
Dengan keadaan tubuh yang lemas lexa keluar dari rumah alan, ia harus kuat dan harus tetap bersikap biasa aja walaupun tubuh lexa sangat lengket ia akan memutuskan tidak pulang ke mansion namoung dia lebih memilih menginao di hotel untuk tidak membuat ny. yenli curiga biar nnti lexa fikirka yang penting ia sekarang harus cari hotel untuk beristirahat
"Akhh sial kau alan, tunggu pembalasanku bukan xian yang akan ku hancurkan tapi kau! "gumam lexa
"Hufhhhhh aku harus cari cara biar wanita sialan itu di benci, karena dengan cara itu xian akan melepaskannya"Geramnya
***
Saat ini xian tengah duduk di samping nata yang masih terlelap, xian terus memandangi wajah damai nata wanita polos yang saat ini mengandung anaknya
"Kau sangat cantik"ucap xian sambil mengelus kepala nata
Nata yang merasa terganggu dalam tidurnya langsung terjaga ia melihat xian duduk di sampingnya dan tak lupa senyumannya yang selalu buat jantungnya memompa dengan cepat
"Sudah bangun hmmm? apa lapar? "tanya xian lembut
"Iyaaa"jawab nata dengan suara khas bangun tidur
"Kamu belum makan malam, aku gak tega bangunin kamu, mau makan apa hm? "
"Mmm tadi aku mimpi makan nasi goreng dan sate"
"Jadi kamu mau makan nasi goreng buatanku lagi hm? "tanya xian dengan senyumnya nata hanya mengangguk malu
"Baiklah aku akan buatkan nasi goreng yang paling enak buat istriku dan anakku ini "ucap xian sambil mengelus perut nata sayang
deg
"Istriku? dia menyebut aku istriku? "batin nata, bibirnya tersenyum rasanya menyenangkan jika xian menyebutnya istriku
"kenapa senyum senyum hm? "
"Eh nggak, Mm nata mau mandi dulu"
"Pake air hangat ya udah malem jangan lama lama, aku tunggu di bawah, cup"ucapnya tak lupa mencium kening nata dengan lembut
"E-eh iya"jawab nata menunduk, dengan gemas xian mengcak rambut nata dan langsung berdiri dan keluar untuk menyiapkan semuanya
Xian langsung memangil bi inah untuk menyiapkan bahan makanan dan untuk membuat sate, bi inah hanya membatu menyiapkan bahan bahannya saja untuk masak itu akan xian lakukan sendiri
Tak berapa lama nata turun dengan gaun tidur yang lumayan tipis ia langsung menuju ke dapur tapi tidak menemukan xian
bi inah yang sedang menusuk nusuk ayam melihat nata
"Eh non, tuan ada di rooftop non"
"Eh iya bi, tapi lewat mana ya bi? "
"Lewat tangga samping non, hati hati ya non naiknya "ucap bi inah memperingati nata langsung melangkahkan kakinya ia baru sadar jika rumah xian memiliki rooftop selama ini ia hanya pergi ke taman belakang atau taman dekat komplek
Nata menaiki tangga dengan hati hati, ia melihat xian yang sedang kesusahan mengulek bumbu bumbu untuk satenya nanti
Sadar akan kehadiran seseorang xian langsung menengok ke arah tangga
"Astaga sayang kenapa naik? "
"Loh emang kenapa? "nata tidak sadar lagi lagi xian memanggilnya sayang
"Tangga di sini itu sedikit tinggi takutnya kamu jatuh, kenapa gak lewat lift hm? " jawab nata hanya tersenyum
"Yasudah kamu duduk di situ ya"ucapnya sambil menunjuk sofa di sana, nata hanya menuruti perintah xian
tapi xian baru sadar pakaian nata cukup tipis ia takut nata kedinginan
"Kamu tunggu di sini aku mau ke kamar sebentar"nata hanya mengangguk tanpa bertanya
Bi inah datang membawa ayam yang sudah di tusuk tusuk itu
__ADS_1
"Non, non kedinginan? "tanya bi inah yang melihat kaki nata bergerak gerak
"Mmm sedikit bi"
"Kalo gitu biar bibi ambilin selimut dulu ya"
"Nggak usah bi"ujar xian yang sudah kembali membawa selimut dan langsung di pakekan ke nata
"Yasudah bibi turun dulu ya tuan, kalo perlu bantuan pangil bibi saja"ujar bi inah
"Iya bi, terimakasih ya"bi inah langsung turun meningalkan xian dan nata
Xian langsung membakar sate yang sudah di beri bumbu penyedap, untuk membuat sate xian tidak kesulitan karena ia berfikir sama halnya jika baemrbequean hanya saja bumbunya berbeda toh bi inah sudah menyiapkan bahan bumbunya xian hanya mengulek saja
Yang menjadi tantangannya xian harus lagi membuat nasi goreng, ia bingung kenapa anaknya kalo ngidam hanya nasi goreng? gak mobil, liburan atau makanan yang mewah gitu?
Nata hanya diam melihat xian yang sedang memasak, ia tersenyum ternyata xian tipe penyayang karena jika tidak ia tak mungkin seperti itu
Saat memandang xian ntah mengapa tiba tiba perasaan nata tidak enak, ntah apa yang akan terjadi tapi nata berusaha mengabaikannya mungkin hanya firasatnya saja
dengan penuh perjuangan akhirnya setelah setengah jam sate dan nasi goreng jadi
xian banga dengan hasil kerja kerasnya walaupun ia ceo tapi ia tak pernah sebangga ini
"Akhirnya selesai jiga tapi rasanya aku gak yakin sama nasi goreng buatanku, ahhh sudahlah toh waktu itu dia suka banget" gumam xian dan langsung menyajikannya untuk nata
"Sudah jadi silahkan di makan tuan putri "
"Wahhh nasi goreng"ucap nata gembira tanpa menunggu lama nat langsung melahapnya beserta satenya
"Gimana enak? "
"Hu'um enak daddy"ucap nata seraya mengacungkan dua jempol, ia tak sadar memanggil xiaj dengan daddy
Xian hanya terkekeh geli melihat cara makan nata yang rakus itu
"Enak makanannya enak, Mau lagi"ucap manja nata yang langsung di sendokan oleh xian, memang xian membuat porsi banyak ia takut nata meminta lagi seperti dulu, dan ternyata benar
lagi xian hanya mengeleng kepalanya sesekali ia mengelus kepala nata
"Kakak gak makan? "tanya nata.
"Aku sudah makan sebelum kamu bangun tadi, ini khusus buat kamu"Nata hanya mengangguk
Karena meras sangat lapar lagi lagi nata menambah, hal itu sedikit membuat xian takut
"Susah ya nanti perutnya sakit"ujarnya menarik nasi goreng yang ada di tatanan
"tapi babynya mau lagi, belum kenyang"
"Tapi gak baik nanti sakit, udah ya"bujuk xian
"Gak mau, babbynya masih mau"nata terus merengek bak anak kecil yang tidak di kasih permen, matanya sudah berkaca kaca karena keinginannya buat ngabisin di larang
"Malam ini cukup nnti besok kakak buatin lagi oke, sekarang minum susu dulu"
"Tapi nata mau lagi hiks"jatuh sudah air mata nata, bukan tak apa xian takut jika nata makan terlalu banyak akan membuat perutnya sakit ia jadi menyesel membuat makanan dengan porsi untuk 5 orang. Nata sudah menambah sebanyak 3 kali tapi ia masih ingin makan
"Sudah ya nanti saja sayang"
"Hiks masi laper"rengek manja nata
Dengan cepat xian berjongkok di samping nata, xian membuat nata menghadap ke arahnya hinga wajag xian berhadapan dengan perut nata yang membuncit
"Sudah ya nanti kamu sakit perut, kamu belum minum susu"
"Tapi babbynya masi laper hiks"
__ADS_1
"Hallo sayang anak daddy udah ya nanti perut mommy nanti bisa sakit kan tadi udah jangan nakal dong kasian mommynga"ucap xian sambil mengusap perut nata
Bayi yang ada di dalam kandungan nata seakan mengerti dan langsung menendang halus tanda ia, barulah nata tidak menangis lagi
"Sudah ya, sekarang kamu minum susu dulu"jawab nata mengangguk dan langsung meminum susunya
"Anak daddy pinter, jangan nyusahin momny ya sayang"ucapnya lagi seraya masih mengelus perut nata
Xian bangkit dan langsung mengendong nata,untuk duduk di salah satu bangku yang mengarah ke taman
jika di lihat dari atas pemandangan di sini sangat indah, taman di rumah xian memang di hiasi dengan ornamen lampu yang membuatnya indah jika di malam hari
Dengan sayang xian membawa tubuh nata ke pangkuannya tangannya terus mengusap perut nata
"Kita menikah sudah hampir 5 bulan tapi kamu belum pernah cerita sama aku tentang keluarga kamu, kehidupan kamu sebelum kenal aku" Sebenarnya ia sudah tau mengenai informasi nata tapi ia ingin tau langsung dari natali.
"Mm tapi nata mau turun"
"Gak usah biar seperti ini saja, rasanya nyaman wangi tubuh kamu itu menenangkan sayang, sekarang kamu cerita sama aku"
"Mm apa ya? "
"Cerita mantan kamu, kehidupan sekolah kamu"
"Bukannya kakak sudah tau? kan dulu pernah ke rumah nata"
"Pengen denger kamu cerita lagi"
"Hmm Cerita nata gak ada yang menarik, nata hanya anak yatim piatu yang harus berjuang hidup untuk biaya sekolah dan kebutuhan sendiri, walaupun nata sekolah mendapatkan beasiswa full tapi untuk keperluan lain nata susah, nata sering di bantu sama sahabat nata dia gadis baik nata sangat sayang sama dia, dia selalu membantuku walaupun ia anak orang kaya tapi ia tak pernah peduli dengan kondisi keuangan nata"
"Jadi kamu punya sahabat?"tanya xian
"Iya bahkan dia yang membantu nata masuk ke perusahaan kakak menjadi cleaning service, awalnya dia tidak setuju karena ia ingin nata menerima beasiswa untuk kuliah di negara f"
"Wow ternyata kamu pintar ya"
"Dulu saat ada mama papa nata ingin melanjutkan kuliah makanya nata belajar keras supaya nata bisa mendapatkan beasiswa agar tidak merepotkan mama papa, tapi tuhan berkehendak lain"lirih nata dengan tersenyum miris
"Tuhan mengambil orang yang menjadi penyemangat nata"
"Apa suatu hari kamu ingin kembali kuliah? "
"Mungkin tapi untuk saat ini nata tidak ingin memikirkan seseuatu selain bagaimana nanti jika anakku kau ambil kak"lanjutnya dalam hati
Xian terus mengorek informasi apa yang nata sukai dan hobinya, Nata terus bercerita dari kehidupannya, persahabatannya cita cita, hobi dan hal hal yang ia impikan yaitu membuat sebuah rumah dengan gambaran yang ia mau
"Kalo kakak bagaimana? "tanya nata yang penasaran
"Aku tidak punya cerita semenarik kamu sayang, yang jelas sekarang keinginanku hidup bersama orang yang aku cintai"
deg
"orang yang di cintai? "
"Sepertinya mau hujan, cuacanya sudah sangat dingin, ayo kita masuk"
Xian langsung membopong nata dan memasuku lift yang ada di sana, dalam gendongan xian nata hanya diam mencerna ucapan yang tadi xian ucap
setelah sampai di kamarnya xian langsung membaringkan nata perlahan lahan di kasur king sizenya menyelimutinya dan setelah itu ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya lagi, setelah itu ia menyusul nata tertidur, xian langsung membawa tubuh nata kedalam pelukannya
.
.
.
TBC
__ADS_1