
Semakin hari Xian semakin aneh contoh saja Xian yang sama sekali tak mau berjauhan dengan Natali
Ia akan merasa mual jika tidak berdekatan dengan Natali seperti saat ini, Xian sedang menghadiri Meeting di luar kota namun ia pingsan saat berada di tempat, awalnya Xian meminta Natali ikut namun karena Daddy wingson sedang bertamu ia tak mungkin memaksanya dan akirnya ia berangkat bersama Lae
Sejak pertengahan jalan perut xian sudah tak bisa di ajak kompromi ia meminta Lae memberhentikan laju mobilnya
"Lae berhentikan mobilnya"
"Tapi ini di jalan tol tuan"
"aku sudah tak kuat Lae berhentikan mobilnya"
Dengan panik Lae segera memesang lampu sen untuk menepi setelah mobil berhenti Xian langsung memuntahkan semua isi perutnya ia sangat mual, hal ini baru pertama kali ia merasa mual
"Hoeeekkk hoeeekkk"
"Tuan apa kau tidak apa apa? apa kita mau ke rumah sakit terlebih dahulu?"
"Hoeekkk" Xian terus memuntahkan isi perutnya hingga hanya cairan bening yang ia keluarkan, Lae tanpa jiji memijit tengkuk Xian
"Aku lemas Lae"ucap Xian lemah, Lae memapah Xian segera masuk mobil
"Kita ke rumah sakit dulu ya tuan, sepertinya tuan masuk angin"ucap Lae setelah ia masuk kedalam mobil
"Tidak Meeting ini penting Lae, ini project raksaksa aku tidak mau melewatkannya"
"Tapi kesehatan tuan jauh lebih penting"
"Tolong jika ada rest area berhenti dan belikan aku minyak angin saja"
"Baik tuan perjalanan kita membutuhkan sekitar satu jam lagi, dan selama itu tuan gunakan kantung plastik ini jika ingin memuntahkannya"
"Terimakasih Lae"
"Kenapa tuan tidak mengunakan heli saja jika seperti ini?"
"Aku ingin mengunakan mobil karena naik helipun percuma aku merasa mual, kemarin aku mencobanya namun aku mual"
Lae mengerutkan dahinya bingung atas jawaban tuannya namun ia segera kembali menjalankan mobilnya dan mencari rest area untuk membeli minyak angin karena di kotak obat dalam mobil tidak ada
Sepanjang jalan Xian terus memuntahkan cairan bening ia semakin lemas
Setelah beberapa lama mobil sampai di rest area dan Lae segera membeli minyak angin untuk Xian, Xian yang tak kuat pun tanpa malu keluar mobil dan berlari ke kamar mandi untuk
Lae menghela nafasnya tuannya benar jika membatalkan untuk menghadiri tender ini perusahaan akan rugi besar karena ini projeck raksaksa yang di adakan dalam lima tahun sekali jiaka meningalkannya perusahaannya akan rugi besar meskipun tak membuat perusahaan Xian bangkrut namun tetap saja ratusan trilunan yang sedang mereka rebutkan hal itu tidak biasa Xian hanya ingin jika lano besar ia tak perlu kerja keras untuk membangun perusahaannya yang berbasis IT yang ia buat dari nol untuk perusahan keluarganya yang berbasis perhotelan biarlah itu menjadi sampingan karena lebih baik ia fokuskan untuk perusahaannya
"Hoeeek, hoeek"
"tuan apa anda tidak apa apa?"melihat tuannya berlari ke kamar mandi Lae menyusulnya dan meminat tengkuk Xian
"Aku tidak apa apa Lae"Las langsung memapah Xian kembali ke mobil
" mana minyak anginnya Lae?"
"Ini tuan"Lae segera memberikan minyak angin untuk Xian ini usapkan dulu di perut tuan
Xian langsung membuka kemejanya dan mengoleskan minyak angin itu
"Lae belikan aku parfum atau sejenis apapun yang berbau bunga lily"Ucap lemah Xian yang mengingat jika hanya bau bunga Lilly yang membuat ia tak mual karena wangi itu wangi khas tubuh Natali
"Jika tidak ada bagaimana tuan?"
"Tolong Carikan Lae karena aku tidak tahu aku kuat sampai kapan karena tiga hari ini aku tidak mungkin pulang atau meminta nata menyusulku"
"Apa perlu aku telepon nona tuan?"
"Jangan dia akan khawatir, biarkan dia karena sedang ada Daddy di rumah"
"Baiklah tuan"
__ADS_1
Lae langsung menjalankan mobilnya kembali karena di rest area itu tidak ada toko yang menjual sejenis parfume biarlah nanti ia mencari mahal untuk mencari parfume yang sama dengan yang Natali pakai
Meskipun Xian sudah mengunakan minyak angin, namun rasa mualnya semakin jadi ia bingung karena ini baru pertama kalinya ia sangat mual dan separah itu apa iya ia mengalami yang namanya mabuk perjalanan? rasnaya tidak mungkin karena sejauh apapun ia tak pernah mengalami mabuk perjalanan bahkan separah ini
Lama kelamaan tubuh Xian sangat lemah karena terlalu banyak memuntahkan isi perutnya dan tak lama Xian terjatuh pingsan karena terlalu lemah
Lae yang sedang menyetirpun kaget melihat tuannya tumbang
"Astaga tuan!!"kagetnya namun ia tak bisa melakukan hal apapun karena kondisinya yang masih dalam jalanan tol, beruntung sebenatr lagi ia keluar tol
Lae harus membawa Xian ke rumah sakit terlebih dahulu karena meeting di lakukan di jam 3 siang namun sekarang masih jam sebelas siang
Setelah beberapa lama mereka keluar tol dan Lae segara mencari rumah sakit terdekat di kota B itu
setelah perjalanan kurang lima belas menit setelah keluar tol akhirnya Lae menemukan rumah sakit besar terdekat
Lae memakirkan mobilnya sembarangan dan membuka pintu belakang mobil tuannya dan membopong Xian ke berangkar rumah sakit
Saat hendak mendorong brangkar Lae di kejutkan dengan teriakan seseorang ternyata Luhan yang kebetualan selesai bertugas dan hendak pulang
"Lae!"
"Tuan Luhan"
"Apa yang kau lakukan di sini?"
"Saya dan tuan ingin menghadiri meeting meeting penting di kota ini namun di perjalanan tuan Xian mengalami mabuk perjalanan yang parah hingga dia pingsan tuan"
"Apa Xian pingsan?!
"Iya tuan saat ini dokter lain sedang menanganinya"
"Bailah coba aku akan menyusulnya, tapi bagaimana bisa Xian mengalami mabuk perjalanan?"
"Saya tidak tahu tuan, maaf tuan saya harus mencari mall dulu untuk membelikan keinginan tuan Xian"
"Keinginan?"
"Saya pamit tuan"Luhan mengangguk
"Baiklah saya susul Xian dulu "
"Baik tuan terimakasih"Luhan mengangguk dan segera menyusul Xian kedalam ruang IGD dengan dahi mengerut ini hal yang tak asing bagi telinganya tapi apa?"
saat di dalam ruang IGD Luhan melihat Xian belum sadar ia masih di periksa oleh rekannya
"Bagaimana keadaanya dokter?"
"Dokter Luhan?"
"Dia teman saya, bagaiman keadaannya dok"
" Saya tidak menemukan gejala apapun dok selama tuan ini belum sadar, saat saya cek nadinya semuanya normal namun kondisi perutnya kosong"
"Coba saya periksa kembali dok"
"Silahkan dokter Luhan"
Luhan segera mengecek kondisi Xian dari nadi detak jantung semua normal namun perut xian hanya kosong mungkin akibat muntah seperti yang Lae katakan
Setelah mengecek keadaan sahabatnya itu Luhan hanya tersenyum tipis
"Eh rupanya aku tak asing dengan hal ini? apa mungkin aku akan segera mendapatkan keponakan lagj darinya"batin Luhan terkekeh
"Terimakasih dokter Andrian anda benar dia tidak terjadi gejala apapun sepertinya yang harus di periksa adalah istrinya nanti"ucap Luhan
"Mkasud dokter Luhan?"
"Saya pernah menanganinya saat istrinya hamil dulu"
__ADS_1
"oh berarti tuan ini?"
"Ya dok anda benar"dr.andiran mengangguk dan tersenyum
"Kalo begitu dokter Andrian boleh pergi biar saya yang mengurusnya karean kebetulan saya dokter pribadinya"
"Baik dokter Luhan, Kalo begitu saya izin keluar"luhan mengangguk setelah itu Luhan duduk di salah satu kursi sambil menunggu Xian sadar
"Apa perlu gue hubungi Natali ya? tapi gue takut dia khawatir apalagi katanya Xian mau mengadakan meeting untuk projeck raksaksa"
Lama menunggu Akhirnya Xian siuman, ia bingung karena ia melihat tangannya terpasang jarum infusan debgan bau rumah sakit
"Lo udah sadar bro?"
"Han?"Xian kaget sekaligus bingung kenapa Luhan bisa ada di sini
"Gue kebetulan lagi ada tugas di rumah sakit ini eh pas gue mau pulang gue liat Lae, dan ternyata Lo yang pingsan"
"Iya gak tau kenapa akhir akhir ini gue sering mual dan pusing Han, gue bener bener gak kuat saking lemasnya"
"Xi Lo udah pernah ngalamin kaya gini bukan?! kenapa Lo masih bodoh gak sadar si?!"
"Hah maksud Lo?"
"Gue udah priksa keseluhuran dari Lo tapi gue gak nemuin penyakit apa apa, dan hal itu gue baru ingat kalo hal ini gak asing terjadi di diri Lo"
"Maksudnya apa gue gak ngerti han?"
"Ya my bee Natali hamil dan untuk kedua kalinya Lo yang mengalami hal ini, yaa seperti mual, ngidam, nyeri pingang"
"WHATT!"
"Nata hamil?!"
Kaget Xian yang langsung terduduk dari tidurnya
"Astaga gak segitunya juga xi!"
"Mm-Maksud maksud Lo istri gue hamil lagi Han?!"
"Mungkin, itu Masih dugaan gue si"
"Tapi Han, dokter mengatakan nata sudah sulit mengandung lagi karena kecelakaan itu"
"Dokter hanya memvonis nata sulit hamil dan bukan berarti Natali gak bisa hamil lagi xi, apalagi nata masih muda dan Lo sendiri terus menerus gempur dia"
"Gak ngebahas gitu juga kali, ya wajarlah orang dia istri gue, Lo aja yang belum punya istri kebiasaan Lo minus"tiba tiba wajah Xian terkesan malas
"Cih! dasar mooddyan"gumam Luhan
"Sebaiknya pulang nanti Lo cek lagi kebenarannya"
"Astaga sekarang jam berapa Han?"
"Satu siang"
Xian membulatkan matanya artinya sekitar dua jaman lagi meeting di mulai sedangkan dia belum bersiap, Xian langsung melepaskan jarum infusnya dan turun dari brangkar itu
"Lo mau kemana xi?"tahta Luhan mendekati Xian
"Dua jam lagi meeting akan di mulai Han"
"Lo masih lemah xi, sebaiknya Lo dulu sampai kondisi Lo membaik"
"Nggak Han, meeting ini sangat penting buat gue, jangan sampai client luar negri itu membatalkan kontraknya ini demi kehidupan lano setelah dewasa nanti Han"
"Lo udah kaya mau nambah kaya mau sekalipun lano belanja seluruh isi kota atau negara ini uang Lo gak bakal Habis tujuh turunan xi"
"Menurut gue itu gak bakal cukup Han, ini demi masa depan lano gue gak bakal biarin dia sulit gue mau perusahaan yang gue bangun sebagai satu satunya perusahaan raksaksa dan di kenal dunia"
__ADS_1
Luhan hanya menghembuskan nafasnya berat memang Xian adalah orang yang penuh ambisi bayangkan saja saat sekolah saja ambisinya untuk membangun perusahaan dari nol sudah sangat besar
MOHON MAAF SEPERTINYA PART YANG AKU SIAPKAN TIDAK CUKUP DALAM SATU CHAPTER BAB, SEMOGA TIDAK BOSAN YA, KALO BOSEN JUGA GAKPPLAH WKWK