
Setibanya di mansion natali langsung meletakan tasnya di kamar dan setetelah itu ia memasak makanan untuk anaknya dan kakaknya karena memang mereka lebih menyukai masakan natali di bandingkan para pelayan di mansionnya
"bibi angel mau masak"ucapnya ketika berada di dapur
"Ah nona, apa perlu bibi bantu? "
"Tidak bibi, bibi boleh istirahat dulu"
"Kalau begitu bibi kerjakan yang lain saja nona"
"Ah iya terserah bibi saja, terimakasih ya bi"ucap natali dengan ramah, di jawab anggukan oleh pelayannya
Selama ini para pelayan memasak untuk para pelayan yang lain atau jika natali sibuk di rumah sakit baru mereka akan memasakan majikannya
Setelah kepergian pelayannya nata langsung mengeluarkan bahan bahan makanannya dan mulai menyuci dan memotongnya
Cukup lama ia berkuat dengan dapurnya akhirnya masakannya telah selesai, nata langsung beranjak dari dapur menuju ke kamar untuk membersihkan dirinya setelah itu ia harus langsung bersiap untuk menjemput anaknya tanpa mengabari kakaknya setelah beretemu kakaknya nanti mungkin ia akan mendengarkan ceramahan bagas dengan segala keposesifannya
Natali tak menyangka jika bagas akan sehangat itu jika dengan keluarganya, jika mengingat pertemuannya dulu dengan sang kakak bagas terkesan dingin dengan orang orang
Natali mengendari mobilnya menuju tempat sekolahan anaknya, saat ia memberhentikan mobilnya bertepatan dengan bel sekolah, ia langsung mencari wajah anak tampannya yang ternyata sedang berjalan dengan pandangan menunduk
"Lanoo!"Teriak natali
"Mommy! "Lano mendongakan kepalanya, ia melihat sang mommy merentangkan tangannya ia langsung berlari menuju mommynya dan memeluk nata dengan erat tak lupa natali mengecup kedua pipi anaknya
"Anak mommy gemes deh"
"Ichh mommy ini macih di cekolah jan tiyum tiyum"
"Memangnya gak boleh ya mommy cium? "tanya nata dengan pura pura cemberut
"Ano cudah becal mommy"
"iya tapi bagi mommy lano masih bayi"ucap natali dan langsung mengendong anaknya masuk ke mobilnya, dan menjalankan mobilnya pulang, dalam perjalanan natali melihat wajah putranya yang sangat berbeda hari ini
"Lano kenapa? masih marah sama mommy? mm mommy janji deh gak bakal kaya gitu yaa jangan marah sama mommy ya sayang"
__ADS_1
Namun lano masih diam mengacuhkan pertanyaan mommynya
"Lano maaf ya, pleaseeee "
"Iya mommy"jawab singkat lano
"Mommy udah masakin makanan kesukaan lano loh"
"Iya mommy"jawab lano hanya dengan mengiyakan dan senyum di paksakan
"ada apa dengan lano? mungkin nanti aku tanyakan saja dia"
***
Di sisi lain setelah mendapatkan rekamanan dan berhasil meletakan sebuah alat di tas natali
jack langsung mengeceknya dan memeriksanya setelah itu ia langsung menghubungi tuannya untuk memberikan informasi ini secepatnya karena sejak tadi xian tak henti hentinya menghubunginya
"Temui aku di rumah sakit jack"ucap xian pada sebrang teleponnya
setelah menjawab ucapan tuannya jack langsung menemui xian di rumah sakit
"Apa yang kau dapat dari informasinya jack? "tanyanya langsung dengan suara dingin khasnya
"Tuan sebelumnya apa tuan mengenal siapa pemimpin kelompok hitam yang di takuti itu?"Xian mengangguk ia tentu saja mengenal siapa pemimpinnya lantaran ia sahabatnya sendiri
"Aku mengenal baik dengannya "lanjutnya
Sejenak jack tertegun ternyata tuannya mengenal baik ketua kelompok itu
"Kenapa kau bertanya tentangnya jack!?"
"Maaf tuan saya hanya curiga karena informasi pribadi nona sangat sulit untuk di tembus, dan hal itu hanya bisa di lakukan oleh mereka"
deg
"Kenapa aku tidak berfikir ke arah sana? shitt sial, jangan katakan jika ini ulahmu gas aku akan membencimu!"xian terpaku ia melupakan hal itu tapi apa mungkin bagas? jika iya mengapa bagas tega melakukan itu dengannya? namun jika di pikir pikir memang hanya siapa lagi yang bisa melakukan hal besar itu
__ADS_1
"Dan saat ini nona berkuliah di National University of Singapore jurusan kedokteran, saat ini ia sedang melakukan internship di rumah sakit ini tuan, dan dia menyebutkan namanya angel tuan"
"Maaf tuan saya hanya bisa memberikan informasi ini, dan ini maps di mana keberadaan nona"
"Angel? "ulang xian, jack mengangguk
"Apa kau yakin jika itu natalia? "tanya luhan kepada jack
"Saya yakin tuan berdasarkan foto yang tuan lae berikan kepada saya"
"Yasudah kau boleh pergi jack"ucap xian dan jack langsung membungkuk dn segera undur diri
"Xi apa kau saat ini berfikir jika ternyata bagas yang selama ini menyembunyikan natali?"
"Ntahlah aku masih ragu han, namun jika di fikir fikir memang ucapan jack benar jika selama ini hanya bagas yang bisa menutup rapat akses seseorang, dan hanya bagas dan ken yang bisa mengimbangi kekuatanku dalam bidang IT di tambah memang bagas memiliki sebuah kelompok gelap sejak dulu dan kau juga tau pasti"
"Tapi untuk apa bagas melakukan hal itu xi? "
"Hal apa lagi jika bukan ia juga mencintai natali istriku?! "ucap dingin xian
"Sudah kuduga memang sejak dulu bagas menyukai natali han! dari tatapannya prilakunya tak lumrah bagas lakukan untuk wanita yang baru ia temui"lanjutnya
"Tapi natali memang wanita baik baik xi, membuat kitapun menyukainya,mm maksudku menyukai bukan sebagai artian cinta xi"
Xian mencekram selimutnya dengan pandangan tajam dan rahang mengeras
"Jangan terlalu berfikir hal yang tidak tidak xi, bagas adalah sabahat mu sejak kecil ia tak akan pernah setega itu merebut natali darimu"
"Jika memang bagas melakukan hal itu bukan hanya kau yang bertindak aku akan menghajarnya xi, dan sebaiknya kau istirahat besok kau boleh meningalkan rumah sakit ini"
"....."Xian masih terdiam merangkai semua kejadian kejadian menjangalkan dengan sorot mata tajamnya yang memancarkan kesedihan marah dan bingung menjadi satu
"Aku hanya berfikir apa kenanpun ada di balik ini semua han? ...."lirih xian,mendongak menatap luhan yang nampak terkejut menatapnya
.
.
__ADS_1
.
TBC