Menjadikannya Istri Kontrak

Menjadikannya Istri Kontrak
Pemanis


__ADS_3

Xian masih terduduk di kursi kebesarannya ia masih memikirkan apa hubungan Natali dengan Bagas


Namun lamunan itu terhenti kala sang asisten Lae memasuki ruangannya


"Ada apa Lae?"


Lae membungkukkan badannya sebagai tanda hormatnya"Maaf tuan, tadi Jack mengatakan jika ada yang mencoba meretas keamanan cctv rumah itu tuan"


"Shittt sial bagaimana bisa aku melupakannya!"gumam Xian yang menyadari keteledorannya yang melupakan keamanan cctv itu, tapi beruntung sebelumnya ia memperkuat lima kali lipat untuk melindunginya


"Baiklah aku sendiri yang akan melayani bajingan yang hendak meretas keamananku"


"Maaf tuan tapi ada informasi yang lebih penting lagi"lanjut asisten Lae


"Apa lagi?"


"Mata mata kita yang mengawasi pergerakan tuan Bagas menangkap sepertinya ada dari pihak tuan Bagas yang mencurigai dr.luhan tuan"


"Bagaimana bisa itu terjadi Lae?, jika benar berarti yang mencoba meretas keamanan rumahku itu Bagas!"


"maaf tuan tapi, Untuk jelasnya saya kurang tau tuan, mungkin ada suruhan dari tuan Bagas yang mengetahui saat anda dan dr.luhan ke rumah sakit di negara S tuan"wajah Xian langsung merah ia takut jika keberadaan nata akan segera di ketahui sebelum ia benar membuat nata tidak akan pernah jauh darinya


Tanpa berucap kata, Xian langsung menyambar jasnya yang ia sandarkan di kursi kebesarannya, tujuannya saat ini adalah segera kembali atau Bagas akan segera mengetahui keberadaan rumah itu atau bahkan ia sudah tau dan sampai di rumahnya, ia tahu betul siapa bagas


Asisten Lae yang mengerti langsung mengikuti tuannya, sebelumnya ia mengabari penjaga keamanan di kediaman rumah itu untuk di perketat jangan sampai ada kendaraan udara datang ke rumah itu sebelum tuan Xian sampai dan menyuruh Jack untuk segera datang ke rumah itu


Lae dengan setia mengikuti langkah Xian, ia paham apa yang saat ini tuannya fikirkan


ya kemungkinan Bagas sudah menemukan jejaknya lebih tepatnya jejak Natali


"Lae katakan pada pilot itu untuk secepatnya aku sampai di rumah jika tidak besok tak usah kembali bekerja!"ucap Xian tegas


Lae hanya menganggukkan kepalanya tanpa membantah tuannya itu


lae langsung memerintahkannya kepada pilot itu sedangkan wajah pilot itu langsung berubah pucat karena jika sampai ia keluar tidak terhormat dari tuan Xian maka sudah di jamin ia tak akan pernah menjadi pilot lagi


"Apa kau paham?"tanya Lae kepada sang pilot


"Paham tuan, saya akan usahakan"


"Bagus kau di gaji tiga kali lipat dari gajimu sebelumnya jadi jangan kecewakan tuan, karena ini menyangkut hidup tuan Xian sendiri"


"Baik tuan"


Xian dan Lae langsung memasuki helikopter itu dalam hati Xian ia berdoa semoga memang Bagas belum menemukan kediamannnya


"Aku nggak akan pernah biarin jika nata kembali pergi..."batin Xian

__ADS_1


***


Setelah mendengar jika kemungkinan Bagas mengetahui rumah itu tanpa ucap kata Xian langsung pulang ke rumah yang ia siapkan untuk natali


Setelah satu jam kurang duapuluh menit akhirnya Xian sampai di rumahnya, ia segera memasuki rumah itu


"Selamat siang tuan, apa anda akan makan siang sekarang tuan"


"Diamanq istriku paman?"


"Nona sedang berada di dalam kamarnya tuan, sejak pagi ia belum keluar"


tanpa sepatah katapun Xian langsung menaiki tangga


"Sayang"panggil Xian setelah membuka pintu kamarnya, nata yang sedang melamun tak menyadari dan mendengar suara Xian


Sedangkan Xian tersenyum ternyata ia masih melihat istri kecilnya di rumah, dengan langkah pelan Xian berjalan mendekati Natali dan memeluknya dari belakang, sehingga membuat nata terlonjat kaget


"Kenapa melamun HM?"


"Astaga, kapan kau pulang?"


"Ada apa mengapa kau melamun sampai tidak menyadariku pulang?"bukannya menjawab Xian kembali bertanya


Nata masih diam, sedangkan Xian semakin erat memeluk nata dari belakang menciumi leher jenjang Natali dari belakang


"Jangan kak..."lirih nata yang masih aneh jika Xian melakukan hal itu


"Aku selalu merindukanmu sayang, aku pulang cepat aku pikir kamu pergi"


Natali membalikan tubuhnya, dan mengalungkan tangannya di leher Xian membuat laki laki itu menyunggingkan senyum manisnya


"Kapan aku diizinkan pulang kak?"


"Pulang kemana ini rumah kita, tepatnya rumah yang aku hadiahkan untukmu, apa kau tidak mengenali denah rumah ini HM?" tanyanya lembut, nata mengernyitkan alisnya ia melihat sekelilig kamarnya, memang sejak awal ia merasa tidak asing dengan rumah ini apalagi denahnya


"Kau tak mengenalinya?"Nata mengeleng, Xian kembali menyunggingkan senyumannya


ia langsung menggendong Natali dan mendudukannya di ranjang mereka dengan membuat Natali berada di pangkuannya


"Coba kau ingat ingat kembali, aku tak akan memberi tahukannya aku hanya ingin kamu menyadarinya sendiri sayang, cup"ucapnya dengan mencium kening nata, nata mendengus namun ia kembali teringat keinginannya


Xian malah menyembunyikan wajahnya di ceruk leher jenjang Natali dengan sesekali menciuminya ringan


"Kak..."


"Hmmm"

__ADS_1


"Aku mau pulang kak"


"....."Xian sama sekali tak mendengarkan ucapan natali, ia masih terus menciumi ceruk leher natali


***


Sedangkan di sisi lain tepatnya di halaman depan rumah Xian semua penjaga kaget melihat dua helikopter asing tiba tiba mendarat di pelataran depan rumah tuannya


Dengan pandangan tajam dan gagahnya Bagas dan Kenan turun dari kendaraan udara itu tak lupa di ikuti Sherly yang mengikuti mereka


Bagas memutuskan lebih baik ia segera mengeceknya langsung dibandingkan harus memastikannya


dengan langkah gagahnya Bagas berjalan mendekati pintu rumah mewah itu, semua penjaga Xian siap menghadangnya


"Dimana tuan kalian?"


"Maaf tuan anda siapa?, siapapun di larang memasuki kawasan rumah ini sembarangan tuan"


"Aku ingin bertemu Xian!"


"Maaf tuan, tuan muda tidak mengizinkan orang asing menginjakkan kakinya di rumah ini


"Aku tak peduli, minggir sebelum kalian menyesal"


"Maaf tuan sebaiknya anda kembali"


"Dimana tuan kalian hah! aku yakin di dalam ada adikku!"


"Maaf tuan, tuan muda sudah memerintahkan di larang menerima siapapun kecuali dia yang mengizinkannya"


Dengan geram Bagas langsung melirik ke belakang agar orang suruhannya menghajar para penjaga Xian


sedangkan salah satu penjaga Xian yang lain langsung memasuki rumah tuannya untuk memanggil tuannya


.


.


.


TBC


Segini dulu ya, besok ada kejutan buat kalian, ini hanya pemanis buat kalian🤗


jangan hujat aku 🤣


Hayoo kira kira apa kejutannya?

__ADS_1


__ADS_2