Menjadikannya Istri Kontrak

Menjadikannya Istri Kontrak
Keberangkatan Xian


__ADS_3

Aku harus puas menciumi calon ankku sebelum aku pergi"


Hingga tatapan mereka bertemu dan perlahan lahan xian bangkit dari tidurannya dan duduk di dekat nata dan langsung menarik tengkuk nata, dan perlahan lahan bibirnya ia daratkan di bibir nata, mata nata membulat kala xian menciumnya dengan lembut perlahan lahan nata terbuai dengan ciuman xian dan nata memejamkan matanya menikmati permainan yang xian buat, nata yang tidak bisa berciuman itu hanya diam menikmati bibir xian yang menyapu bibirnya dengan halus


Merasa tidak ada penolakan xian mengigit halus bibir bawah nata agar nata membuka mulutnya, dan itu berhasil sehingga xian bisa mengekspor rongga mulut nata yang manis, xian terus ******* dan menghisap bibir nata, tak terasa tangan satunya sudah menyelinap ke bawah mengusap paha mulus nata


Seketika nata tersekip dengan ulah xian, nata buru buru mendorong tubuh xian dan langsung berjalan cepat ke kamar tanpa peduli xian memanggilnya


"Nat! nata hati hati jalannya! "teriak xian khawatir melihat nata berjalan cepat, setelah iti ia tersenyum mengingt tadi


"Hahhh manisnya, sepertinya aku akan merindukan bibir itu haha"gumamnya


"Eh tapi! akh sial kau bodoh xian!! hufhhhhh"xian melepaskan nafas beratnya dan bersandar di shofa


"Tapi aku berhak atas tubuhnya, tapi akhhh aku bingung dengan perasaanku! "teriaknya frustrasi sambil mengacak acak rambutnya


...***...


"Hufhhhhh, hampirr saja" ucapnya dengan bersandar di pintu kamarnya nafas nata tersenggal senggal akibat ulah xian tadi jantungnya berdetak kencang


"Tapi dia menciumku"ucapnya dengan memegang bibir mungilnya


"Aaaaa aku malu! kenapa tadi aku diam saja sih"nata langsung membaringkan tubuhnya di kamarnya


"Hufhhhh jantungku terasa mau copot saja padahal aku pernah melakukannya dua kali dengannya tapi ini! aaaa aku maluuuuuu, mau di taro di mana mukaku nanti"hiks nata geram sendiri dengan ulahnya tadi yang bisa bisanya tidak menolak xian


...***...


Tak terasa hari sudah menjadi gelap xian yang tadi siang ingin menghabiskan waktu dengan natali malah dia menyibukan diri di ruang kerjanya ntah apa yang ia lakukan, tetapi fikirannya ia menyesal karena bertindak seperti itu sehingga membuat nata marah dengannya. begitu fikir xian


Tapi tiba tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar dan xian langsung memencet tombol remot kontrol untu membuka pintu itu


"Masuk! "


ternyata bi inah yang datang


"Tuan waktunya makan malam, semua sudah saya siapkan"


"Baiklah bibi boleh keluar"


"Apa perlu saya panggilkan nona tuan? "


"Biar saya saja bi"


"Baik tuan"xian hanya mengangguk mengiyakan dan bi inah kembali ke dapur


Xian langsung bangkit dari duduknya dan melangkah menuju kamar natali


Tok tok tok


"Natali"


Natali pov


"Aduh itu xian, ada apa dia memanggilku? ahhh aku masi maluu"


Xian masi memanggilku, dan dengan terpaksa aku membukanya dengan wajah menunduk menahan malu


"A-ada apa? "tanyaku yang mendapatkan tatapan heran dari lixian


"Ini waktunya makan malam ayo makan"ajak dia kepadaku


"Tidak perlu aku sudah kenyang"jawabku dengan bohong padahal perutku sudah mulai lapar


"Sudah kenyang?"tanyanya yang menyatukan alisnya heran


"Ya a-aku sudah kenyang "jawabku gugup


brubuk btubuk( suara bunyi perut nata)


"Ahh tolong tenggelamkan aku di dasar lautan tuhan! aku maluu"


Xian yang mendengar perutku berbunyi tertawa

__ADS_1


"Kau yakin kau sudah kenyang?"tanya dia dengan nada mengejek


"I-iya yakin aku sudah makan ko"


"Kau memalukan natali"


"Sayangnya bunyi perutmu mengatakan kau sudah lapar sayang ayo kita makan" deg, aku tertegun mendengar dia memanggil sayang kepadaku


"Ayo kita turun, atau kau mau aku gendong hm? dengan senang hati aku akan melakukannya"ucapnya yang hendak akan mengendongku namun aku sudah lebih dulu berjalan meninggalkannya, aku sempat mendengar dia terkekeh


Aku duduk di kursi meja makan dengan berhadapan dengan xian, tanpa berkata aku langsung saja menyendokan nasi beserta lauk pauk kedalam piringku, sekilas aku melihat dia sedang menatapku


Natali pov end


Mereka menikmati makan malam tanpa suara dan suasana sudah mulai terasa canggung


Lixian pov


Aku melihatnya seperti sedang menahan malu, tentu saja aku tahu apa sebabnya tapi aku mencoba mencairkan suasana dan mulai mengeluarkan suara


"Besok aku akan mengantarmu ke rumah luhan, barang barangmu sudah di siapkan, apa benar tidak apa apa kau aku tinggalkan di sana? "tanyaku


"Ti-tidak apa apa"


"Aku akan segera kembali"aku melihatnya mengangguk, sebenarnya aku tak tega menitipkan dia di rumah luhan aku tidak punya pilihan lain aku takut mamaku akan datang lalu menyakitinya


"Malam ini kita tidur bersama di kamarku "ucapku yang membuatnya menatapku terkejut


"Tenang aku tidak akan ngapa ngapain ko, aku cuman pengan tidur denganmu saja, aku takut babbyku akan mencari daddynya"


"Aku gak ngapan gapain tapi tidak janji hehe"


"Babbynya tidak akan rindu daddynya ko kamu tenang saja biar kita tidur pisah saja"


"Oh ayolahhh aku ingin menghabiskan waktuku dengannya kumohonnn" aku mencoba memohon dengan muka memelas dan itu berhasil membuatnya mengangguk, aku tersenyum menang akan hal itu


Setelah selesai makan dan nata meminum susunya, aku dan nata langsung ke kamarku aku menyuruhnya untuk tertidur dulu karena aku ingin mandi terlebih dahulu


"Kau tidur dulu, aku mau mandi"


"Hmm kau boleh menonton tv, nyalakan saja remotnya ada di dekat remot ac" aku langsung meninggalkannya dan mandi, sementara natali menonton tv, tadi saat kita sudah masuk kamarku aku sengaja langsung menguncinya agar dia tidak kemana mana


Cukup lama aku mandi dan setelah itu aku keluar dan aku melihat natli ternyata tertidur di shofa dengan remot di tangannya, dengan perlahan lahan aku mengangkatnya dan membawanya tidur di ranjang bersamaku


Kulihat wajahnya yang sangat cantik, jujur dia bahkan lebih cantik dari mantan mantanku, mata teduh, alis lentik, hidung mancung, kulit putih bersih nan mulus bahkan wajahnya seperti tidak ada pori pori, dan aku suka melihat bibir ranum berwarna merah jambu, aku tahu wajahnya sama sekali tidak ada makeup yang menempel dia sangat natural, bibir mungilnya membuatku candu ingin selalu aku ciumi, dan tak lupa tubuhnya yang mungil yang membuatku lupa rencanaku


Haihhh sungguh cantik, dan dia selalu terlihat menggemaskan apalagi saat aku menciumi perutnya, tak terasa bibirku menempel di bibirnya, aku hanya menciumnya tanpa ada *******. Setelah itu aku mengecup perutnya yang sedikit membuncit


Aku hersn dengan tubuhnya seharusnya dengan usia yang sudah 12 bulanan perutnya sudah membuncit tapi yang aku lihat perut nata hanya seperti orang kekenyangan saja, tubuhnya sangat kurus, ahh apa vitamin dan susunya dia minum? sepertinya lain kali aku harus ekstra mengawasinya untuk minum susu


Lixian pov end


Tak terasa xian mulai terlelap menyusul nata dengan memeluk pingang natali dengan sayang


...***...


"Kau baik baik ya di sana"ucap xian yang sudah berada di mobil menuju rumah luhan sebelum ia berangkat


Sesampainya di sana lixian dan nata sudah di sambut kedatangannya dengan hangat oleh nyonya shinan mom luhan, xia, dan luhan sendiri


Dengan terlaten lae mengeluarkan koper milik nata, sebenarnya nata bingung kenapa sampai membawa koper untuk menginap, bahkan ia tak tahu apa saja yang ada di dalam koper itu


"Hai Li, selamat pagi"sapa nyonya luhan


"Hello aunty selamat pagi, aunty ini dia yang aku mau titipkan dulu, dia natali istriku"ucap xian memeperkenalkan natali


"Wahh dia sangat cantik, aunty jadi pengen punya mantu kayak dia"ucapnya tersenyum hangat


"Hai nak aku laura mom luhan, panggil aku aunty laura saja oke"ucap mom luhan dengan memeluk natali hangat, natali yang di perlakukan seperti itu dengan orang pertama ia kenal hanya tersenyum canggung


"Ha- hai au-aunty aku natali, aunty juga sangat cantik"ucap nata


"Kau tidak perlu canggung denganku nak"

__ADS_1


"Hai natali apa kabar? apa kandunganmu baik baik saja?"tanya luhan


"Hai kak, kandunganku baik baik saja"


"Nat kenalkan ini xia sepupuku, kuharap kalian bisa berteman "


"Hai kak aku xia, wahhh kakak sangat cantik aku sampai iri melihatmu kak"ucap xia girang, sambil sesekali melirik asisten lae yang hanya diam


"Aku natali, kau juga sangat cantik ko, tapi jangan panggil aku kak panggil aku natali saja"ucap nata yang merasa tidak enak jika di panggil kakak oleh xia karena sepertinya umurnya sama


"Ah tidak aku tidak bisa karena kau istri kak li jadi aku akan memanggilmu kak saja oke"


"Sudah ayo kita masuk dulu ngopi atau ngeteh, yuk"ajak mom laura


Dan di ikuti xian dan nata juga asisten lae yang setia mengangkat koper natali


"Duduklah, kalian mau minum kopi atau teh? "


"Aku tidak aunty, karena aku mau langsung berangkat saja, tolong jaga natali dan bayiku baik baik ya, maaf merepotkanmu aunty aku tak tahu harus dengn siapa lagi"


"Kau itu seperti siapa saja sih li, aunty akan menjaganya"


"Iya kak, xia juga akan menjaga kak nata"


"Kau tenanglah bro aku pasti akan menjaganya, aku sudah menghubungi yang lain juga tentang keberadaan nata di sini"


"Kau jangan macam macam"


"Aku tidak akan macam macam hanya satu macam saja"ucap luhan sedikit mengoda xian


"Kalau kau berani silahkan saja kau tentu tahu apa konsekuensi nantinya"ucapnya tersenyum licik


glek


"Kau itu serius sekali si xi! ah tidak seru! "


xian tak merespon ucapan luhan dan beralih menatap nata


"Kau baik baik saja ya di sini, jaga babby kita"ucapnya


Cup (xian mengecup kening natali) dan beralih ke perut nata dengan membungkukkan badannya sambil berbisik dengan calon anaknya yang ada di dalam kandungan nata


"Babby anggel, kau jangan nakal ya, jangan nyusahin mommy, daddy akan segera pulang oke" cup xian mengecup perut natali dengan lama


"Jaga natali han"jawab luhan mengangguk dan setelah itu ia pamit pergi


"Aku titp dia aunty"ucapnya yang di jawab anggukan aunty laura


Ntah mengapa nata ingin menangis melihat xian pergi, ia ingin memeluk lixian tapi ia tidak bisa, luhan yang mengerti ekspresi nata langsung memanggil xian yang belum beranjak jauh


"Xi? "xian pun menoleh


"Kau tidak mau memeluk istrimu dulu gitu? "dan xian langsung berbalik dan memeluk nata dengan erat menciumi kening nata berkali kali


"Aku pamit dulu ya, kau baik baik di sini aku akan selalu mengabarimu oke"ucapnya dan langsung bergegas pergi


setelah xian pergi jatuh sudah air mata natali dan dengan sigap mom laura menghampirinya dan memeluk natali


"Tenanglah dia akan kembali oke, don't cry" nata langsung menghapus air matanya dengan tangannya dan membalas ucapan mom laura dengan tersenyum


"Mom aku pergi berangkat kerja dulu ya"


"iya hati hati sayang"


"Nat aku pergi dulu, semoga kau betah di sini"


"Iya kak terimakasih ya"


Dan setelah itu luhan pun pergi ke rumah sakitnya


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2