
"Hiks... mommy hiks hu hu hu mommy... "
pagi itu di negara S tepatnya mansion keluarga wingson di gemparkan karena iliano yang terus menangis mengetahui jika ia bangun tidur ia tak melihat mommynya
Bagas yang belum tertidur sama sekali merasa pusing dan kasian melihat keponakan Kesayangny menangis sampai kehilangan suaranya
"Hey sayang kamu kenapa nangis hem? "Tany bagas yang langsung membawa tubub mungil iliano ke gendongannya
"Mommy cemana uncle? ano sudah tidul dua taali tapi mommy maciih belum ada unclee hiks hu hu "
"Hey sayang jagoan uncle, momny lano ada kok, sekarang mommy lano lagi dinas ke luar negeri dia akan segera pulang ko, mommy lanokan seorang dokter "
"Mommy mau cembuhin oyang oyang cakit uncle? "
"Iya, mommy harus nyembuhin orang orang yang perlu tanganan dokter, nanti kalo lano sudah tidur beberapa kali mommy pasti pulang ya sayang" lano mengangguk dengan mengusap air matanya
"sekarang lano sama uncle dulu ya, nanti malam katanya opa pulang "
"Benelan ya uncle mommy pasti puang"
"Iya sayang, mommy pasti pulang "
Hanya itu yang bisa bagad ucapkan ia terpaksa berbohong untuk membujuk lano agar tidak terus menangis, sejujurnya hatinya gelisah karena ini sudah dua hari natali hilang dan sampai sekarang ia belum bisa menemukan jejaknya
Dan tadi malam daddynya meneleponnya dengan tak lepas dari bentakan sang daddy yang murka akibat bagas tak bisa menjaga adiknya lagi, dan dengan terpaksa tuan wingson meninggalkan perusahaannya yang masih membutuhkannya namun nata yang terpenting baginya uang miliaran hanya seujung kukunya, karena tanpa bekerja kekayaannya bisa menghidupi anak cucu sampai tujuh turunannya, namun masih banyak orang yang bergantung dengan perusahaannya dan memang perusahaan keluarga wingson sudah turun temurun dari zaman nenek moyang
Tuan wingson sangat syok mendapatkan informasi dari orang suruhannya jika natali hilang dan kemungkinan di culik, ia sangat marah dan langsung menelepon anak sulungnya
Beruntung jantungnya membaik jika tidak ia mungkin akan terkena serangan jantung akibat mendengar jika princess kesayangannya lagi lagi hilang
"Daddy bisa mati jika kehilangan kamu untuk yang kedua kalinya sayang"gumamnya gusar dengan menjatuhkan air matanya
Ia takut natali di culik oleh salah satu musuh yang memiliki dendam dengannya
"Ntah di mana keberadaanmu sekarang Semoga kau baik baik saja sayang"doanya
***
Di sisi lain xian tengah duduk di kursi kebesarannya saat ini ia sedang menatap laporan yang baru saja jack berikan kepadanya
Xian belum kembali lagi setelah dua hari ini, yang tadinya ia akan segera kembali setelah melepasnya vasektomi namun ia urungkan akibat ia teringat dengan nata yang sering tiba tiba pingsan
Ia menatap laporan itu dengan pandangan sulit di artikan, fakta kecil baru terkuak olehnya dimana ternyata natali di beri obat agar ia hilang ingatan hal itu yang membuat nata lemah dan tububnya sering pingsan
Walaupun tidak berkepanjangan namun tetap saja nata akan selalu ada effek setelahnya
"Apa natali masih mengkonsumsi obat itu? tapi mengapa is masih mengingatku? dan waktu awalpun dia mengatakan tidak mengenalku namun aku tak percaya"
"Bagas sialan kenapa kau sebodoh itu! awas kau jika aku bertemu denganmu!"hardik xian
Ya xian merasa cemas akibat nata yang sering pingsan akhirnya ia mencari tahu mengenai hal itu dari dokter yang merawat natali
Ia syok saat mengetahui natali pernah depresi namun apa penyebab terbesarnya? ia tak mengerti
namun xian baru bisa menemukan fakta itu akibat dr. yang menangani nata tak mau berucap lebih selain memberikan fakta itu, tapi sekan ganjil akhirnya xian masih ingin mencari semua alasan di balik mengapa natali bisa sampai mengalami kecelakaan dan depresi yang mengakibatkan natali harus menium obat agat ia kehilangan ingatannya
"Aku harus mencari cara agar menemukan fakta itu jika tidak, satu satunya aku harus menemui bagas aku yakin dia tahu semuanya"gumamnya
Xian langsung menkan tombol intecom memanggil asisten lae
"Ya tuan"
"Ke ruanganku segera"
"Baik tuan"
.
.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?"
"Lae siapkan helikopterku, dan katakan pada luhan ia harus ikut bersamaku tapi jangan sampai yang lain tahu terlebih dahulu"
"Walaupun tuan luxi tuan? "
"Ya, aku hanya membutuhkan luhan untuk memeriksa keadaan natali"
"Apa tidak sebaiknya dr. aurel saja tuan?"
"Tidak ia masih menjalankan cuti setelah melahirkan, kasihan anaknya dan aku percaya dengan luhan keluarganya sudah mengabdi menjadi dokter keluargaku lae"
"Baiklah tuan, saya akan menyiapkan semuanya"
"Ya dan terus awasi pergerakan pergerakan mereka, aku yakin bagas secepatnya akan menemukan kebenaran yg menculik nata"
"Jalankan semua perintahku dengan baik lae"
"Baik tuan"
***
Di rumah mewah itu natali terduduk di lantai dekat ranjangnya ia hanya menangis sejak dua hari xian meningalkannya, ia marah kecewa kesal rindu bercampur menjadi satu
Para pelayan sudah khawatir melihat nonanya tak keluar keluar kamar dan tuannya sangat sulit di hubungi, tidak ada orang yang mengetahui kode pin kamar xian
__ADS_1
"Sebenarnya apa mau kak? kau lagi lagi meningalkanku sendiri di rumah besar ini hiks"
"Aku mau pulang... "
"Hiks iliano mommny rindu nak"nata yakin anaknya akan menangis mengetahui jika terbangun saat pagi ia tidak ada
"Apa aku harus mengatakan pada kak xian jika anaknya masih ada? dan dengan begitu aku bisa keluar dari rumah ini kan? "
"Tapi... tidal tidak aku tidak yakin itu semua sesuai exspetasiku, bagaimana jika ia mengetahui lano dan ia akan merebut lano dariku dan aku akan di buang kembali olehnya? "
"Nggak sampai kapanpun aku gak boleh mengatakan tentang lano, saat ini saja mungkin dia bersama wanita itu, hiks hiks"
"Mengapa kau tega denganku tuhan?! aku hanya ingin bahagia hidup damai dengan anakku kakakku, daddyku walaupun ia tak mencintaiku aku rela! aku rela jika ia tidak bersamaku tuhan hiks"
"Wanita jahat itu... "
"Akhhhhhh! "tiba tiba nata menjerit, ingatannya kembali dimana dua wanita jahat itu menyiksanya
"Akhhhh, sakittt! Tidak hiks tidak jangannnn!"
"Akhhhh sakit! "natali terus menjerit menutupi telinganya
Ingatan pahit yang di Coba di hilangkannya tak bisa terkontrol kembali
Natali berdiri memecahkan semua barang yang ada di dekatnya mencoba mengusir rasa yang berkecamuk di ingatannya
"Tidakk! pergiiiii! hiks pergiii! jangan bunuh anakku! hiks nggak jangannn! "teriak nata, paman han yang mendenagar suara teriakan dari dalam kamar utama langsung berlari ke arah kamar ia mengetuk ngetuk pintu yang terkunci itu
"Nona nona anda baik baik saja non? "
Buk buk (gedoran pintu)
"Bagaimana ini, tuan xian bisa marah jika terjadi sesuatu dengan nona "
"Akhh mengapa tuan sulit di hubungi"
"Tidak jangan bunuh anakku! hiks jangan! "masih terdengar teriakan natali dari dalam yang sengaja tidak di aktifkan kedap suaranya
"Bi tolong pangilkan semua penjaga ke sini, saya tak punya cara lain selain mendobrak pintu ini"panik paman han
"tapi tuan apa tuan xian tidak akan marah"
"Tak apa bi, tuan akan lebih marah jika sampai terjadi sesuatu dengan nona muda, cepat bi!"
"Baik tuan"
Satu pelayan itu langsung berlari menuju para bodyguart yang menjaga di depan
"Namun saat keluar pintu dua helikopter hendak mendarat di plataran rumah itu"
"Itu pasti tuan muda "
Ternyata dugaannya benar itu tuan mudanya bersama sekretaris han dan di helikopter satunya ialah sorang pria tampan yang belum di ketahui pelayan itu
Pelayan itu langsung berlari menuju xian
Xian mengernyitkan alisnya bingung melihat salah satu pelayannya berlari ke arahnya dengan wajah panik
"Tuan, cepatlah masuk tuan ini gawat"
"Memangnya ada apa bi?"
"Nganu tuan, mmm nona muda dia terus berteriak teriak sejak tadi"" mendengar kata nona muda xian tiba tiba langsung panik, tanpa mendengar penjelasan sampai selesai xian langsung berlari ke dalam rumahnya di ikuti asisten lae dan dr. luhan
"Nggak jangan bunuh anakku! nggak gak mau! "teriak nata masih mengema di kmar itu
Xian berlari dengan cepat sampai ia di depan kamar itu
"Kenapa kalian biarkan dia seperti itu HAH! "bentak xian setelah ia sampai di depan kamarnya
"Maaf tuan, kami tidak berani bertindak apa apa, apalagi kami semua tidak mengetahui pin kamar anda"
"Kalin kan bisa merusak pintu itu"
Tanpa mendengar ucapan paman han lagi xian langsung menekan pin yang ada di pintu itu
mata xian membulat melihat natali menangis ketakutan duduk di pojokan dinding dengan keadaan kamar yang berantakan
"Natali!"teriak xian, ia langsung mendekati nata ia langsung memeluk nata
"Sayang ada apa? kenapa kau seperti ini? "natali langsung memberontak di pelukan xian
"Nggak jangan bunuh anakku! pergi pergi! hiks janagan bunuh anakku! "ia terus memberontak
"Sayang ini aku, sadarlah siapa yang akan membunuh anak kita? "
"Hiks tolong, jangan bunuh anakky hiks janagn! "tak terasa xian ikut menangis melihat keadaan nata, rasa bersalahnya semakin besar, seperti apa penderitaan wanita ini saat itu sampai seperti ini?
"Sayang ini aku kak xian, sadarlah"Xian tak berhasil membuat natali sadar wanita itu terus memberontak dan menyakiti tububnya
"Luhan! luhan"teriak xian
Luhan yang baru sampai langsung mendekati xian
"Han cepat beri tindakan sesuatu han, jika tidak ia akan menyakiti dirinya "Dengan cekatan luhan membuka tas medisnya yang terdapat suntikan penenang yang ia selalu bawa setelan kejadian xian yang dulu mengalami depresi
__ADS_1
dengan hati hati luhan menyuntikan itu pada natali, dan perlahan lahan wanita itu kembali tenang dan tak sadarkan diri
"Jangan bunuh anakku... "lirihan terakhir sebelum kegelapan menguasainya
Xian langsung membopong tubuh nata dan membaringkan perlahan tubuh mungil natali keatas kasur king size itu
"Minggir dulu xi, aku akan memeriksanya"ucap luhan
setelah beberapa saat luhan selesai memeriksa keadaan nata, ia langsung memberikan Inpusan untuk menstabilkan kondisi nata
"Bagaimana han? "
"Tubuhnya lemah detak jantungnyapun tak berdetak normal, tidak ada asupan makanan dalam tubuhbya li"
"Apa?!" kaget xian
"Jangan marah dulu xi dengarkan aku dulu, sepertinya ada yang salah dengan natali"
"Maksudmu apa han?"
"Kau tadi mengatakan jika bagas memberikan obat agat natali hilang ingatan agar ia tak mengalami depresi namun katamu nata mengingatmu dan sekarang ia kembali mengalami depresi itu"
"Apa kau yakin natali mengingatmu? "lanjutnya
"Yakin han, dia menginagt semuanya awalnya orang suruhanku juga mengatakan natali hilang ingatan namun saat aku bertemu dengannya ia mengingat semuanya han dan semua nampak baik baik saja"hawab xian
"Baiklah kalau begitu aku harus memeriksanya secara teliti xi, aku akan mengambil stempel darahnya untuk aku cek"
"Lakukan apapun han"
"Aku akan mengambil stempel darahnya dan mengujinya di rumah sakit xx
"Berapa lama hasilnya? "
"Kau tau siapa aku, aku pastikan sore nanti akan langsung mendapatkan hasilnya "
"Aku percaya padamu han"
Setelah mengucapkan itu luhan langsung mengambil stempel darah natali setelah selesai ia menyimpannya dalam tabung kecil
"Dia akan lama tersadar jadi kau jangan panik"xian mengangguk
"Kalo seperti itu aku pergi dulu"xian mengangguk
***
Setelah luhan pergi xian duduk di sisi ranjang itu, air matanya kembali menetes kala mengingat ucapan natali mengenai untuk tidak membunuh anakknya
"Apa anak kita benar benar sudah tidak ada sayang? hiks aku bodoh tidak bisa menjaga kalian, maafkan aku...."
"Aku akan membalas dendam dengan orang orang yang melakukan hal itu dengan kalian, rasanya sakit ketika mengetahui fakta ini"xian mengengam tangan lemah nata yang terdapat inpusannya
xian terus menciumi tangan natali dengan sayang
"Aku pastikan tidak akan ada yang menyakitinmmu lagi sayang, setelah ini mereka akan mendapatkan balasannya"geram xian ia harus segera mencari tahu seseorang yang membuat nata depresi dan kecelakaan
Karena lelah xian langsung membaringkan tubuhnya di samping natali
.
.
.
Setelah beberapa lama ia kembali terbangun mendengar suara helikopter, ia melihat di sampingnya ternyata natali belum sadarkan diri
Xian turun dari ranjangnya tak lupa ia mengecup terlebih dahulu kening nata dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya, setelah itu ia turun untuk menemui luhan dan mengajak luhan ke ruang kerjanya yang di lantai tiga rumahnya
"Bagaimana han? "
Luhan memberikan amplop putih yang berisikan informasi mengenai tubuh natali
"Obat penenang golongan benzodiazepine? apa maksudnya han? "
"Alprazolam salah satu obat untuk mengatasi gangguan kecemasan dan panik, obat ini dapat mengutangi ketegangan psikologis yang dirasakan, sehingga membuat orang yang mengonsumsinya dapat lebih tenang, obat imi dari golongan benzodiazepine" jelas luhan
"Setelah aku periksa selama ini natali memang tidak hilang ingatan akibat obat yang di berikan bagas karena menurut dugaanku, nata berhenti mengkinsumsinya tanpa sepengetahuan bagas dan dia mengantikannya dengan obat penenang"lanjutnya
"Apa?! maksudmu?"
"Ya dia mengkonsumsi obat itu untuk menenangkan tubuhnya, namun dugaaanku tadi natali kembali depresi akibat mengingat kejadian pahit yang menimpanya, sebelumnya mungkin ia akan langsung meminumnya namun sekarang tidak"
"Apa itu berbahaya han? "
"Jika di biarkan akan berbahaya, tapi beruntungnya nata hanya mengkinsumsi obat itu saat ia mulai merasa cemas saja, dan ini masih bisa di obati xi, saat ini dia hanya butuh kelembutan saja jangan menekannya atau memancingnya untuk mengingat hal yang ia takuti"xian nampak terdiam dengan mata yang sudah berembun siap menjatuhkan air matanya
"Sebaiknya kau segera temui bagas xi, karena aku yakin dia mengetahui semuanya"
.
.
.
TBC
__ADS_1
Maaf ya alurnya gak jelas 😌😲
Note: Mohon maaf apabila ada kesalahan nama atau penyebutan, info medis ini di ambil dari sumber alodokter.com