
Saat ini Xian terus menangis setelah mengetahui kebenarannya ia bersimpuh melihat leptop Bagas yang menampilkan cctv penyiksaan Natali yang di buat mommynya serta lexa empat tahun lalu, walaupun ia tak melihat jelas penyiksaan itu namun di lihat dari mobil yang terus bergoyang dan Natali keluar dengan air mata berurai serta wajah ketakutannya Xian paham apa yang terjadi tadi di dalam mobil itu, serta kecelakaan nata yang dengan jelas terekam di sana, hatinya sakit melihat itu semua, namun ia tertampar karena ini semua ulah mommynya
"Akhhhhh! wanita iblis! "
"AKHH! KENAPA MEREKA TEGA MEMBUNUH ANAKKU! KENAPAA! HIKS ANAKKU!"TANGIS XIAN PILU
Natali baru pertama kali melihat Xian selemah itu dia berjalan mendekati tubuh Xian yang sudah memakai kembali pakaiannya, dia memeluk dari belakang tubuh Xian yang gemetar
Mendapatkan pelukan dari Natali Xian membalikan tubuhnya ia membalas memeluk Natali erat menciumi wajah nata yang berlinang air mata
"Jangan seperti ini kak hiks"
"Aku akan kembali"ucapnya singkat tanpa sepatah katapun lagi Xian berdiri berjalan keluar ruangan itu dengan tangan mengepal dan rahang mengeras
"Kak mau kemana?"teriak nata, namun Xian masih terus berjalan keluar, saat hendak menyusul Xian tuan wingson menarik lengan Natali
"Dad, kak Xian mau kemana hiks?"
"Jangan di kejar sayang nanti dia kembali, kamu di sini"
"Tapi dad, Nana takut dia kenapa kenapa hiks"
Bagas yang sejak tadi diam memperhatikan Xian menangis ikut merasakan sakit karena bagaimanapun sejak kecil Bagas dan Xian sudah bersahabat, ia hanya kecewa dengan sahabatnya itu, pukulan tadi sebenarnya hanya pelampiasan kekesalannya karena tanpa ia sadari Xian yang menyebabkan ini semua ia hanya ingin melindungi adiknya, namun melihat tangisan pilu Xian Bagas hanya bisa menerima jika memang Natali bahagia dengan Xian ia rela menyerahkan adiknya lagi
"Kamu tunggu sayang dia akan kembali percaya sama kakak"ucap Bagas
Nata menangis dalam pelukan tuan wingson
"Kita susul ya dad nata takut terjadi apa apa dengan kak Xian "rengeknya, baik tuan wingson dan Bagas hanya menghembuskan nafasnya berat
Sedangkan di sisi lain iliano yang sejak tadi pagi terus di tahan untuk tidak keluar kamar merengek meminta ingin bertemu mommynya
"Tuan muda kecil tunggu dulu di sini ya sama suster nanti mommy kesini"
"Nggak cus, Ano mau ketemu mommy "
"Nanti ya tuan muda kecil, tuan kecil harus nurut katanya sayang mommy"
"Ano takut cus, di lual siapa ? tenapa Ano dengel mommy nagis?"
"Itu urusan oranh dewasa tuan, nanti kalo opah tuan muda udah izinin keluar nanti tuan keluar ya"
"Tapi mommy gak apa apa kan ncus?"
"Nggak tuan, mommy tuan kan wanita hebat"
***
Saat ini Xian mengendari mobil itu menuju mansion mommy dan Daddynya yang berada di negara S, dengan tangan mengepal serta rahang mengeras dan air mata yang tak kunjung berhenti namun tersimpan luka dan kekecewaan besar terhadap ibu yang melahirkannya, ibu yang dengan tega menyingkirkan anaknya
Beberapa menit kemudian mobil Xian sampai di rumahewah itu, matanya yang mengkilat marah dengan kencang mobilnya menambatak gerbang masion rumah itu yang membuat semua kaget bukan main terlebih para penjaga mansion itu
BRAKKK!
BRAKKK!
__ADS_1
Suara tabrakan dua kali sehingga membuat baik mobil dan gerbang itu rusak namun Xian masih bisa mengendalikan mobilnya
"Astaga siapa yang berani menabrak gerbang masnion ini"
" Sepertinya itu tuan muda, tapi kenapa tuan muda melakukan hal seperti ini"ucap penjaga itu
sedangkan Xian ia berhenti tepat di depan pintu mansion itu, Xian turun dengan tangan mengepal
BRAK
dengan kasar pintu di dobrak mengunakan kaki xian, membuat nyonya yenli yang sedang memasak untuk di antar di kantor suaminya terkejut mendengar dobrakan pintu itu
"MOMMY! MOMMY!"Teriak Xian murka
"Astaga siapa itu bi, kenapa teriak teriak"
"Nyonya sepertinya itu tuan muda"
"Apa?!"
"MOMMY!"TERIAK XIAN YANG TAK MENDAPATKAN SAHUTAN DARI ORANG YANG IA PANGGIL
Nyohy yenli segera melepas apron dan mencuvi tangannya ia berjalan dengan tergesa gesa menuju suara yang membuat suara nyaring di mansion itu
"Hey sayang ap-"
"NGGAK USAH BASA BASI!"Teriak Xian saat melihat mommynya keluar, nyonya yenli terkejut melihat penampilan anaknya yang terbiasa rapih namun kali ini bagaikan berandal apalagi melihat leher Xian yang memiliki bercak merah, namun fokusnya kembali saat melihat guratan kemarahan di matanya
"Kenapa kamu membuat kekecauan di mansion ini xi?"
"Aku sudah tahu mommy!"ucapnya marah
"**-tahu apa nak?"
"Hiks, KENAPA MOMMY TEGA SAMA XIAN MOM? KENAPA?! APA SALAH XIAN MOM APA?!"
"Mm-maksud kamu apa nak mommy tidak mengerti "
"KENAPA MOMMY TEGA BUNUH ANAK XAIN MOM?! KENAPA APA SALAH DIA?! DIA HADIR KARENA XIAN MOM?!"
DEG
DEG
DEG
Jantung nyonya yenli tiba tiba berdetak kencang saat Xian mengatakan hal itu, jadi terjuata anaknya sudah mengetahuinya?
"Nak..."
"JANGAN PANGGIL XIAN NAK! MOMMY GAK PANTES BUAT JADI MOMMY! TIDAK ADA DI DUNIA INI YANG TEGA MEMBUNUH CUCU KANDUNGNYA KECUALI MOMMY?!!"
"APA SALAH DIA MOMMY?!! BAHKAN ANAK XI BELUM MERASAKAN USAPAN LEMBUT MOMMY SERTA DADDYNYA, BAHKAN DIA BELUM MENDAPATKAN NAMANYA BAHKAN DIA BELUM SEMPAT MELIHAT DUNIA INI MOMMY! KENAPA MOMMY TEGA KENAPA HAH!!!"
"KATAKAN APA SALAH XIAN MOM!?"
__ADS_1
"Nggak nak kamu nggak salah ini salah mommy hiks maaf"
"XIAN NGGAK NYANGKA MOMMY TEGA MEMBUNUH ANAK XIAN DAN MENGANIAYA NATALI ISTRI XIAN YANG PALING XIAN CINTAI! MOMMY BUKAN MANUSIA! MOMMY IBLIS!"Teriak Xian murka dengan air mata berlinang
Nyonya yenli mendekati xian , ia ingin memeluk tubuh anaknya yang sedang kacau namun Xian menepis lengan mommynya dengan tatapan kekecewaan dan kemarahan
"JANGAN SETUH TUBUHKU!!"
"Nak maafkan mommy, mommy akui mommy khilaf waktu itu mommy dibutakan dengan tahta mommy sayang, maafkan mommy, sejujurnya mommy tidak tega sayang"
"JANGAN KATAKAN ITU!! SEJAK AWAL MOMMY MEMANG MENENTANG HUBUNGAN AKU DENGAN NATALI! SEJAK AWAL MOMMY MEMBENCI NATAKAN?!! OKE, XIAN GAK NYURUH MOMMY MENERIMA NATA KARENA NATA XIAN YANG URUS NATA ISTRI XIAN, TAPI KENAPA DENGAN ANAK XIAN MOM? DIA ANAKKU CUCU MOMMY SENDIRI! TAPI KENAPA MOMMY TEGA MEMBUNUHNYA?!! APA SALAH BAYI KECIL XIAN MOM? AKHHHHHHH!!!! ANAKKU HIKS"TERIAK XIAN DENGAN MEMECAHKAN GUCI YANG BERADA DI SAMPING XIAN
PARANG!
"Nak dengerin penjelasan mommy dulu, jangan seperti ini nak maafkan mommy " tubuh wanita paruh baya itu sudah duduk bersimpuh dengan air mata berurai, dia sudah menyesali perbuatannya yang dengan tega membuat cucunya hilang nyawa
"Hiks, anakku sudah tidak ada mom, dia udah nggak adaa...kenapa mommy tega?"tangis Xian pilu dia terduduk dengan menarik rambutnya mengetahui ini semua membuat hatinya hancur sehancur hancurnya, sakit namun tak berdarah mendengar anaknya yang belum sempat melihat dunia harus meninggal di tangan neneknya sendiri
"Nakk maafkan mommy "
"Hiksss dia udah nggak ada mom dia udah nggak ada, Xian benci diri Xian karena Xian lalai menjaganya, kenapa Tuhan menghukumku seperti ini?! hiks"tubuh Xian bergetar dia memeluk kedua lututnya menangis dengan memukuli kepalanya sendiri, sedanhka nyonya yenli tak berani mendekat ia menagis melihat putra satu satunya menangis pilun seperti itu
Dalam hatinya nyonya yenli berharap jika ia bisa mengembalikan waktu seperti semula, mungkin anaknya tidak akan pernah mengalami depresi dan menangis dalam seperti ini, ini kali keduaa dalam membesarkan Xian nyony yenli melihat putranya sehancur ini yang pertama saat empat tahun lalu saat Xian kehilangan Natali dan saat ini ketika ia mengetahui semuanya
Lexa sudah meninggal dan di hukum sesuai dosanya namun kenapa dirinya merasa ini hukaman paling berat, melihat anaknya membenci dirinya sendiri, tapi memang ini salahnya sendri, andai dia tidak di butakan dengan kekayaan dan tahta yang ia miliki, ia hanya memandang orang dari pendidikan dan terpandangnya seseorang namun ia tidak pernah melihat sisi lain
"Aku Daddy yang tidak becus menjaganya hiks, sakit mom sakit dia masih kecil, Xian hanya pernah melihat dia saat usianya empat bulan dalam kandungan Xian gak tau wajahnya seperti apa, aku daddy yang tidak berguna aku gagal mom hiksss "
"Xian maafkan mommy nak..."
"Kenapa mommy tega bunuh anak Xian mom kenapa?"tangisnya masih pilu, tubuhnya gemetar hebat
"Daddy...."Tubuh Xian masih terisak dengan keadaan gemetar dan wajah di telusupkan di kedua kakinya
"Daddy..."panggilan suara kecil itu terdengar semakin dekat, Xian mendongak mencari suara yang seperti di ucapkan anak kecil untuknya
"Daddy kenapa tangis?"ucap anak kecil itu, ia berdiri di hadapan Xian
Xian menatap wajah anak yang seperti usia tiga sampai empat tahun itu, namun Xian kembali menutup wajahnya di kedua lututnya ia fikir ini hanyalah mimpi
"Daddy kenapa Daddy tangis?"Suara itu Kemabli terdengar namun terkesan nyata, Xia kembali mendongakkan kepalanya
"Kamu siapa? kenapa memanggilku Daddy?"wajah mungil itu menatap sendu Xian yang berurai air mata dan keadaan tangan berdarah akibat pecahan guci
dengan tangan mungilnya anak kecil itu mengusap air mata yang bercucuran di wajah tampan Xian, dan memeluk laki laki dewasa itu dengan haru
"Jangan cedih Ano ada di sini Daddy..."ucap anak kecil itu yang tak lain iliano
Xian masih bingung namun pelukan anak kecil itu terasa nyaman, Xian membalas pelukan anak kecil itu yang ia belum tau nama dan siapa dirinya
.
.
.
__ADS_1
TBC
Hayoo pada nangis nggak? ngaku kalian?🤣🤣