
Dengan langkah besarnya lixian berjalan dengan gagahnya keluar dari area bandara khusus untuknya dengan di apingi 5 pengawal pribadi tiga di belakang sementara yang dua menjaganya di dari depan. Sementara asistennya lae tidak ikut pulang karena memang harus menggantikan xian mengurus permasalahan di kantor cabang dan hotel yang baru melakukan peresmian.
"Bagaimana dengan wanita ular itu apa kalian sudah mengurusnys?"tanya xian pada pengawal pribadi sambil terus berjalan dengan kaca mata bertendeng di hidung mancungnya
"Sudah tuan, dia sekarang sudah ada di markas"jawab salah satu pengawal pribadinya
"Beri ia pelajaran melebihi ia menampar istriku buat ia tidak lagi mengusik isttiku"
"Apa yang harus kita lakukan tuan? "
"Terserah buat ia tidak berani mengusik istriku lagi"
"Baik tuan"
Bila xian menginhat pengkhianatan bella sungguh itu membuatnya kembali merasakan sakit yang kedua kalinya oleh orang yang ia sayangi dulu ia di tinggal oleh lexa yang sampai sekarang xian tidak mau mencarinya lagi karena dulu ia bergikir jika bella akan membuat hidupnya bahagia namun ternyata salah ia lagi lagi salah, tapi hatinya sakit dan ia marah kala ia tahu jika natali di tampar dan di ancam apalagi oleh wanita yang kini ia benci dan mommynya sendiri
Salah satu pengawal pribadi lixian langsung membukakan pintu untuk lixian yang sudah di siapkan
"Kemansion shinan"ucapnya setelah ia masuk kedalam mobilnya
Jam sudah menunjukan pukul 2 dini hari, xian sudah tak sabar bertemu natali dan calon anaknya, 5 hari ia sudah tak bertemu istrinya seperti 5 tahun, xian bahkan rela meninggal tugasnya yg kini ia serahkan kepada asistennya karena rasa kekhawatirannya terhadap istrinya dan calon anaknya, xian baru pertama ia tidak berprilaku profesional meskipun memang masalah ini bisa di wakili oleh asistennya tetap saja ini berbeda sungguh ini seperti bukan lixian dulu
...****...
Salah satu penjaga mansion shinan langsung membukakan gerbang begitu tahu siapa yang datang dan dengan tak sabar xian langsung membuka pintu mobilnya sendiri dan langsung melangkahkan kakinya untuk membuka pintu masuk utama yang memang sudah di bukakan oleh salah satu penjaga mansion shinan
Dengan tak sabaran xian langsung masuk kedalam mansiom yang nampak sepi tanda penghuninya sudah tidur mengingat waktu sudah dini hari
Natali yang masi terjaga dari tidurnya mendengar suara langkah kaki mendekati kamarnya
"Se-seperti ada seseorang yang melangkah kesini tapi siapa? ap-apa kak luhan? tapi kenapa seperti suara sepatu pentopel? "monolognya dengan rasa takut, natali langsung terduduk
Cklekkkk
Natali sungguh terkejut melihat seseorang yang tengah berdiri di pintu, seseorang yang sudah ia rindukan selama beberapa hari ini dan dengan semangatnya ia langsung menghampiri lixian yang berdiri sambil memberikan senyuman manisnya
Natali langsung memeluk tubuh tinggi lixian erat, sambil meneteskan air matanya dan dengan senang hati lixian membalas pelukan natali tak kalah eratnya
"Apa aku sedang bermimpi?"
"Tidak sayang, kau tidak sedang bermimpi ini aku suamimu"ucap xian
"Hiks hiks kamu jahat... kamu jarang memberi kabar untukku, katanya bakal setiap hari ta-tapi nyatanya kamu hanya dua kali hiks hiks"
"Sttttt sttt dah ya jangan nangis aku udah pulang"ucap xian sambil menghapus air mata natali
"Kau baik baik saja hmmm?" nata hanya mengangguk
"Ayo kita duduk dulu" ajak lixian kepada natali dan mengajak natali duduk di ranjang dan tak lupa ia menutup kembali pintu kamar itu
"Kok kamu belum tidur? kenapa hm? "
"Gak bisa tidur"
__ADS_1
"Kenapa gak bisa tidur hm?"
"Babbynya rewel"
"Oh babbynya nakal ya?" natali hanya mengangguk
"Mana sini aku mau ngomong sama babynya"ucap xian sambil mensejajarkan wajahnya dengan perut natali
"Hai jagoan daddy, ini daddy udah pulang kamu nakal ya? kenapa rewel hm? apa kamu merindukan daddy? (monolognya dengan bayi di dalam perut natali, sambil matanya sesekali melirik natali yang memandanginya juga) maafkan daddy sayang daddy harus kerja supaya nanti daddy bisa membelikan apapun maumu jika kamu sudah besar, lain kali jangan nakal lagi ya kasian mommy" Cupppppp, dengan penuh rindu xian mengecup perut natali
"Sekarang kau harus tidur ya, aku mau bersih bersih dulu"ucap lixian sambil mengelus rambut panjang natali
"Apa udah makan? "tanya natali
"Aku udah makan di pesawat tadi"jawabnya dengan tersenyum
"Aku mandi dulu ya, kamu tidur ok"
Natalipun langsung merebahkan tubuhnya di kasur king size itu dan lixian langsung pergi ke kamar mandi membersihkan tubuhnya
setelah 20 menit lixian selesai mandi menggunakan jubah mandi, di lihatnya natali sudah tertidur
Lixian langsung mencari ponselnya dan memanggil salah satu pengawal pribadinya yang menjaga di luar bersama penjaga keluarga shinan
"Kau bawakan pakaianku ke dalam"
"Baik tuan"
tak berapa lama pintu di ketuk oleh pengawal pribadi lixian dengan membawa koper milik lixian
"Hmm kau boleh kembali, dan kau perintah kan anak buahmu yang lain untuk tetap berjaga di sini"
"Baik tuan saya permisi" tundukya hormat
Saat hendak masuk kembali xian di panggil luhan yang hendak turun mengambil air
"Xi, kau sudah pulang?"
"Stttt, kita berbicara agak jauh natali sedang tidur " ajaknya dan berpindah agak jauh agar tidak mengganggu natali
"Katanya kau mengakami masalah dengan perusahaan cabang mu? lalu kenapa kau sudah pulang "
"Ya, tapi sudah ada lae yang mengurusnya"
"Cik ini bukan seperti lixian namoung yang dulu "
"Aku tidak peduli "
"Apa ini gara gara kau mendengar nata sakit? "
"Tidak"
"Cik kau ini terlalu gengsi untuk mengakui"
__ADS_1
"Aku sudah membuat wanita itu menanggung akibat ulahnya"
"Bella? "
"Siapa lagi? "
"Aku lega jika kau melupakan wanita itu dan aku harap kau menjaga natali dan tak membuat dia sakit hati aku akan menjadi orang yang sangat marah jika kau menyakitinya"
"Apa kau menyukainya? jangan harap. lagian aku sudag memutuskan untuk membatalkan kontrak itu dan hidup bahagia bersamanya dan anakku"
"Aku harap kau bisa menjaga ucapanmu"ucap luhan menepuk bahu xian
"hmmm"
"Sudah kau lanjutkan urusan yang belum tuntas "ucap luhan ambigu
"Urusan apa? "
"Gak perlu sok gak paham deh lo, mana ada orang yang tidak melakukan itu dengan istrinya setelah tidak bertemu cukup lama ya walaupun hanya beberapa hari "
"Heh otak lu doang yang mesum! gue gak kayak lo ya"
"Ck lihat saja aku yakin setelah 1 jam kedepan bakal terdengar suara desahan, tapi lo sebaiknya gak usah sih karena nata baru sembuh masa mau lo gempur hahah"ucap luhan dengan menahan tawanya agar tidak terlalu keras
"Sialan lo"
Ya begitulah lixian dan luhan jika sudah dalam mode sahabat, mereka akan saling mengejek satu sama lain, tidak dengan xian saja tapi dengan ke tiga yang lain pun sama
dan setelah selesai obrolan singkat xian langsung masuk kedalam kamarnya dan langsung memakai bajunya setelah itu ia langsung berbaring di sisi nata memeluknya dan sesekali ia mencium kening nata yang sudah tertidur itu
"Maafkan aku, aku janji aku akan membuatmu bahagia"lirihnya dalam hati dan mengecup kepala nata dn setelah itu ia langsung menyusul ke alam mimpi
.
.
.
"Satu-satunya hal yang kita tidak pernah merasa cukup adalah cinta, dan satu-satunya hal yang tidak pernah cukup kita berikan adalah cinta."- Henry Miller
TBC
****
Maaf ya ceritanya ngaur ya😭
Mohon maaf aku masi slow up karena akhir akhkr ini aku aku banjir tugas mulu, 😢aku bisa aja up setiap hari tapi aku takut ceritaku bakal semakin membuat kecewa karena aku gak bisa mikkr cepat jika banyak work! tapi percayalah ini masih masuk ke alur ko dan untuk ke depan siap siap ya bakal ada konflik 😍
Terimakasih sebesar besarnya untuk kalian yang memberikan suport dan dukungan untuk outhor gabut
Semoga ceritaku dapat menghibur kalian yang merasa terhibur aja si ya 😚😆
Jangan lupa tinggalkan jejaknya bby, 😍 boleh kasi keritikan, masukan ko tapi gunakan dengan bahasa layaknya seorang terpelajar ya😇😘🌹
__ADS_1
Seeu next chapter babby 😘💗