Menjadikannya Istri Kontrak

Menjadikannya Istri Kontrak
Telepon dari Xian


__ADS_3

Saat ini waktu sudah sore Nata tengah duduk di taman samping rumahnya, Ia memandang lurus kedepan dengan tangan yang terus mengelus perut buncitnya, Sudah 4 hari xian pergi, dan sampai sekarang xian belum menghubungi natali hanya pada saat xian sampai waktu itu xian menghubungi natali


Xian bilang xian akan selalu mengabarinya tapi nyatanya laki laki itu belum menghubungi lagi, nata sudah mencoba menghubungi xian duluan tetapi sepertinya handphone xian mati, sebenarnya nata tidak mau seperti ini tapi bayinya yang selalu ingin eluasan dan sapaan daddynya


Kadang nata berfikir kenapa anaknya ini seperti terlalu mencintai daddynya, ia akan menyusahkan nata jika ia belum menerima sapaan daddynya, ia terkekeh geli jika mengingat semuanya


"Sayang apa kau hanya mencintai daddymu saja? jika ya mommy cemburu kenapa kau seperti ini, bukanny daddymu sering mengatakan jika kau jangan nakal hm?" dialognya seakan bicara dengan anaknya


tak lama anak yang ada di kandungan nata seperti menendang


"Auwhhhh! "rintih nata karena merasa sakit saat anaknya seperti ini


"Astaga ini baru pertama kali dia seperti ini, apa dia marah? "


"Sayang jangan marah dong, iya mommy gak akan bilang kamu nakal kamu hanya rindu daddy hm? "ucap nata dengan senyuman getirnya sambil menahan sakit di perutnya


Salah satu pengawal yang di tugaskan mendengar rintihan nata langsung menyamperinya


"Ada apa nona? apa anda baik baik saja? "


"Tidak pak, anak saya hanya menendang perut saya sangat keras sehingga membuat saya sakit"ucap nata dengan sopan


"Kalo begitu anda sebaiknya istirahat nona, biar saya pngilkan bi inah untuk memapah anda" para pengawal tak mau ambil resiko jika ia menyentuh istri majikannya itu bisa habis dia


" Iya pak terimakasih"


Pengawal itu langsung memanggil bi inah, dan tak berapa lama bi inah datang


"Non, nona tidak apa apakan? "


"Tidak apa apa bi, hanya saja sepertinya anak saya marah karena belum mendapatkan sapaan daddynya beberapa hari ini "


Bi inah tersenyum


"Ternyata Tuan kecil sangat sayang ya sama daddynya"


"Iya nih bi dia sangat sayang daddynya"


Dug


"Auwhhh"


"Kenapa non? "khawatir bi inah


"Dia nendang lagi bi"


"Yasudah non ayo bibi antar, sebaiknya non istirahat saja"


"Baik bi"


Bi inah Langsung mengantar nata ke dalam kamarnya dan nata langsung duduk bersandar di ranjangnya


"Terimakasih bi"


"Samasama non, sebentae bibi buatkan susu dulu ya non sebaiknya non istirahat


"Iya bi sekali lagi terimakasih

__ADS_1


Bi inah keluar dan membuatkan susu untuk nata, tak berapa lama bi inah selesai membuatkan susu untuk nata


"Di minim non susunya nanti kalo habis jangan non yang taro ya biar bibi aka nnti yang bawa"


"Iya bi terimakasih lagi ya"


"Duh si non teh terimakasih aja, itu sudah tugas bini non"


"Iya bi"


"Yaudah atuh non bibi keluar dulu mau kanjutin pekerjaan bibi, jangan lupa di minum susunya ya non "


setelah bi inah keluar nata hanya mengeluarkan nafas beratnya, saat ini ia sudah merindukan xian, pelukannya, masakannya dan usapan tangannya di perut


"Hiks hiks kakak kenapa gak ngabarin nata" nata sudah mulai terisak, memang jika ia sudah merindukan xian ia akan menangis seperti sekarang


Nata langsung bangkit dari duduknya menju lemari yang menyimpan baju xian, yang ia ambil sebelumnya saat bi inah hendak mencuci baju xian tempo hari


Nata langsung memeluk baju itu dan menghirupnya lama


setelah itu ia berbaring di ranjang dan tertidur sambil memeluk baju xian


***


Sedangkan di sisi lain tepatnya di negara lain xian sangat sibuk mengurusi semua permasalahan perusahaannya, ia sudah menangkap pelaku tapi ia belum tau siapa dalangnya, seingat dia xian tiak punya musuh, tapi tiba tiba ia teringat bella mntan kekasihny itu


Tapi setau xian bella sudah pergi dari negara ini, itu semua berkat kenan dan bagas yang berhasil mengusir wanita ular itu


Xian ingin segera menyelesaikan pekerjaannya dan pulang ke rumah dan memeluk nata


"Astaga, aku sampai lupa untuk mengabari nata"lirih xian


"Hufhhh, sebaiknya nanti malam aku meneleponnya"


Xian menepeti omongannya bahwa ia akan menelepon natali pada malam hari


Tutttt


tuttt


"Hallo sayang"suara xian yang mulai serak menahan rindunya


"Ha-hallo kak"Nata menjawab dengan suara hampir nangis karena terlalu merindukan xian


"Maafkan aku ya aku selama ini tidak mengabarimu, pekerjaanku sibuk aku ingin secepatnya kelar agar bisa ketemu kamu"


"Iya kak nata ngerti ko"


"Kamu nangis hm? "


"Kata siapa? nggak kok"


"Hufhhh jangan nangis, kakak janji sekitar 1 mingguan lagi kakak pulang, lalu bagaimana kabar babby? apa dia nakal?"


"Nggak kok kak, hanya saja kadang aku ingin ice cream pada malam hari tapi aku hanya ingin membelinya dari sana langsung"


"Kalo seperti itu, kakak gak bakal larang kamu buat keluar tapi kamu harus tetap ada penjagaan"

__ADS_1


"Beneran? "


"Hmmm, selama aku gak di sana kamu boleh keluar tanpa aku tapi tentunya ada pengawasan ketat, beli apapun yang kamu mau nanti kakak akan menyuruh bi inah mengantarmu kemana mana, jangan sendirian walaupun penjagaan selalu ada"


"Hmmm"


"Kamu lagi apa hm? "


"Lagi duduk di taman"jawab nata apa adanya, memang ia sedang duduk di taman samping seperti biasa


"Kamu merindukan aku hm? "


"....."tidak ada jawaban dari nata


"Kamu merindukan aku hm? "tanya xian lagi


"Iyaaa"jawab nata lirih, ia menahan air matanya agar tidak jatuh, selama kehamilannya memang nata sangat sensitif


Xian yang mendengar nata menjawab seperti itu, hanya terkekeh geli


"Miss you to sayang, Kamu udah minum susunya? "


Lama nata tidak menjawab karena lagi lagi xian memanggilnya sayang


"Sudah kak" Xian tersenyum di sana


"Baiklah jaga diri baik baik di sana tunggu aku pulang"


"Iya"


"Sekarang alihkan handphonemu di depan perutmu, aku akan melakukan panggilan video


Nata hanya menuruti permintaan xian


"Hai sayang, Maaf ya daddy selama ini nggak nyapa kamu tapi tunggu daddy, daddy akan segera pulang, baik baik di sana jangan menyusahkan mommymu"Ucap xian di sebrang sana menyapa anaknya, nata tersenyum melihat xian sangat menyayangi anaknya


"Iya, daddy"ucap nata sambil menirukan suara anak kecil, xian menjadi gemas mendengarnya iya terkekeh geli


"Sudah dulu ya aku baru pulang dari perusahaan, kamu hati hati di sana"


"Iya selamat istirahat kak"


"Ya sayang, nanti kakak telepon kamu lagi oke"ucapnya dan nata hanya mengangguk, lalu setelah itu telepon di matikan


tut


"Hufhhh aku harus selesaikan semua ini dengan cepat"gumam xian dan langsung masuk ke kamar mandi apartemennya yang berada di sana


Setelah membersihkan dirinya xian langsung tertidur di ranjangnya, karena lelah xian langsung terlelep


.


.


.


TBC

__ADS_1


Tunggu part selanjutnya ya, bakal ada apa nih 😆


__ADS_2