Menjadikannya Istri Kontrak

Menjadikannya Istri Kontrak
Exstra Chapter 3


__ADS_3

Setelah selesai dengan makan siang dan suap suapan Natali dan Xian langsung membersihkan tangan mereka masing masing Xian segera menarik tangan Natali untuk duduk di pangkuannya


"Kak nanti aja di rumah ya, aku gak nyaman kalo di sini nanti ketauan orang gimana?"gelisah Natali yang sudah sejak tadi gelisah menatap mata Xian yang sudah bergairah


Mendengar itu Xian terkekeh lucu apalagi melihat wajah Natali


"Kak ihh malah ketawa"


"Iya sayang nggak kok tapi kalo cuman__


Cup


Gini boleh kan?"


"Nggak nanti ujung ujungnya kakak kebablasan, malah minta lebih, ada lano di dalam kak gimana kalo dia tiba tiba bangun"


"Dia tidurnya tiga jam setiap siang sayang jadi cukup untuk kita melakukan itu di sini"ucap Xian dengan menghisap leher janjang nata


"Nggak kak, nanti malam aja ya janji deh boleh sepuasnya"


Xian menatap manik mata Natali setelah itu ia mengecup bibir Natali namun lama kelamaan kecupan itu berubah menjadi ******* yang sama Sama memabukan namun Natali mencoba tetap sadar


Setelah lima menit Xian melepaskan tautan bibir mereka keduanya sama sama saling berebut oksigen, Xian mengusap bibir Natali yang basah akibat ulahnya


"Janji ya nanti malem"ucap Xian serak, Natali menganggukan kepalanya dengan senyum cantiknya


Setelah itu Xian Kemabli mengecup bibir Natali hingga turun ke leher natali dan meninggalkan jejak kemerahan di sana


"Kak___"


"Iya sayang cuman mau buat tanda merah aja"Pasrahnya


"Kak aku boleh ngomong sesuatu nggak?"


"Ya boleh sayang, mau ngomong apa hm?"ucapnya dengan mengelusk rambut panjang Natali


"Mmmm tapi janji ya jangan marah"Xian menautkan alisnya bingung


"Kenapa aku harus marah, katakan apa yang sedang kamu fikirkan?"


"Janji dulu"


"Iya janji lagian manamungkin aku marah sama kamu, mau ngomong apa Hmm?"


"Mmmmm, aku boleh nggak ngelanjutin kedoteran aku kak? itu cita cita aku dari kecil"melas Natali


Xian cukup lama terdiam


"Kalo aku ngelarang kamu buat jadi dokter apa kamu akan marah sama aku?"tanya Xian


Nata mengelengkan kepalanya"Aku gak mungkin marah sama kakak tapi jika tidak boleh aku gakpapa ko kak"


"Sayang sebenarnya dari awal aku udah mikirin ini, aku gak pernah melarang profesi apapun yang kamu mau tapi untuk saat ini maaf aku gak bisa kasi kamu izin karena lano masih kecil sayang, bukan maksud aku pelit atau apa, bahkan aku bisa memperkerjakan beberapa orang untuk mengurus lano, tapi sayang lano anak kita masih kecil ia masih butuh kasih sayang mommynya aku tau kamu bisa mengaturnya namun dalam pertumbuhan dia yang masih berusia empat tahun bahkan belum genap empat tahun itu masih membutuhkan kasih sayang serta perhatian kamu"


"Aku gak mau sampai nanti lano gak bisa dekat dengan kamu, aku takut dia malah lebih akrab dengan pengasuhnya, boleh kok kamu lanjutin tapi nanti ya sayang tunggu lano udah siap sepenuhnya"ucap Xian lembut dengan mengusap rambut natali


Natali yang mendengar penuturan Xian langsung menangis di pelukan suaminya


"Jangan nangis ya maaf bukan aku gak ngizinin kamu"


"Kakak nggak perlu minta maaf, aku yang salah seharusnya aku lebih berpikir panjang untuk itu aku ibu yang egois ya kak? hiks"


"No sayang, kamu mommy terbaik buat lano bahkan dengan mempertaruhkan nyawamu kamu rela melahirkan anak kita sayang"


"Aku nggak bakal lanjutin profesi dokterku lagi kak lagian aku sudah mendapatkan sertifikat izin atas gelar dokter bedahku, aku mau rawat kamu dan lano serta anak kita nanti kak"


"Kamu yakin bakal mengorbankan cita cita kamu?"nata mengangguk pasti, Xian tersenyum seraya mengusap air mata nata yang jatuh


"Karena kebahagiaanku hanya pada kakak dan lano"mendengar itu


Xian langsung memeluk Natali sayang serta menciumi wajah cantik natali


"Terimakasih sayang, aku janji bakal menajdi suami dan Daddy yang baik untuk anak anak kita nanti"ucapnya haru

__ADS_1


"Semoga kita juga segera mendapatkan momongan lagi, karena aku ingin menemanimu di saat saat kamu melahirkan sayang"


"Kak kalo aku udah gak bisa punya anak lagi apa kakak akan meningalkan aku?"tanya nata sendu


"Nggak sayang mau kamu gak bakal punya babby lagi atau punya itu tak mengurangi rasa sayang dan cinta aku ke kamu, maaf ya jika ucapan aku buat kamu tersingung aku cuman pengen Nebus rasa bersalah aku yang gak bisa nemenin kamu saat melahirkan lano"


"Kakak nggak salah karena sejujurnya aku juga mengharapkan kehidupan lain di dalam rahimku tapi kata dokter kandunganku dulu aku akan sulit lagi memiliki anak akibat benturan keras yang menimpaku waktu itu"


"Kita percayakan pada Tuhan sayang, aku percaya kamu bakal hamil lagi lagian ini masih tiga bulan setelah pertemuan kita kembali dan melakukan itu lagi setelah empat tahun"nata tak bisa berkata kata lagi mendengar ucapan Xian ia langsung mengecup kening Xian lama, Xian memejamkan matanya


"I love you kak"ucapnya setelah mengecup kening Xian


"Aku jauh lebih mencintaimu dari apa yang kamu bayangkan dan orang lain tahu sayang"


"Udah ya jangan nangis nanti cantiknya ilang lagi"


"Terus maksud kakak kalo aku nangis aku jelek?"


"Wajah kamu malah tambah cantik kalo nagis kaya gitu, tapi aku gak mau menjadi alasan kamu menjatuhkan air matamu lagi, cukup hanya waktu itu sayang"nata memukul dada Xian pelan dan tersenyum


"Nah gitu dong cantiknya kan nambah"


"Sejak kapan kamu yang dingin bisa gombal kaya gini si kak?"


"Sejak aku kenal kamu sayang, lagian aku bukan gombal sayang tapi fakta, inget fakta!"ucapnya dengan menegaskan di kalimat fakta


Setelah itu nata dan Xian sama sama tertawa dalam posisi yang tak berubah di mana Natali duduk di pangkuan Xian dan mengalungkan lengannya di leher Xian


Xian tak pernah puas untuk selalu dekat dengan Natali Samapi kapanpun, tidak ada lagi cinta yang terbagi untuk perempuan yang Menjadi ibu dari anaknya baginya cintanya hanya untuk Natali Angelia Putri Wingson yang sekarang berubah mengikuti marganya Menjadi Natali Angelia Putri Namoung, agar dunia tahu jika wanita cantiknya adalah miliknya satu satunya


Saat sedang bercanda ria tiba tiba mereka di kegetkan dengan suara anak kecil khas bangun tidur


"Mommy Daddy, kok gak banunin ano cih"dengan cepat Natali langsung turun dari pangkuan Xian dan melangkah mendekati anaknya


"Ehh anak mommy kok udah bangun sih? lano lapar nak?"Natali menyamai tinggi anaknya itu dan langsung mengendong lano menuju Xian yang masih duduk di sofa


"Yes Mommy, ano is hungry again"ucapnya manja


"Sini sayang di pangkuan Daddy"Xian menepuk pahanya agar Natali menurunkan lano dan duduk di pangkuannya


"Yeyy apa itu nasi goreng seafood mommy?"


"Iya sayang plus sop buntut kesukaan lano dan cake pisang"ucap Natali yang langsung membukakan kotak berisi nasi goreng seafood dan SOP buntut


"Mau makan sendiri apa di suapin sayang?"tanya Natali lembut


"Mau di suapin sama Daddy"


"Sama mommy aja ya "


" Nggak mau, maunya sama Daddy "


"Yaudah sini Daddy suapin, duh manja banget si anak Daddy ini"ucap Xian gemas


"Ano macih kecil Daddy"Xian dan Natali terkekeh mendengar penuturan itu


dengan senang hati Xian menyuapi putranya dengan sayang, sesangkan Natali hanya melihat interaksi mereka dengan raut kebahagiaan.


Siang itu Xian dan Natalii habiskan untuk mendengar cerita lano yang menurut mereka sangat lucu, apalagi mendengar jika anaknya menyukai seorang anak perempuan di kelasnya yang umurnya jauh lebih tua darinya yang di anggap lano sebagai kakak di sekolahnya


Di tengah tengah percakapan keluarga kecil itu tawa mereka di hentikan dengan kedatangan Lae yang menginfokan jika ada wartawan yang mencari Xian atas berita yang menghebohkan di jagat Maya mengenai Xian yang memposting fotonya bersama Natali dan ada juga yang menangkap foto Xian mengendong anak kecil yang sama sama tidak di lihat kan wajahnya


"Tuan di luar ada wartawan yang mencari anda"


"Wartawan?"


"Ya tuan, mereka menanyakan tentang seratus anda serta foto anda yang tersebar mengendong tuan muda kecil"


"Bubarkan mereka Lae dan Katakan aku akan mengadakan komfersi pers di salah satu aula hotel ku, tapi sebelumnya pastikan tidak ada yang menangkap wajah lano Lae"


"Baik tuan kalo begitu saya permisi "setelah mengucapkan kata itu Lae meningalkan ruangan xian


Setelah Lae pergi Natali yang sejak tadi nampak gelisah langsung di tangan oleh Xian

__ADS_1


"Mungkin akan sulit untuk menutupi identitasmu lagi sayang namun selama lano aman kita baik baik saja sayang, nanti kita bicarakan ini dengan daddymu ya"nata mengangguk mengiyakan ucapan Xian


Drtttttt drttttttt


tak berapa lama handphone Xian berdering ia segera merogoh hpnya yang berada di kantong jasnya


Daddy is Calling


ternyata itu panggilan dari sang Daddy, Xian langsung menurunkan lano dari pangkuannya


"Sebentar ya sayang Daddy terima telepon dulu"lano mengangguk patuh setelah itu Xian berjalan menuju jendela ruangannya yang menampilkan hamparan gedung gedung dan bangunan lainnya


"Hallo dad"


"Hallo xi, apa kabar?"


"Kabarku sangat baik dad"


"Sudah ku duga kabarmu semakin baik setelah bertemu menantuku dan cucuku"


"Ehmm ada apa dad?"


"Apa kau sudah melupakan Daddy sehingga kau tidak mempertemukan Daddy dengan istri serta anakmu yang bahkan Daddy belum mengetahuinya seperti apa rupanya"


"I'M sorry dad, bukan maksud Xian melupakan Daddy hanya saja Xian kecewa dengan istrimu dad"


"Dan istri Daddy adalah mommymu"


"Dia bukan mommy Xian lagi dad, mommy sudah di butakan dengan harta dan tahta mommy berbeda sekarang dad"


"Darah lebih kental dibandingkan air nak, Daddy sudah menghukumnya jangan membenci mommymu sesakit apapun perasaanmu"


"Tapi dad___"


"Sudah jangan bahas perdebatan lagi, weekand nanti Daddy akan balik ke Indonesia dan Daddy ingin bertemu menantu dan cucu Daddy"


"Aku gak mau Nerima Daddy kalo sampai mommy ikut"


"No mommymu sedang Daddy hukum, Daddy hanya mampir sebentar hahya ingin melihat cucu dan menantu Daddy"


"Baiklah dad, jaga diri Daddy baik baik"


"Daddy akan baik baik saja selama kalian tidak membuat Daddy syok"


"Yasudah Daddy tutup ya panggilannya, jangan lupa salam dari Daddy untuk menantu dan cucu Daddy"


"ya dad"


Tut


Panggilanpun terputus dan Xia langsung kembali ke sofa di mana Natali yang sedang menyuapi lano cake pisang


"Siapa kak?"


"Daddy aku sayang"


"Daddy?"


"Ah iya maaf sayang aku belum mempertemukan kamu dengan Daddy ya? dia juga Titip salam dengan kamu dan lano weekand dia akan mampir ke rumah kita"


"Serius?"Xian mengangguk


"makanan apa yang Daddy suka kak?"


"SOP buntut dan cake pisang "ucap Xian yang membuat Natali membulatkan matanya.


"Kok kaya lano?"


"Iya sayang aku baru inget ternyata lano memiliki selera yang sama dengan Daddy sedangkan nasi goreng seafood adalah makanan kesukaanku, dan dia tidak menyukai jenis susu selain rasa vanila sama sepertimu"Nata tersenyum ia baru sadar dan ingat saat hamil ia sering meminta nasi goreng dengan Xian yang selalu di campuri udang serta cumi di dalamnya yang waktu itu menurut Xian tak layak makan


"Dan dia memiliki kebiasaan serta hobi seperti kak Bagas dan Daddy"


Xian dan nata tertawa karena ternyata anaknya itu mewarisi semua anggota keluarganya sedangkan lano ia sibuk menghabiskan cake pisang itu dengan mulut penuh

__ADS_1


***


lnjt nnti ya🙏


__ADS_2