
Satu bulan berlalu...
Rumah tangga Xian dan Natali semakin hari semakin harmonis di tambah Xian yang sangat bergantung dengan Natali begitupun sebaliknya di tambah lagi lano yang melengkapi keharmonisan keluarga kecilnya, hari hari pahit sudah mereka lalui dan saatnya kebahagiaan yang menimpa mereka
Lano yang sangat mengerti dengan kedua orangtuanya tak pernah menganggu mommy dan Daddynya jika ia melihat Daddy dan mommynya bermesraan, justru anak itu hanya tertawa lucu melihat kemesraan mommy dan Daddynya, ia hanya anak kecil yang selalu berfikir dewasa jika menyangkut kesenangan kedua orangtuanya, begitupun dengan nata dan Xian mereka memberikan cintanya untuk lano
Saat ini Natali tengah berdiri memandangi hamparan luas rumahnya sambil menunggu Xian yang tengah mandi namun di tengah tengah itu Natali masih memikirkan mommy Xian yang seminggu lalu menemuinya secara diam diam untuk meminta maaf dengannya, awalnya Natali takut menemui ibu mertunya itu namun Natali memberanikan dirinya untuk menemui ibu mertuanya tanpa sepengetahuan Xian
Tanpa di duga Saat bertemu di sebuah taman yang sepi, ibu mertuanya atau nyonya nyenli langsung berlutut menangis meminta maaf kepada Natali atas kejadian yang ia lakukan dulu sehingga membuat Natali nyaris kehilangan nyawa dan anaknya
"Nata, maafkan mommy nak, mommy khilaf waktu itu, mommy di butakan oleh tahta dan kedudukan mommy waktu itu, mommy menutup mata hanya karena kamu adalah seorang petugas clening service, sungguh nak mommy menyesal atas semua yang pernah mommy lakukan denganmu, maafkan mommy nak hiks hiks" Ucapan haru saat itu ketika nyonya yenli berlutut di hadapan Natali
Natali keget karena seorang yenli namoung berlutut di hadapannya, baginya itu tidak pantas
"Nyonya bangunlah, jangan merendahkan dirimu di depanku, aku sudah memaafkanmy sebelum kau meminta maaf kepadaku, bangunlah" ucap tulus Natali saat itu dengan mencoba membangunkan ibu mertuanya
"Tidak sayang, seharusnya kau menamparku atau menjambakku seperti dulu yang aku lakukan kepadamu"
"Tidak jangan berkata seperti itu nyonya, sungguh aku sudah memaafkanmu, dan bagaimana mungkin aku melakukan hal itu kepada ibu mertuaku aku tidak bisa"
"ya aku tahu, kamu wanita berhati lembut, Xian beruntung memiliki kamu, maafkan mommy tolong maafkan mommy, selama ini mommy di hantui rasa penyesalan dan bersalah denganmu dan cucu mommy, mommy tidak mempu bertemu kalian bahkan sekarang Xian tidak mengizinkan mommy menampakan wajah mommy di depannya nak"
"Nata sudah memaafkan nyonya, bangunlah"
"Lalu kenapa kau Masi memanggilku nyonya?"
"Ehmmm, iya mo-mmy"ucap Natali dan nyonya yenli langsung memeluk Natali
"Xian tak pernah salah memilihmu sebagai wanita yang paling ia cintai, terimakasih nak kau memang wanita baik hiks"
"Sudahlah mom jangan menangis, kita kembali lagi dari awal hubungan ini"
"Ya tapi sampai saat ini Xian masih belum memaafkan mommy nak"
"Bersabarlah mommy nanti Natali yang akan berusaha berbicara dengan kak Xian, lambat laun pasti kak Xian akan memaafkan mommy, ia hanya butuh waktu saja"
"Terimakasih sayang, kau memang wanita terbaik yang pantas mendampingi Xian, Dan apa kabar cucuku?"
"Dia sangat baik mom, dia tumbuh menjadi laki laki kecil yang sangat pengertian dan cerdas, saat waktu tepat aku akan membawanya bertemu mommy jika mommy tidak keberatan"
"Benarkah?"tanya nyonya yenli antusias, Natali mengangguk dengan senyumannya
"Mommy tidak keberatan nak, sejujurnya mommy ingin memeluk cucu mommy saat pertama kali mommy melihatnya namun mommy terlu takut sayang"
"Tapii jangan beritahu Xian hal ini dulu, mommy takut Nat"
"Baiklah mommy nanti jika mommy ingin bertemu dengan lano mommy boleh hubungi aku atau mommy bisa datang ke rumah kita"
"Apa tak apa?"tanya nyonya yenli, nata mengangguk dan pada akhirnya kedua perempuan berbeda generasi itu seling berpelukan Natali tak menyangka jika ternyata nyonya yenli adalah wanita Yeng sangat lembut yah mungkin dulu memang ia khilaf karena sejatinya manusia tak pernah luput dari kekhilafan yang terjadi Natali yang sebagai manusia hanya bisa memaafkan dan melupakannya dan belajar ikhlas, ia hanya ingin kebahagiaan untuk keluarganya tanpa permusuhan yang terjadi
Lama termenung mengingat kejadian itu Natali sampai tak sadar jika Xian sudah melesaikan ritual mandinya, tiba tiba ia di kagetkan dengan tangan kekar yang memeluknya dari belakang
"Sedang memikirkan apa hm?"
"Kakak sudah mandinya"
"Kamu sedang memikirkan apa sayang tumben kamu melamun"bukannya menjawab Xian malah bertanya balik, ia menciumi tengkuk leher natali sambil menunggu jawaban nata
"Kak geli..."
"Rasanya aku hanya ingin mengurung diri di kamar bersamamu sayang..."
"Ini sudah semakin siang jika kakak tidak segera bersiap kakak akan terlambat"nata membalikan tubuhnya menghadap Xian yang masih bertelanjang dada dan hanya mengunakan handuk di atas pingangnya
"Untuk apa aku takut terlambat sayang, aku pemiliknya"
" Kak lepas ahh, cepat pakai baju aku udah siapin"
"Satu ronde pagi pagi enak sayang"ucap Xian kembali mesum
"Enak menurut kakak, nggak menurut aku ya"kesal natali karena akhir akhir ini Xian semakin tak terkontrol sifat kemesumannya bahkan pernah Natali di suruh Dateng ke kantor Xian hanya karena Xian menginginkannya padahal saat itu ia tengah meeting penting
"Oh ya? lalu kenapa setiap kali aku sentuh kamu kamu selalu berteriak teriak bahkan meminta lebih" skakmat Xian Natali hanya menunduk dengan semberut merah di pipinya Xian semakin gemas melihat istri kecilnya itu
Xian terus mengoda Natali sehingga membuat Natali mencubit perutnya namun hal itu malah membuat Xian semakin terus mengoda nata hingga sampai Natali menangis karena terlalu kesal dengan Xian
"Hiks kakak jahatt! hiks nyebelinnn tau!"
"Hahahaha"tawa Xian kembali mengema di pagi hari
"Kakak ihhh, nyebelin awas ya nanti malam kalo minta jatah?"tiba tiba Xian menghentikan tawanya
"Gak asik kamumah sayang canda sedikit di ancemnya gak kasi jatah, jangan dong nanti dia kedinginan"
__ADS_1
"Bodo, sudah sana pergi kerja cari uang yang banyak, aku mau ke lano"
"Sayangg jangan ngambek Dong, ini aku gak bisa pake bajunya pakein"
"Gak mau kamu udah tua kok masa mau di pakein baju, lano aja nggak tuh"
"Sayangg kok gitu ihh pakein"
"Gak mau aku marah sama kakak"Xian menelan salvinanya mendengar nata sepertinya Benar benar marah dengannya
"Waduh gawat bisa bisa nanti malem gak dapet jatah"Ucap batin Xian, ia segera menyusul Natali kebawah
"Sayanggg tungguin aku!"teriak Xian yang tampak sadar ia hanya memakai hannduknya membuat semua pelayan yang berjumlah delapan orang sedang bertugas membersihkan rumahnya membulatkan matanya melihat tuannya berlari mengejar nyonyanya hanya mengunakan handuk dan fokus mereka hanya pada bercak merah kebiruan yang melekat banyak di tubuh xian
"Nggak gak mau"
"Sayang Pleaseee jangan gini dong, aku kan cuman bercanda"melas Xian bak anak kecil yang takut tidak di kasi uang jajan oleh orangtuanya
Natali yang hendak mendekati lano yang sudah memakan sarapan terlebih dahulu karena kedua orang tuanya sangat lama, membalikan badannya
Seketika matanya membulat melihat Xian yang turun hanya mengunakan handuk di atas pingangnya
"Kakak!!"teriak Natali yang membuat Xian sontak menghentikan langkahnya
"Suruh siapa turun hanya mengunakan itu!"Teriak nata, Xian langsung menundukan kepalanya melihat ternyata ia beru sadar ia hanya menggunakan handuk
"MAMPUS KAU XIAN!!"batin Xian yang semakin panik kala mengingat ucapan natali yang tak mengizinkannya bertelanjang dada di depan perempuan lain
Xian melihat kanan kiri ternyata pelayan rumahnya yang permpuan tengah menatap ke arahnya meskipun kebanyakan sudah pada menikah dan berumur di atasnya namun hal itu tidak aman bagi dirinya
Tanpa berkata apapun Xian langsung menarik Natali dan kembali ke kamar mereka
Lano yang melihat tingkah absrud kedua orangtuanya hanya mengelengkan kepalanya
"Paman apa yang di lakukan Daddy itu seperti anak kecil"ucap lano kepada paman Han yang mendampingi tuan muda kecilnya sarapan, paman Han hanya terkekeh kecil
"Benarkah tuan kecil?"
"Ya terlebih Daddy yang belakangan ini sikapnya sangat manja dengan mommy"
"Mungkin tuan kecil sebentar lagi akan di panggil kakak"Ucap bi Inah yang tiba tiba menimpali ucapan tuan kecilnya
"Benarkah bibi?"
"Itu hanya dugaan bibi saja tuan kecil, tunggu saja kabar baiknya karena saat dulu mommy tuan kecil hamil tuan kecil, Daddy tuan kecil yang mengidamnya"
"Mmmmm mengidam itu hanya ada pada saat perempuan hamil tuan kecil, ia menginginkan hal apapun yang ada dalam pikirannya, namun yang terjadi malah terbalik dalam diri Daddy tuan kecil yang akhir akhir ini sangat tidak ingin berjauhan dengan nyonya"
"Apa semua suami yang istrinya hamil akan merasakan hal itu bibi?"
"Sepetinya tidak, suatu saat jika tuan kecil besar dan menikah tuan kecil akan tahu, saat ini habiskan dulu sarapannya bukannya sebentar lagi tuan Bagas menjemput?"
"Ya bibi, dan sebenenya aku punya rahasia dengan uncle Bagas nanti bibi sampaikan pada mommy ya kalo aku pergi sama uncle karena kami memiliki misi penting"
"Okeyy tuan kecill"ucap bibi Inah dengan senyum tuanya paman Han dan bi Inah sama sama saling pandang misi penting apa yang di maksud tuan kecilnya itu bersama tuan Bagas?
***
Di sisi lain tepatnya di kamar Natali Xian Masi merengek kepada Nayali yang masih kesal dengannya
"Sayangg maafkan aku ya, Janji deh gak bakal ngilangin hal tadii ya Pleaseee jangan marah aku lupa sayang"Natali hanya diam karena sebetulnya ia malu karena karya yang ia buat di tubuh suaminya tadi malam malah jadi tontonan para pelayannya
"Sayang ihh hiks jangan gitu dong aku janji gak bakal ngelakuin itu deh bener, apa kamu masih marah soal tadi aku jailin? itu juga aku minta maaf deh hiks tapi jangan gini"Tiba tiba Xian menangis terisak karena Natali hanya diam tanpa menimpali ucapannya
"Sayang hiks jangan gitu dong hiks maafin aku ya, Yaudah aku gak mau ke kantor pokonya"
Nata malah semakin bingung karena melihat Xian yang seperti anak kecil sampai sampai suaminya itu yang macho menangis dengan ingus keluar, nata hanya mengaruk tengkuknya tak gatal
Ia bingung karena baru pertama ia melihat Xian semanja ini pagi pagi dengannya
"Loh kok nangis sih" bingung nata
"Abisnya kamu diem aja, aku kan udah minta maaf"
"Iya iya aku maafin asal jangan ngulangin lagi awas aja kalo sam-"
"Iya iya aku janji deh, tapi nanti malem kasi jatah kan?"
puk
Natali sudah kelewat kesal dengan Xian yang masih berfikir ke arah berhubungan
"Auhhhh sakit sayangg"rengek Xian memegangi lengannya walaupun tak terasa Baginya pukulan Natali namun ia hanya berpura pura merasa sakit
__ADS_1
"Hiks kamu jahat pukul aku, aku kemarin habis jatuh tau makanya sakit"Boong Xian membuat Natali merasa bersalah
"Ehh maaf kak, aku gak tau, udah jangan nangis dong kamu ini kenapa si tiba tiba cengeng dan manja gini, udah sekarang pakai baju terus pergi ke kantor sekarang udah jam delapan loh udah telat"
"Pakeiin bajunya" Rengek Xian, nata menghela nafasnya dan langsung memakaikan pakaian Xian dari kemeja, ****** *****, celana kantor jas hingga dasi nata pakaikan dan tak lupa ia menyisir rambut Xian bak ibu yang sedang memakaikan pakaiannya kepada anaknya yang hendak berangkat sekolah
"Rambut aja yang panjang, wajah dingin badan L-Men sifat kaya bayi"Grutu Natali pelan hampir tak terdengar Xian, ia tak habis fikir dengan Xian yang bisa berubah drastis sifatnya dalam jam hingga menit saja
"Ayo tunggu apa lagi cepat berangkat kak ini udah telat loh, jangan kasi contoh kurang baik untuk karyawan mu"
"Kamu ikut ya ke perusahan"ucap Xian memelul pingang Natali
"Nggak aku mau nemenin lano di rumah"tolak nata dengan mengelus rambut xian
Xian menghirup rakus wangi badan Natali yang menenangkan
"Lano mau pergi bareng Bagas"
"Kak Bagas? kapan bilangnya?"
"Iya tadi malam Bagas nelepon aku minta izin bawa lano katanya dia mau ada sesuatu yang di kerjakan oleh mereka"
"Kerjaan apa?"
"Aku gak tau, tapi dia mengatakan ingin meminta bantuan kepada lano untuk melacak seseorang"
"Lacak seseorang siapa? biasanya kak Bagas akan mudah melakukan hal lacak melacak kok sampai meminta bantuan lano? ada apa ini?"batin Natali
"Kamu ikut ya Pleaseee"melas Xian, nata dengan pasrah menganggukan kepalanya setelah itu ia melepaskan pelukan Xian dan mengangi bajunya
Akhirnya dengan berat hati Natali menemani Xian di ke kantornya, Xian sama sekali tidak melepaskan Natali dalam pelukannya ia sangat lemat pagi ini namun ketika menghirup aroma tubuh Natali ia seperti memiliki tenaga lebih
"Kak kamu kenapa si?"
"Aku kenapa?"
"Kamu sejak Minggu Minggu ini semakin hari manja"
"Emang nggak boleh kan kamu istri aku"
"Bukan nggak boleh tapi apa kamu nggak malu?"
"Nggak"Jawab enteng Xian
Xian terus menempel dengan Natali hingga masuk kedalam perusahaan pun ia terus menempel dengan nata dan hal itu justru membuat semua karyawan melihat geli tingkah tuannya yang sangat manja, namun sebaliknya nata merasa malu atas tindakan Xian
Bahkan yang paling parah saat meeting Xian meminta Natali ikut dengannya dan duduk di samping Xian sebelumnya ia meminta Natali duduk di pangkuannya namun hal itu baginya tak sopan terlebih banyak tetua namun seakan xian tak peduli terpaksa nata duduk di samping Xian dengan Xian yang melakukan meeting namun tangannya menggenggam tangan Natali, Kenan yang notabenenya memang memiliki kerja sama dengan perusahaan Xian hanya mendengus kesal melihat tingkah sahabatnya itu
Setelah selesai meeting Kenan baru mengangkat bicaranya
"Gue cuman gak ketemu Lo satu bulan Lo semakin bucin xi, gila si Lo"
"Syirik aja jadi orang gak pernah ngerasain punya istri cantik si Lo ya, makanya nikah jangan jajan Mulu Lo"
"Idihh terserah gue lah, gue mau jajan sampai kapanpun"
"Ganggu Lo ah sana pergi"
"Sialan Lo gue di usir, awas Lo ya gak di kasi jatah nangis Lo"
"Gak bakal"
"Nat jangan kasi jatah dia Tuman"
"Jangan provokasi istri gue bang*t sana Lo"Ken hanya mengangkat punggungnya dengan tatapan nyelenehnya karena berhasil membuat Xian kesal
"Lama lama gerah gue di sini, sampai ketemu nanti Natali"
"KENAN MAHARDIKA!"
"Hahahahaha"Tawa Kenan mengema melihat kekesalan Xian
Kenan akhirnya meningalkan Xian dan Natali, saat ini hanya ada Xian dan Natali di ruangan meeting membuat Xian kembali dengan sikap manjanya
"Sayang jangan dengerin ucapan dia ya"
"Iya" Xian tersenyum
"Kita ke ruanganku ya"Natali mengangguk menuruti kemauan Xian
Sepanjang hari nata hanya menemani Xian bekerja dengan nata yang duduk di samping Xian dan kadang Xian meminta Natali duduk di pangkuannya
Sampai Natali meras bosan dan lama lama ia tertidur di pangkuan Xian
__ADS_1
Cup
kecupan di kening Xian berikan untuk Natali ia melihat kelelahan di wajah istrinya dan ia langsung membereskan berkas berkasnya dan berisiap untuk pulang