
Hari ini tepat keberangkatan xian ke negara S untuk urusan bisnisnya, sebenarnya tubuhnya tidak terlalu fit akibat terlalu mengkorsir tubuhnya setiap hari, ya memang xian sengaja membuat dirinya sibuk di pekerjaan agar ia tak terlalu mengingat natali
Beruntung asisten lae selalu mendampingi xian, sebenarnya xian sudah memiliki asisten pribadi lain yang ia percaya namun lae tetap kekeh untuk selalu bersama xian
Xian pernah memberikan lae naik jabatan mengurus perusahaan xian di negara lain namun dengan halus lae menolaknya dan tetap ingin bersama xian
Dengan kawalan ketat xian berjalan di bandara menuju jet pribadinya di ikuti lae yang selalu berada di belakangnya
"Lae, apa kau sudah menemukan titik terang keberadaannya? "tanya xian setelah ia masuk ke jet dan duduk di kursi penumpang
"Maaf tuan saya dan yang lain masih berusaha, sepertinya orang yang ada di balik nona bukan orang sembarangan tuan buktinya tim kita tidak bisa meretasnya"
"Hufhhh, kau benar lae aku juga menyangka seperti itu tapi siapa? setau ku natali tidak memiliki keluarga lain selain kedua orangtuanya dan mereka sudah di meningl dunia"
"Ya tuan dan sodara kedu orangtua nonapun tak mungkin"
"Sebenarnya hal besar apa yang aku tidak ketahui lae? aku lelah mencarinya sampai saat ini aku bertanya tanya apa dia dan anakku baik baik saja melihat darah yang begitu banyak di tkp"
"Kau tenanglah tuan, saya akan berusaha sebaik mungkin untuk menemukan nona"
"Apa kau sama berfikir denganku? jika nata masih hidup? "
"Ya tuan saya yakin nona masih bernafas namun kita tidak tahu keberadaannya"
"Dan sebenarnya aku curiga dengan seseorang tuan karena tidak mungkin ada yang mengalahkan tuan xian dalam meretas sesuatu kecuali tuan bagas dan kenan, tapi apa mungkin mereka sebenarnya dalang semua terutama tuan bagas selama ini dia tak pernah kembali, apa sebaiknya aku menyelidiki tuan bagas ya"batin lae
"Semoga saja lae... "
Xian memejamkan matanya selama perjalanan menuju negara S, sedangkan lae terua berfikir menduga duga kejdain demi kejadian ia harus benar benar menyelidiki sahabat tuannya itu
"Semoga memang nona natali masih hidup aku kasian melihat tuan xian yang setiap malam menangis dan mabuk mabukan, tibuhnya sudah tak terurus seumur umur aku mengabdi padanya baru kali ini aku liat tuan xian selamah itu, saat dulu di tingal nona lexa dan bella ia hanya mabuk mabukan tak separah ini, hatinya beku"hufhhhh, "semoga kau selalu bahagia tuan..."lirih lae dan mengikuti tuannya untuk sebentar memejamkan matanya
***
Setelah menempuh perjalanan satu jam tigapuluh menit akhirnya pesawat mereka mendarat di bandar udara changi singapura
Xian langsung turun dari jetnya di susul asisten lae
Xian langsung di sambut oleh anak buahnya, ia langsung berjalan menuju mobil yang sudah di siapkan sebelumnya
Xian berjalan dengan gagah namun tiba tiba kepalanya merasa pusing, ia berhenti dengan memegangi kepalanya
"Tuan apa anda baik baik saja? "ucap lae yang hendak menyentuh xian namun di tahan xian
"Saya hanya pusing, tidak apa apa saya hanya perlu istirahat sebentar lae"
"Apa perlu saya pangilkan dokter? "
"Tidak, langsung ke hotel saja"
"Anda yakin? "
"Ya "
"Baiklah"
Akihirnya lae menurut, xian kembali melanjutkan langkahnya menuju mobil, setelah masuk xian langsung menyandarkan tubuhnya dengan memejamkan matanya sambil memijit pangkal hidungnya
Sementara asisten lae duduk di depan dengan sang supir
"Sepertinya tuan xian kelelahan"
mobil berjalan menuju hotel tempat xian akan menginap beberapa hari di negara S itu
***
Namun dalam berlawanan arah mobil natali memasuki bandar udara itu, hari ini juga ia mengangarkan daddynya dan kakaknya yang akan ke negara F
Mereka semua turun, dengan iliano yang di gendong natali
__ADS_1
"Daddy, kakak nanti hati hati ya di sana jangan lama lama"
"Iya sayang, kamu juga hati hati kakak akan selalu mengawasi kamu"
"Iya kakakku tersayang"bagas terkekeh geli, ia mengacak acak rambut natali
"Uncle, opa nanti tangan lama lama puyangnya talo tida... "ucap lano
"Iya junior, awas aja ya kamu kalo mengacaukan perusahaan uncle dan opa"
"telgantung"ucap anak kecil itu acuh
"Heh anak kecil awas aja kamu kalo macem macem uncle gak bakal kasi kamu hadiah lagi"
"Ano cudah becal jadi ano gak butuh tuh hadiah hadiah dari uncle "
"Hufhh sabar, untung keponakan tersayang uncle kamu ya kalo nggak... "
"talo nda mau apa uncle? "
"Tetap sayang dong"klakarnya dan langsung mencubit gemas pipi iliano
"ichhh jan cubit cubit uncle cakit tau"
"Iya cadel"kekeh bagas
Tuan wingson dan natali hanya mengelengkan kepalanya melihat bagas dan iliano yang memang sangat dekat itu
"Yasudah sayang daddy dan kakak bernagkat dulu ya kamu hati hati, ingat kalo ada apa apa segera hubungi daddy dan kakak"
"Iya daddy, daddy tenang aja ya angel dan lano bakal baik baik saja"
"Nah cucu opa baik baik ya selama opa pergi, nanti kalo pulanh lano mau di beliin apa nanti opa beliin"
"Emmmm, ah ya cini opa ano bicikin"
Tuan wingson langsung mendekat ke cucunya itu guna ingin mendengar permintaan sng cucu
"hanya itu? "tanya tuan wingson, lano mengangguk
"Oke son, opa bakal beliin apa kemauan kamu"
"Janji ya opa"
"iya janji"
"Yaudah bye hati hati sayang"
Cup
Cup
Tuan wingson dan bagas mencium kening nata dan natali secara bergantian
"Hati hati daddy kakak"
"Iya sayang bye"
"Bye"
"Dadah sama opa nak"
"Bye opa, bye uncle "
"Bye jagoan"
Setelah mengantar daddy dan kakaknya natali kembali ke mobil menuju rumah sakit
"Tadi lano minta apa sama opa? "
__ADS_1
"Ndak mom, ano cuman minta mainan ko"
"tapi kenapa main rahasia rahasiaan pake segala bisik bisik opa? "
"ano mayu ketahuan uncle, kan ano cudah becal mommy"ucap lano dengan mengercutkan bibirnya, natali menjadi terkekeh melihat anaknya
"anak mommy emang sudah besar, pinter lagi"
"Karena sekarang lano izin gak sekolah kalo gitu lano mommy antar ke rumah ya nnti sama suster aja"
"tak mau mommy, ano pengen cama mommy"
"Tapi sayany mommy harus ke rumah sakit, di sana gak baik buat anak kecil"
"Ano pokonya mau itut"
"Yasudah, nanti mommy telepon suster buay jaga lano selama mommy kerja? "
"oke mommy"ucap lano berbinar
"Tapi jangan nakal ya, selama mommy kerja lano harus diam di ruangan mommy "
"Oke mommy"
Natali langsung melajukan mobilnya. meuju rumah sakit tempat ia bekerja, setelah menempuh waktu kurang dari tigapuluh menit akhirnya ia sampai di rumah sakit itu, ia langsung menurunkan iliano dan mengandengnya, tangannya yang lain mengambil handphonenya untuk menelepon suster
"Hallo sus"
"Iya non"
"Sus tolong ke rumah sakit SGH ya, iliano mau sama angel di sini nanti tolong jagain lano selama angel kerja"
"Baik non, suster ke sana"
"Iya sus, terimakasih ya"
"Sama sama nona"
Nata langsung memutuskan panggilannya ia melanglah memasuki rumah sakit itu sebelumnya nata sudah memasang masker untuk iliano takut anak itu terserang virus di rumah sakit, sebenarnya ia takut namun apa di kata lano memaksa untuk ikut
***
Xian langsung menuju hotel tempat ia akan menginap, setelah beberapa menit ia sampai di hotel xx namun asisten lae melihat wajah tuannya semakin pucat
"Tuan apa anda baik baik saja? "
"Ya aku tidak apa apa lae, aku yanya kecapean saja"
"Tapi tuan wajah anda pucat"
"Tenanglah hanya butuh istirahat saja, nanti juga membaik"
lae hanya menuruti ucapan xian, setelah mendapatkan cardlock lae langsung mengantar xian menuju kamarnya dan kamar dirinya di lantai 31 mengunakan lift
ting
pintu lift terbuka
xian langsung berjalan menuju kamar, di sana hanya ada tiga kamar, memang lae sengaja memesan kamar vviv dengan privasi terketat
Belum sampai di kamarnya xian tiba tiba xian terjatuh pingsan
"Astaga tuan"
.
.
.
__ADS_1
TBC
Aku up dua nih 😂