
Malam itu lixian tengah gelisah di kamarnya, kamar yang bernuangsa gelap khas laki laki
Lixian tengah memikirkan cara bagaimana memulai hubungan yang baik dengan natlali, karena walaupun kini natali sudah tidak takut lagi dengan lixian namun karena couvade syindrom yang di alaminya dia ingin sekali dekat dengan natali
Sejak dua jam yang lalu lixian terus berjalan bulak balik di tempat yang sama dia terus gelisah memikirkan bagaimana caranya, akhirnya karena lelah dia merebahkan dirinya di kasur king sizenya sambil menatap langit langit kamarnya
"Bagai mana aku harus memulainya? tidak mungkin aku selalu mengendap endap setiap malam ke kamarnya untuk tidur bersama, aku ingin... "lirihnyaaa ironi
"Aku juga tidak tau kenapa aku seperti ini? apa semua gara gara aku waktu itu tidak mau tanggung jawab atas natali? makanya aku di hukum seperti ini? ahh sudahlah"lanjutnya lagi yang masih terus menatap langit langit kamarnya
namun beberapa menit kemudian lixian bangkit dari tidurnya dan berjalan keluar menuju kamar natali yang ada di sebelah depan kamarnya
"Ah mending aku langsung aja ke kamarnya"gumamnya sambil berjlan ke arah luar
***
(21+ harap bijak dalam membaca)
Sementara di kamar natali, sejak tadi natali merasa gerah dan dia langsung memutuskan untuk mandi
"Ahh segarnya"ucapnya setelah menyelesaikan ritual mandinya kemudian nata langsung keluar kamar mandi dengan menggunakan handuk yang hanya menutupi bagiam tertentu saja
namun tiba tiba ada yang masuk tanpa mengetuk
"aaaaaaaaa"teriaknya terkejut
lixian yang sama sama tetkejut karena mendengar natali teriakpun langsung membekap mulut natali agar tidak terus teriak
"sssstttttt, jangan teriak teriak ini sudah malam nanti para pelayan akan dengar"ucap lixian yang masi membekap mulut natali
dan ketika sadar lixian langsung melepaskan bekapannya, dan dia terus memandangi natali tanpa berkedip karena baru sadar apa yang natali gunakan
"Ya tuhan... "gumam batinnya
lixian terus memandangi leher jenjang natali yang masi bersisakan tetesan air yang membuatnya terlihat seksi, dan bagian kemnar yang terlihat menonjol, seketika lixian terasa sulit untuk menelan salvinanya, seakan akan tengorokannya tercekat
natali seketika langsung sadar arah tatapan lixian dan dengan reflex natali menyilangkan tangannya di dadanya
"Ap_apa yang mau kamu lakuin"ucapnya sedikit gugup
Lixian langsung sadar dengan apa yang dia lakukan dan menetralkan sikapnya lagi" emmm ada yang harus aku bicarakan nat, apa kamu bisa? "tanyanya
"Emmm, iy_iya natali bisa ta_tapi natali mau pakai baju dulu "jawabnya gugup
"mmm baiklah aku tunggu di kasur ya"ucapnya dan langsung melangkahkan kakinya ke kasur yang natali tempati
natali langsung pergi ke walk in closetnya yang letaknya di samping kamar mandi, tidak butuh waktu lama natali sudah siap dengan baju piyama pink tidurnya dan langsung menghampiri lixian yang sedari tadi duduk di kasur yang di tempatinya sambil memainkan ponselnya
"mmm ada apa kak? apa ada yang bisa natali bantu? "tanyanya setelah di dekat lixian
__ADS_1
lixian langsung mendongakkan kepalanya di depannya sudah ada natali dengan balutan piyama tidur pink dengan rambut di biarkan tergerai indah "cantik" gumam batinnya yang menyadari kecantikan alami natali
"Eh mmm kau duduk dulu di sini"ucapnya sambil menepuk nepuk di sampingnya agar natli duduk di sampingnya, dan dengan jantung deg degan natali menuruti perintah lixian agar duduk di sebelahnya
"bagai mana kandunganmu apa dia baik baik saja di dalam sana, apa dia menginginkan sesuatu? "ucapnya sambil mengelus perut natali yang masi rata karena baru 2 bulan 3 minggu
"ba_baik dan juga dia tidak menginginkan sesuatu"ucapnya sambil menundukkan kepalanya
"Ya iya lah orang aku yang ngidam"ucapnya sambil tersenyum tipis
"Nat"panggil lixian, dan yang di panggil itu masi menundukkan kepalanya tanpa menyauti
"Nat, lihat aku kalo aku lagi bicara"ucapnya lagi sambil mengangkat dagu natali ke atas agar natali bisa melihatnya
"Nat aku pengen.."ucapnya menggantung setelah natali mendongakkan kepalanya dan berkata
"Ap_apa mmmm_maksudnya?"tanyanya dengan suara tercekat dan langsung menundukkan kepalanya lagi
"Nat tatap aku! angkat kepala mu! Nat aku tau waktu itu aku salah karena telah mengambil secara paksa mahkotamu, dannn membuatnya hadir"ucapnya tersenyum sambil mengelus perut natali lagi
"Dan harus kamu tau nat, pada waktu itu aku dalam pengaruh alkohol, pada saat itu aku mabuk berat nat, dan karena itu juga aku melakukan itu sama kamu"ucapnya penuh sesal, natali hanya diam mendengarkannya
"Nat apa kamu tahu aku selama dua bulan lebih ini aku selalu merasakan gejala gejala ibu hamil nat, itu sebabnya kamu tidak merasakan apapun kecuali mungkin saat pertama kamu mengetahuinya"ucapnya lagi
"Natali aku..... ak_aku sedang ingin"ucapnya, dan natali langsung mendongakkan kepalanya menatap lixian
"mengidam? "tanyanya dengan kening berkerut
"hmmm bisa di bilang seperti itu"
"Aku nggak mau makan makanan nat, tapi akuuu.... "ucapnya menggantung sambil menatap mata natali
"Mau apa? "tanyanya lagi
"Mau kamu nat, aku mau makan kamu... apa kamu bisa menuruti permintaanku? "tanyanya sambil mengawasi ekspresi natali
dan benar saja natali terkejut mendengarnya
"M_ma_maksudnya apa? "tanyanya gugup
"hufhhhhh"hembus nafas berat lixian
"Aku mau melakukan itu sekali lagi nat aku mau ngelakuin yang waktu itu di kantor sampai sampai kamu hamil kayak gini, tapi kali ini aku pengen karena ntah mengapa aku dari tadi pengen ngelakuin itu ke kamu, tapi aku gak mau paksa kamu nat, aku minta izin ke kamu"ucapnya
"Nat aku pengen... nat aku sadar kamu mengalami troma gara gara kejadian itu tapi jujur aku juga gak tau tiba tiba ada gejolak kayak gini, walaupun kita tidak saling mencintai tapi ada dia (tunjuknya kepada perut natali) aku gak bisa kayak gini nat"ucapnya lirih
"Ta_tapiiiii..."
"Nat aku gak maksa ko, aku sadar kita tidak saling mencintai tapi, apa kamu inggat dengan janji kita minggu minggu yang lalu saat kita baru menikah beberapa hari? yang memulainya dengan hubungan baik, dan menjadi teman? ya walaupun kita hanya menikah kontrak dan setelah anak itu lahir kau resmi cerai denganku dan anak itu akan menjadi hak asuh kamu"ucapnya berbohong tentang hak asuh
"Apa kamu mau anak kita ileran? "tanyanya lagi agar menyakinkan natali
__ADS_1
"Ta_tapi natali takut kak"ucap gugup natali
"Kalo kamu izinin aku ngelakuin satu kali lagi sama kamu aku janji bakal ngelakuinnya secara lembut"ucapnya menyakinkan natali
natali sedang menimbang nimbang kemaun lixian, walupun natali hanya nikah kontrak dengan lixian namum dia sudah sah secara agama dan negara dan itu artinya lixian memang sudah berhak atas segala dirinya, apa lagi lixian tadi bilang dia mengidam dan itu berarti bawaan anak yang ada di kandungannya, toh natali sudah hamil
"baiklah demi anakku aku akan menyetujui itu walaupun aku sedikit gugup karena xian akan melakukannya secara sadar, tapi bagai mana lagi menolaklun akun sedikit tidak enak hati"ucap batinnya
"mmm b_baiklah a_ku mau, ta_tapi apa tidak apa apa dengan janinnya? "ucapnya sambil menunduk, dan seketika terlihat jelas rona bahagia di wajah lixian
lixian yang senang pun langsung memeluk natali dan membisikkan "terimakasih, dan aku janji akan melakukannya dengan selembut mungkin, dan kamu tidak usah khawatir tentang baby kita aku sudah menanyakannya pada luhan"
dan lixian langsung melepaskan pelukannya dan setelah itu lixian langsung mengangkat natali, dan memposisikannya di tengah tengah kasurnya
perlahan lahan lixian membaringkan natali agar posisi terlentang, dan dia langsung menyambar bi***r mungil natali, me***atnya dengan lembut menyecapnya dan mengigit halua bi***r bawah nata agar membukakan mulutnya sehingga bisa leluasa mengekspor deretan giginya yang seakan akan menghitung jumblah giginya
tangannya lixian tidak tinggal diam, tangannya dia gunakan untuk membuka sayu persatu kancing piyama natali, ciuman itu turun ke leher sehingga membuat si empunya men***ah tanpa sadar karena merasakan hal asing ini kembali namun karena gerakan lembut lixian membuatnya terlena
lixian yang mendengar natali mengeluarkan suara itu tersenyum kemenangan, dan langsung melanjutkan kegiatannya untuk menjelajah leher natali dan meninggalkan jejak kepemilikan di sana
tanpa sadar kini mereka berdua sudah full nek*d "kau siap? aku mulai ya"bisiknya tepat di telinga natali
dannnn
"aaakhhhh"triak natali
"****! kau masi sangat sempit"ucapnya, dan langsung melu***at b**r natali tanpa langsung mengerakannya karena takut natali akan terasa sakit, setelah lima menit ia melakukannya
keduanya saling saut menyaut dengan er**gan dan de**han hingga mereka sudah mencapai puncaknya sampai dua kali waktu yang mereka gunakn kurang lebih dua jam setengah
dan itu berhasil membuat mereka berdua terbaring lemas atas pergulatan mereka tadi
"Terimakasih nat, aku harap ini awal hubungan yang baik kita"bisiknya kepada natali, natali yang sudah sangatat kelelahnpun hanya mengangguk tipis dan mereka langsung tertidur dengan saling berpelukan tanpa sadar
Hingga pagi tiba dan matahari mulai muncul dan melewati celah jendela kamar natali, natali yang terbangun dahulupun merasakan ada sesuatu yang berat di perutnya dan dia langsung menoleh ke belakang, dan ternyata ada lixian yang tengah memeluknya dari belakang, dan natali langsung mengingat kejadian semalam
ntah apa yang ada di fikiran natali hatinya mulai sedikit luluh akibat permainan lixian yang lembut tadi malam, dan natli membalikaan badannya agar menghadao lixian, satu tangan kanannya terulur untuk mengusap rahang lixian yang halus tanpa bulu, dan menyentuh hidung mancung hingga alis tebal milik lixian
"Betapa sempurna wajahmu mas, tapi aku sadar kita menikah hanya demi anak kita tidak terlahir tanpa ayah, dan sejujrnya dari sikapmu semalam yang lembut membuat sedikit hati ini menerima tapi aku tidak mau terlalu sakit karena kaupun tidak mencintai aku, tuan mudaku" lirih batinnya dan dia langsung bangkit dari tidurnya dan perlahan lahan natali menyingkirkan tangan lixian dari perutnya, dan langsung pergi ke kamar mandi
Sebenarnya lixian sudah bangun sejak lima menit sebelum natali bangun, namun karena terlalu merasa nyaman lixian enggan bangkit dari tidurnya dan lixian tafi juga merasakan tangan natali yang mengelus elus rahang hingga menyentuh hidung dan alisnya
lixian hanya membiarkan saja tanpa bergerak sedikitpunz dia hanya menikmati belaian lembut tangan natali, dan sejujurnya lixian tidak mengerti dengan sikapnya setelah melakukan itu dengan natali, hatinya tiba tiba menginginkan nata tapi segerst di tepis, karena baginya dia hanya mencintai anaknya dan cinta pertamanya
Lixian harus menjalankan rencananya agar bisa mendapatkan hak asuh anak itu dari natali, lixian langsung bangkit dari ranjang natali dan berjalan keluar menuju kmarnya dan langsung membersihkan diri
setelah bersiap siap lixian langsung pergi ke kantor tanpa sarapan karena sebenarnya dia merasa canggung dengan natali, begitupun dengan natali
.
.
__ADS_1
.
TBC