Menjadikannya Istri Kontrak

Menjadikannya Istri Kontrak
Positif


__ADS_3

Setelah nata tanpa sengaja mendengarkan obrolan cila & friska Nata langsung pergi meninggalkan kantin kantor, tanpa menghiraukan sisil yang berteriak memangil mangil namanya


dan langsung menemui petugas piket untuk memunta izin pulang dan bekerja setengah hari saja karena kurang enak badan, (yaaa itu alasan nata saja agar dapat alasan yang sebenarnya nata ingin pulang dan pergi ke apotek ingin membeli tes pack) petugas piket mengizinkan nata karena memang nata terlihat pucat


nata langsung pergi meninggalkan gedung itu dan pergi menuju apotek, setelah berada di depan apotek nata tiba tiba menjadi gugup, keringat dingin membasahi pelipisnya, tapi nata mencoba untuk tidak gugup, menyakinkan dirinya untuk mengetahui bahwa dia hamil atau tidak


"Permisi mba, sa_saya ingin membeli tes pack"ucapnya sedikit gugup


"Tunggu sebentar ya kak"


"Nah ini kak"ucap si penjaga apotek


"Terimakasih mba, jadi berapa"tanya natali


"Semuanya jadi dua puluh ribu kak"ucapnya dan natali menyerahkan uang pasnya


"Terimakasih kak, semoga positif ya dan semoga nanti suami kakak bahagia mendengarkan kabar baik "ucap si kasir yang tidak tau jika nata belum menikah


nata yang mendengarkan itu hanya tersenyum kecut, dalam hatinya berharap semoga apa yang di takutkannya itu tidak terjadi, cukup hatinya hancur menerima kenyataan mahkotanya telah di renggut ceo perusahaan tempat dia bekerja


nata langsung pergi meninggalkan apotek itu dan kembali ke rumahnya, setelah sampai di rumahnya nata langsung mencoba untuk mengetesnya dan sesudahnya nata menunggu hingga beberapa menit


"Tuhan... semoga apa yang aku takutkan tidak terjadi"lirihnya berharap


setelah mengucapkan itu nata membalikkan tes pack itu


Deg!


bagai kesambar petir di siang bolong, jantungnya berdetak cepat, napasnya seakan tercekat, matanya membuat, butiran butiran bening mulai jatuh dari pelupuk matanya


"Po_positif? A_aku hamil?"lirihnya sambil mengusap perut yang masi rata itu


"Hiks hiks hiks.... Tuhannn kenapa kamu tega kepadaku, apa salahku tuhan sehingga kau menghukumku dengan bertubi tubi, ini tidak adil! hiks hiks hiks"katanya menangis, mempertanyakan keadilanny


"Aku sudah terluka sedalam dalamnya akibat kejadian itu! dan sekarang aku jatuh se jatuh jatuhnya, aku mengandung anak pria breng*ek yang tidak mempertangung jawabkan perbuatannya sendiri! orang yang hanya membayarku atas apa yang telah perbuat! mana keadilan mu tuhan! hiks hiks.... "

__ADS_1


"aku sudah tidak punya siapa siapa lagi, sherly sudah pergi untuk mengapai mimpinya hiks hiks... aku sendiri!" ucap lirihnya terduduk sambil menangis mencoba melegakan hatinya dengan cara menangis


setelah beberapa jam puas menangis, kini nata melamun, tatapan matanya kosong, perlahan lahan nata bangkit dari terduduknya, berjalan ke arah dapur


sampai nya ia di dapur, nata mengambil pisau dapur dan memegangnya kuat kuat, menatapnya dengan tatapan yang didak bisa di mengerti dengan kata kata, tangan kirinya terulur nata hendak bunuh diri untuk menyusul kedua orangtuanya dengan cara memutuskan urat nadinya tapi seketika nata membayangkan kedua orangtuanya yang menangis


dan Taak! (suara jatuh pisau ke lantai)


Nata langsung menjatuhkan pisaunya dan mencoba berfikir jernih "hiks hiks maafkan momy sayang, momy tidak bermaksud seperti itu" lirihnya sambil mengusap usap perut ratanya mengajak bicara anaknya yang mungkin masi usia 1blm


"Aku tidak boleh seperti ini, papah mamaku memang sudah meninggalkan aku, dan sherly sahabat terbaiku akan kecewa jika nanti aku tidak ada di dunia ini"ucap nya kembali bangkit


"Ya sekarang aku tidak sendiri, aku akan bersamanya, ini anakku bukan anaknya! aku akan mengurusnya membesarkannya dengan caraku, tanpa peduli omongan orang nantinya"katanya sambil masi memegang perut ratanya dan bibirnya tersenyum tipis


"Maaf kan momy ya sayang, momy janji bakal jaga kamu dengan sepenuh hati momy tanpa dadymu nanti karna sekarang kamu anak momy saja oke"ucapnya kembali sambil menunduk melihat perutnya dan mengusap usap perut ratanya


"Aku tidak akan memberi tahukan dia bahwa aku mengandung anaknya, toh dia juga sepertinya tidak mengharapkan anak dariku"katanya dengan mata berembun


***


Dengan gaji nata yang tidak seberapa besar nata tidak bisa menbawanya untuk cek up kandungan, nata hanya sangup membeli susu ibu hamil 1 bulan 1x, setidaknya dia minum susu demi sang buah hati yg di dalam kandungan kuat


nata tidak sedikitpun merasakan mual atau ngidam seperti ibu ibu hamil lainnya, nata bersyukur dia tidak mengeluhkan apa apa hanya saja ketika dia kecapean badannya terasa lemas dan pusing


Lain halnya dengan li, selama satu bulan lebih dia mengeluh karena selalu merasakan mual setelah mencium bau bauan apapun kecuali jeruk dan dari pewangi, sabun, pasta, pewangi ruangan yang ada di apartemen,pewangi mobil, ruangan kantor, semua harus wangi jeruk! parfumnya pun ia ganti dengan wangi jeruk, begitupun parfum lae, ketika dia datang ke kantorpun memakai masker, sehingga mengundang banyak pertanyaan dari karyawan lain yg mihat ceonya itu


pasalnya sudah satu bulan lebih ceonya nampak aneh datang dan pergi mengunakan masker, li juga sering uring uringan karena meminta makanan yang aneh aneh sehingga dia tidak fokus untuk bekerja.


seperti sekarang pada jam makan siang li xian meminta asistennya untuk membelikannya rujak mangga yang jaraknya lumayan jauh dari kantornya, ya selama ini lae yang melayani kemauan tuannya itu dan membereskan tugas tugas tuanny itu, lae di buat heran dengan sikap tuannya itu yang macam macam rupanya


"Laee belikan aku rujak mangga sekarang juga"


"Tapikan tuan dari pagi anda belum makan nasi,nanti tuan sakit jika memakan rujak mangga tanpa memakan makanan karbohidrat"ucap asisten lae shi


"Justru itu aku akan bisa makan jika aku memakan rujak mangga terlebih dahulu, sekarang cepatlah belikan aku rujak mangga yang banyak ya! "ucap li

__ADS_1


lae hanya menghembuskan nafas beratnya"hufhhhh, baiklah tuan tapi tuan harus janji setelah ini makan ya? "


"iya iya nanti aku makan, kamu itu cerewet sekali seperti momyku! sekarang cepatlah kau belikanku rujak! "ucapnya ketus


"baik lah tuan saya pergi dulu"pamitnya dan langsung meningalkan ruangan ceonya itu


selama dalam mobil yang di kendarai dirinya sendiri lae terus mengerutu


"Tuan li kenapasih akhir akhir ini sikapnya aneh sekali seperti sepupuku yang meminta semua wangi wangian aroma jeruk dan selalu meminta rujak mangga, tuan li seperti hmil saja... "ucapnya megerutu


deg


"apa seperti orang hamil?!"ucapnya kembali setelah mengingat kejadian 2 bulan yang lalu antara tuannya dan natali


"Apa jangan jangan nona natali sedang hamil anak tuan?! tapi itu tidak mungkin? masa sih tuan li yang merasakan mual muntah seperti ibu ibu hamil yang lain,,,, tapi bukan tidak mungkin juga nona natali hamil anak tuan li xian,,, akhhhh aku pusing tugas tugasku saja belum semuana aku kerjakan akibat terus mengantikan meeting tuan li, baiklah setelah selesai akan ku selidiki kebenarannya, hufhhhhh.,,,,,,,"ucapnya kembali sambil menghembuskan napas beratnya


li xian yang melihat asisten pribadinya membawa rujak pesanannya langsung kegirangan seperti anak kecil yang menerima es cream dari kedua orangtuanya


"Sinikan cepat aku tidak sabar memakannya"ucapnya menarik bungkus rujak dari tangan asistennya


lae hanya menghembuskan nafas beratnya sambil menggeleng gelengkan kepalanya


"Baik kalu begitu saya permisi untuk melanjutkan pekerjaan tuan"pamitnya membungkuk hormat, li xian hanya mengibas ngibaskan tangan kirinya saja tanpa melihat lae, sedangkan tangan kanannya di gunakan untuk makan


"lae jangan lupa kau juga harus makan, kau belum makan siang kan?"ucapnya tanpa melihat lae


"baik tuan, saya permisi tuan"


"tuan benar benar aneh, baiklah akan ku selidiki apa benar nona natali sedang hamil anak tuan li? "gumamnya dalam hati dan langsung pergi menuju ruangannya


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2