
Tuan wingson benar benar mewujudkan keinginan sang cucu, hari itu juga ia menyekolahkan iliano di salah satu SD terfavorit di negara itu, yang memiliki patokan harha fantastis
Walaupun sempat di tolak akibat kesempurnaan nilai iliano, tuan wingson berusaha agar lano bisa sekolah dasar di sana.
***
Di belahan negara lain nampak laki laki berjalan dengan gagahnya memasuki perusahaannya, tidak ada lagi ekspresi kebahagiaan selama empat tahun ini ia hanya menampilkan wajah datar dan dingin serta tatapan mata tajamnya yang membuat lawan bicaranya akan tunduk ketakutan
Semua karyawan menunduk kala xian berjalan masuk
Dengan sigap asisten lae menyambutnya
"Selamat pagi tuan"
"Hmmm"balas xian dengan bergumam, lae sudah terbiasa dengan sikap lixian selama beberapa tahun ini, jujur saja ia merindukan sikap tuannya dulu meskipun tetap bersikap dingin namun xian kadang menampilkan senyumannya atau sekedar tertawa bersama sahabat sahabatnya
Lixian nampak berbeda seratus delapan puluh derajat, ia sangat sulit untuk di ajak mengobrol baik dia maupun sahabatnya yang lain, namun dapat lae ketahui setiap malam xian menangis sendiri meratapi penyesalan yang masih ada di dalam hatinya
Sungguh lae tak tega namun apa di kata, sampai sekarang ia tak bisa menemukan nonanya
lae langsung memencet tombol lift untuk tuannya menuju ruangannya di lantai paling atas
Ting
Lixian keluar dari lift bersama lae
"Apa jadwalku?"
"Siang ini anda hanya harus menghadiri rapat penting dengan clien di restoran xx tuan"
"Hanya itu? "
"Tiga hari lagi anda harus berangkat ke negara singapur tuan, perusahan xx meminta kesepakatan kerjasama yang tempo hari"
"Urus semua keperluan selama saya pergi "
"Baik tuan"jawab lae dengan membukakan pintu ruangan xian
"Lae bagaimana kabar daddyku? "tanya xian setelah ia duduk di kursi kebesarannya
"Tuan besar namoung sudah baik baik saja tuan, beliau terus menanyakan anda, dia ingin bertemu dengan anda tuan"
"Kau boleh pergi "ujarnya, lae menunduk hormat dan meningalkan ruanagn xian dan pergi ke ruangannya
Sejenak xian diam sudah dua tahun lamanya ia tidak menemui daddy dan mommynya, sejak ia kembali dengan kesadarnnya xian memutuskan untuk tinggal di rumahnya sendiri
Xian merasa kecewa dengan mommynya mengetahui jika foto foto yang ia terima adalah ulah dan matan kekasihnya, karena itu xian menjadi tak mempercayai natali dan kejadian ini terjadi
Namun sampai detik itu juga ia belum mengetahui secara rinci mengenai kecelakaan natali, bagaimana dengan nata dan bayinya, apa mereka masih hidup? selalu hal itu menjadi pertanyaan di benaknya
Xian mengambil handphonenya ia membuka galeri di mana terdapat foto foto natali yang sempat ia foto bersama dirinya
"Semoga tuhan mempertemukan kita sayang"ucap lirih xian dengan mengelus foto nata, setetes air jatuh dari pelupuk matanya
Xian langsung menghapus kasar airmatanya ia kembali menyimpan handphonenya dan langsung berkutat dengan leptopnya, mencoba meluapkan sejenak masalah yang ia miliki
__ADS_1
***
Waktu menunjukkan makan siang, natali langsung bergegas membereskan berkas berkasnya, ia sudah berjanji dengan kakaknya dan anaknya untuk makan siang bersama
Tok tok tok
Tiba tiba pintu ruangan natali di ketuk oleh seseorang
"Ya masuk"
"Oh dr. caca ada apa dok? "
"Permisi dr. angel emmm apa mau makan siang bersamaku? kebetulan aku belum memiliki teman"
"Emm sebenarnya aku ada janji dengan kakak dan anakku untuk makan siang bersama dok"
"Oh maaf dr.angel kalo begitu yasudah lain kali saja "ucap caca dan hendak pergi
"Emm tunggu caca kalo begitu bagaimana kita makan bersama saja sekalian nanti aku kenalkan kakakku"
"Apa boleh dr. angel? "
"Tentu, ayo kakakku sudah menunggu"
"Baiklah angel terimakasih, maaf ya soalnya aku belum ada teman di sini"
"It's oke ca"ucap nata dengan tersenyum
Kedua wanita cantik itu berjalan beriringan keluar dari rumah sakit di sana sudah ada bagas menunggu
"Kakak"teriak natali
deg
Mata caca membulat, tubuhnya terpaku melihat wajah bagas
"M-m maaf angel sepertinya aku melupakan sesuatu, kamu duluam saja aku tadi lupa harus menemui mamiku dulu "ucap caca tergagap dan langsung memutarkan tubuhnya ia berjalan cepat
"Loh tapi... "ucap naga terhenti saat tubuh caca semakin menjauh
"Yasudah lah"nata kembali berjalan menemui bagas
"Hallo sayang"
"Hai kak"
"Siapa tadi? "
"Tadi caca kak, dia teman aku tadinya dia mau makan bersama kita eh tidak jadi"
"Kenapa? "
"katanya ada janji dengan maminya"
"Oh"
"Loh lano kemana kak? "
__ADS_1
"Masih di kantor daddy sayang, kita menjemputnya sama sama"nata mengangguk
"Oh iya tadi daddy bilang katanya dia sudah mendaftar iliano ke sekolah dasar"
"Hufhhh sebenarnya aku tidak setuju kak, dia masih terlalu kecil masa iya umur empat tahun dia sudah memasuki srkolah dasar "
bagas tersenyum
"Anakmu itu terlalu cerdas sayang "
"Tapi kak aku takut dia dewasa sebelum waktunya kak"
"Kamu ingat empat bulan lalu saat kakak pergi ke paris selama satu bulan, dia bahkan membuat semua orang repot "
Nata mengingat emapt bulan lalu saat lano merengek merindukan unclenya anaknya malah membobol data perusahaan bagas hal itu membuat bagas kelimpungan semuanya turun tangan untuk menyelamatkan data data perusahaan bagas, bahkan bagas langsung menghubungi kenan untuk meminta bantuan namun kenan juga tidak bisa
Bagas di buat geram karena ada orang yang berhasil membobol perusahaannya, selama ini tidak pernah ada yang bisa berhasil menbobolnya
hal itu di dengar oleh tuan wingson dan nata, namun nata sudah mengetahui siapa pelakunya yang tak lain anaknya sendiri karena melihat iliano terus berkutat dengan leptopnya
"Hufhhh kakak benar dia sudah dewasa sebelum waktunya tanpa bisa aku cegah"ucap nata, bagas tersenyum mengingat hal itu keponakannya itu terlalu pintar
"Ah iya sayang tiga hari lagi kakak dan daddy akan pergi ke paris, kamu di sini baik baik ya jangan lupa minum susunya nanti kakak akan mengeceknya saat tiba kalo sampai kamu gak minum kakak akan marah sama kamu"
"Iya kakakku sayang angel gak bakal lupa, tapi berapa lama memangnya kak? "
"Tidak lama mungkin satu mingguan kakak dan daddy di sana"
"Baiklah"
Bagas melajukan mobilnya menuju kantor daddynya, sesekali mereka mengobrol
Bagas tak pernah menyangka jika wanita yang waktu itu dinikahi xian ialah adik kandungnya, wanita yang selalu menatap sendu siapapun lawan bicaranya
Wanita yang akan berbibar bahagia ketika permintaan kecilnya di kabulkan, ia mengingat saat dimana saat pertama kali ia bertemu nata
seharusnya ia langsung mengenali nata karena memang wajahnya sangat mirip dengan alm. sang mommy
Hah mau di kata apa toh saat ini ia sudah bertemu adiknya walaupun dengan kejadian pahit
.
.
.
TBC
jeng jeng jeng masih pengen liat readr ngamuk nunggu kapan natali dan xian ketemu 😆
eh eh nggak kok canda
Garing ya ceritanya? 😂
Maaf ya Guys aku sebenarnya bingung up cepat itu seberapa lama? aku up tiap hari masi ada yg bilang upnya lama, aku up yg kadang 2 hari sekali ada yang bilang Udah lupa sama Ceritanya, coba kasi saran guys karena kalo sehari up lima chapter jujur aku gak bisa, karena aku ngetik pake hp kalo pake leptop aku gak tahu berapa banyak aku nulis tapi kalo pake hp ketahuan berapa kata aku nulis nanti aku ngira udah lebih seribu padahal belum kek waktu itu, sedikit cerita aja kalo aku liat katanya kurang seribu dua ratus aku usahain di tambahin biar kalian gk bilang sedikit gitu
Hmmm buat yang nunggu nunggu ini maaf ya, kalo kalian lupa sama ceritanya baca judul aja siapa tau inget sedikit karena aku sengaja nulis chapter judul bukan per eps 1 dan 2
__ADS_1
Tapi kalo gitu aku coba deh besok up lebih dari tiga kalo gak pegel ya