
Gak suka part ini jangan komen bikin gagal mood, skip aja ya mba/mas kalo ada masnya🤗
Karena ucapan kalian hanya meembuat mood saya turun, kalo mau komen kritikan saran silahkan ya tapi tolong di jaga bahasanya ya
sudah tiga hari saya gak up gara gara baca komen nyekit, saya nulis part ini hapus tulis lagi hapus tulis lagi itu demi kepastian cerita ini, Tiba tiba alur yang saya fikirkan blank gak ada di otak dan fikiran🥺
Jadi mohon ya🙏
Untuk pembaca setiaku terimakasih untuk selalu menunggu, walaupun aku kadang heran aja 😂
Maaf ya karena aku upnya gak teratur🙏🤗
karena bukan hanya kesibukan aku, kadang setiap nulis aku hapus terus dan cari alur yang tepat sehingga memakan waktu lama
Oke lanjut lagi ya
🥀🥀🥀
...Happy Reading♥️...
Saat ini keempat pria tampan dan dua wanita cantik sedang duduk di ruang tamu rumah Xian
Dengan telaten Natali mengobati luka suaminya sedangkan Luhan mengobati luka di wajah Bagas
"Aw.. sakit sayang"
"Tadi aja kamu berantem sampai babak belur tapi kenapa cuman kaya gini kesakitan?"tanya Natali jengkel
"Lemah"celetuk Bagas, membuat Xian menatap tajam Bagas, sedangkan Bagas tersenyum miring
"Sebenarnya apa yang kakak ributkan, apa kalian tidak bisa bicara baik baik?"
"Ini salahnya yang mau membawamu sayang"
"Kak, aku sudah memaafkan mu aku juga sudah berkata jujur kepadamu mengenai perasaanku, aku tidak akan pergi lagi selama kau tidak memintaku untuk pergi tolong percaya padaku"ucap Natali dengan tangannya mengobati luka luka di wajah xian
"Walaupun itu perintah Bagas?"tanya Xian dengan memandang wajah mungil natali
"...."Nata terdiam namun ia balik menatap Xian dengan pandangan sulit di artikan, ia meletakan obatnya di kotak obat berbarengan dengan Luhan yang mengobati luka Bagas
Nata hanya diam membuat Xian berfikir yang tidak tidak, karena fikir Xian jika Natali akan lebih memilih Bagas ketimbang dirinya
__ADS_1
"Aku sudah menduga jika kamu akan memilihnya"ucap Xian seperti menusuk Natali, Xian membuang mukanya
sedangkan Bagas, Ken dan Sherly justru merasa aneh dengan sikap Natali, Natali bersikap seolah olah ia mengingat semuanya yang ada di kejadian empat tahun lalu
"Aku tahu, aku hanya laki laki bajingan yang tidak pantas untukmu, tapi asal kau tahu Nat Bagas lebih bajingan daripadaku!"tiba tiba amarah Xian kembali muncul, hal itu di akibatkan ia terlalu cemburu apalagi saat ia membuka galeri hp Natali
Natali hanya diam ia berfikir jika ternyata Xian tidak bisa mempercayainya, setidaknya ia bertanya dulu sebelum mengklaim sesuatu
"Aku memang pria brengsek tapi sebrengs*ek brengse*knya aku, aku tidak akan pernah meragukan dan membahayakan wanita yang sudah ku rengut kesuciannya! apalagi sampai dia hamil!" Marah Bagas yang tak terima Xian berucap seperti itu
tiba tiba Xian berdiri dan pergi dari ruangan itu menuju ruang kerjanya, tangannya terkepal kuat, ia sudah menyesali semuanya namun jika mengingat kejadian itu membuatnya merasaka penyesalan lebih dalam
"Sebaiknya kita pergi dari sini Nat, kau akan selalu merasa sakit jika berada di dekatnya"ucap Bagas yang sudah berdiri hendak menarik pergelangan Natali namun Natali tiba tiba mengelangkan kepalanya
"Nata mohon kak, nata ingin bersama kak Xian"ucap nata lirih dengan menatap mata kakaknya, Bagas mengepal kuat
"Apa kau sudah ingat kejadian empat tahun lalu?"tanya Bagas, nata dengan lemah menganggukkan kepalanya, membuat Bagas,Ken dan sherly membulatkan matanya
"Apa?! berarti kau ingat aku na?" Tanya tiba tiba Sherly yang sejak tadi diam, Natali kembali mengangguk lemah dengan tatapan sendunya
"Sejak dulu nata tidak pernah melupakan itu kak, hiks"
"Nata juga tahu kakak mencoba membuat Natali melupakan kejadian itu dengan mencampur obat obatan itu kedalam minuman yang selalu nata minum"
Deg
Deg
"Nata sudah mencoba melupakan dia kak namun nata tidak bisa, tolong izinkan nata bersamanya kak"
Bagas mengeleng gelengkan kepalanya
"Kita pulang sekarang sebelum kakak bertindak di luar dugaanmu"
"Kak, Nata mohon..."Bagas tetap kekeh mengelengkan kepalanya
Nata sampai bersimpuh di kaki Bagas, namun Bagas seakan membatu
"Kak Xian bersikap seperti itu ia hanya belum mengetahuinya kak, kak Xian tidak salah hiks, mereka yang salah kak mereka... "
"Gas jangan bilang Natali itu adikmu yang dulu kau sering cari"tanya Luhan, sejak tadi ia mencerna setiap kata demi kata dan tingkah laku Bagas dan nata
__ADS_1
Bagas hanya diam, lalu Luhan menatap Keenan yang ternyata menatapnya, seakan mengerti tatapan Luhan Ken menganggukkan kepalanya
"Apa nona natali adik tuan Bagas yang selama ia cari?"batin Lae yang memang sejak tadi berada di sana, jadi berarti karena ini tuan Bagas ingin menjauhkan Nona dan tuan Xian?
"Cepat katakan sejujurnya gas!"
"Ya dia adikku, adik kandungku Natali Angelia Putri Wingson! " Luhan dan Lae semakin terkejut dan tak lupa paman Han yang sejak tadi berdiri tak jauh dari mereka ia mendengarkan semuanya
"Jadi nona muda ternyata adiknya tuan Bagas?berarti tuan Xian selama ini salah paham dengan tuan Bagas"gumam paman Han
namun ia merasa ini bukan urusannya, ia merasa tak pantas jika ikut campur urusan majikannya
namun ia merasa kasihan dengan tuannya yang menurut paman Han terlalu mencintai natali
"Tuhan semoga tuan Xian dan nona natali selalu bersama sampai maut memisahkan mereka, beri mereka kemudahan atas segala ujian cinta mereka"doa paman han
Sedangkan di sisi lain
Setelah meninggalkan ruang tamu rumahnya Xian memasuki ruang kerjanya ia membanting semua barang barang yang ada di hadapannya tak terkecuali komputer dan leptop yang ada di atas meja itu
"Akhhhhhh! "
"Akhhhhhh!"
Nafas Xian memburu Xian menonjok kaca pembatas antara meja keraja dan sofa Yanga ada di sana, darah segar mengalir dari tangannya
Ia terduduk di lantai dengan tangis yang dulu sempat ia keluarkan saat mengetahui Natali kecelakaan dan hilang
"Apa ini balasanku? apa hanya aku yang mencintainya?"
"Akhhhh! Nataaa"
Baru kali ini hati Xian merasa sakit yang teramat sakit jika melihat wanitanya bersama laki laki lain, ia akui ia masih Plin plan, ia egois namun sebenarnya ia sangat mencintai Natali lebih dari apapun bahkan anak yang sejak dulu ia impikan tidak terlalu mempengaruhinya ia hanya ingin bersama Natali
Saat ini mau nanti ia tak memiliki anak dengan nata lagi ia tak peduli karena ia mencintai hatinya dan tubuh wanita itu, tapi akan lebih baik jika ia memang suatu saat ia dan natalu kembali memiliki anak dari benihnya
Tapi perkataan Bagas membuatnya merasa sakit mengingat perlakuan dulu terhadap Natali
.
.
__ADS_1
.
TBC