
Hari sudah berganti malam, sejak tadi Xian terus mengawasi mansion Natali dari kejauhan sebelum anak buahnya berhasil mengecoh para penjaga mansion kediaman keluarga wingson itu
Dengan tampilan kemeja hitam tanpa jas dan dasi Xian dengan mudah memanjat bangunan pagar yang tinggi dari area belakang yang cukup jauh dari keamanan ataupun cctv
Sementara di sudut lain para anak buah Xian sedang mencoba mengalihkan para penjaga mansion dengan membuat semua lampu di sana mati sampai Xian bisa memasuki mansion itu dari pintu samping yang biasanya para pembantu lewati menuju paviliun
***
Di sisi lain tepatnya di kamar Natali, Natali langsung terbangun ketika merasakan panas di tubuhnya karena gerah
"Hufhh pantas saja gerah, ternyata mati"
"Tapi kok tumben lampunya mati ya? apa ada pemadaman listrik ya? tapi kan mansion ini biasanya tidak pernah padam"gumamnya bingung dengan meraba raba atas narkas mencari hanphonenya, setelah dapat nata segera menyalakan lampu senter dari hanphonenta
Karena gerah Natali langsung turun dari ranjangnya untuk membuka jendela kamarnya, udara dingin kembali menyejukkan tubuh Natali yang hanya mengunakan gaun tidur berbahan satin berwarna peach
"Hufhh kan kalo gini jadi sejuk"ucapnya dengan senyum tipis di bibirnya, namun seketika Natali mengingat putranya
tanpa berkata nata langsung berlari menuju kamar iliano yang berada di samping kamarnya
Cklekkkk
Setelah membuka pintu kamar iliano, Natali menyorot kamar itu namun ia menemukan putranya yang ternyata tertidur pulas namun dengan kringat di dahinya, tapu sepertinya hal itu tidak menganggu kelelepan iliano
"Ya Tuhan kamu sampai keringetan begini sayang"ucap Natali dengan menyeka keringat iliano
"Tidur yang indah anak mommy, semoga kamu tetap menjadi anak mommy yang kuat ya sayang jangan seperti mommy yang lemah ini"gumam Natali
Setelah mengecup kening lano, Natali membuka sedikit gorden lano agar angin sedikit masuk ke kamar putra kecilnya setelah itu ia kembali keluar namun ia berpapasan dengan kakaknya yang sepertinya hendak ke kamarnya
"De kamu kok belum tidur?"sapa Bagas
"Habis dari lano"jawab nata dengan sedikit menunduk karena masih takut melihat kakaknya yang waktu itu membantahnya
"Yasudah kamu kembali gih ke kamar, sebentar lagi listriknya akan menyala kembali, katanya ada sesuatu yang membuatnya konslet "
"Iya kak"jawab nata sibgkat, Bagas hanya menghembuskan nafasnya kasar melihat adiknya yang selalu menja saat ini seperti ketakutan melihat dirinya
"Angel..."panggil Bagas, nata berhenti dan menengok ke belakang
"Jangan pernah benci kakak atau takut sama kakak, kakak tidak akan pernah berbuat kasar denganmu atau iliano, kakak sangat menyanyangi kalian tolong jangan seperti ini ..."Ucap Bagas dengan masih memegang senternya
"Angel nggak benci kakak, hanya saja angel sedang mencoba menerima keadaan"
"Maksudmu keadaan kau jauh dengannya?"
"Memang kakak fikir keadaan seperti apa? selama ini ternyata aku menjadi ibu yang egois untuk putraku kak"
"Maksudmu?"
"Sudahlah kak angel tidak mau membahas hal yang mungkin kakak tidak sukai, angel pamit ke kamar dulu ya, angel sudah ngantuk"ucap Natali dan langsung memasuki kamarnya, tak lupa ia menutup kembali pintu kamarnya dan menguncinya
Sedangkan Bagas ia malah berfikir keras mengenai ucapan natali yang mengatakan selama ini ia sudah menjadi ibu yang egois untuk anaknya, apa dia juga egois memisahkan Xian dan Natali namun ini demi Natali juga
apalagi sang Daddy yang ternyata sekarang tak menyukai Xian, setelah mengetahui kejadian semuanya
Melihat Natali kembali menutup pintu kamarnya, Bagas kembali memasuki kamarnya
***
Saat Natali keluar dari kamarnya yang ternyata tidak tertutup kembali, seseorang masuk dengn mengendap endap layaknya maling
Begitu banyak rintangan yang Xian alami dari kesandung tangga hingga hampir terpeleset dari tangga untuk menaiki tangga utama mansion ini
__ADS_1
Hati Xian yang sejak tadi membatin begitu kuat menyuruhnya untuk memasuki kamar yang pintunya terbuka
"Demi nataliku aku bahkan sampai hampir terpeleset dari tangga sialan itu"runtuk xian setelah ia berhasil menaiki tangga, beruntung lantai dua memiliki jendela yang begitu luas membuat sinar bulan memantulkan cahaya, Xian jadi bisa melihat sedikit penerangan dari cahaya bulan itu
"Dimana kamar natali"gumamnya
namun saat di lantai dua Xian langsung melihat cahaya lain dari pintu kamar yang terbuka, hatinya langsung bergerak mendekati kamar itu
"Saat memasuki kamar itu ia tidak menemukan siapapun di kamar itu namun bibirnya tertarik ke atas melihat sayup sayup dekorasi kamar yang Xian yakin ialah milik perempuan yang tak lain istri kecilnya
"Ini pasti kamar Natali, namun di mana dia?"guammnya mengerahkan pandangannya namun ia hanya menemukan jendela kamar yang terbuka
dengan perlahan Xian mendekati jendela itu namun ia masih tidak menemukan Natali walaupun di teras kamar itu
"Apa aku salah masuk kamar ya?"gumamnya
akan tetapi tak berapa lama Xian mendengar suara pintu tertutup dan terkunci
Xian keluar dari teras itu semakin dekat dengan pintu semakin ia mendengar suara tangisan lirih dari suara yang selalu Xian rindukan
Tap
Tap
Tap
suara langkah kaki yang membuat Natali segera menghapus air matanya, mengerahkan pandangannya
namun betapa terkejutnya dia melihat bayangan seseorang yang saat ini berada di kamarnya
"Siapa kau?!"Kaget Natali yang reflek berbalik membuka pintu kamarnya, namun terasa sulit untuk Natali, Xian semaki. mendekati natali
"Jangan mendekat, kau siapa berani beraninya memasuki kamarku?!"
Nata langsung kembali menyalakan senter hpnya
deg
"Ka-kakak?"
"Hmm aku membuktikan omonganku kan?"ucap Xian tanpa dosa, dengan menyunggingkan senyumannya
"Bagaimana bisa kakak masuk ke dalam mansion ini"tanya Natali bingung
"Itu tidak penting, yang jelas apapun akan aku lakukan untuk bertemu denganmu"ucap Xian lembut
membuat Natali tanpa berkata langsung menghambur ke pelukan Xian
Dengan senang hati Xian membalas pelukan nata dan tak lupa mencium kening Natali, semakin lama nata semakin erat memeluk tubuh Xian namun Xian merasakan kemejanya basah
"Hey sayang, apa kau menangis?"tanya Xian yang masih memeluk Natali, Natali semakin terisak
"kenapa menangis hm?"nata mengelengkan kepalanya namun masih menangis
"ada apa? tolong cerita sama kakak, karena kakak gak mau kamu menangis"
"Maaf..."ucaopnya dengan melongarkan pelukannya
"untuk apa?"
"Maaf karena nata selama ini egois, maaf karena nata kakak jadi berantem sama kak Bagas, maaf untuk semuanya, nata janji sekarang nata bakal ceritain semuanya"
"Dan perihal kak Bagas, Nata gak pernah selingkuh dari kakak, sebenarnya kak Bagas adalah ka...."
__ADS_1
"Syuttttt, udah tau sayang"ucap xian
"kakak udah tau kalo kak Bagas kakak kandung nata?tanya nata yang di angguki Xian
"Kakak udah tau, maaf ya kalo kakak selalu berfikir macem macem sama kamu"
"Kakak janji untuk selanjutnya kakak tidak bertindak bodoh lagi"
"tapi, kamu banyak berhutang cerita sama kakak selain itu apa mungkin ada cerita besar yang kakak belum ketahui?"
"Nata janji nata bakal ceritain semuanya tapi kakak harus cepat pergi dari sini sebelum ketahuan oleh kak Bagas dan Daddy"
"Memangnya kenapa kalo ketahuan?, justru itu tujuanku sayang"tanyanya dan ucap batinnya
"aku gak mau kalian sampai beratem kayak kemarin"
"nggak apa apa kakak rela di pukulin asal bisa sama kamu Nat"
"Tapi nata gak mau liat kalian berantem"
"Hufhh kita debatnya nanti aja ya, aku kangen kamu..."ucap Xian dengan pandangan yang membuat mata Natali langsung membulat
"Maksud kakak?"tanyanya pura pura tak mengerti
"Maksud aku...."ucapnya mengantung
namun seketika tubuh Natali melayang dalam gendongan Xian
membawanya ke atas ranjang Natali, dan menurunkanny pelan pelan
" Maksud aku ya gini, melepas rindu sayang"
"Ta-tapi...."
"Jangan nolak ya"
"..."
"Tapi apa kamarmu ini kedap suara?"nata mengangguk
"Tapi kan listriknya mati kak, jadi gak bisa di..."
cklekk...
Tiba tiba listrik kembali nyala, sesuai perhitungan xian
"udah nyala tuh, mana remotnya?"
"Di da-dalam narkas"ucap Natali pelan
dengan senyum manisnya Xian berdiri mengambil remot untuk menyalakan kedap suara dan menutup kembali jendela kamar Natali
Clipp
suara tanda ruangan dalam mode senyap
setelah itu Xian mendekati kembali Natali yang sudah bergetar namun di sisi hati Natali, ia juga tak bisa menolak apa yang akan Xian lakukan nanti
.
.
.
__ADS_1
TBC