
Setelah kurang dari satu jam, dr. Aurel pergi Mata natali mengerjap
perlahan lahan ia membuka matanya, ia merasakan perutnya sedikit berat seperti tertimpa sesuatu
Ia melihat sekelilingnya yang nampak asing,
Natali mengingat jika ia bertemu dengan xian dan hampir saja laki laki itu memperko*sanya kembali namun setelah itu dia lupa apa yang terjadi setelahnya
lalu pandangannya beralih ia melihat seorang pria setengah telanjang memeluknya erat
Sontak saja nata langsung menyingkirkan tangan yang memeluknya itu dengan kasar dan turun dari ranjang itu membuat laki laki yang tak lain ialah xian terbangun dan kaget melihat natali yang sudah menatapnya tajam
"Apa yang kau lakukan hah?! "teriak natali
"Dimana aku!? "
"Di rumah kita sayang"jawabnya santai
Natali melihat lagi sekelilingnya dan berjalan melihat jendela untuk melihat luar rumah itu
Saat melihatnya ia tak mengenali rumah ini, ini bukan rumah xian yang dulu, lalu di mana ia berada?
"Katakan padaku ini di mana?! "
"Ini rumah kita yang baru sayang, kita akan hidup bahagia di sini"ucap xian lagi lagi dengan nada santai
Natali semakin ketakutan ia berlari ke arah pintu, xian langsung turun dari ranjangnya mendekati nata
Namun sayang pintu itu sudah di kunci dengan pin yang hanya xian yang tahu pada saat ini
"Lepaskan aku! berikan kuncinya! "teriak natali yang terus menarik narik gagang pintu namun tak kunjung membuka
"Kau mau kemana sayang? pintu itu tak bisa di buka dengan kunci"
"Aku mau pulang, cepat lepaskan aku! "
"Pulang ke mana? ini rumahmu"
"Lepaskan aku?!"teriak natali, air matanya sudah jatuh membasahi pipinya bagaimanapun ia tak boleh terlalu lama di sini jika tidak bagaimana dengan anaknya, lano pasti akan mencarinya apalagi melihat jam yang menandakan sore akan tiba
Pikirannya malah semakin cemas, siapa yang akan menjemput iliano? Namun ia berharap kakaknya akan menyadari ia di culik dan menjemput putranya
"Sttttt, sayang jangan nangis"xian hendak menghapus air mata natali namun segera nata tepis dengan kasar
"Buka pintunya! "
"Lepaskan aku! "Natali terus berteruak meminta agar xian membuka pintunya
"Oke oke aku akan membukanya, kau jangan berteriak kasian tengorokanmu nanti akan sakit "
Setelah mengatakan hal itu xian menekan pin yang ia gunakan sebagai pin untuk mengunci dan membuka pintu kamar itu
Setelah pintunya terbuka, natali langsung berlari, xian mengikuti natali dari belakang dengan masih bertelanjang dada
Natali terus berlari hingga menuruni tangga, hal itu yang xian khawatirkan
"Sayang jangan lari lari nanti jatuh!"teriak xian yang malah tak di pedulikan oleh natali, ia terus menuruni tangga dengan cepat
"Dasar keras kepala"gumam xian
Setelah turun tangga yang cukup panjang itu nata melihat sekelilingnya mencari pintu keluar
Xian terus membuntuti nata, yang berlari ke sana ke sini untuk mencari pintu keluar
Sebenarnya nata merasa lelah karena rumah itu memang sangat luas dari tangga menuju pintu utama saja berbelat belit dan cukup jauh
Setelah ia mencari pintu utama akhirnya natali menemukan pintu itu, ia langsung berlari ke arah pintu dan ia langsung membukanya
Saat membukanya ia di kejutkan dengan banyak para bodyguart yang berpakian serba hitam menjaga pintu itu
"Nona? "sapa salah satu bodyguart itu, namun natali tak menghiraukannya ia malah langsung melengang begitu saja namun bodyguart yang lain menahannya
"Lepaskan aku! "
"Anda mau kemana nona? "
"Lepaskan aku! "
Dari sisi belakang xian nampak menganggkat tangannya agar membiarkan apa yang natali mau, karena ia yakin natali tak mungkin pergi dari rumah ini sedangkan saat ini saja untuk beroperasi ke penduduk ramai harus mengunakan helikopter mengingat jalan khusus rumah ini yang belum selesai di bangun, memang xian sengaja memperlamabatnya agar tidak ada yang bisa menemukan rumahnya dulu
Setelah tuannya mengizinkan melepaskan nata, para bodyguart itu melepeskan natali
Natali langsung berlari masi dengan xian yang membuntutinya dari belakang
Dan lagi lagi nata harus berlari mencapai gerbang utama yang jaraknya sangat jauh dari rumah itu
"Sial mengapa rumah ini sangat luas sih? bahkan lebih luas dari mansion milik daddy"kesal nata sampai menjatuhkan air matanya
"Tapi aku harus segera keluar dari rumah ini, kalau tidak bagaimana nanti dengan lano"
Tubuh wanita itu sudah sangat lemah, dengan wajah pucat dan terlebih lagi ia terus berlari padahal ia baru saja pingsan
__ADS_1
Sesekali wanita itu berhenti untuk menarik napas karena terlalu cape, ia seperti berlari mengelilingi lapangan bola
Sedangkan di sisi belakang xian nampak terkekeh melihat wajah lucu natali yang sudah lelah
"Ternyata kau masih sangat bodoh sayang"gumam xian, namun ia masih khawatir karena natali baru saja pingsan
Nata terus berlari sampai sedikit lagi ia mencapai pintu gerbang yang menjulang tinggi itu, namun belum sampai ia di gerbang itu tubuhnya sudah terjatuh
Buk
"Astaga Natali!"Teriak Xian yang melihat natali terjatuh pingsan, xian langsung berlari ke arah natali
"Sayang bangun.... "Ucap xian menepuk nepuk wajah natali namun wanita itu ternyata sudah pingsan, akhhhh sial xian jadi menyesal sediri karena membiarkan natali terus berlari dan mengakibatkan wanitanya kembali pingsan
"Mengapa kau mudah sekali pingsan sayang? "
Xian langsung membopong natali ala bridal, menuju pintu utamanya yang ia akui memang sangat jauh dari posisinya saat ini, namun ia tak keberatan akan hal itu, tubuh nata sangat mungil dan ringan
Setelah berjalan cukup jauh akhirnya xian sampai di depan pintu utama rumah itu semua bodyguart menunduk
Paman han yang melihat tuannya mengendong lagi nonanya langsung mendekati xian
"Tuan ada apa dengan nona? apa saya harus memanggil dr. aurel lagi? "
"Tidak perlu paman kasian dia masih memiliki anak bayi, tapi paman tolong ikuti saya ke kamar utama"ucap xian, paman han mengangguk
Setelah sampai di kamarnya xian kembali membaringkan tubuh natali di ranjangnya dengan lembut
"Paman, belikan obat yang ada di resep ini dan suruh bibi untuk bawakan minyak angin"
"Baik tuan, kalo tidak ada yang tuan butuhkan lagi saya izin keluar "
"Tidak paman cukup belikan obat itu saja, paman boleh keluar"ucap xian dan paman han langsung keluar
Setelah paman han keluar, xian duduk si sisi ranjang dengan membelai rambut nata
"Mengapa kamu cepat sekali pingsan?"
"Hufhhh, jika aurel terlalu sering aku panggil mendadak kasian juga anak bayinya, apa perlu ya aku katan pada luhan saja? tapi sejauh ini juga dia selalu jujur padaku"
Setelah beberapa lama paman han datang kembali membawakan obat yang dr. aurel berikan
"Tuan ini obatnya, dan katanya obat ini memiliki efek samping mengantuk tuan"ujar paman han dengan menyerahkan obat natali
" Iyaaa paman terimakasih, paman boleh pergi "menerima obat itu
"Sama sama tuan "ujarnya dan langsung pergi dari kamar itu
Setelah beberapa saat, mata itu bergerak perlahan lahan ia membuka matanya, tatapan mata xian dan natali itu bertemu
Namun xian segeraa mengambil obat natali dan memasukannya ke dalam mulutnya sendiri
"Ap... "
Belum selesai natali berkata, xian langsung membungkan bibir nata dan mendorong obat itu untuk masuk ke dalam mulut nata, membuat mata nata membulat dan tanpa sengaja nata menelan obat itu tanpa air
Xian langsung melepaskan tautan bibi*r itu
"Apa yang kamu lakukan?!"ucap nata kesal, namun xian segeraa mengambil air di narkas dan menyuruh nata minum
"Kamu minum dulu setelah itu kamu istirahat"nata malah mentap wajah xian
"Kamu tenang saja aku tak memberikan racun, itu hanya obat agar tubuhmu lebih kuat dan tak mudah pingsan, tentu kamu tau kan jenis apa obat itu"sambil menunjuk obat di narkas, natali melihat itu dan ternyata benar
"Mau mengunakan cara tadi atau minum sendiri? "ucapnya, nata langsung meraih gelas itu dan meminum air putih itu hingga tandas
"Kamu istirahat di sini ya, malam ini aku harus pergi besok aku akan segera kembali "ucapnya dengan mengelus kepala nata
"Apa maumu sebenarnya kak... "tanya natalu dengan suara lirihnya
"Aku hanya menginginkan dirimu sayang"jawab xian dengan lembut
"Mengapa kau melakukan ini, mencukikku di tempat yang sama sekali aku tidak tahu? "
"Mengapa kau mengira aku menculikmu? memangnya aku menculikmu dari siapa?"
"...."
"Aku mau pulang... "
"Ini rumah kita sayang, kita akan hidup bahagia di sini bersama anak anak kita nanti"
deg
"Apa kak xian sudah mengetahui iliano? "tanya nata batin, ia menatap mata laki laki itu
"Jika saja anakku yang dulu masih hidup mungkin saat ini aku sudah menjadi daddy, tapi mengingat di mana aku melihat darahmu begitu banyak aku tak yakin dia masih ada, tapi tak apa aku akan membuat xian dan nata kecil sebanyak banyaknya lagi"lirih xian dengan tatapan sedih jika mengingat itu
"Ternyata dia belum mengetahui iliano tapi mengapa tatapannya begitu sedih? "batinnya
"Natali, maafkan atas kelakuanku di masa dulu, andai saja aku mempercayaimu ini semua tidak akan terjadi "
__ADS_1
"Izinkan aku menebus semua kesalahanku, sayang maafkan aku"ucap lirih xian dengan tatapan sendunya
"Aku sudah memaafkan kakak, tapi aku harus pulang kak... anak kita akan mencariku kak dia akan menangis"ucapnya di lanjutkannya dalam batinnya
"Nggak gak boleh, rumahmu di sini sayang buat apa kamu pulang? "
"Tapi aku memang harus pulang kak... "
Xian berfikir nata ingin bersama bagas maka dari itu ia tak mengizinkannya, lagian memang ini rumahnya, natali masih menjadi istrinya yang sah di mata tuhannya dan hukum
"Kak... "
Xian langsung memegang tengkuk nata dan menyatukan biri*r nya dengan natali, Xian terus meluma*t bibir itu, tidak ada balasan dan penolakan dari nata ia hanya membiarkan xian melakukannya
"Buka mulutmu sayang... "lirih xian di sela sela ciuma*nnya, setelah itu ia langsung meluma*t kembali bibir itu, namun lagi lagi nata hanya menutup bibirnya, hingga xian harus mengigit ringan bibi*r bawah natali sehingga membuat mulut natali terbuka, xian tak menyia nyiakan hal itu ia langsung memasukan lidahnya mengabsen deretan gigi natali, meluma*t bibir itu lembut bahkan sangat lembut
Dan karena kelembutan itu natali terbuai sehingga ia membalas lumata*an xian, bibir mereka terus bertautan dan semakin panas membuat yang di bawah pangkal paha xian bergerak meminta di keluarkan
Mendapat balasana dari natali, tangan xian tak tinggal diam tangan kirinya turun ke bawah mengusap usap pangkal paha natali yang memang pada saat ini nata mengunakan stelan dres
Tangannya terus bergelirya kemana mana, nata semakin hanyut jujur ia sangat merindukan sentuhan ini terlebih dari laki laki yang memang masih menjadi suaminya itu
Hingga pada sampainya xian dengan aset kembar natali, ia mengusap usap aset itu dan tangannya kembali menyusup ke br*a yang nata gunakan
Xian meremasnya dengan lembut, membuat suara lenguhan itu keluar dari mulut natali posisu mereka masih dalam posisi duduk di sisi ranjang
Xian masih terus meluma*t bibir natali dengan lembuat dan panas setelah puas, bibirnya turun ke leher jenjang bersih natali, menjila*tinya dan menghisapnya sesekali xian gigit leher putih itu sehingga membuat tanda kepemilikan di sana
Karena tak tahan xian langsung membuka dress natali dan membuangnya ke sembarang arah sehingga hanya tertinggal dala*mnya saja
Perlahan lahan ia kembali membaringkan tubub natali, meluma*t kembali bibir yang sangat candu untuk xian itu
Natali memjamkanmatanya, tangannya mengusap usap rambut xian yang saat ini masih gondrong jujur itu semakin seksi di lihat natali
Dari bibir turun kembali ke lehe*r, tangan xian tak tinggal diam ia masih terus merema*s lembut bagian itu
Tangannya kembali bergerak kebelakang membuka pengait br*a milik natali dan membuangnya br*a itu ke semarang arah sehingga terpangpanglah kedua bukit kembar yang ternyata sudah sedikit besar ukurannya
"indah... "ucap xian pelan, natali masih terbuai
Bukannya ia tak sadar ia sangat sadar namun ia tak bisa menolaknya
Puas dengan leher jenjang milik nata, bibi*r xian semakin bergerak turun melum*at apa yang ada, membuat nata kembali melengu*h
Lagi lagi tangannya turun ke pangkal paha natali guna membuka helaian terakhir yang menutupi aset itu
Setelah itu xian berdiri untuk melepaskan celana dan boxer karena memang ia sudah tak memakai pakaian atasannya, hingga keduanya sama sama telanja*ng
Natali memalingkan wajahnya melihat tubuh bawah xian, xian tersenyum tipis melihat natali yang nampak malu
Xian kembali merangkak ke atas kasur dan membuka kedua paha natali agar terbuka lebar
Ia meluma*t bagian itu dan membuat wanita itu melengu*h
Setelah lama melakukan ini itu, xian langsung memposisikan batan*g itu ke kelembutan natali
"Akhhhh! "lenguh*an mereka setelah sama sama menatu, xian bergerak perlahan lahan dan lembut, bibi*r mereka terus bertautan dengan tangan xian yang tak tinggal diam menjamah tubuh itu
Semakin lama semakin cepat membuat ******-***** saling bertautan dari mulut mereka
Setelah satu jam akhirnya mereka sama sama mencapai titik puncaknya
"Akhhhh! "teriak keduanya
"Huh, huh"nafas keduanya tersenggal senggal, xian mengecup dahi, kedua mata, pipi kiri kanan, hidung dan terakhir bibi*r natali
"Terimakasih sayang... "ucap pelan xian, nata sudah sangat lelah ia langsung tertidur di tambah ia sudah meminun obat yang memiliki efek samping mengantuk itu
Xian melepaskan penyatuan itu dan menarik selimut setelah itu ia membaringkan tubuhnya di samping natali dan memeluk erat tubuh itu
Akhirnya mereka sama sama tertidur tanpa membersihkan tubuhnya
.
.
.
TBC
Huaaa deg degan nulis part ini 😥
tanggapan kalian apa nih? kurang panas? kurang mecin? kurang uyah?
Dah jan protes lagi dah dua ribu seratus sepuluh lebih nih part ya
Kalo kalian ngerasa bosen dan merasa novel ini lelet udah jangan di baca aku dari awal gak maksa kalian buat terus ikutin novel aku karena tujuan awal aku juga buat hibur diri sendiri dan plusnya cuma buat orang yang ngerasa terhibur kalo udah bosen Yaudah tingalin jangan berkoar koar di komentar
Bijak dalam berkomentar Guys 😉
Komentar kalian mencerminkan diri kalian sendiri 😇
__ADS_1