamar yang sudah di sulap seperti ruangan rumah sakit itu
"Apa kau sudah menemukan informasi tentang liyana? dad sungguh merindukan liyana, dad menyesal jika saja dad dapat menemukan mommu dan liyana lebih cepat ini semua tidak akan terjadi mom dan liyana pasti sekarang masi bersama kita, dad tidak berguna ini semua salah daddy"ucap tuan wingson dengan suara lemahnya, jatuh sudah air mata tuan wingson
"Ini bukan salah daddy, bagas juga ikut adil dad, jika saja bagas bisa menolong mommy dan liyana pada saat itu pasti tidak seperti ini"
"Kau masi kecil gas"
"Daddy bagas janji bakal menemukan liyana bagaimanapun caranya"
"Dad percaya padamu gas"
Bagas memejamkan matanya kala mengingat waktu kejadian pahit itu
Flasback On
Pada saat itu nyonya lily sedang mempertahankan bayi perempuan yang baru saja ia lahirkan, nyonya lily sedang berlari menghindari orang orang yang tengah mengincar anak perempuannya, ntah apa yang mereka inginkan dari kematian anak perempuannya.
semua pengawal ya bertugas menjaga mereka sudah di lumpuhkan, dan tuan wingson? kebetulan dia sedang berada di luar negeri
Bagas yang pada saat itu menemani sang mommy di rumah sakit tidak bisa melawan karena kekuatannya tak sebanding dengan orang orang itu, dan dengan kondisi lemah nyonya lilly membawa anak perempuannya dan bagas tapi di tengah perjalanan bagas di suruh bersembunyi dan setelah keadaan memungkinkan baru bagas di suruh nyonya lily meminta bantuan, bagas yang memang anak cerdas tentu paham apa yang harus ia lakukan, sementara nyonya lily terus berlari membawa anaknya tepat di sebuah desa nyonya lily terbesit sebuah ide untuk menyelamatkan anaknya yaitu meninggalkan anaknya di tempat tak terduga tapi tak lupa ia meningalkan sebuah kalung turun temurun agar jika sesuatu terjadi ia mudah di temukan selama itu masi berada di anaknya
Nyonya lily terpaksa melakukan itu semuanya demi menyelamatkan anaknya ia rela membuang bayi perempuannya, sementara bagas yang tadi di tinggalkan sudah bisa menghubungi dadynya tapi saat bantuan datang nyonya lily terbaring pingsan
Saat terbangun nyonya lily langsung meminta para pengawal mencari anaknya di tempat yang ia tinggalkan tadi namun sayang anaknya itu sudah tak ada di sana
"Tidak tidak! anakku, aku harus mencari anakku! "teriak nyonya lily saat mengetahui anaknya sudah tidak ada di tempat
"Tenanglah nyonya, kami akan berusaha mencari nona muda kecil"ucap salah satu pengawal
"Hiks hiks anakku! dimana anakku?! apa mereka menemukannya"
"Tidak nyonya mereka juga tidak menemukan nona muda kecil"
"Lalu di mana anakku? "
"Maaf nyonya kami masi mencari nona muda sampai saat ini belum ada orang yang melihat nona muda di bawa"
"Hiks hiksssss anakku! "
"Mommy, mommy jangan menangis bagas janji bagas akan mencari adik kecil"ucap bagas kala itu
Setelah beberapa jam tuan wingson telah tiba, tak berbeda jauh dari nyonya lilly tuan wingson sangat syok mengetahui anak yang belum ia lihat sam sekali sekarang hilang, tuan wingson sangat marah dan menyalahkan anak buahnya yang tidak becus menjaga istri dan anaknya
"BAGAIMANA MUNGKIN INI SEMUA TERJADI! "
"APA YANG KALIAN LAKUKAN SAMPAI INI TERJADI! HAH! AKU MEMBAYAR KALIAN UNTUK MENJAGA ANAK ISTRIKU! "Bentaknya kala itu yang terlalu marah
Tuan wingson dan nyonya lily terus mencari anak perempuannya yg hilang, meskipun bayi perempuannya memakai kalung turun temurun tapi sampai saat ini mereka belum menemukan jejak orang yang mengambil putrinya itu"
Flasback Off
Sungguh jika bagas mengingat itu hatinya sakit ia tak bisa melakukan apapun kala itu
...***...
Kediaman keluarga Shinan
__ADS_1
"Nata kau harus makan banyak ya, kasihan calon anakmu "ucap nyonya laura yang melihat natali sedari tadi seperti tidak bersemangat untuk memakan sarapannya
"Nata gak nggak nafsu aunty"
"Kau kenapa sebelumnya tidak seperti ini"
nata hanya menundukkan kepalanya
"Apa kau merindukan xian? Hufh baru juga dua hari xian tak ada"
"Luhan! kau jangan ngomong seperti itu wanita hamil itu memang pengennya di manja manja suaminya"bentak nyonya laura
"Baiklah maaf kan aku, tapi nanti malam bagas, kenan, luxi akan ke sini kita akan menemanimu oke kau jangan sedih ya, aku yakin xian akan pulang secepatnya jika urusannya sudah selesai "
"Hmm nata tidak apa apa kok kak"ucap nata dengan senyum tipisnya
"Baiklah nanti jika kau bosan kau boleh minta mom untuk berbelanja"
"Wahhh belanja, hayuu kak nanti xia ikut deh menemani kak nata"
"Itumah mau kamu"
"heheh kan sekalian kak"
"Yaudah nnti biar mom yang mengajak nata suapaya gak bosen, mau kan nata? "
"Nata terserah aunty aja"
"Oke kalau begitu kita belanja, lagian teman teman kamu mau kesini kan han?"
"Ya mommy"
"Ya mommy, aku berangkat kerja dulu ya"
"Ya hati hati"
setelah itu luhan segara meninggalkan kediamannya dan pergi menuju rumah sakit
"Nata nnti jam 10 pagi kita berbelanja ya sekarang kau habiskan sarapanmu dan aunty akan membuatkan susu untuk mu"
"Tidak perlu aunty, nata bisa sendiri kok"
"Tidak tidak pokoknya aunty yang akan membuatkannya, kau duduk manis lah biar aunty yang membuatkan susu dan habiskan sarapanmu
"tidak aunty nata sudah kenyang kok"
"Baiklah kau tunggu di ruang keluarga bersama xia ya"
"tapi ini belum di bereskan aunty"
"Hei kau itu kan masi ada pelayan, udah pokoknya kau duduk manis saja sana, xia ajak natali ya"
"Siap aunty"
"ayo kak"ajak xia pada nata
...***...
__ADS_1
Seperti pembicaraan tadi pagi nyonya laura mengajak nata berbelanja di salah satu mall terbesar di salah satu kota itu
Nata sungguh senang akhirnya ia bisa keluar rumah setelah dua bulan, walaupun tidak sebebas dulu
Nyonya laura sangat memanjakan natali, ia seperti ibu bagi nata ntah mengapa nata seperti memiliki ibu lagi
"Ayok sayang kau mau beli apa? "
"Ti-tidak aunty "
"Kau itu harus belanja sayang, lagian dia menitipkan black cardnya kan? sayang jika uang suamimu yang terlalu banyak jika tidak di hambur hamburkan"
"Tapi nata tidak menginginkan sesuatu aunty"
"Kau itukan sedang hamil apa kau tidak mau membeli baju untuk ibu hamil, sudah ayo kita beli baju ibu hamil di toko langanan aunty ayo"
"Ta-atapi"
"Udahhh ayo"
Dengan berat hati nata mengikuti aunty laura dan membeli baju ibu hamil yang harganya membuat mata nata hampir keluar
"Mahal sekali aunty"
"Mahal dari mana?"
"I-itu nolnya ada tujuh aunty"
"Ya memang segini harganya lagian suamimu itu tak akan miskin karena kau membeli baju ini bahkan kalo dia mau seluruh mall di negara ini mungkin dia juga sanggup"
"Apa! "
"Ya ayo kau pilih lagi"
"Ti-tidak aunty udah satu aja deh"
"Nggak pokonya kau harus membeli banyak baju baju oke, nanti setelah ini kita belanja bahan makanan"
Dengan nafas berat nata mengikuti kemauan aunty laura, dalam pikirannya "Sekaya apa sih lixian, dasar orang kaya harga baju ini sama dengan gajiku 1 tahun hiks"
.
.
.
TBC
****
maaf ya aku baru up lagi, tugasku di real life sungguh buat aku gak bisa ngetik novel hiks, doakan ya supaya dosen aku gak ngasi tugas terlalu banyak 😥
Maaf ya jika kurang nyambung, ceritanya masi acak acakan, banyak typo 😢
Aku berterimakasih banget buat para bby bby yang udah ngasi dukungan ke aku😘
Di tunggu masukan dan sarannya ya bby seeu next chapter ❤❤
__ADS_1
Terus dukung aku ya😍