
Pagi berganti malam
Malam itu hujan sangat lebat, Natali sedang berdiri di dekat jendela kamar menatap luar dengan tatapan sulit di artikan, ada perasaan cemas dalam hatinya ntah mengapa ia ingin menangis
Natali selalu merasa sendiri tidak ada sahabat terbaiknya yang saat ini bisa untuk menampung keluh kesahnya, mengingat kejadian malam kemarin nata merasa xian bernafsu melakukannya, seperti awal awal.
Nata sadar jika hatinya suah menyimpan nama Lixian ia sudah mencintainya namun nata tidak yakin bahwa xian juga sama sama sudah memiliki perasaan terhadapnya xian tak pernah mengatakan cintanya kepada natali, nata hanya tau xian sangat mencintai anaknya karena beberapa kali xian terus mengucapkan kata mencintai untuk calon anaknya ini
Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari, ntahlah nata sampai sekarang belum bisa memejamkan matanya ia sedang menunggu lixian menghubunginya menanyakan kabarnya atau memberi perhatian seperti biasanya tapi sampai sekarang lixian belum menghubunginya
Lama nata menunggu lixian menghubunginya, kini nata sudah berbaring di atas kasur mengusap perutnya yang sedikit membuncit, hingga kantuk akhirnya menyerangnya dan langsung melelapkannya, Nata harap besok xian sudah menghubunginya, mungkin sekarang ia cape nata yakin xian sudah tiba di negara f
...***...
Negara F
Dengan langkah gontai seorang laki laki berjalan ke arah mobil yang sudah di siapkan, seorang berbaju hitam membukakan pintu mobil untuk laki laki itu
dengan gagahnya laki laki itu masuk kedalam mobil dan menyuruh sang supir untuk menjalankan mobilnya ke salah satu hotel berbintang yang sudah ia pesan
"Hotel xxx"
"Yes sir"
Dengan kecepatan sedang mobil mewah itu berjalan menuju hotel
Sejak di pesawat tadi xian sudah bersiap siap untuk menemui mantan kekasih yang belum pernah ada kata putus itu, lixian sudah mendapatkan informasi tentang keadan lexa
Xian tidak akan langsung menemui lexa karena waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, setelah sampai di hotel xian langsung membuka semua pakaiannya dan langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya
20 menit kemudian xian selesai membersihkan tubuhnya, ia langsung memakai pakaiannya tidurnya xian ingat jika ia belum menghubungi nata, tapi mengingat jam di sama sudah malam xian mengurungkan niatnya lebih baik besok pagi saja ia menghubungi nata
karena lelah xian langsung membaringkan tubuhnya di kasur empuk itu tak lama ia langsung terlelap
...***...
Rumah sakit xx negara f
"lexa apa kau sudah mendapatkan uang untuk biaya mom?"tanya wanita paru baya yang sedang berbaring di ranjang rumah sakit itu
"Belum mom, lexa sudah mencari pinjaman namun tidak ada yang mau meminjamkan uang denganku"
"Hufhhhh, andai kekasihmu yang dulu ada, mana mungkin kita pusing memikirkan biaya"
"Apa maksudmu mom? li? "tanya lexa
"Siapa lagi klo bukan li, dia satu satunya laki laki yang sangat mencintaimu jadi sudah pasti ia akan membantu kita dalam keadaan seperti ini"
"Sudahlah mom, li mungkin sudah memiliki kekasih baru, lagian lexa sudah meninggalkannya juga"
"Iya! kau itu bodoh meninggalkan berlian! seharusnya dulu kau tidak meninggalkannya karena mungkin hidup kita selama 6th ini masih tetap sama, selalu menikmati kemewahan "
Ya dulu lexa terpaksa meninggalkan xian karena kabar buruk yang menimpanya, tapi ia janji akan kembali setelah keadaannya baik baik saja, namun saat lexa memutuskan untuk kembali lexa tau jika xian sudah memiliki kekasih lagi dan akhirnya ia memutuskan untuk tidak kembali namun dalam hatinya ia merasa sakit tapi bagaimana lagi semua sudah berbeda dengan tepaksa lexa mengikhlaskn xian dan mulai menata hidup baru lagi bersama mommynya namun semakin lama mommynya selalu menuntut lexa karena keadaan ekonomi yang sulit ditambah mommynya mengalami penyakit jantung, ya walaupun tidak terlalu parah namun harus selalu sering kontrol ke rumah sakit
"Mom sudahlah, jika mom menginginkan kita hidup seperti dulu mon nikah lagi aja sana sama om om kaya, dengan begitu kita akan kembali kaya! "
Dalam hatinya lexapun berharap sama, ia ingin kembali bersama lixian tapi lexa takut xian tidak akan menerimanya lagi
"Hufhhh, sudahlah lebih baik kau kerja sana dan kembali bawa uang!"
"Iya mom, kalau begitu mom harus istirahat dulu, dan kabari lexa jika ada apa apa"
"Hmmm"
momnya lexa memang saat ini sedang di rawat di salah satu rumah sakit karena tiba tiba jantungnya sakit dan mengharuskannya untuk di rawat beberapa hari di rumah sakit
...***...
Pagi harinya nata terbangun, tiba tiba ia merasakan mualnya lagi, dengan cepat nata langsung berlari ke kamar mandi memutahkannya di closet tapi hanya lenir putih yang keluar dari mulutnya
uwekkk uwekkk
Bi inah yang sedang membersihkan lantai anatas dekat kamar lixian dan nata di kejutkan karena mendengar suara orang yang sedang muntah, dengan panik bi inah langsung mengetuk pintu kamar itu
"Non, non nata apa baik baik saja? non?"
tok tok tok
__ADS_1
karena tidak ada sautan dari dalam, bi inah langsung masuk ke kamar kebetulan kamar itu tidak terkunci, bi inah melihat sekeliling kamar itu namun tidak menemukan majikannya dan ia langsung melihat pintu kamar mandi yang sedikit terbuka, bi inah langsung berjalan ke arah kamar mandi dan melihat majikannya sedang berjongkok di dekat closet kamar mandi
"Non, apa baik baik saja? "
Uwekk uwekkk
"Aku tiba tiba mual lagi bi..."
"Apa mau bibi, panggilkan dokter luhan non? "
"Tidak usah bi, Cuma mual biasa kok"
"Tapi wajah non pucat... "
"Gakpp bi nanti juga mendingan... "
Uwekkk uwekkk
Nata terus muntah dan setelah itu ia berjalan ke arah wastafel untuk membersihkan mulutnya
bi inah yang melihat nonanya lemah dengan inisiatif memapah natali untuk berbaring lagi di kasur
"Biar bibi buatkan teh hangat ya non"
"Iya bi terimakasih ya"
Setelah itu bi inah langsung turun ke bawah untuk membuatkan teh hangat untuk nata, saat turun bi inah melihat lae masuk ke dalam rumah itu
"Tuan..."sapanya
"Selamat pagi bi.. "
"Eh iya tuan pagi... ada yang perlu bibi bantu? "
"Tidak bi, aku hanya akan mengambil dokumen saja"
"Yasudah tuan kalo begitu, bibi pamit mau membuatkan teh hangat, apa tuan mau bibi buatkan kopi? "
"Tidak perlu bi, saya akan segera kembali kok, oh iya teh apa non nata baik baik saja? "
"Tadi non nata sempat mual lagi tuan, wajahnya pucat"
"Belum tuan, nona nata menolak"
"Yasudah bi, bibi buatkan saja tehnya, nona nata harus di priksa bi karena saya takut terjadi apa apa"
"Iya tuan, bibi permisi dulu"
Bi inah langsung melangkahkan kakinya ke arah dapur membuat teh hangat, sedangkan lae naik ke atas untuk menemui nona mudanya
Tok Tok
"Iya masuk saja"terdengar suara lemah dari dalam
"Ini saya non"
"Eh lae, ada apa?"
"Saya mau mengambil dokumen saja tapi tadi kata bibi non mual lagi? "
"Iya lae sudah biasa jika tidak ada xian"
"Jika tidak ada tuan? "
"Iya, aku juga tidak tahu lae"
"Kalau begitu biar saya panggilkan dokter luhan saja ya nona"
"Tidak perlu lae, aku baik baik saja kok"
"Tapi non, saya khawatir jika terjadi apa apa saya sudah di pesankan untuk menjaga nona"
"Tidak perlu lae, aku baik baik saja kok" ucap nata dengan tersenyum lembut ke lae
Hingga bi inah datang membawakan teh hangat dan roti untuk nata
"permisi non, tuan, ini non minumannya dan bibi sudah buatkan roti bakar, non sarapan dulu ya "
__ADS_1
"Iya bi terimakasih ya"
"sama sama non, kalau begitu bibi keluar dulu ya non"
"iya bi"
"mari tuan.. "
lae hanya mengangguk
"lae apa xian sudah tiba? "
"Sudah non sejak pukul 1 dini hari"
"Tapi kok dia belum mengabariku ya? "
"Mungkin tuan lelah non jadi tidak langsung mengavari non"
"Ya mungkin seperti itu "
"Baik kalau begitu saya pamit dulu non"
"iya lae terimakasih "
"iya non, nona nata kalau perlu sesuatu tolong segera kasih tau saya ya non, dan non tidak perlu khawatir non sendiri karena semua asisten akan tinggal di sini selama tuan belum kembali "
"iya lae"
"Saya pamit non" nata hanya mengangguk sambil tersenyum lemah
lae langsung keluar menuju ruang kerja xian untuk mengambil dokumen dokumen penting
setelah itu ia turun
"Bi tolong jaga nona, mungkin tuan akan lama pulangnya kalo ada apa apa segera hubungi aku saja"ucap lae kepada bi inah
"Baik tuan, tanpa di minta bibi akan menjaga nona tuan"
"iya bi kalau begitu saya pamit dulu, dan ya kalo sampai nyonya besar kesini tolong bibi dampingi segera nona, tapi akan saya pastikan nyonya tidak akan kesini, dan kalo nona ingin keluar usahakan jangan memberikan ia sendiri aku sudah menyuruh body guard untuk menjaga nona"
"iya tuan saya mengerti "
setelah memberikan ultimatum kepada bi inah lae langsung keluar dan mengendarai mobilnya menuju ke perusahaan, saat di jalan ponsel lae bergetar tanda panggilan masuk dari seseorang, dengan segera lae langsung mengangkatnya
"iyaa tuan? "
"......"
"Tuan xian sedang di negara f tuan"
"......."
"bukan tuan, semua masalah perusahaan sudah selesai, hanya saja..... "
"......."
"Mmmm, ini ada sangkut pautnya dengan nona lexa tuan"
"........"
"Baik tuan"
tut
panggilan pun di matikan
...***...
"Dasar bodoh! awas saja sampai menyakuti hatinya, aku pastikan dia tidak akan bertemu dengannya lagi"umpat laki laki itu setelah menelepon asisten lae
Dengan langkah tergesa laki laki itu melangkahkan kakinya menuju mobil
.
.
.
__ADS_1
TBC